Connect with us

CityProperty

Pandemi Covid-19, Minat Milenial Mencari Properti Secara Online Meningkat Pesat

Published

on

Ilustrasi properti

Teknologi telah memudahkan pemasaran properti sehingga masyarakat yang mencari informasi juga dimudahkan untuk mendapatkan informasi awal terkait perumahan yang diinginkannya. Pencarian hingga pemesanan rumah dari online ini juga meningkat pesat khususnya dari kalangan milenial.

Kalangan milenial telah menjadi pasar utama yang mencari produk properti secara online. Hal ini tidak aneh karena milenial yang cenderung serba praktis dan simpel sudah sangat tech minded sehingga konsep online yang saat ini banyak ditawarkan cukup sukses merangsang kalangan ini untuk lebih aware dengan kebutuhan huniannya ketimbang memenuhi lifestyle yang cenderung boros.

Gelaran expo properti virtual yang diselenggarakan perusahaan BUMN PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) misalnya, telah sukses menarik perhatian dari segmen milenial hingga melakukan pemesanan produk properti mencapai 1.175 unit hanya dalam satu bulan penyelenggaraan expo bertajuk ‘Jangan Tunda Punya Rumah di Masa Pandemi’ itu.

Baca Juga:

  1. Kupas Tuntas Marital Rape atau Pemerkosaan dalam Pernikahan
  2. 13 Tempat di Seluruh Indonesia Gelar Vaksinasi Merdeka Serentak
  3. BEM SI Ultimatum Jokowi dan Siap Turun ke Jalan

Selama satu bulan penyelenggaraan expo sejak 18 Agustus hingga 19 September 2021 itu juga telah menyedot lebih dari 25 ribu pengunjung dengan rata-rata kunjungan per hari mencapai 840 orang dari seluruh Indonesia. SMF juga menggandeng 75 perusahaan developer yang menampilkan ratusan perumahan dari Sabang hingga Merauke dan 12 bank penyalur KPR.

Bukti lain kalau expo online seperti ini diminati oleh milenial, sebanyak 33,5 persen pengunjung dari kalangan usia 25-34 tahun disusul usia 18-24 tahun yang disebut generasi Z sebanyak 27,5 persen. Sisanya baru dari kalangan yang lebih matang yaitu rentang usia 45-65 tahun.

Menurut Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, dari jumlah kunjungan ini terjadi peningkatan hingga empat kali lipat dari kegiatan serupa yang digelar tahun sebelumnya. Sementara dari sisi yang mengajukan booking sebanyak 1.175 unit rumah dan jika ini terealisasi menjadi pembelian maka total transaksinya mencapai hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 400 transaksi.

“Dari capaian ini bisa kita simpulkan kalau milenial tengah mendominasi pasar dan ini juga menunjukan meningkatnya antusiasme masyarakat sehingga menunjukan optimisme kendati kondisinya masih dalam situasi pandemi. Masyarakat yang mencari rumah dari kalangan anak muda sangat besar dan ini tentunya menjadi tren positif yang harus kita optimalkan,” ujarnya.

Tren positif dari kesadaran anak muda untuk memenuhi sarana huniannya harus dijadikan momentum seluruh stakeholder memaksimalkan penjualan unit rumahnya. Ini juga menjadi potential market di tengah bonus demografi dari kalangan anak muda yang menjadi pasar utama di Indonesia.

Peningkatan penjualan produk properti dari segmen anak muda ini juga harus dioptimalkan untuk terus memberikan multiplayer effect yang besar sehingga meningkatkan perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja dan bergeraknya berbagai industri di bawah properti.

“Di masa yang akan datang kami masih akan melanjutkan kegiatan expo seperti ini dan untuk itu kami meminta kepada seluruh stakeholder khususnya kalangan pengembang dan perbankan untuk terus mempererat sinergi dengan menciptakan berbagai inovasi produk dan skema pembiayaan yang menarik. Ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan hunian dengan cara yang lebih mudah,” beber Ananta.

CityProperty

Pandemi Covid-19 Mereda, Rumah Tapak Kembali Jadi Primadona di Bali

Published

on

Rumah Tapak

Penawaran rumah tapak di Bali mulai meningkat seiring membaiknya sektor pariwisata. Perumahan Vasaka Bali hasil pengembangan Waskita Realty bisa menjual unit khususnya hingga dua kali lipat dari yang ditargetkan saat acara peluncuran. Hal ini menandakan kebutuhan rumah tapak masih cukup tinggi.

Pariwisata merupakan salah satu sektor properti yang paling terdampak pandemi Covid-19. Namun begitu seiring situasi dan penanganan pandemi yang semakin baik, sektor pariwisata juga mulai bangkit dan ini ditandai dengan mulai maraknya penawaran produk-produk properti di kawasan wisata Pulau Bali.

