Connect with us

International

Revolusi Yaman dan Pemberontakan Rakyat Melawan Arab Saudi

Published

on

Pada tanggal  21 September, bertepatan dengan revolusi Yaman yang ditandai dengan penggulingan kekuasaan Presiden Abdu Rabbuh Mansour Hadi, boneka Arab Saudi.

21 September 2014, rakyat Yaman bangkit melawan ketidakmampuan pemerintah Arab Saudi yang digulingkan dan mengadakan aksi protes skala besar, kemudian berhasil menggulingkannya.

Baca Juga :

  1. Luhut: Jawa Bali Kini Tidak Ada Daerah yang Masuk Level 4
  2. Resmi! Jokowi Bubarkan 3 BUMN
  3. Wanita Afganistan Protes Menuntut Haknya

Rakyat Yaman sejak saat itu sampai sekarang,  merayakan kemenangan revolusi dengan mengadakan unjuk rasa besar-besaran di berbagai provinsi. Meneliti akar dan penyebab revolusi rakyat Yaman melawan pemerintah Abd Rabbuh Mansour Hadi adalah kondisi kehidupan rakyat yang memburuk, ketidak mampuan pemerintah mengatasi masalah dan korupsi yang merajalela diantara para pejabat pemerintahan.

Setelah lepasnya pemerintah ini, kelompok Ansarullah Yaman mengambil kendali penuh pemerintahan yaman di kota Sanaa dan mencegah upaya beberapa kelompok teroris yang berafiliasi dengan beberapa rezim regional dan al-Qaeda, yang berusaha untuk menciptakan ledakan dan kerusuhan di dalam negeri sehingga Negara ini terpecah.

Ansarullah mendukung rakyat negara ini dan bangkit melawan kelompok teroris dan inti di berbagai kota di negara ini yang didukung oleh dua negara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di berbagai kota Yaman.

Poin penting dalam hal ini adalah kedua Negara itu menggunakan teroris dengan tujuan mengembalikan pemerintah Mansour Hadi ke Sanaa; Tetapi mereka gagal dalam rencana dan konspirasi mereka.

Mereka dipaksa untuk mengambil tindakan militer langsung terhadap rakyat Yaman sekitar enam bulan setelah revolusi. Pada tanggal 25 Maret 2015, kedua rezim membentuk koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi dan melancarkan agresi brutal terhadap rakyat Yaman dengan membunuh perempuan dan anak-anak di upacara, pernikahan, dan menciptakan kondisi mereka. ha tersebut menjadi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara ini.

Oleh karena itu, akar kekejaman rezim Al-Saud terhadap Yaman harus dicari dalam revolusi 21 September 2014, bukan dari klaim palsu yang dibuat Al-Saud terhadap kelompok Ansarullah atau pemerintahan penyelamatan nasional Yaman.

Poin lainnya yang tak kalah penting adalah selain kekalahan tentara bayaran Al-Saud dan pemerintah Mansour Hadi, Arab Saudi sendiri gagal mencapai tujuannya dalam perang Yaman, karena saat ini sedang mencari jalan keluar yang bermartabat dari jurang perang ini.

Sekarang terlihat jelas bahwa pemerintah Mansour Hadi bahkan Al-Saud tidak mampu lagi untuk bertahan di Yaman. Pasalnya, beberapa sumber Yaman melaporkan bahwa Arab Saudi telah menghentikan perpanjangan visa sejumlah pejabat pemerintah Hadi, termasuk pejabat senior dan pegawai kepresidenan.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa revolusi 21 September di Yaman menandai awal dari gerakan rakyat Yaman melawan Al-Saud dan tentara bayarannya hingga menyebabkan pengusiran mereka dari negara itu.

Berita Utama

Usai Covid-19, Kini Kiamat Babi Mengancam AS

Published

on

krisis babi di AS

Amerika Serikat (AS) saat ini tengah berjuang untuk mengatasi pandemi Covid-19. Namun, kini Negeri Paman Sam mendapatkan masalah baru bernama kiamat babi.

Seperti dilansir CNBC International, Rabu (20/10/2021), kiamat babi terjadi akibat harga babi di AS mengalami kenaikan tajam. Hal itu dipicu pandemi Covid-19 dan Undang-Undang baru soal kesejahteraan hewan di AS.

Setidaknya UU itu berlaku di negara bagian California. Wilayah itu merupakan pasar daging babi terbesar di AS.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Sejak 1 Januari, produk daging babi harus mematuhi standar khusus terkait induk si babi. Para induk babi masing-masing harus diberi ruangan memadai, setidaknya 24 kaki persegi dalam kandangnya.

Produsen sudah memperingatkan ini akan menambah biaya tambahan di seluruh rantai pasokan makanan. Yang pada akhirnya membuat warga California dan wilayah lain di AS memiliki hanya sedikit stok dan tentunya dengan harga lebih mahal.

“Beberapa percaya rantai pasokan daging babi sedang tertatih-tatih di tepi ancaman besar,” demikian keterangan dari CNN International.

“‘Krisis Bacon Terbesar di California’ bisa berarti akhir dari Bacon yang membawa ‘Kiamat Daging Babi’ atau membuat sarapan pokok menghilang dari meja orang-orang California.”

Menurut beberapa ekonom, kenaikan memang tak bisa dipungkiri. Harga daging babi bisa saja naik sekitar 8 dolar AS atau sekitar Rp112 ribu untuk pembelian daging secara tahunan.

“Pada umumnya, akan ada dampak jangka panjang dari ini, apa pun yang terjadi,” kata Trey Malone, asisten profesor di Departemen Pertanian, Pangan, dan Ekonomi Sumber Daya Michigan State University.

“Ini adalah sesuatu yang menjadi perhatian seluruh industri pertanian.”

Sebelumnya induk babi yang hamil hanya ditempatkan dalam kandang berukuran 7 kali 2 kaki. Kandang ini dapat memberi ruang untuk induk babi itu makan, berdiri, duduk, dan berbaring.

Namun babi tidak memiliki ruang untuk berjalan, bergerak bebas, bersosialisasi, dan berbalik. Ini dianggap kejam.

Continue Reading

International

Eropa Krisis Energi, Peta Kekuatan Dunia Akan Berubah?

Published

on

Continue Reading

International

Bom Meledak di Pakistan, Satu Orang Tewas

Published

on

Ilustrasi : ledakan bom di Pakistan

Terjadi ledakan bom di Pakistan. Ledakan bom terjadi di luar Universitas Balochistan pada Senin (18/10/2021) menewaskan seorang petugas dan 15 lainnya terluka.

Petugas palang merah membawa korban tewas dan luka-luka ke rumah sakit pemerintah. Dalam peristiwa tersebut tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Baca Juga :

  1. Wajib Kunjungi, Ini 5 Spot Terbaik Melihat Sunrise di Yogyakarta
  2. Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Jokowi Minta Masyarakat Indonesia Jangan Abai Prokes
  3. Panjat Bahu Correa, Ramos: Hanya Bercanda!

Wilayah Balochistan selalu menjadi tempat pemberontakan yang telah berlangsung lama oleh kelompok separatis Baloch yang dalam beberapa tahun terakhir secara khusus menargetkan pasukan keamanan untuk menekan mereka mencari kemerdekaan.

Pakistan terus bersikeras untuk menekan pemberontakan dan kekerasan terus berlanjut.

Continue Reading

Trending