Connect with us

CityProperty

Pandemi Covid-19 Bikin Masyarakat Melek Soal Pentingnya Rumah Sehat

Published

on

Rumah Sehat

Pandemi Covid-19 yang masih eksis di Tanah Air membawa banyak dampak terhadap pola pikir termasuk gaya hidup masyarakat. Di antaranya yang paling santer adalah menjaga kebersihan termasuk giat mengelola hidup sehat. Bahkan menariknya, hal ini sampai membawa pengaruh terhadap konsep dan pandangan dari sebuah rumah itu sendiri.

Perilaku dan preferensi masyarakat yang mulai bergeser inipun direspon para pengembang untuk melahirkan produk yang relevan dengan kondisi terkini. Dari pengembang besar sampai pengembang kecilpun berkompetisi membangun ‘hunian sehat’.

Tak sekadar embel-embel, hunian sehat yang dijadikan konsep utama memang dirancang sedemikian rupa menyesuaikan gaya hidup new normal. Beberapa diantaranya sudah melengkapi wastafel di area foyer, kamar mandi tamu yang bisa langsung diakses setelah pintu rumah, hingga banyaknya bukaan di dalam rumah.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Selain itu, sejumlah pengembang lain lebih menjamin kesehatan dalam sebuah hunian lantaran lokasi perumahan yang berada di lingkungan sejuk dan asri. Amaya Home Resort, misalnya. Perumahan yang dikembangkan oleh PT Kota Satu Properti Tbk ini berada tak jauh dari kaki Gunung Ungaran, Semarang.

Maka dari itu, tak heran apabila suasana yang ada di Amaya Home Resort lekat dengan kata sejuk dan bersih. Mengusung konsep “Enjoying Life Balance” yakni mengedepankan keseimbangan hidup, perumahan ini sukses mencuri hati para pembeli rumah.

“Pandemi Covid-19 membuat orang jadi sadar kesehatan ya, jadi memang udara bersih adalah hal yang sering ditanyakan oleh konsumen kami. Sehingga akhir-akhir ini konsumen banyak yang mencari rumah dengan suasana lingkungan yang sehat dan segar. Amaya Home Resort pun jadi buruan, di mana 80% dari unit yang dipasarkan telah laris manis terjual,” ujar Eliza Indriani selaku Coordinator Sales Amaya Home Resort.

Amaya Home Resort memiliki berbagai tipe rumah diantaranya Linea, Foresta, Montana, Fressia, Fontana, dan Alyssa. Dari produk properti yang telah diluncurkan ke pasar, 80% sudah terjual dimana tipe yang sangat diminati adalah tipe Foresta dan Linea.

Untuk mencapai lokasi perumahan, penghuni bisa mengaksesnya melalui jalan tol Semarang – Ungaran sebab lokasinya terletak di area exit tol Ungaran. Soal fasilitas, pengembang menghadirkan sejumlah sarana meliputi one gate system, keamanan & CCTV 24 jam, club house, broadband internet, serta Amaya Lifestyle dan Amaya Care.

Melalui Amaya Care dan Amaya Life Style, kebutuhan penghuni untuk mendesain interior dan perawatan bangunan seperti perbaikan instalasi air, listrik, cat dinding dan sebagainya telah disediakan secara eksklusif.

Dari sisi investasi, pengembang mengklaim Amaya Home Resort memiliki nilai jual tersendiri seiring rencana selesainya proyek Jateng Valley di akhir 2020. Jateng Valley merupakan taman wisata terbesar se–Asia yang dilengkapi berbagai keunggulan, seperti terletak di titik simpul jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan berbagai provinsi dan kota besar di Pulau Jawa.

Secara kawasan, Amaya Home Resort yang berlokasi di Ungaran turut diprediksi punya potensi besar hingga masa mendatang, sehingga dipastikan akan berimbas pada kenaikan nilai jual propertinya. Setidaknya hal tersebut dibuktikan lewat catatan penjualan unit di perumahan ini.

“Hingga kini penjualan tipe Foresta masih menjadi yang tertinggi diantara tipe-tipe lainnya di Amaya Home Resort. Saat ini untuk tipe Linea dari 94 unit yang dipasarkan tersisa 16 unit, dan tipe Foresta dari 98 unit yang dipasarkan tersisa 14 unit saja,” tutup Eliza.

CityProperty

Pandemi Covid-19 Mereda, Rumah Tapak Kembali Jadi Primadona di Bali

Published

on

Rumah Tapak

Penawaran rumah tapak di Bali mulai meningkat seiring membaiknya sektor pariwisata. Perumahan Vasaka Bali hasil pengembangan Waskita Realty bisa menjual unit khususnya hingga dua kali lipat dari yang ditargetkan saat acara peluncuran. Hal ini menandakan kebutuhan rumah tapak masih cukup tinggi.

