Connect with us

Nasional

Kabar Gembira, Kawasan Rekreasi Ancol Kembali Buka Mulai 14 September

Published

on

Ancol Kembali Buka Pada 14 September 2021 (Source: limapagi.com)

Tempat hiburan dan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol mengumumkan kembali dibuka hari ini, 14 September 2021. Pengumuman ini di posting melalui laman Instagram @infodufan Senin (13/9/2021).

Menurut informasi yang disampaikan melalui laman Instagram @infodufan bahwa unit rekreasi yang sudah dibuka terdiri dari area pantai, Dufan (Dunia Fantasi), Pasar Seni, Allianz Ecopark, Putri Duyung Ancol, Pulau Bidadari dan Gondola.

Namun, kembali dibukanya tempat rekreasi ini memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku bagi masyarakat yang ingin mengunjunginya. Terutama untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga:

  1. Menparekraf Uji Coba Destinasi Wisata, Dibuka Mulai dari Jakarta
  2. Pesona Keindahan Pantai Likupang, Memiliki Pasir Putih Indah dan Luas!
  3. Wajib Mampir, Inilah 4 Wisata Batik Terbaik di Indonesia

Syarat & ketentuan yang berlaku jika Cityzen ingin mengunjungi kawasan rekreasi Jaya Ancol yaitu sebagai berikut:

  1. Sudah Vaksinasi Covid-19 (minimal vaksinasi dosis pertama)
  2. Menunjukkan status vaksin dengan scan Menunjukan status vaksin dengan scan QR code yang sudah disediakan, dan melakukan check-in dan check-out melalui aplikasi Pedulilindungi
  3. Anak-anak dibawah 12 tahun, lansia 70 tahun keatas, dan ibu hamil belum diperbolehkan berkunjung ke Ancol sampai batas waktu yang belum ditentukan

  4. Selalu memakai masker dengan benar, menjaga jarak (tidak berkerumunan dan patuhi segala protokol kesehatan
  5. Mematuhi pembatasan jumlah kunjungan, regulasi vaksin dan jam operasional serta ketentuan lainnya yang berlaku di masing-masing rekreasi Ancol, Jika Ancol menemukan pelanggaran terhadap regulasi vaksin maka Ancol Taman Impian berhak mengeluarkan yang bersangkutan

Sudah mulai dibukanya tempat rekreasi ditengah perpanjangan PPKM di Jakarta bukan berarti Cityzen bisa longgar terhadap protokol kesehatan dan syarat ketentuan yang berlaku ya! Pastikan kalian tetap mematuhi aturan sehingga kasus Covid-19 tidak kembali melonjak dan hilang dari Indonesia.

CityKids

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Makin Tinggi, Menteri PPA Optimalkan Layanan Terpadu dan Komprehensif

Published

on

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) kasus kekerasan terhadap perempuan periode 2019-September 2020 sebanyak 24.325 kasus dengan jumlah korban sebanyak 24.584 orang.

Adapun kekerasan terhadap anak sebanyak 31.768 kasus. Korban yang tercatat sebanyak 35.103 anak dengan rincian 10.694 anak laki-laki dan 24.409 anak perempuan (sekitar 2,3 kali lipat anak laki-laki).

“Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seyogyanya menjadi perhatian bersama. Perempuan dan anak sangat rentan mengalami kekerasan, karena itu semua pihak harus melakukan gerakan bersama mencegah semua tindak kekerasan itu,” tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga :

  1. Menkeu: Kasus Covid-19 Menurun, Masyarakat Tetap Waspada
  2. Menkominfo Bertemu Dubes Prancis Bahas Perkembangan Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur TIK
  3. Pertamina Kembali Adakan Pelatihan Las Untuk Tingkatkan Kompetensi Pemuda Indramayu

Berdasarkan sumber data yang sama, jenis kekerasan yang paling banyak dialami perempuan adalah kekerasan fisik (41,7%), kekerasan psikis (29,1%), penelantaran (11,0%) dan kekerasan seksual (10,5%). Sedangkan eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang tercatat melalui SIMFONI PPA sebanyak 0,3% dan 1,5%, dan kekerasan lainnya sebanyak 5,8%.

