Connect with us

Traveling

Kembali Beroperasi, Ancol Sepi Pengunjung

Published

on

Ancol Di Hari Pertama Kembali Beroperasi – blibli.com

Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, kembali beroperasi per hari Selasa (14/9).

Corporate Communication Taman Impian Jaya Ancol, Rika Lestari, mengatakan bahwa pada pembukaan hari pertama, jumlah pengunjung belum ramai.

“Hari pertama kawasan wisata dibuka untuk wisata kondisinya masih aman terkendali, (jumlah pengunjung) masih landai,” ujar Rika, dikutip dari Kompas, Selasa (14/9).

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Rika tidak menyebutkan secara eksplisit berapa angka jumlah pengunjung pada hari ini.

“Untuk jumlah kunjungannya nanti bisa dilihat di akhir pekan, ya,” kata Rika.

Menurut Rika, sebagai besar pegunjung sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat memasuki kawasan wisata Ancol.

“Pengunjung sudah mengetahui adanya penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan baik,” ungkapnya.

Ancol menjadi salah satu dari dua puluh tempat wisata di Indonesia yang direkomendasikan beroperasi kembali dalam uji coba pembukaan kawasan rekreasi.

Rekomendasi tersebut didasarkan dari Surat Edaran Deputi Bidag Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nomor: SE/8/IL.04.00/DII/2021.

Unit rekreasi yang dapat dinikmati di Ancol antara lain kawasan Pantai, Dunia Fantasi, Allianz Ecopark, Pasar Seni, dan Gondola. Unit rekreasi tersebut beroperasi mulai pukul 6 pagi sampai 9 malam WIB.

Kemudian, pemebelian tiket dapat dilakukan secara online pada situs ancol.com. Selain itu, pengunjung diwajibkan menginstall aplikasi PeduliLindungi dan sudah mengikuti vaksinasi, minimal vaksin dosis pertama.

Sedangkan, anak usia 12 tahun belum diizinkan untuk berekreasi.

Meskipun sudah beroperasi untuk berekreasi, Ancol belum mengizinkan pengunjung berenang di kawasan pantai.

Traveling

Pamutusan, Pulau Menawan Minang yang Punya Fenomena Putus Saat Air Pasang

Published

on

Pulau Pamutusan

Sumatera Barat memiliki banyak destinasi wisata alam menarik, mulai dari danau, pegunungan, hingga pantai. Bila ingin berkunjung ke destinasi wisata yang belum banyak diketahui orang, Cityzen bisa datang ke Pulau Pamutusan di wilayah Bungus, Padang.

Pulau ini tidak terlalu besar, tetapi banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sini. Pengunjung bisa puas bermain air, bersantai sambil menikmati keindahan matahari terbenam, hingga berkemah di tepi pantai.

Pulau Pamutusan memiliki bentuk yang memanjang dengan luas kurang lebih delapan hektar. Pulau ini menyatu dengan daratan utama pesisir selatan Bungus Teluk Kabung yang membentang luas. Di tengah-tengahnya, terdapat pantai kecil berpasir putih yang biasa menjadi tempat kumpul para wisatawan.

Baca Juga :

  1. Kasus Covid-19 Menurun, Jokowi Ajak ASEAN Bangkit Bersama
  2. Dukung Pemulihan Pariwisata Indonesia, Wapres: Prioritaskan Kesehatan dan Keselamatan
  3. Indonesia Bakal Jadi Raja Panel Surya di Tahun 2050

Sepintas, tampak tidak ada yang istimewa dari pulau dan pantai ini. Namun ketika air laut pasang, pantai berpasir putih ini ikut tergenang air hingga tidak terlihat lagi. Daratan panjang Pulau Pamutusan pun seakan terbelah menjadi dua.

Pulau Pamutusan dalam bahasa Minang memiliki arti terputus. Hal ini berawal dari daratan pulau yang menyatu dengan daratan utama daerah pesisir selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Ketika air laut sedang pasang, daratan penyambung tersebut tenggelam, seakan terputus menjadi dua daratan berbeda.

Pulau Pamutusan

Jika air sedang surut, Cityzen akan melihat hamparan pasir putih yang bersih dan halus. Secara geografi, pulau ini memiliki bentuk daratan yang memanjang, serta tak terlalu lebar dengan total luas hanya sekitar delapan hektare.