Pariwisata merupakan salah satu sektor properti yang paling terdampak pandemi Covid-19. Namun begitu seiring situasi dan penanganan pandemi yang semakin baik, sektor pariwisata juga mulai bangkit dan ini ditandai dengan mulai maraknya penawaran produk-produk properti di kawasan wisata Pulau Bali.

Pengembang PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty) merupakan salah satu pengembang yang menghadirkan produk rumah tapak melalui proyek Vasaka Bali di Jalan WR Supratman, Sumerta, Denpasar. Vasaka Bali meluncurkan produk terbaru yaitu Evara Prime yang merupakan unit spesial dengan tiga kamar tidur yang dipasarkan secara terbatas.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Menurut Marketing & Sales Manager Vasaka Bali Mochamad Marvian, Evara Prime ini diluncurkankan dengan didesain khusus untuk para keluarga muda dan milenial yang mendambakan hunian nyaman dengan akses dan fasilitas premium di lokasi utama Denpasar, Bali.

“Kami sangat merasakan dampak membaiknya situasi perekonomian khususnya sektor properti di Bali. Produk ini kami luncurkan dengan target penjualan 45 persen tapi nyatanya bisa terserap 75 persen atau hampir dua kali lipat dari yang kami perkirakan dan itu terjadi hanya dalam waktu satu hari saat acara peluncuran,” ujarnya.

Hal ini juga menunjukan kalau permintaan produk landed house di Bali masih cukup tinggi dan kebutuhan untuk segmen ini yang berupaya dipenuhi oleh Waskita Realty melalui proyek Vasaka Bali. Untuk produk premium dengan jumlah unit terbatas ini ditawarkan dengan harga yang sangat bersaing untuk ukuran lokasi wisata yaitu mulai Rp2,8 miliar.

Kawasan Vasaka Bali luasnya mencapai 12 hektar dengan menyediakann kawasan komersial seluas 2,5 hektar. Konsep kawasannya menerapkan modern tropical yang didukung dengan berbagai fasilitas komersial berkonsep ultimate convinience yang diarahkan untuk menjadi destinasi baru di kawasannya.

Untuk kenyamanan penghuni diterapkan juga konsep smart living dengan CCTV 24 jam dan setiap rumahnya telah menggunakan digital lock door, smart home system, hingga one gate system untuk keamanan dan kenyamanan. Kawasannya juga menerapkan arsitektur khas Bali yang berbeda di setiap klaster dengan konsep utama tetap mengusung gaya modern tropical.

Konsumen juga akan mendapatkan berbagai kemudahan untuk mengakses produk ini. Setiap unit Evara Prime diberikan subsidi uang muka hingga 10 persen dan gratis BPHTB. Konsumen juga berkesempatan untuk mendapatkan hadiah langsung dan undian diskon senilai hingga Rp45 juta.

“Kami ingin menghadirkan hunian yang nyaman, mewah, lengkap, dan strategis di Denpasar yang cocok untuk keluarga muda dan milenial. Dengan banyaknya kemudahan yang kami tawarkan menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mendapatkan produk seperti ini seiring kian membaiknya industri pariwisata di Bali,” imbuh Marvian.

Continue Reading

CityProperty

Awal Tahun Depan, Bank Tanah Bakal Terbentuk

Published

on

Bank Tanah

Badan baru bank tanah terus dikebut untuk bisa segera operasional yang ditargetkan pada awal tahun depan. Fungsi bank tanah akan sangat strategis untuk menjamin keberlangsungan berbagai program pembangunan infrastruktur, perumahan, dan sebagainya.

Pemerintah terus menggodok berbagai hal teknis untuk merealisasikan lembaga baru bank tanah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan institusi bank tanah ini bisa segera hadir dan beroperasi pada awal tahun depan.

Menurut Menteri ATR/BPN Sofyan Abdul Djalil, saat ini pembentukan bank tanah sudah dalam proses finalisasi dan diproyeksikan akan bisa beroperasi di awal tahun depan. Ada dua regulasi yang tengah dalam tahapan harmonisasi terkait pembentukan bank tanah ini yaitu peraturan presiden (Perpres) tentang governance bank tanah dan peraturan pemerintah (PP) tentang pemasukan modal bank tanah.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

“Berbagai kendala teknis terus dilakukan harmonisasi selain terus menjaring berbagai masukan. Sejauh ini aturan mengenai perpres governance-nya sudah bisa diselesaikann sehingga kita optimistis bank tanah ini bisa segera terwujud pada periode awal tahun depan minimal kita sudah punya bank tanah untuk tahap awal,” ujarnya.

Bila nanti kedua regulasi yang tengah dilakukan harmonisasi ini selesai akan langsung dilakukan penunjukan bank tanah. Nantinya bank tanah ini akan bisa menyelesaikan berbagai kebutuhan lahan untuk pembangunan infrastruktur, perumahan, dan berbagai fungsi lainnya.

