Connect with us

Berita Utama

Operasi Patuh Maung, Polda Banten: Tidak Ada Razia!

Published

on

Polda Banten Jalankan Operasi Patuh Maung – unsplash.com (Farel Yesha)

Polda Banten melaksanakan Operasi Patuh Maung 2021 hingga 14 hari ke depan. Operasi itu dilakukan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di wilayah hukum Polda Banten dan penindakan pelanggar lalu lintas secara kasat mata oleh petugas.

Direktur Lalu Lintas Polda Banten, Kombes Pol Rudi Purnomo, menjabarkan bahwa operasi tersebut dimulai sejak hari ini, Senin (20/9/2021) hingga 3 Oktober 2021.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Target utama dari operasi tesebut, di antaranya guna menekan segala bentuk kegiatan masyrakat yang potensial mengakibatkan adanya kluster baru Covid-19.

“Kegiatan ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Banten dan mencegah terjadinya kerumunan masyarakat,” ujar Rudi, Senin (20/9/2021).

Adapun, target lainnya, yaitu mendisiplinkan masyrakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Lalu, guna menertibkan arus lalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di titik kemacetan dan rawan lakalantas.

Menurut Rudi, fokus lainnya ialah penindakan beragam pelanggaran lalu lintas secara kasat mata dan menggunakan tenologi tilang elektronik.

“Pelanggaran seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, administrasi kendaraan tidak lengkap, penggunaan handphone saat berkendera, dan pelanggaran lainnya,” ungkapnya.

Kemudian, Kasubdit Penegak Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Banten, AKBP Hamdani menjabarkan selama operasi tidak diberlakukan razia. Namun, personil di lapangan akan menindak pelanggar secara kasat mata.

“Kami tidak ada Razia tetapi apabila ada pelanggaran kasat mata yang membahayakan orang lain dan pengendara itu sendiri akan dikenakan sanksi tilang ditempat,” kata Hamdani.

Demikian, Hamdani meminta masyarakat untuk tertib berlalu lintas saat berkendara di jalan raya dan taati protokol kesehatan.

“Patuhi aturan lalulintas yang ada untuk terciptanya Kamsetibcar Lantas  serta lakukan Prokes agar kita terhindar dari Covid-19,” tuturya.

Advertisement

Berita Utama

BMKG Peringatkan Warga untuk Waspada Hujan Lebat di Jakarta Hari Ini

Published

on

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca wilayah DKI Jakarta berpotensi diguyur hujan lebat hari ini. Warga diminta tetap waspada dengan perubahan cuaca yang terjadi.

“Waspada potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada pagi, siang dan sore hari. Waspada potensi banjir di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada pagi dan siang hari,” tulis peringatan dini BMKG di laman resminya, Rabu (27/10/2021).

Baca juga :

  1. Pemerintah Indonesia Studi Banding ke Township Serpong untuk Bangun Ibu Kota Negara Baru
  2. 300 Rumah Masyarakat Sekitar Sirkuit Mandalika Disulap Jadi Homestay
  3. Menkeu: Kasus Covid-19 Menurun, Masyarakat Tetap Waspada

Untuk prakiraan cuaca siang hari nanti, seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi hujan ringan. Lalu pada malam hari, seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi berawan dan pada dini hari seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi cerah berawan.

Adapun untuk rata-rata suhu udara di Jakarta hari ini antara 23-29 derajat celcius dengan kelembapan udara mencapai 85-90 persen.

Continue Reading

Berita Utama

Pemerintah Bersiap Perketat Prokes Cegah Lonjakan Covid-19 Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Published

on

Pemerintah tengah bersiap melakukan pengendalian mobilitas masyarakat dan pengetatan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Antisipasi Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Selasa (26/10).

Rakor tersebut berlangsung secara daring dan luring, dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan dimoderatori oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Turut hadir perwakilan dari sejumlah instansi yakni: Kemenhub, Kemenko Perekonomian, KemenPUPR, Kemenparekraf, Kominfo, Kemenkes, Kemendag, Korlantas Polri, dan Dishub.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa yang menjadi landasan pemerintah untuk melakukan pengetatan mobilitas dan protokol kesehatan (prokes) di masa libur Nataru yakni, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa tren penurunan kasus Covid-19 tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap penularan kasus Covid-19.