Momen terbelahnya daratan ini banyak diabadikan para pelancong dan pencinta fotografi. Anda bisa mengunjungi daratan utama untuk mengabadikan gambar dan bersiaplah saat air laut pasang, maka akan muncul pemandangan di mana kedua bagian daratan yang seolah terpisah dan akan kembali tersambung saat air laut surut.

Pulau Pamutusan

Kegiatan wisata di Pulau Pamutusan

Berlibur di pulau memang menjadi pilihan yang tepat bila ingin memuaskan diri dengan pemandangan alam dengan suasana tenang dan jauh dari keramaian perkotaan. Di Pulau Pamutusan, wisatawan dapat menikmati waktu dengan jalan-jalan mengelilingi pulau dan pastinya bisa beraktivitas di sekitaran pantai.

Selain bersantai-santai duduk di dermaga kayu yang memanjang dari tepi pantai hingga ke tengah laut, Anda pun bisa berenang, bermain air, dan menyelam untuk menyaksikan langsung keindahan bawah laut di Pulau Pamutusan. Selagi menyelam, Anda dapat melihat berbagai ikan dan biota laut lain yang ada di perairan pulau ini.

Bila tak ingin menyelam, pengunjung pun bisa memancing ikan di laut dan hasil tangkapannya bisa langsung dimasak dan dinikmati sambil menikmati pemandangan di tepi pantai. Di tepi pantai, terdapat kapal-kapal yang bisa disewa untuk berkeliling menyusuri pulau.

Usai puas bermain di pantai, Anda bisa coba berjalan sampai ke bukit yang ada di dekat pantai. Dari puncak bukit tersebut, pemandangan Pulau Pamutusan berupa pasir putih dan perairan yang jernih bisa terlihat lebih jelas, ditambah dengan hiasan alami berupa pepohonan yang hijau dan rindang.

Pulau Pamutusan

Soal fasilitas di Pulau Pamutusan ini sudah cukup mendukung kegiatan wisata. Di sana terdapat beberapa penginapan dengan harga yang beragam sehingga pengunjung tak perlu menginap terlalu jauh bila ingin menikmati liburan di pulau ini.

Di sekitaran pantai pun terdapat warung-warung makan, toilet umum, rumah pohon, gazebo, dan tempat penyewaan alat-alat menyelam sehingga tak perlu khawatir bila berlibur di pulau ini tapi tidak membawa alat snorkeling sendiri.

Continue Reading

Traveling

Cantik Banget, 5 Tempat Wisata Malam Terbaik di Jakarta

Published

on

Bundaran HI

Jakarta tak hanya dikenal sebagai ibukota Indonesia sekaligus pusat pemerintahan dan perekonomian, melainkan juga salah satu destinasi wisata.

Berwisata di Jakarta, bisa dilakukan pada pagi, siang, sore, hingga malam hari. Biasanya, malam hari akan lebih didominasi oleh anak-anak muda yang menikmati suasana malam ibukota, terlebih di akhir pekan.

Beristirahat sejenak dengan menghibur diri ke tempat-tempat yang indah Seperti Wisata malam Jakarta memang menjadi obat mujarab untuk melepaskan lelah saat setelah bekerja.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Wisata malam ini cukup aman dan menyenangkan. dan juga terkenal sebagai jujukan wisata di Ibukota. Berikut MyCity telah merangkum lima tempat wisata malam terbaik di Jakarta.

Bundaran HI

Bundarah HI

Mungkin ini adalah salah satu tempat yang paling terkenal sekaligus paling strategis dan paling ramai untuk menikmati pemandangan malam di Jakarta. Di sekitar bundaran terdapat beberapa gedung tinggi seperti Menara BCA, Hotel Indonesia Kempinski, Hotel Mandarin Oriental, dan lain-lain. Di Lantai 56 Menara BCA, ada sebuah kafe yang sangat terkenal untuk menikmati pemandangan malam di Bundaran HI, yaitu Skye.

