Connect with us

COVID-19Update

Kasus Covid-19 di Filipina Mencekam, Jadi yang Terbanyak di Asia Tenggara

Published

on

Covid-19 di Filipina

Kasus Covid-19 di Filipina semakin tak terkendali. Kini, Filipina menempati posisi teratas jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Asia Tenggara.

Seperti dinukil dari The Star, Senin (20/9/2021), Filipina mencatatkan tambahan 19.271 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir pada Minggu (19/9/2021) waktu setempat.

Dengan tambahan ini , total kasus Covid-19 di Filipina menjadi 2.366.749. Dari total itu, 25,1 persen berasal dari proses screening.

Baca Juga:

  1. Seruan Puan Maharani ke Jokowi Soal Kapal China Masuk ke Natuna
  2. Patroli di Laut Natuna Utara, TNI AL Pastikan Tak Menemukan Kapal Asing!
  3. GNPF, FPI & PA 212: Waspada Bangkitnya PKI, Komunis Itu Nyata

Dari total pasien Covid-19 di negara pimpinan Rodrigo Duterte itu sebanyak 92,3 persen tergolong kasus ringan, 3,1 persen kasus tanpa gejala, 2,60 persen sedang, 1,4 persen kasus parah, dan 0,6 persen kategori kritis.

Selain itu, DOH juga melaporkan angka kematian harian mencapai 205 jiwa. Dengan demikian, keseluruhan korban meninggal akibat infeksi Covid di Filipina sebanyak 36.788 kasus.

Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur ICU di Filipina mencapai 77 persen, isolasi sebanyak 67 persen, bangsal biasa mencapai 72 persen, dan penggunaan ventilator untuk pasien Covid-19 tercatat 56 persen.

Pemerintah sejauh ini berusaha untuk menambah fasilitas dan kapasitas tempat tidur di rumah sakit untuk menghindari kelumpuhan sistem kesehatan.

Berita Utama

Masa Pandemi Covid-19, Momentum Kementan Buktikan Stok Produksi Pangan Aman

Published

on

By

Kementan

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu produksi pangan guna memastikan stok dalam kondisi aman. Terbukti, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan potensi produksi padi 2021 capai 55,27 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami kenaikan 1,14 persen dibandingkan 2020.

“Kementerian Pertanian mengupayakan tiada hari tanpa panen dan tanam di berbagai titik di Indonesia. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi, hal ini merupakan upaya kita dalam memastikan ketersediaan bahan pangan, menjaga stabilisasi harga dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ucap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo kepada Mycity, Senin, (25/7).

Menurutnya, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang memuaskan. Pada Triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen q-to-q. Pada triwulan III dan IV, PDB Pertanian tumbuh masing-masing 2,15 persen dan 2,59 persen y-on-y dan mampu menjadi penyelamat memburuknya resesi ekonomi nasional.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

“Kita bersyukur hari ini kita peringati hari pangan sedunia, sebagai negara ke empat terbesar didunia dengan 270 penduduk, tidak pernah mendengar ada orang yang mati karena kelaparan,” bebernya.

Tidak hanya itu, ekspor produk pertanian juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Selama Januari-Desember 2020 nilai ekspor produk pertanian mencapai Rp 451,8 triliun dan meningkat 15,79% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 390,2 triliun.

Peningkatan ekspor berlanjut memasuki periode Januari-September 2021, dimana ekspor pertanian mencapai Rp. 450 triliun dan tumbuh 45,36% dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yang nilai ekspornya mencapai Rp. 309,58 triliun.

“Pertanian Indonesia dengan alam yang baik ini hanya akan menghasilkan jika kita mau bekerja, mengakselerasi dan membangun budaya pertanian yang agresif, konsepsi dengan research dan  teknologi yang maju,” lanjut pria yang akrab disapa SYL tersebut.

Selain itu, SYL juga menegaskan kedepan sektor pertanian dunia diterpa berbagai tantangan. FAO melaporkan ada 4 tantangan yang akan dihadapi dunia yakni pangan, energi,air dan infrastuktur. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengantisipasi tantangan yang ada dengan berbagai program, inovasi dan reseach serta teknologi sehingga sektor pertanian terus eksis dan terus menjawab tantangan pangan.

“Besok tantangan kita sangat besar kalo begitu antisipasi harus kita lakukan sedini mungkin. Hadirkan pertanian dalam pikiran dalam hidup kita. Pertanian itu lapangan kerja . Kita tanamkan untuk generasi muda bahwa bertani itu hebat ,menjadi petani itu pasti keren,” tuturnya.