Pengembang PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty) merupakan salah satu pengembang yang menghadirkan produk rumah tapak melalui proyek Vasaka Bali di Jalan WR Supratman, Sumerta, Denpasar. Vasaka Bali meluncurkan produk terbaru yaitu Evara Prime yang merupakan unit spesial dengan tiga kamar tidur yang dipasarkan secara terbatas.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Menurut Marketing & Sales Manager Vasaka Bali Mochamad Marvian, Evara Prime ini diluncurkankan dengan didesain khusus untuk para keluarga muda dan milenial yang mendambakan hunian nyaman dengan akses dan fasilitas premium di lokasi utama Denpasar, Bali.

“Kami sangat merasakan dampak membaiknya situasi perekonomian khususnya sektor properti di Bali. Produk ini kami luncurkan dengan target penjualan 45 persen tapi nyatanya bisa terserap 75 persen atau hampir dua kali lipat dari yang kami perkirakan dan itu terjadi hanya dalam waktu satu hari saat acara peluncuran,” ujarnya.

Hal ini juga menunjukan kalau permintaan produk landed house di Bali masih cukup tinggi dan kebutuhan untuk segmen ini yang berupaya dipenuhi oleh Waskita Realty melalui proyek Vasaka Bali. Untuk produk premium dengan jumlah unit terbatas ini ditawarkan dengan harga yang sangat bersaing untuk ukuran lokasi wisata yaitu mulai Rp2,8 miliar.

Kawasan Vasaka Bali luasnya mencapai 12 hektar dengan menyediakann kawasan komersial seluas 2,5 hektar. Konsep kawasannya menerapkan modern tropical yang didukung dengan berbagai fasilitas komersial berkonsep ultimate convinience yang diarahkan untuk menjadi destinasi baru di kawasannya.

Untuk kenyamanan penghuni diterapkan juga konsep smart living dengan CCTV 24 jam dan setiap rumahnya telah menggunakan digital lock door, smart home system, hingga one gate system untuk keamanan dan kenyamanan. Kawasannya juga menerapkan arsitektur khas Bali yang berbeda di setiap klaster dengan konsep utama tetap mengusung gaya modern tropical.

Konsumen juga akan mendapatkan berbagai kemudahan untuk mengakses produk ini. Setiap unit Evara Prime diberikan subsidi uang muka hingga 10 persen dan gratis BPHTB. Konsumen juga berkesempatan untuk mendapatkan hadiah langsung dan undian diskon senilai hingga Rp45 juta.

“Kami ingin menghadirkan hunian yang nyaman, mewah, lengkap, dan strategis di Denpasar yang cocok untuk keluarga muda dan milenial. Dengan banyaknya kemudahan yang kami tawarkan menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mendapatkan produk seperti ini seiring kian membaiknya industri pariwisata di Bali,” imbuh Marvian.

Continue Reading

CityProperty

Awal Tahun Depan, Bank Tanah Bakal Terbentuk

Published

on

Bank Tanah

Badan baru bank tanah terus dikebut untuk bisa segera operasional yang ditargetkan pada awal tahun depan. Fungsi bank tanah akan sangat strategis untuk menjamin keberlangsungan berbagai program pembangunan infrastruktur, perumahan, dan sebagainya.

Pemerintah terus menggodok berbagai hal teknis untuk merealisasikan lembaga baru bank tanah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan institusi bank tanah ini bisa segera hadir dan beroperasi pada awal tahun depan.

Menurut Menteri ATR/BPN Sofyan Abdul Djalil, saat ini pembentukan bank tanah sudah dalam proses finalisasi dan diproyeksikan akan bisa beroperasi di awal tahun depan. Ada dua regulasi yang tengah dalam tahapan harmonisasi terkait pembentukan bank tanah ini yaitu peraturan presiden (Perpres) tentang governance bank tanah dan peraturan pemerintah (PP) tentang pemasukan modal bank tanah.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

“Berbagai kendala teknis terus dilakukan harmonisasi selain terus menjaring berbagai masukan. Sejauh ini aturan mengenai perpres governance-nya sudah bisa diselesaikann sehingga kita optimistis bank tanah ini bisa segera terwujud pada periode awal tahun depan minimal kita sudah punya bank tanah untuk tahap awal,” ujarnya.

Bila nanti kedua regulasi yang tengah dilakukan harmonisasi ini selesai akan langsung dilakukan penunjukan bank tanah. Nantinya bank tanah ini akan bisa menyelesaikan berbagai kebutuhan lahan untuk pembangunan infrastruktur, perumahan, dan berbagai fungsi lainnya.

