Connect with us

Berita Utama

Ipda Nadya Ayu Nurlia, Kapolsek Tercantik & Termuda Sepanjang Sejarah

Published

on

Ipda Nadya Ayu Nurlia

Riau kini menjadi sorotan. Namun, sorotannya bersifat positif. Pasalnya, kini Kapolsek Batang Gansal di Indragiri Hulu dipimpin oleh Ipda Nadya Ayu Nurlia.

Dia menjabat sebagai Kapolsek sejak 16 Agustus 2021 dan kini berusia 23 tahun.

“Saya resmi menjabat Kapolsek pada 16 Agustus. Sebelumnya dinas di Mapolda Riau setelah lulus Juli 2020,” tutur Ipda Nadya, seperti dikutip dari mediacenter.riau.go.id.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Saat pertama bertugas, wanita yang akrab disapa Nadya itu mengumpulkan seluruh anggota. Total ada 23 orang anggotanya di Polsek Gansal.

Mantan Danton Dalmas Dir Samapta itu mengaku, selama tugasnya tak pernah ada masalah. Sebab, ia selalu mengajak anggota untuk berdiskusi dan memecahkan masalah bersama.

Prestasi Ipda Nadya Ayu Nurlia pun amat luar biasa. Menjadi Kapolsek disebut jadi tantangan tersendiri bagi wanita empat bersaudara itu. Apalagi di daerahnya ada suku anak dalam talang mamak yang belum pernah dikunjunginya.

“Di sini ada suku anak dalam, saya ingin berkunjung untuk silaturahmi. Saya bilang sama anggota, kita ke sana. Tentu banyak program-program polri yang kami bawa,” ujar Ipda Nadya.

Salah satu programnya adalah vaksinasi bagi masyarakat. Ia berharap program itu bisa sampai ke daerah-daerah terpencil di Batang Gansal.

Terakhir, saat disinggung soal pasangan hidup. Nadya hanya tersenyum malu-malu. Ia mengaku masih fokus pada pekerjaan.

“Belum menikah. Ya, 23 tahun jomblo,” kata Nadya seraya tertawa.

Nadya menggantikan seniornya di Akpol, Ipda Raditya Wahyu Aji Pambudi yang dimutasi sebagai Pama di lingkungan Polres Bengkalis.

“Selamat bergabung di Polres Inhu, segera laksanakan tugas sesuai tanggungjawabnya,” kata Kapolres Inhu AKBP Bachtiar Alponso saat memimpin upacara sertijab Kapolsek dan beberapa kepala satuan, Senin (16/8/2021) di Mapolres Inhu.

Bagi Ipda Nadya, amanah yang diberikan pimpinan ini merupakan tanggung jawab yang mesti dijalankan dengan baik dan sepenuh hati.

Ipda Nadya Ayu Nurlia

Dalam menjalankan tugas sebagai Kapolsek, Ipda Nadya tentu memiliki banyak anggota. Mulai dari anggota yang berusia muda hingga tua yang seumuran ayahnya.

Namun bagi Nadya, hal ini bukan menjadi hambatan, sebab pendidikan di Akpol mengajarkan wanita muda ini untuk bersikap profesional, saling menghormati dan bekerja sama dengan baik.

“Kita adalah pemimpinnya, semua itu sudah diajarkan di Akpol tentang bagaimana sikap mental ditunjukan ke anggota, menghargai anggota, saling bekerjasama dan saling menghormati. Saya yakin pasti bisa menjalankan amanah ini dengan baik, yang pasti pemimpin itu butuh kerjasama dengan anggota,” ungkapnya.

Jadi Kapolsek di usia muda, Ipda Nadya tentu patut berbangga. Sebab salah satu Kapolsek wanita termuda di Indonesia ini bisa memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dengan konsep Presisi di wilayahnya.

“Jadi Kapolsek itu perasaanya ya campur aduk, seneng, bangga, cuma ada rasa tanggung jawab yang besar, amanah ini saya pegang dan jalankan dengan baik,” katanya.

Advertisement

Berita Utama

Menteng, Buah yang Jadi Nama Jalan & Kaya Manfaat

Published

on

Buah Menteng

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam jenis buah. Sayangnya ada beberapa buah yang keberadaannya kini semakin sulit ditemukan dan menjadi langka. Salah satunya adalah buah menteng.

