Connect with us

International

AS Buka Izin untuk Warga Asing yang Hendak Masuk Negaranya

Published

on

AS Buka Izin untuk Warga Asing yang Hendak Masuk Negaranya – unsplash.com (Steve Harvey)

Amerika Serikat rencanakan izin masuk untuk warga asing yang sudah divaksin Covid-19 secara penuh pada November mendatang.

Koordinator tanggap Covid-19 pemerintahan Joe Biden, Jeffrey Zients, menuturkan pencabutan larangan penerbangan internasional ke AS itu akan diberlakukan pada awal November.

“Yang paling penting, warga asing yang terbang ke AS harus sudah divaksinasi penuh,” kata Zients, dikutip dari AFP, Senin (20/9/2021).

Baca Juga:

  1. Seruan Puan Maharani ke Jokowi Soal Kapal China Masuk ke Natuna
  2. Patroli di Laut Natuna Utara, TNI AL Pastikan Tak Menemukan Kapal Asing!
  3. GNPF, FPI & PA 212: Waspada Bangkitnya PKI, Komunis Itu Nyata

Meskipun begitu, Zients belum dapat menerangkan lebih lanjut terkait ketentuan jenis vaksin, apakah hanya yang diakui di AS saja atau semua merek.

Ia mengatakan ketetapan tersebut akan ditentukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit AS.

Menurutnya, nantinya penumpang harus menunjukkan bukti sudah vaksin lengkap sebelum memasuki pesawat menuju AS. Mereka pun harus menyerahkan bukti hasil negatof tes Covid-19 yang dilakukan maksimal tiga hari sebelum keberangkatan.

Selain itu, selama penerbangan diharuskan mengenakan masker. Pihak maskapai pun harus menyerahkan informasi terkait penelusuran kontak para penumpang kepada otoritas kesehatan AS.

Amerika Serikat akan mengizinkan warga mereka yang ingin kembali melalui jalur udara meskipun belum rampung divaksin. Warga itu harus menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 yang dilakukan maksimal sehari sebelum keberangkatan.

“Sistem perjalanan internasional ini sesuai dengan data ilmiah untuk menjaga agar perjalanan udara Amerika tetap aman,” ungkapnya .

Berita Utama

Usai Covid-19, Kini Kiamat Babi Mengancam AS

Published

on

krisis babi di AS

Amerika Serikat (AS) saat ini tengah berjuang untuk mengatasi pandemi Covid-19. Namun, kini Negeri Paman Sam mendapatkan masalah baru bernama kiamat babi.

Seperti dilansir CNBC International, Rabu (20/10/2021), kiamat babi terjadi akibat harga babi di AS mengalami kenaikan tajam. Hal itu dipicu pandemi Covid-19 dan Undang-Undang baru soal kesejahteraan hewan di AS.

Setidaknya UU itu berlaku di negara bagian California. Wilayah itu merupakan pasar daging babi terbesar di AS.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Sejak 1 Januari, produk daging babi harus mematuhi standar khusus terkait induk si babi. Para induk babi masing-masing harus diberi ruangan memadai, setidaknya 24 kaki persegi dalam kandangnya.

Produsen sudah memperingatkan ini akan menambah biaya tambahan di seluruh rantai pasokan makanan. Yang pada akhirnya membuat warga California dan wilayah lain di AS memiliki hanya sedikit stok dan tentunya dengan harga lebih mahal.

“Beberapa percaya rantai pasokan daging babi sedang tertatih-tatih di tepi ancaman besar,” demikian keterangan dari CNN International.

“‘Krisis Bacon Terbesar di California’ bisa berarti akhir dari Bacon yang membawa ‘Kiamat Daging Babi’ atau membuat sarapan pokok menghilang dari meja orang-orang California.”

Menurut beberapa ekonom, kenaikan memang tak bisa dipungkiri. Harga daging babi bisa saja naik sekitar 8 dolar AS atau sekitar Rp112 ribu untuk pembelian daging secara tahunan.

“Pada umumnya, akan ada dampak jangka panjang dari ini, apa pun yang terjadi,” kata Trey Malone, asisten profesor di Departemen Pertanian, Pangan, dan Ekonomi Sumber Daya Michigan State University.

“Ini adalah sesuatu yang menjadi perhatian seluruh industri pertanian.”

Sebelumnya induk babi yang hamil hanya ditempatkan dalam kandang berukuran 7 kali 2 kaki. Kandang ini dapat memberi ruang untuk induk babi itu makan, berdiri, duduk, dan berbaring.

Namun babi tidak memiliki ruang untuk berjalan, bergerak bebas, bersosialisasi, dan berbalik. Ini dianggap kejam.

Continue Reading

International

Eropa Krisis Energi, Peta Kekuatan Dunia Akan Berubah?

Published

on

Continue Reading

International

Bom Meledak di Pakistan, Satu Orang Tewas

Published

on

Ilustrasi : ledakan bom di Pakistan

Terjadi ledakan bom di Pakistan. Ledakan bom terjadi di luar Universitas Balochistan pada Senin (18/10/2021) menewaskan seorang petugas dan 15 lainnya terluka.

Petugas palang merah membawa korban tewas dan luka-luka ke rumah sakit pemerintah. Dalam peristiwa tersebut tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Baca Juga :

  1. Wajib Kunjungi, Ini 5 Spot Terbaik Melihat Sunrise di Yogyakarta
  2. Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Jokowi Minta Masyarakat Indonesia Jangan Abai Prokes
  3. Panjat Bahu Correa, Ramos: Hanya Bercanda!

Wilayah Balochistan selalu menjadi tempat pemberontakan yang telah berlangsung lama oleh kelompok separatis Baloch yang dalam beberapa tahun terakhir secara khusus menargetkan pasukan keamanan untuk menekan mereka mencari kemerdekaan.

Pakistan terus bersikeras untuk menekan pemberontakan dan kekerasan terus berlanjut.

Continue Reading

Trending