Bank tanah akan mengelola lahan-lahan yang diperuntukan bagi kepentingan umum seperti fasilitas umum dan termasuk program reforma agaria. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto menambahkan, nantinya juga akan dibentuk komite bank tanah di dalam struktur lembaga bank tanah ini.

“Komite ini akan dipegang oleh tiga menteri yaitu Menteri ATR/BPN sebagai ketua merangkap anggota, Menteri Keuangan, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai anggota. Masih ada satu menteri atau kepala lembaga lain yang nanti akan ditunjuk presiden sebagai anggota,” katanya.

Komite bank tanah pada badan bank tanah ini diadakan untuk menghindari terjadinya kewenangan yang besar sehingga berpotensi terjadi abuse of power atau penyalahgunaan kewenangan. Komite ini juga untuk menjadi check of balance karena akan mengurus hal yang sangat krusial yaitu sektor pertanahan.

“Nantinya di dalam badan bank tanah juga akan ada dewan pengawas yang bertuga melakukan pengawasan dan memberikan nasihat atau saran kepada pelaksana dalam menjalankan kegiatan bank tanah. Komite bank tanah ini akan menetapkan badan pelaksana yang terdiri dari kepala dan deputi yang dibantu sekretaris kemudian ada satuan pengawasan internal dari ASN maupun non ASN,” beber Himawan.

Continue Reading

CityProperty

Begini Kunci Gaet Pencari Properti Milenial

Published

on

lamudi.co.id

Berkembangnya digitalisasi dan penetrasi internet di Indonesia yang kini telah mencapai 202,6 juta pengguna pada 2021 menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mendorong industri properti untuk beralih ke teknik pemasaran omnichannel yang mengedepankan kemudahan proses pencarian properti.

Omnichannel marketing menitikberatkan kepada implementasi strategi pemasaran yang mengkombinasikan penjualan secara online dan in-store yang terhubung dengan satu branding narasi yang konsisten. Dalam omnichannel marketing, strategi periklanan terintegrasi dan bertujuan pada pengalaman konsumen dibandingkan mengedepankan kuantitas.

“Makin tereksposnya kaum milenial dan generasi Z terhadap perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sendiri untuk para pengembang properti, penerapan omnichannel marketing memastikan bahwa pengalaman pelanggan tetap konsisten di semua channels, dengan menyatukan semua titik penjualan dengan satu narasi yang selaras dengan identitas brand itu sendiri.” imbuh Michael Ignetius Kauw, VP Corporate Sales Lamudi.co.id.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Berdasarkan Riset Tren Pasar Properti semester I-2021 perusahaan teknologi yang bergerak di bidang properti (PropTech), Lamudi.co.id, dalam lima tahun terakhir demografi pencari properti usia 25 sampai 45 meningkat dan dipimpin oleh mereka yang ada di umur 25 sampai 34 sebagai kelompok pencari properti yang terbanyak.

“Kaum milenial dan generation Z menginginkan kemudahan dalam setiap proses perjalanan properti dari pencarian hingga pembelian. Demografi ini menginginkan kemudahan informasi dan tentunya adanya kesinambungan narasi antara penjualan online dan offline.” sebut Michael.

Meningkatnya preferensi para pengembang properti terhadap metode pemasaran hybrid (offline dan online) menunjukan bahwa industri properti tanah air makin terbuka terhadap penggunaan teknologi untuk meningkatkan layanannya.

Skema Roadmap Digital Indonesia 2021-2024 yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo, telah mengkategorikan industri real estat sebagai sektor ekonomi prioritas, penerapan strategi omnichannel dalam pemasaran properti menunjukan bahwa teknologi tidak semata-mata menggantikan pelaku industri properti melainkan mendukung perkembangan sektor itu sendiri.

“Sebagai pelaku industri properti sudah semestinya kami beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Perlu ditekankan kepada seluruh developer Indonesia bahwa pemasaran online dan offline bukanlah sebuah opsi melainkan sebuah keharusan.” Imbuh Theresia Rustandi Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI).

Acara Bincang Properti juga menggaris bawahi bahwa metode pemasaran online tidak akan menghapus pentingnya pemasaran yang selama ini dijalankan secara in-store. “Adanya peningkatan preferensi pengembang terhadap metode pemasaran online tidak akan menggantikan penjualan in-store yang sudah dijalankan selama ini.

Justru pemasaran online harus berjalan seiringan dari penjualan offline untuk meningkatkan kepuasan generasi milenial dan generasi Z ini. Itulah esensi dari strategi omnichannel marketing.” Ujar Albert Sanjaya General Manager Cimanggis Golf Estate by Artha Graha Network.

Continue Reading

Trending