“Lebih memprihatinkan, jenis kekerasan paling banyak dialami anak-anak adalah kekerasan seksual mencapai 45,4%. Ini harus menjadi perhatian bersama, mengingat dampak kekerasan seksual yang dialami anak-anak, akan sangat berdampak pada tumbuh kembang dan kehidupan mereka di saat dewasa,” tegas Menteri Bintang.

Jenis kekerasan lain yang juga banyak dialami anak-anak adalah kekerasan fisik sebanyak 20,4%, kekerasan psikis 18,1%, penelantaran 5,6% dan kekerasan lainnya 8,2%, sedangkan eksploitasi dan TPPO masing-masing di bawah 2%.

Menteri Bintang mengatakan Kemen PPPA melakukan langkah penanganan dengan menyusun mekanisme pelayanan tingkat nasional yang terpadu dan komprehensif, serta mendorong perluasan pelayanan ke daerah-daerah.

Melalui Perpres No. 65 Tahun 2020 dibentuk mekanisme layanan berjenjang yang terstandar untuk 5 jenis layanan mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Di tingkat pusat mulai diluncurkan pada 2021 layanan rujukan akhir berupa Ruang Layanan SAPA 129 melalui Hotline 129 dan WhatsApp 08111-129-129 yang beroperasional 24 Jam. 

Melalui layanan SAPA 129,  pengaduan anak, periode Maret – 20 September 2021 mencapai 14.459 pengaduan sedangkan pengaduan lewat telepon sebanyak 6.396 pengaduan. Adapun pengaduan perempuan periode Januari – September sebanyak 594 pengaduan. KDRT menempati urutan pertama kasus paling banyak yang dilaporkan untuk kemudian ditindaklanjuti. 

Kemen PPPA juga mengeluarkan kebijakan standar pelayanan, yakni Prosedur Standar Operasional (PSO) Penyediaan Layanan Rujukan Akhir Perempuan Korban Kekerasan mencakup: tata kelola perlindungan; kewenangan dan peran pusat, provinsi dan kabupaten/kota; penentuan kriteria kasus; pelaku dan korban yang ditangani oleh pusat; cakupan layanan mulai dari pengaduan, pendampingan, penjangkauan kasus, bantuan hukum, penyediaan rumah aman; serta alur layanan rujukan akhir.

Selain itu, mendorong terbentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA)melalui Kerjasama dengan Kemendagri, sehingga  dalam waktu dua tahun terbentuk di 30 provinsi dan 165 kabupaten/kota.

Menteri Bintang mengatakan Kemen PPPA telah mengalokasikan anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik Perlindungan Perempuan dan Anak (DAK NF PPA) mulai tahun 2021 sebesar Rp 101,2 miliar di 34 provinsi dan 216 Kabupaten/Kota mempercepat layanan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

DAK NF PPA direncanakan berlanjut di tahun anggaran 2022, dengan alokasi anggarannya meningkat menjadi Rp120 miliar dengan target sasaran tetap 34 provinsi dan 216 Kabupaten/Kota.

Berdasarkan data SIMFONI PPA, dari seluruh laporan yang masuk sejak tahun 2019 sampai September 2021, korban yang mendapat 1 jenis layanan sebanyak 54,1%, yang mendapatkan 2 jenis layanan 25,0%, 3 jenis layanan 6,8%, 4 jenis layanan 5,6% dan lebih dari 4 jenis layanan sebanyak 8,4%.

Dalam penanganan kasus kekerasan, langkah awal yang dilakukan adalah dengan memberikan layanan pengaduan. Jenis layanan yang paling banyak diterima korban adalah layanan kesehatan sebanyak 22,7%, bantuan hukum 16,9%, rehabilitasi sosial 8,5%, dan penegakan hukum 4,7%, sedangkan layanan reintegrasi sosial, pemulangan dan pendampingan tokoh agama masing-masing di bawah 2%.

