Connect with us

Properti

Dear Millenials, Banyak Rumah Harga Rp300 Jutaan di Bogor

Published

on

Arco Green Park

Pengembang terus memenuhi pasar untuk segmen rumah menangah seharga Rp300 jutaan yang pasarnya sangat besar. Segmen ini cocok untuk pekerja milenial bergaji Rp7 jutaan dengan cicilan KPR Rp3 jutaan per bulannya seperti yang dipasarkan di perumahan Arco Green Park.

Segmen kalangan muda yang mencari rumah pertama sangat besar di Indonesia dan segmen ini yang terus disasar oleh banyak perusahaan developer. PT Sedaya Indah Selaras misalnya, kembali meluncurkan perumahan Arco Green Park untuk menyasar segmen besar itu dengan produk perumahan yang terjangkau.

Berlokasi di Jalan Kiyu, Arco Raya, Ragamukti, Citayam, Kabupaten Bogor, wilayah ini juga merupakan salah satu kawasan favorit segmen pekerja milenial karena masih menawarkan rumah yang cukup affordable. Arco Green Park dibangun di atas lahan seluas 2 hektar yang dikonsep 10 blok untuk sekitar 156 unit rumah dan beberapa unit ruko.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

PT Sedayu Indah Selaras juga sebelumnya sukses mengembangkan beberapa perumahan yang semuanya menyasar segmen menengah. Portofolionya tersebar di Puri Laras 1, Puri Laras 2, Grand Puri Laras Ciputat, Serpong Green Park, Serpong Green Park 2, dan Pamulang Green Residence.

“Kami menyasar generasi milenial yang membutuhkan perumahan dan untuk itu kami menyasar produk dengan berbagai skema cara bayar yang akan memudahkan kalangan ini. Kami memasarkan rumah tipe 42/65 hingga yang terbesar 55/126 dengan harga Rp300 jutaan hingga Rp700 jutaan dan bisa dibeli dengan berbagai program kemudahan,” ujar Afief Abdullah, Direktur PT Sedayu Indah Selaras.

Kemudahan pembayaran ini bisa didapatkan melalui program KPR dari bank yang telah bekerja sama dengan perumahan Arco Green Park. Ada banyak tawaran suku bunga ringan dengan tenor yang panjang sehingga cicilannya bisa lebih ringan dan ini cocok untuk kalangan pekerja milenial.

Hunian dengan desain kontemporer ini menyediakan fasilitas kredit atau KPR dari beberapa bank nasional di Indonesia dengan suku bunga rendah dan masa cicilan atau tenor cukup panjang, maksimal bisa 20-25 tahun ditentukan sesuai umur konsumen saat melakukan transaksi pembelian secara KPR.

Terlebih PT Sedayu Indah Selaras juga menerapkan kemudahan pembelian dengan cukup membayar booking Rp2,5 juta kemudian langsung bisa akad kredit dengan uang muka ringan 5 persen atau bagi yang memenuhi syarat bisa tanpa uang muka. Rumah ini bisa dicicil sebesar Rp3 jutaan per bulan sehingga cocok untuk pekerja yang bergaji Rp7 juta per bulan.

“Kami juga bukan hanya menjual gambar karena berbagai infrastruktur seperti jalan beton, turap, drainase, dan lainnya kami bangun lebih dulu. Ini untuk menjadi bukti keseriusan kami dalam pengembangan proyek ini dari sekadar membangun rumah contoh. Kawasannya juga menyediakan fasilitas yang lengkap seperti sarana pendidikan, rumah sakit, pasar tradisional, dan sebagainya,” imbuh Afief.

Properti

3 Subsekstor Properti Jawara Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Properti Indonesia

Industri properti cukup terpukul dengan adanya pandemi Covid-19 dengan turun drastis transaksi penjualan. Namun begitu beberapa subsektor properti mampu bertumbuh saat pandemi ini yaitu logistik, data center, dan residensial yang menunjukan kebutuhan yang besar untuk sektor-sektor ini.

Industri properti menjadi salah satu sektor perekonomian yang paling terpukul saat adanya pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 lalu. Namun begitu, pasar yang besar membuat beberapa subsektor industri properti tetap menunjukan kinerja yang sangat baik saat situasi pandemi.

Beberapa subsektor properti yang sangat tangguh saat berbagai kendala pandemi menghadang yaitu dari sektor logistik, pusat data (data center), dan residensial khususnya untuk segmen rumah tapak (landed house). Hal ini membuat ketiga subsektor properti ini menjadi incaran dan daya tarik untuk masuknya investasi lokal maupun asing.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut James Allan, Country Head JLL Indonesia, sebuah perusahaan riset dan konsultasi properti global, masa pandemi merupakan periode yang menantang bagi sebagian besar pasar properti namun demikin beberapa subsektor bisnis ini masih bisa berjalan dengan baik yang menunjukan besarnya kebutuhan akan sektor ini.