CityWalk Sudirman

CityWalk Sudirman

Awalnya tempat ini adalah sebuah pusat perbelanjaan, sebelumnya akhirnya berubah total menjadi pusat kuliner. Di tempat ini Anda bisa menemukan banyak kafe dan resto populer seperti J.Co, Starbucks. Saraso, Bengawan Solo Coffee, Sup Ikan Batam, dan lain-lain. Di atas CityWalk ada sebuah apartemen dan perkantoran yang bernama CityLofts Sudirman.

LTC Glodok

LTC Glodok

Lindeteves Trade Centre (LTC) adalah sebuah pusat perkulakan alat-alat berat di Jakarta yang sudah sangat terkenal ke seluruh Indonesia. Gedung ini terdiri dari 10 lantai yang 5 di antaranya dipakai untuk pusat perkulakan, lantai 6-7 digunakan oleh Sun City Hotel Jakarta, dan 3 lantai teratas digunakan oleh Favehotel LTC Glodok. Anda bisa menikmati pemandangan malam Jakarta dari kafe yang ada tempat ini, di Illy Coffee yang ada di lantai 8 misalnya.

Tugu Monas

Tugu Monas

Hampir seluruh orang Indonesia mengenal tempat ini. Terletak strategis tepat di jantung kota Jakarta dan dekat dengan Stasiun Gambir, tugu yang telah lama menjadi ikon Jakarta ini tampak cantik jika Anda mengunjunginya di malam hari.

Lampu yang menyorotinya akan berganti-ganti warna dari hijau, kuning, biru, merah, hingga ungu. Selain itu, banyak juga penjaja makanan kecil bahkan kadang pasar malam di areanya.

Plaza Semanggi

Plaza Semanggi

Terletak strategis di area bundaran yang tidak kalah terkenalnya dengan Bundaran HI, pusat perbelanjaan yang terkenal dengan area sky dining-nya yang berada di lantai 10 ini menawarkan pemandangan malam kota Jakarta yang ditambah dengan lampu kendaraan yang hilir mudik. Di area sky dining-nya terdapat berbagai macam kafe dan resto untuk menemani malam Anda.

Continue Reading

Traveling

Pesona Pahiang, Asal-usul Kata Mabuk Kepayang

Published

on

Kepahiang

Cityzen tentunya sudah tak asing lagi dengan istilah mabuk kepayang. Namun, tahukah kalian bahwa kata kepayang dalam Bahasa Rejang berarti keluak atau buah berwarna hitam yang biasa digunakan untuk memasak hidangan rawon.

Konon katanya, jika seseorang mengonsumsi kepayang secara berlebihan akan menyebabkan mabuk berat yang kemudian dikenal dengan istilah mabuk kepayang. Selain merupakan nama buah, ada pula sebuah kabupaten bernama Kepahiang di Bengkulu yang memang merupakan daerah penghasil kepayang.

Seratus tahun perjuangan melawan kolonial Belanda menjadi saksi sejarah mulai dikenalnya nama Kepahiang. Pada masa itu, kota Kepahiang dikenal sebagai ibukota kabupaten Rejang Lebong yang disebut Afdeling Rejang Lebong.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Sesaat setelah peralihan kekuasaan dari penjajahan Belanda ke Jepang, sampai kemudian Jepang menjajah bumi pertiwi 3,5 tahun lamanya, kota Kepahiang tetap merupakan pusat pemerintahan untuk kabupaten Rejang Lebong.

Bahkan, setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, yakni sejak 18 agustus 1945 sampai 1948, Kepahiang tetap menjadi ibukota kabupaten Rejang Lebong sekaligus sebagai basis kota perjuangan. Sebab, mulai dari pemerintahan sipil dan seluruh kekuatan perjuangan, yang terdiri dari Laskar Rakyat, Badan Perlawanan Rakyat (BPR dan TKR yang kemudian sebagai cikal bakal TNI), semuanya berpusat di Kepahiang.

Belakang tahun 1948, merupakan masa yang tidak mungkin bisa dilupakan oleh warga Kepahiang. Karena pada tahun itulah, khususnya menjelang serangan militer Belanda kedua, seluruh fasilitas vital kota Kepahiang dibumihanguskan.

Dimulai dari kantor bupati, gedung kawasan, kantor polisi, kantor pos, telepon, penjara dan jembatan yang hendak menghubungkan kota Kepahiang dengan tempat-tempat lainnya terpaksa dibakar sebagai mengantisipasi gerakan penyerbuan tentara kolonial Belanda yang terkenal bengis masuk ke pusat-pusat kota dan pemerintahan serta basis perjuangan rakyat.