Sama seperti korban kekerasan terhadap perempuan, korban kekerasan terhadap anak juga telah mendapatkan layanan. Dari seluruh laporan yang masuk sejak tahun 2019 sampai September 2021, korban yang mendapat 1 jenis layanan sebanyak 55,0%, yang mendapatkan 2 jenis layanan 24,1%, 3 jenis layanan 8,5%, 4 jenis layanan 5,1% dan lebih dari 4 jenis layanan sebanyak 7,3%.

Jenis layanan yang paling banyak diterima korban adalah layanan pengaduan sebagai langkah awal dalam penanganan kasus kekerasan. Selain layanan pengaduan, jenis layanan lain yang banyak diterima anak korban kekerasan adalah layanan kesehatan sebanyak 22,7%, bantuan hukum 14,4%, rehabilitasi sosial 11,0%, penegakan hukum 7,3%, reintegrasi sosial 2,3%, pemulangan 1,3% dan pendampingan tokoh agama 0,9%.

Continue Reading

Berita Utama

BMKG Peringatkan Warga untuk Waspada Hujan Lebat di Jakarta Hari Ini

Published

on

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca wilayah DKI Jakarta berpotensi diguyur hujan lebat hari ini. Warga diminta tetap waspada dengan perubahan cuaca yang terjadi.

“Waspada potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada pagi, siang dan sore hari. Waspada potensi banjir di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada pagi dan siang hari,” tulis peringatan dini BMKG di laman resminya, Rabu (27/10/2021).

Baca juga :

  1. Pemerintah Indonesia Studi Banding ke Township Serpong untuk Bangun Ibu Kota Negara Baru
  2. 300 Rumah Masyarakat Sekitar Sirkuit Mandalika Disulap Jadi Homestay
  3. Menkeu: Kasus Covid-19 Menurun, Masyarakat Tetap Waspada

Untuk prakiraan cuaca siang hari nanti, seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi hujan ringan. Lalu pada malam hari, seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi berawan dan pada dini hari seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi cerah berawan.

Adapun untuk rata-rata suhu udara di Jakarta hari ini antara 23-29 derajat celcius dengan kelembapan udara mencapai 85-90 persen.

Continue Reading

Nasional

Komplotan Begal HP di Depok yang Bacok Korban Hingga Tewas Kini Diburu Polisi

Published

on

Seorang warga Depok menjadi korban begal ponsel. Diketahui pelaku berjumlah enam orang bahkan membacok korbannya hingga tewas.  Kapolsek Cimanggis, Kompol Ibrahim Sadjab mengatakan aksi pencurian dengan kekerasan ini terjadi pada Sabtu (23/10/2021) malam. Para pelaku awalnya berpura-pura menanyakan alamat dan kemudian memaksa meminta HP korban.

“Laporannya ada enam orang terduga pelakunya dengan boncengan dua motor. Korban sempat melawan, satu orang pelaku membacok pakai celurit,” ungkap Kompol Ibrahim di Mapolsek Cimanggis, Kota Depok, Selasa (26/10/2021).

Para pelaku melarikan diri usai melukai korban. Sementara korban berinisial AR (19) dibawa oleh ketiga temannya ke RS Sentra Medika.

Baca Juga :

  1. Kapolsek Kutalimbaru Dicopot Usai Penyidik Cabuli & Peras Istri Tersangka Narkoba
  2. Uji Coba, 2 LRT Jabodetabek Cawang-Cibubur Tabrakan
  3. Gawat, Gempa Berkekuatan 3,3 Magnitudo Guncang Salatiga

“Korban sempat menjalani operasi di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Korban mengalami luka bacokan di bagian belakang tubuh,” tuturnya.

Polisi kini masih mendalami kasus begal ponsel ini. Salah satunya mengumpulkan bukti dengan memeriksa saksi-saksi. “Para pelaku juga dalam pengejaran. Kami masih penyelidikan,” tukasnya.

Continue Reading

Trending