“Ketiga subsektor properti logistik, data center, maupun residensial ini masih akan terus berpotensi berkembang sehingga perkembangan untuk sektor-sektor ini masih akan terus terjadi dan menjadi daya tarik besar bagi investor. Namun semuanya tentu tetap harus dilakukan dengan penuh perhitungan dan hati-hati,” ujarnya.

Di sisi lain, untuk sektor perkantoran di kawasan CBD maupun di luar CBD tidak ada gedung perkantoran yang selesai dibangun. Tingkat hunian untuk gedung perkantoran di gedung kawasan CBD juga belum banyak berubah, masih di kisaran angka 72 persen sementara di luar CBD angkanya sedikit lebih baik yaitu 74 persen.

Aktivitas di sektor komersial maupun pusat perbelanjaan juga masih terbatas dan beberapa penyewa baru sudah berani membuka toko mereka setelah pelonggaran PPKM diberlakukan. Akitivas di pusat perbelanjaan ini didorong oleh penyewa makanan dan minuman (F&B) diikuti peritel peralatan rumah tangga.

Tingkat hunian di pusat perbelanjaan juga relatif stabil berada di angka 87 persen mengingat tidak adanya pasokan baru yang beroperasi pada periode triwulan ini. Kondisi umum pasar khususnya kalangan investor juga masih menunggu atau wait and see sementara kalangan pengembang juga belum aktif meluncurkan produk baru dan masih terus berupaya meningkatkan penjualan terhadap proyek eksisiting dengan menawarkan banyak promo kemudahan pembelian.

Head of Industrial JLL Indonesia Farazia Basarah menambahkan, permintaan positif untuk sektor ini didominasi oleh penyedia jasa logistik yang terus berekspansi dengan menyewa ruang gudang khususnya wilayah Jabodetabek. Selain itu, perusahaan e-commerce khususnya start up yang bertumbuh pesat cenderung mencari ruang gudang yang berlokasi dekat dengan Jakarta maupun kota-kota lainnya seperti Surabaya, Semarang, maupun Bandung.

“Permintaan yang sehat ini membuat tingkat hunian ruang gudang modern di Jabodetabek cukup stabil di angka 93 persen. Selain sebagia ruang penyimpanan, fungsi ruang gudang juga menjadi pusat distribusi, ruang transit barang, penyimpanan bersuhu dingin, atau menjadi pusat data sehingga hal ini terus menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku bisnis,” bebernya.

Continue Reading

Properti

Ragam Penyebab Terjadinya Sengketa Tanah

Published

on

Sengketa ataupun konflik pertanahan masih kerap terjadi dan biasanya karena beberapa faktor. Dulu penentuan batas patok tanah cukup menggunakan pohon, sungai, atau lainnya dan banyaknya pemekaran maupun otonomi daerah juga kerap menjadi sumber konflik pertanahan.

Bagi kebanyakan orang, kepemilikan tanah bisa sangat krusial bahkan sakral dan umumnya akan dipertahankan sekuat daya. Hal ini yang kerap membuat berbagai sengketa maupun konflik pertanahan berkepanjangan karena setiap pihak ingin mempertahankan dan di sisi lain ada pihak yang ingin menguasai karena strategisnya faktor pertanahan.

Menurut Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (PSKP) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) R.B Agus Widjayanto, hingga saat ini masih kerap terjadi tumpang tindih sertifikat yang bisa terjadi karena pemalsuan maupun keterlibatan mafia tanah dan karena itu perlu dipahami alur legal pertanahan supaya kita tidak menjadi korban.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Konflik maupun sengketa tanah itu bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya terkait perubahan alam. Pada tahun 1970-an, pengukuran luas tanah berpatok pada benda-benda di alam seperti letak pohon, sungai, batu, dan lainnya sehingga ketika patok alam itu menghilang maka koordinatnya juga hilang dan menyulitkan pengukurannya,” ujarnya.

Seiring perkembangan dan banyak terjadi pemekaran kawasan hingga berlakunya otonomi daerah, persoalan pertanahan justru menjadi tumpang tindih terkait hak atas tanah maupun kepemilikannya. Ada begitu banyak kawasan maupun bidang-bidang tanah yang berubah dan ini tidak bisa diatasi saat ada pemekaran wilayah itu.

Agus menjelaskan, prinsipnya dalam setiap bidang tanah hanya ada satu sertifikat yang menyatakan legalitas atas bidang tanah tersebut. Tapi di lapangan bisa terjadi ada beberapa sertifikat atas satu bidang tanah yang sama yang bisa terjadi karena cacat administrasi maupun pemalsuan sertifikat. Bila diketahui ada sertifiat yang palsu melalui hasil penyelidikan, Kementerian ATR/BPN akan langsung membatalkan sertifikat tersebut.