Continue Reading

COVID-19Update

Telkomsel dan Rumah Zakat Kirim Bantuan APD & Sembako untuk Tenaga Medis

Published

on

Penyaluran dana bantuan dari Telkomsel dan Rumah Zakat untuk tenaga medis dan pemulasaran jenazah

Telkomsel bersama Rumah Zakat menyerahkan bantuan kepada tenaga medis dan tenaga pemulasaran jenazah sebagai elemen penting untuk membantu penanganan pandemic COVID-19 di Indonesia.

Bantuan yang diberikan berupa sekitar 450 paket APD dan 500 paket suplemen secara berkala kepada 950 tenaga kesehatan mulai dari bidan, perawat hingga dokter yang telah berperan aktif dalam penanggulangan COVID-19 di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, bantuan juga diberikan berupa paket sembako yang akan disalurkan kepada 530 tenaga pemulasaran jenazah COVID-19, baik yang bertugas di tempat pemakaman umum maupun rumah sakit.

“Tenaga kesehatan dan tenaga pemulasaran jenazah merupakan dua elemen penting yang telah ikut berkonstribusi dalam meringankan beban masyarakat dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. Oleh karena itu Telkomsel bersama Rumah Zakat ingin memberikan apresiasi atas pengorbanan dan perjuangan yang telah mereka berikan bagi Indonesia.

Apresiasi ini merupakan bagian dari aktivitas Corporate Socia Resposibility (CSR) dengan mengusung semangat saling bantu #YsngKitaBisa dari Telkomsel, melalui dukungan apapun yang kita punyaa untuk memenuhi kebutuhan seluruh elemen masyarakat Indonesia dalam menghadapi masa penuh tantangan,” kata GM Corporate Responsibility Telkomsel Andry Santoso.

Baca Juga :

  1. Presiden Jokowi Berencana Resmikan Pabrik dan Jembatan hingga Tinjau Kegiatan Vaksin di Kalimantan
  2. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  3. Satlantas Polres Aceh Gelar Vaksin Massal untuk Abang Becak

CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengapresiasi Telkomsel yang terus berkomitmen dalam upaya merespon dampak pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan program Rumah Zakat yang mengangkat Gerakan #SemangatIndonesia Bersama Kita Hadapi Corona. 

 “Semoga kolaborasi antara Telkomsel dan Rumah Zakat ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang terdampak pandemi Covid-19. InsyaAllah Rumah Zakat siap untuk bersinergi dalam rangka berbagi kebahagiaan kepada yang membutuhkan,” ungkapnya.

Bantuan dari Telkomsel dan Rumah  Zakat dengan  total nilai Rp500 juta tersebut akan disalurkan di beberapa wilayah di Indonesia yang meliputi Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, dan Jayapura.

Continue Reading

Berita Utama

Waduh, 1,8 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19

Published

on

Ada sekitar 1,8 juta warga DKI Jakarta yang belum mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Hal itu diungkapkan Kepala Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes), Ngabila Salama.

Ngabila menegaskan, mayoritas masyarakat yang belum divaksin merupakan mereka yang menganggap vaksin belum menjadi prioritas untuk berkegiatan sehari-hari.

“Sampai sekarang nyisir vaksinasi udah kayak nyisir kutu ya, udah tinggal 1,8 juta penduduk DKI yang belum divaksin, nyarinya mau ke mana lagi, pada ngumpet ke mana lagi nih,” kata Ngabila dalam sebuah webinar.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

“Karena tidak menganggap vaksin diperlukan dan tidak dibutuhkan untuk masuk ke mal, pelaku perjalanan, untuk bekerja,” dia menambahkan.

Vaksin yang tersedia saat ini sudah bisa digunakan oleh semua kelompok masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta bakal menyisir masyarakat Jakarta yang belum mendapatkan vaksin.

“Bisa juga ibu rumah tangga yang enggak ke mana-mana, dan dia mau vaksin enggak bisa ninggalin anak-anaknya. Ini perlu diidentifikasi sehingga kita bisa bantu untuk divaksin,” tegas dia.

Jika merujuk data resmi Pemprov DKI hingga Rabu (20/10/2021), vaksinasi program dosis 1 telah menyentuh 10.771.150 orang, dengan proporsi 66 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 34 persen warga KTP Non DKI.

Kemudian total dosis 2 mencapai 8.160.562 orang, dengan proporsi 69 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 31 persen warga KTP Non DKI.

“Kalau kata Pak Anies, bahasa kerennya, no one left behind, enggak boleh ada orang satupun yang kita tinggalin, semua harus bisa divaksin 2 dosis dua kali lengkap,” Ngabila memungkasi.

Continue Reading

Trending