Jika mendengar kata menteng, kebanyakan orang mungkin akan langsung mengingat sebuah kawasan elite di Jakarta Pusat. Namun, menteng juga merupakan nama buah, yang kini semakin sulit dicari dan banyak generasi muda mungkin malah tidak mengetahui jenis buah satu ini. Wajar saja, mengingat pohon buah menteng pun sudah langka dan penjualnya di pasar pun jarang.

Nama menteng lebih dikenal di Jakarta dan Pulau Jawa, sedangkan di Sumatra buah ini lebih populer dengan nama rambai. Di beberapa daerah lain, penyebutan buah ini pun berbeda-beda, beberapa di antaranya adalah kepundung, kapundung, kemundung, mundung, kapungpung, rambe, kayu masam, kokonau, kunyi, jinten merah, dan bencoy.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Bila dilihat sekilas, penampilan menteng agak mirip duku. Namun, perbedaannya akan semakin nyata bila telah dikupas dan dicicipi.

Manfaat Buah Menteng

Buah Menteng

Meski rasanya kecut, jangan ragu untuk membeli buah ini bila Anda menemukannya. Sebab, buah menteng dapat memberikan sejumlah manfaat yang sayang untuk dilewatkan.

Sumber antioksidan yang baik

Buah menteng mengandung komponen seperti flavonoid dan fenolat yang dapat menunjukkan aktivitas antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang sangat berguna untuk memerangi radikal bebas, keberadaannya dapat membantu mencegah penyakit-penyakit kronis.

Radikal bebas dapat ditemui dalam berbagai bentuk dan ukuran. Radikal bebas akan mencuri elektron dari zat-zat yang ada di sekitarnya.

Bila jumlahnya terlalu banyak, radikal bebas dapat merusak sel dan DNA yang ada di dalam tubuh. Sehingga menimbulkan stres oksidatif yang bisa berujung pada penyakit-penyakit kronis seperti sakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Maka dari itu, tubuh memerlukan jumlah antioksidan yang seimbang. Karena memiliki kandungan antioksidan, buah menteng punya khasiat tersebut. Anda juga bisa menemukan kandungan antioksidan asam galat pada bagian kulit dan sedikit dagingnya.

Membantu menjaga kesehatan tulang dan sel darah

Buah Menteng

Dalam 100 gram penyajiannya, buah menteng mengandung kalsium sebanyak 13 miligram dan zat besi sebanyak 0,8 miligram yang masing-masing memiliki khasiat tersenidiri.

Zat besi termasuk mineral penting untuk tubuh. Tubuh memerlukan hemoglobin dalam jumlah cukup agar bisa mengirim oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Bila kadar zat besi rendah, tubuh akan mengalami anemia dan gangguan fungsi tubuh lainnya.

Sementara itu, kandungan kalsium dalam buah menteng berfungsi menjaga kesehatan tulang, membantu pembekuan darah, kontraksi otot, serta membantu jantung berdetak.

Jumlah kandungan kedua zat ini mungkin tidak terlalu banyak, tapi buah menteng bisa menjadi sumber tambahan selain susu dan makanan tinggi zat besi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Membantu mengatasi diare dan melancarkan haid

Buah menteng memiliki potensi untuk bantu mengatasi diare dan melancarkan haid. Biasanya orang-orang menggunakan bagian daun dan kulitnya yang memiliki kandungan asam galat sebagai obat. Sayangnya, manfaat tersebut perlu diteliti lebih lanjut.

Asam galat memang memiliki fungsi sebagai antibakteri, analgesik, dan antivirus. Meski begitu, berdasarkan penelitian pada 2017, asam galat tidak menunjukkan reaksi terhadap beberapa bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Maka dari itu, bila Anda ingin menggunakan daun atau suplemen ekstraknya, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Bagaimana, Cityzen tertarik untuk mencoba buah menteng?

Continue Reading

Berita Utama

Mengenal Lebih Dalam PLTP Kamojang, Pembangkit Listrik Panas Bumi Tertua di Indonesia

Published

on

PLTP Kamojang

Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang merupakan yang terbaik di Indonesia, karena uap yang dikeluarkan sangat kering (very dry) dengan kelembaban yang sangat rendah sehingga uap dapat langsung masuk ke turbin.