Bank tanah akan mengelola lahan-lahan yang diperuntukan bagi kepentingan umum seperti fasilitas umum dan termasuk program reforma agaria. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto menambahkan, nantinya juga akan dibentuk komite bank tanah di dalam struktur lembaga bank tanah ini.

“Komite ini akan dipegang oleh tiga menteri yaitu Menteri ATR/BPN sebagai ketua merangkap anggota, Menteri Keuangan, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai anggota. Masih ada satu menteri atau kepala lembaga lain yang nanti akan ditunjuk presiden sebagai anggota,” katanya.

Komite bank tanah pada badan bank tanah ini diadakan untuk menghindari terjadinya kewenangan yang besar sehingga berpotensi terjadi abuse of power atau penyalahgunaan kewenangan. Komite ini juga untuk menjadi check of balance karena akan mengurus hal yang sangat krusial yaitu sektor pertanahan.

“Nantinya di dalam badan bank tanah juga akan ada dewan pengawas yang bertuga melakukan pengawasan dan memberikan nasihat atau saran kepada pelaksana dalam menjalankan kegiatan bank tanah. Komite bank tanah ini akan menetapkan badan pelaksana yang terdiri dari kepala dan deputi yang dibantu sekretaris kemudian ada satuan pengawasan internal dari ASN maupun non ASN,” beber Himawan.

Continue Reading

CityProperty

Begini Kunci Gaet Pencari Properti Milenial

Published

on

lamudi.co.id

Berkembangnya digitalisasi dan penetrasi internet di Indonesia yang kini telah mencapai 202,6 juta pengguna pada 2021 menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mendorong industri properti untuk beralih ke teknik pemasaran omnichannel yang mengedepankan kemudahan proses pencarian properti.

Omnichannel marketing menitikberatkan kepada implementasi strategi pemasaran yang mengkombinasikan penjualan secara online dan in-store yang terhubung dengan satu branding narasi yang konsisten. Dalam omnichannel marketing, strategi periklanan terintegrasi dan bertujuan pada pengalaman konsumen dibandingkan mengedepankan kuantitas.

“Makin tereksposnya kaum milenial dan generasi Z terhadap perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sendiri untuk para pengembang properti, penerapan omnichannel marketing memastikan bahwa pengalaman pelanggan tetap konsisten di semua channels, dengan menyatukan semua titik penjualan dengan satu narasi yang selaras dengan identitas brand itu sendiri.” imbuh Michael Ignetius Kauw, VP Corporate Sales Lamudi.co.id.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Berdasarkan Riset Tren Pasar Properti semester I-2021 perusahaan teknologi yang bergerak di bidang properti (PropTech), Lamudi.co.id, dalam lima tahun terakhir demografi pencari properti usia 25 sampai 45 meningkat dan dipimpin oleh mereka yang ada di umur 25 sampai 34 sebagai kelompok pencari properti yang terbanyak.

“Kaum milenial dan generation Z menginginkan kemudahan dalam setiap proses perjalanan properti dari pencarian hingga pembelian. Demografi ini menginginkan kemudahan informasi dan tentunya adanya kesinambungan narasi antara penjualan online dan offline.” sebut Michael.

Meningkatnya preferensi para pengembang properti terhadap metode pemasaran hybrid (offline dan online) menunjukan bahwa industri properti tanah air makin terbuka terhadap penggunaan teknologi untuk meningkatkan layanannya.

Skema Roadmap Digital Indonesia 2021-2024 yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo, telah mengkategorikan industri real estat sebagai sektor ekonomi prioritas, penerapan strategi omnichannel dalam pemasaran properti menunjukan bahwa teknologi tidak semata-mata menggantikan pelaku industri properti melainkan mendukung perkembangan sektor itu sendiri.

“Sebagai pelaku industri properti sudah semestinya kami beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Perlu ditekankan kepada seluruh developer Indonesia bahwa pemasaran online dan offline bukanlah sebuah opsi melainkan sebuah keharusan.” Imbuh Theresia Rustandi Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI).

Acara Bincang Properti juga menggaris bawahi bahwa metode pemasaran online tidak akan menghapus pentingnya pemasaran yang selama ini dijalankan secara in-store. “Adanya peningkatan preferensi pengembang terhadap metode pemasaran online tidak akan menggantikan penjualan in-store yang sudah dijalankan selama ini.

Justru pemasaran online harus berjalan seiringan dari penjualan offline untuk meningkatkan kepuasan generasi milenial dan generasi Z ini. Itulah esensi dari strategi omnichannel marketing.” Ujar Albert Sanjaya General Manager Cimanggis Golf Estate by Artha Graha Network.

Continue Reading

Trending