Connect with us

CitySport

Rayakan Haornas 2021, Begini Sejarah Hari Olahraga Nasional Indonesia!

Published

on

Views : 0

Sejarah Hari Olahraga Nasional (SOurce: okezone.com)

Hari Olahraga Nasional (Haornas) diperingati setiap tanggal 9 September. Haornas sendiri dirayakan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa sportivitas masyarakat di Indonesia. Peringatan Haornas bermula dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) I. PON I ini pertama kali diselenggarakan di Surakarta, Jawa Tengah pada 9-12 September 1948.

Penyelenggaraan PON I diinisiasi oleh pemerintah usai peristiwa atlet Indonesia yang tidak bisa mengikuti kompetisi dunia Olimpiade XIV/1948 di kota London, Inggris. Karena pada saat itu kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia masih belum diakui masyarakat dunia dan paspor Indonesia juga masih belum diakui oleh Pemerintah Inggris.

Karena ditolak, akibatnya Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) memutuskan untuk menyelenggarakan kompetisi serupa di dalam negeri yang saat ini dikenal dengan sebuat Pekan Olahraga Nasional (PON).

Baca Juga:

  1. Pemerintah Pastikan Bonus Atlet Paralimpiade Tidak Dibedakan
  2. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  3. Surat Nikah dan Cerai Soekarno – Inggit dijual, Ridwan Kamil: Tidak Jadi

Penyelenggaraan PON ini merupakan suatu bukti ke dunia internasional bahwa Indonesia yang baru saja merdeka dan lepas dari penjajahan, mampu menyelenggarakan kegiatan olahraga skala nasional.

Penyelenggaraan PON I menjadi awal mulai adanya Hari Olahraga Nasional yang telah mendapatkan atensi luar biasa dari para atlet tanah air. Bahkan, saat itu terdapat 600 atlet yang mengikuti acara tersebut dan bertanding pada 9 cabang olahraga serta merebutkan 108 medali.

Ajang olahraga perdana pasca kemerdekaan Indonesia tersebut dibuka pada 9 September 1948 dna akhirnya tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional setiap tahunnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Terungkap Sirkuit Mandalika Masuk Kalender Balap MotoGP 2022

Published

on

Sirkuit Mandalika

Kabar baik akhirnya tiba bagi para penggemar motor balap atau MotoGP indonesia. Terdapat pemberitahuan penting soal penggunaan Sirkuit Mandalika pada ajang MotoGP 2022 .

Menurut informasi dari Speedweek, jadwal sementara MotoGP 2022 baru akan secara resmi dirilis pada akhir September ini. Pihak Speedweek pun mengklaim dapat bocorannya secara eksklusif. Dalam daftar kalender itu, Sirkuit Mandalika menjadi tuan rumah MotoGP 2022 pada awal musim.

MotoGP musim depan dimulai pada 6 Maret 2022 di Sirkuit Losail, Qatar. Kemudian MotoGP Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2022 seri kedua. Kalender tersebut menyebutkan MotoGP Indonesia di Mandalika akan digelar antara tanggal 13 Maret atau 20 Maret.

Baca Juga :

  1. Seruan Puan Maharani ke Jokowi Soal Kapal China Masuk ke Natuna
  2. Patroli di Laut Natuna Utara, TNI AL Pastikan Tak Menemukan Kapal Asing!
  3. GNPF, FPI & PA 212: Waspada Bangkitnya PKI, Komunis Itu Nyata

Sejak Oktober 2019, pembangunan Sirkuit Mandalika sudah dimulai. Sirkuit ini memiliki 17 tikungan dengan panjang 4,31 kilometer. Kapasitas penonton Sirkuit Mandalika mencapai 195.700 orang yang terdiri dari tribune berdiri, duduk, dan VIP atau Hospitality Suites. Area paddock Mandalika sirkuit sanggup menaungi 40 garasi.

Sirkuit di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) ini terus berbenah untuk menyambut Kejuaraan Dunia Balap Motor MotoGP musim 2021. Situs resmi MotoGP juga memasukkan Sirkuit Mandalika sebagai salah satu tuan rumah balapan musim depan dan ditempatkan di urutan ke-15, setelah MotoGP Thailand dan sebelum MotoGP Argentina.

Kondisi terakhir Sirkuit Mandalika Lombok sampai Desember 2020 yakni pekerjaan tanah atau proses groundwork menunjukkan progres yang positif karena sudah mencapai 94,3 persen, dan Land Clearing seluas 497.239 meter persegi atau 94,74 persen.