PLTP Kamojang sudah beroperasi selama 39 tahun. PLTP Kamojang menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan panas bumi di Indonesia. Jejak kehadirannya dimulai pada 1918, tahun di mana wabah flu Spanyol mengguncang dunia seperti pandemi Covid-19 saat ini.

Kala itu, JB Van Dijk, seorang guru di HBS Bandung, Jawa Barat, merupakan sosok penting yang menandai jejak PLTP Kamojang. Ia merupakan penggagas awal energi panas bumi di era kolonial yang kemudian melahirkan PLTP Kamojang.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!


Gagasannya dimulai dengan satu tulisan berjudul ‘Krachtbronnen in Italie’ atau ‘Kekuasaan di Italia’ yang terbit di majalah Koloniale Studien. Keberhasilan Italia memanfaatkan panas bumi untuk energi listrik di Larnderello, Italia Tengah, menginspirasi Van Dijk untuk mendorong Pemerintah Hindia Belanda melakukan hal yang sama.

Keberhasilan Italia menghasilkan energi panas bumi di tahun itu, menurutnya bisa diikuti oleh Hindia Belanda. Sayangnya, tulisan Van Dijk ditanggapi dingin oleh Pemerintah Hindia Belanda saat itu.

Bahkan tulisannya dikritik oleh berbagai pihak yang menganggap idenya tidak masuk akal untuk dipakai di Indonesia. Setidaknya butuh waktu sewindu, hingga pada 1926 akhirnya Pemerintah Hindia Belanda menggelontorkan dana untuk melakukan pengeboran di lapangan Kamojang.

PLTP Kamojang

The Netherland East Indies Vulcanologycal Survey, perusahaan milik Hindia Belanda, ditugasi untuk melakukan pengeboran. Beberapa tahun kemudian, bersama dengan Geothermal Energy New Zealand Ltd, perusahaan asal Selandia Baru, memulai eksplorasi pengembangan panas bumi.

Perjalanan menghadirkan energi panas bumi ini di Kamojang pun tak singkat. Butuh waktu panjang hingga akhirnya PLTP Kamojang unit 130 megawatt (MW) berhasil beroperasi pada 1982 silam. Menandai keberhasilan Indonesia yang telah berdaulat sebagai negara merdeka dalam mengikuti jejak Italia yang menginspirasi tulisan Van Dijk.

Dalam 5 tahun kemudian, PLTP Kamojang unit 2 dan unit 3 pun beroperasi mendukung sistem kelistrikan Indonesia di Jawa Barat.

Penghargaan yang Diterima PLTP Kamojang

Head of Corporate Communication PT Indonesia Power, Rahmi Sukma mengatakan bahwa PLTP Kamojang berkomitmen untuk tidak mengesampingkan aspek pencapaian kinerjanya. Terbukti hingga Juli 2019, Kamojang POMU telah menunjukan kinerja baik dengan berhasil mendapatkan pencapaian EAF (Equivalent Availability Factor) dan EFOR (Equivalent Force Outage Rate) sampai dengan Juli 2019 berada di angka 96,44 dan 0,68.

Beberapa penghargaan dalam bidang lingkungan maupun Corporate Social Responsibility (CSR) juga diraih oleh Kamojang POMU. Misalnya Penghargaan Proper Emas yang diterima dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dan penghargaan Mitra Pembangunan Jawa Barat Program CSR/PKBL dari Gubernur Jawa Barat.

Rahmi juga menyebutkan bahwa sistem tata kelola yang baik dengan mengedepankan aspek keselamatan dan lingkungan, salah satu kunci prestasi PLTP Kamojang.

PLTP Kamojang

PLTP Kamojang juga memiliki berbagai program CSR, misalnya budidaya tanaman kopi pelag yang ditanam di kaki Gunung Papandayan. Program ini dilakukan oleh mitra binaan, fungsinya sebagai tanaman penyangga longsor di daerah pegunungan dan sebagai area tangkapan air.

Program CSR lainnya adalah pemberdayaan pada nelayan ikan di Situ Bagendit yang merupakan area obyek wisata di wilayah Garut, dan penanaman 1000 pohon hingga 2021 untuk mengurangi emisi karbondioksida.