Setahun kemudian, seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berada dalam pengasingan di hutan-hutan. Sehingga pada saat terjadi penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Hindia Belanda ke Pemerintah Republik Indonesia, yang oleh warga saat itu disebut kembali ke kota, terjadilah keharuan yang sulit dibendung.

Kepahiang

Sebab, aparatur Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tidak dapat lagi kembali berkantor ke kota Kepahiang karena seluruh fasilitas pemerintahan kawasan telah dibumihanguskan. Namun, semangat mereka pantang surut.

Dengan sisa-sisa kekuatan, serta semangat yang membaja, seluruh aparatur pemerintahan kawasan terpaksa menumpang ke kota Curup, karena di sini masih tersisa suatu kontruksi pesanggrahan (kini tempat bersejarah itu dibangun menjadi GOR Curup)

Tempat Wisata di Kepahiang

Kabupaten Kepahiang merupakan salah satu tempat wajib dikunjungi ketika sedang berlibur di Bengkulu. MyCity telah merangkum beberapa tempat wisata terindah di Kepahiang.

Kepahiang

Curug Embun

Salah satu objek wisata alam yang bisa dikunjungi di Kepahiang adalah Curug Embun. Lokasi air terjun ini berada di Desa Tapak Gedung, Kecamatan Tebat Karai. Salah satu keunggulan air terjun ini adalah tingginya yang mencapai 100 meter dan membuat arusnya cukup deras dan percikan air berhamburan serta menimbulkan suara yang nyaring. Karena ketinggian air terjun ini pula, butiran-butiran air yang jatuh dari atas jatuh bagaikan tetesan embun.

Ditambah lagi kawasan ini seringkali dijumpai penampakan pelangi pada siang hari yang menambah keindahan di sekitar air terjun. Meski banyak pengunjung berburu pelangi di tempat ini, nyatanya kemunculan pelangi memang tidak setiap saat.

Taman Wisata Alam Bukit Kaba

Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba merupakan destinasi wisata alam berbasis fenomena vulkanis yang ada di Bengkulu. Selain menawarkan pemandangan berupa pegunungan yang memukau, kawasan ini juga didukung oleh kondisi ekosistem berupa hutan dan kehidupan tumbuhan serta satwa liar.

Secara administratif, TWA Bukit Kaba terletak di dua kabupaten, yaitu Kapahiang dan Rejang Lebong. Untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan, pihak Balai KSDA Bengkulu pada tahun 2018 menambahkan sarana dan prasarana pendukung di kawasan wisata ini, termasuk tulisan besar Taman Wisata Alam Bukit Kaba, pondok wisata di puncak bukit, serta pusat informasi di pintu masuk.

Bukit Kaba merupakan sebuah gunung yang berada di ketinggian 1.939 mdpl dengan luas wilayah 13.940 hektare. Kondisi alamnya yang masih asri ditambah dengan pemandangan sekitar membuat tempat ini menjadi salah satu destinasi liburan favorit, pendakiannya pun bisa dilakukan dengan santai. Di puncak gunung, Anda bisa melihat pemandangan dua buah kawah berwarna hijau dan kecokelatan.

Danau Suro

Ada kalanya kita ingin menikmati liburan dengan santai di tempat yang tenang. Di Kepahiang, Anda bisa mewujudkan keinginan tersebut di Danau Suro. Danau ini terletak di Desa Suro, Kecamatan Ujan Mas. Tak seperti danau lain yang umumnya terbentuk karena aktivitas vulkanik dan tektonik, pada dasarnya Danau Suro merupakan hasil karena dibendungnya Sungai Musi sebagai Pembangkit Tenaga Listrik (PLTA).

Selain menjadi tempat wisata, masyarakat sekitar juga memanfaatkan danau ini untuk budidaya ikan dan keramba. Tak heran bila di danau ini sering dikunjungi warga yang sedang memancing. Namun, pengunjung juga bisa ikut memancing dan menikmati hasil pancingan di tempat. Di sana pun terdapat rumah makan terapung bila ingin lebih praktis menikmati hidangan lezat tanpa harus memancing dan mengolah sendiri.

Continue Reading

Trending