Di sisi lain, permasalahan tanah ini bukan hanya pada tataran administrasi yang seringkali bukan hanya melibatkan Kementerian ATR/BPN saja tapi juga pihak-pihak lain yang berkaitan. Misalnya yang menyangkut tanah ataupun aset negara, hal itu perlu ada koordinasi dengan instansi terkait dan bila telah ada keputusan pengadilan baru dilaksanakan sesuai keputusan itu.

Kementerian ATR/BPN juga kerap menerima aduan terkait tumpang tindih sertifikat maupun indikasi pemalsuan sertifikat. Untuk itu akan terus dilakukan uji materil dan administrasi dengan melihat bukti-bukti terkait status tanah tersebut. Kemudian akan digelar uji materil bersama pihak kepolisiann dan kejaksaan.

“Bila ada indikasi maupun terbukti ada tindak pidana maka pihak kepolisian akan melanjutkan penelusuran untuk mendapatkan bukti-bukti lainnya. Untuk pengaduan masyarkat terkait data-data maupun persoalan tumpang tindih sertifikat atau lainnya, kami sangat terbuka dan akan terus berupaya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan ini,” jelasnya.

Continue Reading

Properti

Pemerintah Indonesia Studi Banding ke Township Serpong untuk Bangun Ibu Kota Negara Baru

Published

on

township BSD City

Kementerian PUPR melakukan studi banding ke township BSD City, Tangerang, Banten, terkait pembangunan ibukota baru di Kalimantan Timur. Beberapa gedung maupun kawasan yang disurvei yaitu SML Plaza, WTP, Botanical Park, Pasar Modern, dan sebagainya untuk mempelajari pertumbuhan kota baru.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kunjungan kerja ke salah satu kota baru atau township di wilayah Serpong, Tangerang, Banten, BSD City. Tim dari Kementerian PUPR melakukan kunjungan kerja ke towsnhip seluas 6.000 hektar tersebut dalam rangka mempelajari pembangunan pusat pertumbuhan kota baru di BSD City.

Hal itu dilakukan berkaitan dengan rencana pemerintah untuk membangun proyek ibukota negara (IKN) baru yang lokasinya di Provinsi Kalimantan Timur. Tim Kementerian PUPR mengunjungi sejumlah proyek di BSD City diantranya Gedung Sinar Mas Land Plaza, command center, water treatment plant (WTP), Botanical Park, Pasar Modern Intermoda, dan Kawasan TOD Intermoda.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

“Kami sangat antusiasi menerima kunjungan dari Tim Kementerian PUPR ini untuk berdiskusi dan belajar bersama tentang pengembangan pusat pertumbuhan baru melalui salah satu proyek yang kami kembangkan. Kami memaparkan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sebuah kota seperti perencanaan, tata ruang, township management, hingga pembangunan hijau yang berkelanjutan,” ujar Dhony Rahajoe, Managing Director President Office SML.

Terkait pembangunan IKN di Kalimantan Timur, sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa, telah melakukan kunjungan yang sama ke BSD City untuk mengulas salah satu topik yaitu penerapan konsep green building dan sustainability pada pengembangan kawasann perkantoran di BSD City.

SML sendiri sebagai pengembang telah berpengalaman hampir 50 tahun dan telah tercatat di bursa saham Indonesia atas nama PT Bumi Serpong Dama Tbk. SML juga telah mengembangkan lebih dari 50 proyek di berbagai wilayah Indonesia dan atas kiprahnya ini telah diakui oleh berbagai lembaga seperti MIPIM Award in France (2018), ASEAN Energi Awards (2019), Asia Pacific Property Award (2021), Cambride IFA’s Global Good Governance Award (2021), FIABCI World Prix d’Excellence Awards (2021), dan sebagainya.

SML sebagai pengembang juga terus melengkapi tim manajemen yang solid hingga dikenal sebagai pengembang kota mandiri atau township dan telah menjadi pelopor melalui township BSD City, Kota Wisata, Legenda Wisata, Grand Wisata, dan sebagainya. SML juga menjadi pelopor untuk pengembangan strata mall maupun trade center (ITC) di Indonesia.

Berbagai pengembangan green property juga terus diperkuat dengan ikut aktif dalam masalah pelestariiann lingkungan melalui penerapan visi green di setiap proyeknya. Berbagai konsep green ini diterapkan di Green Office Park, mal tanpa dinding The Breeze, jalur pejalan kaki, penyelenggaraan Festival Hijau setiap tahun, penanaman lebih dari tiga juta pohon, pengembangan kota taman, hutan kota, dan sebagainya.

“Kami juga terus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperkuat konsep pengembangan seperti dengan Sojitz Japan, Aeon, Itochu-Japan, Mitsubishi Corporation, Hongkong Land, serta mitra-mitra lokal seperti Kompas Gramedia dan Kalbe. Berbagai aktivitas untuk terus memperkuat konsep green akan terus kami lakukan untuk mewujudkan visi pengembangan kami,” beber Dhony.

Continue Reading

Trending