Keberhasilan PLTP Kamojang menjadi bukti bahwa potensi sumber energi panas bumi di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi utama, khususnya untuk menggantikan sumber energi fosil. Hal ini juga menjadi langkah untuk beralih ke energi hijau yang lebih ramah lingkungan demi kemandirian energi Indonesia di masa mendatang.

Continue Reading

Berita Utama

Kenalan dengan Puthu Lanang Legendaris Malang, Sudah Ada dari Zaman Penjajahan

Published

on

Puthu Lanang

Jika Cityzen berkunjung atau berwisata ke Malang, sepatutnya kalian menikmati kuliner legendaris Puthu Lanang. Tak hanya rasanya yang lezat, kue putu di tempat ini juga tak pernah sepi sejak awal berdiri tahun 1935 silam.

Puthu Lanang Celaket adalah salah satu gerai makanan tertua di Malang ini, didirikan pada 1935 oleh seorang Ibu Soepijah. Kemudian, operasional bisnis ini diturunkan kepada anak laki-lakinya, Siswoyo sejak 20 tahun lalu.

Di bawah kepemimpinannya, gerai Puthu Lanang Celaket tetap menjadi penjaja kue putu yang terbaik dan paling populer di Malang. Dapat dilihat dari jumlah pelanggan yang kerap memenuhi gerai ini, yang terletak di gang kecil di Jalan Jaksa Agung Suprapto setiap harinya.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Toko ini buka setiap hari pada pukul 17.30. Sebaiknya Anda datang ke sana lebih awal karena para pelanggan setia sudah berdatangan.

Selain kue putu, Anda juga bisa menemukan camilan manis tradisional lainnya, termasuk cenil dan lupis. Seporsi dihargai Rp10.000 dan pelanggan diberikan kebebasan untuk mengombinasikan ketiganya.

Hal ini membuat kue puthu terasa lebih nikmat dan harum yang khas. Kedai yang telah berusia 86 tahun ini selalu ramai pengunjung, baik penduduk asli Malang maupun para wisatawan domestik. Bahkan, dalam sehari kue puthu lanang ini terjual 700 hingga 800 porsi.

Puthu Lanang

Kue putu yang disajikan di kedai ini, jika dikunyah akan terasa pulen dan tidak buyar layaknya kue putu yang di jual di tempat lain. Parutan kelapa yang digunakan segar dan bersih.

Puthu Lanang juga menggunakan gula merah asli tanpa dicampur apapun serta memiliki tekstur yang kental dan legit. Biasanya putu di berbagai tempat cenderung menyajikan gula merah yang encer.

iswoyo bercerita bahwa ia kerap membantu sang ibu berjualan dulu kala. Siswoyo sangat gesit dalam menerima dan membungkus pesanan.

Siswoyo sempat galau ketika ingin meneruskan usaha ibunya ini, lantaran saat itu masih muda dan telah mengenyam pendidikan tinggi. Namun, akhirnya Siswoyo tetap melanjutkan meneruskan usaha kue sang ibu.

Siswoyo tak hanya meneruskan usaha ibunya, namun juga mengembangkannya. Siswoyo kalau pagi menyiapkan pesanan kue untuk katering, restoran, dan hotel. Pada saat malam hari, barulah ia berjualan untuk umum. Siswoyo mengakui bahwa ia kerap kewalahan dan tidak sanggup untuk menerima pesanan lagi.

Selain kue puthu, kedai ini juga menjual kudapan manis tradisonal lainnya yang tak kalah nikmat. Di sini, Cityzen juga dapat mencicipi lupis, cenil, dan klepon. Lupis terbuat dari beras ketan yang dibungkus dalam daun pisang, layaknya lontong.

Puthu Lanang

Lupis ini direbus selama 10 jam, sehingga mampu bertahan 4-5 hari. Dalam sehari, kedai ini mampu menghabiskan hingga 25 kg beras ketan. Lain halnya dengan cenil, olahan dari tepung tapioka yang diberi pewarna merah berbentuk uliran yang kenyal ketika digigit. Dalam sehari, kedai ini menghabiskan 15 kg tepung tapioka untuk membuat cenil.

Terakhir, terdapat jajanan pasar klepon. Jajanan ini terbuat dari tepung beras ketan, berbentuk bulat dengan isian parut gula merah yang ditaburi parutan kelapa. Rasanya yang manis legit khas gula merah ini sangat nikmat ketika digigit dalam mulut.

Continue Reading

Trending