Connect with us

National

Banjir Bandang Terjang Ratahan, 33 Rumah Terdampak

Published

on

Banjir Bandang Terjang Minahasa, 33 Rumah Terdampak – unsplash.com (Eutah Mizushima)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara melaporkan ada 33 rumah terdampak banjir bandang yang menerjang Minahasa, Senin (20/9). Sebanyak 3 rumah diinformasikan hanyut.

Pada Senin (20/9/2021), pukul 14.30 WIB, terjadi banjir bandang dengan ketinggian muka air berkisar 200 sampai 300 sentimeter (cm).

BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara menjelaskan, banjir bandang itu membawa material-material kayu dan lumpur yang berasal dari pegunungan Manimporok.

  1. Seruan Puan Maharani ke Jokowi Soal Kapal China Masuk ke Natuna
  2. Patroli di Laut Natuna Utara, TNI AL Pastikan Tak Menemukan Kapal Asing!
  3. GNPF, FPI & PA 212: Waspada Bangkitnya PKI, Komunis Itu Nyata

Sejumlah rumah warga hanyut pasca banjir bandang, yaitu 1 unit rumah warga, 1 unit kios, dan 1 unit bengkel.

“Di Ratahan Timur, banjir bandang berdampak pada rumah warga 17 unit dan balai 1,” terang Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (21/9/2021).

Abdul menjelaskan, pasca kejadian tersebut, petugas BPBD setempat sudah mengusahakan upaya penanganan darurat dengan menyiagakan tim reaksi cepat, salah satunya evakuasi warga dan kaji cepat di lapangan. BPBD telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memastikan keselamatan warga yang terdampak di dua kecamatan tersebut.

“Selain itu, personel BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara pun membantu penanganan darurat wilayah terdampak,” ujarnya.

Berdasarkan analisis InaRISK, Abdul menyatakan Kabupaten Minahasa Tenggara termasuk wilayah dengan potensi banjir bandang denagn kategori sedang hingga tinggi. Setidaknya, terdapat 10 kecamatan yang berada pada ketagori tersebut, di antaranya Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur.

Wilayah lain yang termasuk adalah Tomohon, Kotamobagus, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Memasuki husim hujan, masyarakat diharapkan dapat melakukan aksi dini, salah satunya melakukan saling berkoordinasi antara masyarakat yang berada di kawasan hulu dengan mereka yang berada di sisi hilir,” ungkap Abdul.

Berita Utama

Tabrakan Beruntun TransJakarta di MT Haryono, Sopir Tewas Puluhan Orang Terluka

Published

on

Tabrakan beruntun antara dua bus TransJakarta di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021), menyebabkan dua orang tewas dan puluhan orang mengalami luka-luka. Satu dari dua orang yang tewas adalah sopir dari armada TransJakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, menyatakan bahwa sopir langsung meninggal dunia di tempat beberapa saat setelah peristiwa tabrakan beruntun itu terjadi.

“Satu orang meninggal dunia di TKP itu adalah sopir kendaraan yang menabrak dari belakang,” kata Sambodo di lokasi, Senin (25/10/2021).

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Sambodo menyatakan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal di tempat kejadian perkara, kendaraan yang ditabrak dari belakang terseret hingga 15 meter.

“Kendaraan yang ditabrak dari belakang terseret cukup jauh kurang lebih 15 meter dan kelihatannya enggak ada upaya pengereman,” ujarnya.

Sambodo mengatakan hingga kini pihaknya masih menyelidiki dugaan penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Misalnya, apakah murni human eror atau adanya kerusakan pada bagian rem.

“Kami akan panggil ahli atau teknisi yg sesuai dengan jenis kendaraan ini,” tegas dia.

Kasi Laka Lantas Polda Metro Jaya Komisaris Eko Setio Budi Wahono mengatakan peristiwa ini terjadi pada pagi tadi. Beberapa dari korban di antaranya telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

“Ngantuk yang belakang, jadi tabrak yang depan,” kata Eko.

“Sopirnya kendaraan yang di belakang masih kegencet,” dia menambahkan.

Jenazah sopir dan dua korban meninggal serta puluhan korban luka telah dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Continue Reading

National

The Power of Emak-Emak! Bubarkan Demo yang Blokir Jalan

Published

on

Inilah detik-detik saat seorang emak-emak hendak membubarkan aksi demonstrasi mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 21 Oktober 2021.

Ibu ini terlihat geram lantaran aksi mahasiswa tersebut membuat jalan Sultan Alauddin mengalami kemacetan yang panjang.

Continue Reading

Berita Utama

Gawat, Gempa Berkekuatan 3,3 Magnitudo Guncang Salatiga

Published

on

Gempa bumi di Salatiga

Gempa bumi dengan kekuatan magnitude 3,3 mengguncang Salatiga, Jawa Tengah, hari ini, Sabtu (23/10/2021), pukul 9:51 WIB.

Seperti dilansir MyCity dari laman resmi Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di darat, 9 kilometer dari barat laut kota tersebut. “Lok:7.33 LS, 110.41 BT.

Kedalaman gempa berada di 5 kilometer. Gempa ini merupakan susulan setelah hal serupa mengguncang Ambarawa dini hari.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Hingga kini belum diketahui apakah gempa menyebabkan korban dan kerusakan tertentu.

“Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat,” terang BMKG dalam situs resminya.

Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), gempa tersebut masuk kategori III. Sebagai catatan, skala MMI adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, dengan rentang paling lemah (I)-paling kuat (XII).

Skala MMI II mencerminkan kondisi di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Continue Reading

Trending