Baca Juga :

  1. Desa Wisata Tinalah, Jejak Sejarah dan Eksotisme Alam Kulon Progo
  2. Wow, Kafe Anjing di Arab Saudi Kini Punya Cabang Baru di Riyadh
  3. Pemerintah Indonesia Studi Banding ke Township Serpong untuk Bangun Ibu Kota Negara Baru

“Kegiatan berskala besar dan luas seperti libur nasional dan libur kegiatan keagamaan biasanya menyebabkan kerumunan massa dan seringkali menyebabkan terjadinya lonjakan kasus COVID-19,” jelas Menteri Muhadjir.

Menteri Muhadjir mengatakan, melalui Surat Keputusan Bersama 3 Menteri telah menghapus cuti bersama pada 24 Desember 2021, yang ada hanya libur Sabtu-Minggu biasa karena 25 Desember 2021 dan 1 Januari 2022 jatuh pada hari Sabtu.

Lebih lanjut Menteri Muhadjir mengungkapkan, telah mengkoordinasikan Kementerian/Lembaga terkait antara lain: Kemenhub, Kemenag, Kemendagri, KemenPAN-RB, Kemenparekraf, Kemenkes, Kemendikbudristek, Kemenaker, Kominfo dan TNI/Polri, untuk menyiapkan kebijakan dan langkah antisipasi menghadapi libur Nataru, khususnya pada rentang tanggal yang dianggap krusial yaitu mulai 23 Desember 2021 s.d 3 Januari 2022.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pembatasan mobilitas dan pengawasan prokes harus dilakukan pada masa libur Nataru. Mengingat, upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus Covid-19 sampai saat ini sudah berjalan baik, agar jangan sampai terjadi kenaikan kasus usai libur Natal dan Tahun Baru.

“Semua pihak harus belajar dari negara-negara lain yakni: Tiongkok, Inggris, Jerman, dan beberapa negara lainnya, yang mengalami gelombang ketiga kasus Covid-19. Saya harap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama kompak menjaga kondisi yang sudah mulai membaik ini,” jelas Menhub.

Selain upaya pengendalian mobilitas dan pengetatan prokes, Menhub juga menginstruksikan agar para operator transportasi dapat memastikan kesiapan sarana transportasi massal baik dari aspek keselamatan, kelaikan, kondisi kesehatan para SDM Transportasi, dan aspek penting lainnya.

“Saya mendorong agar ramp check pada seluruh moda dapat dilakukan. Tidak hanya pengecekan kelaikan sarana, tetapi juga pengecekan kondisi kesehatan awak transportasinya,” ujar Menhub. 

Continue Reading

Berita Utama

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Tempur Yaman

Published

on

Koalisi Saudi mengklaim menembak jatuh dua drone pasukan Yaman yang hendak menyerang selatan Arab Saudi.

 Dinukil dari IRNA pada Rabu, 27 Oktober 2021, Arab Saudi telah mencegat dan menghancurkan pesawat tak berawak bermuatan bom yang mencoba menargetkan Bandara Internasional Abha. Pertahanan udara Saudi juga mencegat dan menghancurkan drone bermuatan bom yang dimaksudkan untuk menyerang kota Najran (Arab Saudi selatan).

Baca Juga :

  1. Israel Gusur Makam Bersejarah Muslim di Yerusalem
  2. Ini Penyebab Kapolres Nunukan Aniaya Brigadir SL
  3. Pemerintah Indonesia Studi Banding ke Township Serpong untuk Bangun Ibu Kota Negara Baru

Pejabat Yaman,  berulang kali memperingatkan koalisi Saudi bahwa tentara dan komite rakyat Yaman akan terus menargetkan pangkalan militer Saudi, fasilitas dan bandara sebagai pembalasan atas serangan koalisi Arab di negara itu.

Pada tanggal 26 April 1994, Arab Saudi, dalam bentuk koalisi beberapa negara Arab dan dengan bantuan Amerika Serikat, melancarkan perang skala penuh melawan Yaman dengan dalih untuk kembali.

Badan PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF, telah berulang kali mengatakan bahwa rakyat Yaman terus menghadapi kelaparan dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu abad terakhir.

Continue Reading

Trending