Berikut kalender sementara MotoGP 2022 seperti dikutip Speedweek:

06 Maret: Sirkuit Losail/Qatar
13 atau 20 Maret: Sirkuit Jalan Raya Mandalika/Indonesia
03 April: Termas de Río Hondo/Argentina
10 April: Sirkuit Amerika/Texas
24 April: Portimão/Portugal
01 Mei : Jerez/Spanyol
15 Mei: Le Mans/Prancis
29 Mei: Mugello /Italia
5 Juni: Catalunya/Spanyol
19 Juni: Sachsenring/Jerman
26 Juni: Assen/Belanda
10 Juli: KymiRing/Finlandia
07 Agustus : Silverstone/Inggris
21 Agustus: Red Bull Ring/Austria
11 September: MotorLand Aragón/Spanyol
18 September: Misano/Italia
02 Oktober: Motegi/Jepang
09 Oktober: Buriram/Thailand
23 Oktober: Pulau Phillip/Australia
30 Oktober: Sepang/Malaysia
13 November: Valencia/Spanyol.

Continue Reading

Berita Utama

Kota Tua Besok Dibuka untuk Olahraga

Published

on

Kawasan Kota Tua Jakarta Dibuka untuk Olahraga – seruni.id

Besok, Sabtu (18/9/2021), kawasan Kota Tua akan dibuka kembali untuk berolahraga. Namun, hanya kawasan taman di area Kota Tua saja yang dibuka. Area museum hingga saat ini masih diututup.

“Ya (dibuka), di area taman (Kota Tua),” ujar Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Deddy Tarmizi, Jumat (17/9/2021).

Deddy mengatakan bahwa pembukaan kawasan Kota Tua hanya dikhususkan untuk warga yang hendak berolahraga dan tidak untuk berwisata.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Selain itu, hanya beberapa titik yang diperbolehkan untuk digunakan berolahraga, yaitu kawasan plaza dan taman.

“Olahraga terbatas di Plaza khusus Sabtu dan Minggu pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB,” ungkapnya.

Uji coba itu dilakukan untuk berolahraga, tetapi buka berarti musem di kawasan Kota Tua juga akan dibuka.

Menurut Deddy, musem-museum masih tetap ditutup.

“Belum, museum belum (buka). (Hanya) restoran, cafe, hotel, dan kantor yang buka,” terangnya.

Deddy pun mengimbau kepada seluruh warga yang hendak berolahraga di area tersebut tetap mematuhi prokes ketat.

“Ya sudah pasti prokes ketat, hindari kerumunan, jaga jarak,” tutur Deddy.

Continue Reading

Berita Utama

Jokowi Berikan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Paralimpiade Tokyo 2020

Published

on

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) telah sah menerima dan memberikan bonus sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet peraih medali Paralimpiade Tokyo 2020 di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (17/9/2021).

Jokowi menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perjuangan dan kerja kerasa para atlet yang meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa dan negara di Paralimpiade Tokyo 2020.

“Atas prestasi yang saudara raih, pemerintah memberi apresiasi penghargaan berupa bonus. Rp5,5 miliar rupiah kepada peraih [medali] emas, Rp2,5 miliar rupiah bagi peraih perak, Rp1,5 miliar kepada peraih perunggu,” kata Jokowi.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

“Dan bonus juga diberikan kepada para atlet non peraih medali serta pelatihnya, tapi jumlahnya tidak saya sebutkan di sini, nanti yang membisiki biar Pak Menpora,” sambungnya.

Total bonus tersebut setara dengan yang diterima para atlet peraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. Hal itu sesuai dengan janji Presiden kepada Menpora untuk menyamakan bonus di dua ajang multicabang olahraga terbesar di dunia tersebut.

“Dan juga terima kasih atas medali emas yang diberikan di cabang bulutangkis bukan hanya satu emas tapi langsung dua emas. Ini adalah sebuah lompatan dan saudara-saudara mampu membuktikan bisa dan mampu bersaing. Dan selamat juga untuk para juara yang sudah mempersembahkan baik medali perak maupun perunggu,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi berharap prestasi yang telah diraih para atlet di Paralimpiade Tokyo 2020 itu dapat menjadi inspirasi dan motivasi banyak atlet maupun masyarakat lain.

“Dan jangan lalai untuk mempersiapkan diri. Ingat Paralimpiade di Prancis tinggal tiga tahun lagi karena di 2024. Dan kita harapkan di Paralimpiade 2024 nanti kita bisa meraih medali dan prestasi yang lebih tinggi lagi,” terangnya.

Pada pagelaran Paralimpiade Tokyo 2020, Indonesia berhasil mendapatkan dua medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Hasil  itu menempatkan Indonesia di urutan ke -43 daftar perolehan medali.

 Medali emas berhasil diraih oleh Leani Ratra Oktila/Khalimatus Sadiyah di ganda putri bulutangkis SL3/SU5 serta di ganda campuran melalui pasangan Ratri dan Hary Susanto.

Tiga perak diraih Ratri di tunggal putri, lalu Dheva Antimusthi di tunggal putra bulutangkis dan Ni Nengah Widiasih dari cabang olahraga powerlifting.

Kemudian, medali perunggu dipersembahkan Saptoyogo Purnomo dari atletik, Davis Jacobs dari tenis meja, dan Suryo Nugroho serta Fredy Setiawan dari tunggal putra bulutangkis.

Continue Reading

Trending