Connect with us

CityEducation

UNJ Putuskan Gelar Pembelajaran Tatap Muka Semester Ini

Published

on

Views : 2
Photo: Angga Seftian (MyCity)

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dikabarkan akan gelar kuliah tatap muka terbatas pada semester ini. Hal tersebut didasarkan dari anjuran Mendikburistek Nadiem Makariam yang mendorong perguran tinggi di wilayah PPKM Level 3 untuk segera melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Tim Pengembang Wakil Rektor UNJ, Meiliasari, mengatakan PTM hanya akan dilaksanakan pada perkuliahan yang membutuhkan kegiatan praktikum. Untuk perkuliahan yang hanya sebatas pemberian materi tetap dilakukan secara online.

“Perkuliahan teori di UNJ masih akan dilakukan secara daring. Perkuliahan tatap muka terbatas diizinkan hanya untuk kegiatan praktikum dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Meiliasari pun mengatakan bahwa pelaksanaan kuliah tatap muka akan dilaksanakan pada semester ini, yaitu Agustus-Desember. Namun, hingga kini belum ada kejelasan tanggal berapa PTM dilaksanakan.

“Semester ini, semester yang sedang berjalan Agustus-Desember,” ujarnya

Kuliah tatap muka nantinya dilaksanakan dengan aturan kapasitas laboratorium sebesar 50 persen. Selain itu, syarat lainnya adalah mahasiswa harus sudah mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

“Kapasitas laboratorium dibatasi maksimal 50 persen. Ada sayarat (untuk mahasiswa) sudah divaksinasi,” terang Meiliasari.

Berita Utama

Jokowi Restui Pembelajaran Tatap Muka, Asal Sekolah Penuhi Peraturan Ini

Published

on

Presiden Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), merestui digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Syaratnya, guru dan siswa sudah menerima vaksin Covid-19.

Tak hanya itu saja, Jokowi menyatakan sekolah-sekolah yang boleh menggelar PTM adalah yang daerahnya sudah berada di level 3 dan 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Adapun, wilayah yang masih berstatus level 4 wajib melakukan proses belajar dan mengajar secara online.

“Nanti semuanya setelah divaksin, langsung bisa pembealajaran tatap muka asal sudah tidak berada di level 4,” ujarnya seperti dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/9/2021).

Baca Juga :

  1. Apple Rilis iPhone 13 pada 14 September 2021
  2. Kemenkes Pastikan Data Masyarakat di eHAC Tak Bocor
  3. Dapatkan Diamond Secara Cuma-Cuma, Ikuti Advance Server FF

Jokowi memerintahkan seluruh kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi Covid-19. Ia berkata upaya itu bisa melindungi para pelajar dari Covid-19 selama mengikuti PTM terbatas.

Mantan Wali Kota Solo itu juga mengecek ketersediaan vaksin Covid-19 di beberapa daerah. Ia berpesan agar kepala daerah tidak menahan stok vaksin yang dikirim pemerintah pusat.

“Habis minta lagi ke Menkes [Budi Gunadi Ssadikin]. Kalau Menkes enggak kirim-kirim, telepon ke saya. Kalau sudah divaksin, segerakan pembelajaran tatap muka, terutama yang SMA, SMK, SMP,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah mendorong seluruh sekolah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Imbauan itu semakin gencar setelah data penularan Covid-19 menunjukkan pelandaian.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengaku risau pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat membuat pelajar mengalami ketertinggalan pembelajaran atau learning loss. Ia pun menyebut vaksinasi bukan syarat PTM.

Continue Reading

Berita Utama

Nadiem: Belajar Tatap Muka Sudah Kuno!

Published

on

Foto Mendikbudristek Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, kembali mengritik sistem pembelajaran di Indonesia. Menurut dia, sistem pembelajaran dengan hanya mendengarkan guru sudah kuno.

“Sudah tidak zaman lagi kita masuk ke dalam situasi dan kembali ke sekolah tatap muka, cuma agar adek-adek kita masuk kelas, mendengarkan ceramah dan setelah itu diakhir semester dia dites,” kata Nadiem dalam orasi ilmiah di acara Dies Natalis ke-64 Universitas Padjadjaran, Sabtu (11/9/2021).

“Itu bukan pembelajaran yang kita maksudkan di abad ke-21. Itu bukan yang dimaksud dalam merdeka belajar,” dia menambahkan.

Baca Juga:

  1. Mulai Besok! Ini Aturan Baru & Syarat Naik KRL
  2. Tips Lolos Kartu Prakerja Gelombang 20
  3. Taliban Larang Perempuan Afghanistan Berolahraga

Sebelum menjabat sebagai Mendikbudistek, Nadiem merupakan founder sekaligus CEO Gojek. Oleh karenanya, dia menekankan penggunaan teknlogi untuk meningkatkan sistem pembelajaran di Tanah Air.

“Kenapa tidak bisa konten-konten tersebut, ceramah ceramah tersebut, itu semuanya dipaparkan secara online,” tegas dia.

“Sehingga, mahasiswa pada saat masuk tatap muka, bisa fokuskan waktu tersebut untuk diskusi, untuk berdebat, mengerjakan projek bersama, melakukan presentasi dan mendapatkan feedback dari teman-temannya,” tuturnya.

Selain untuk menngkatkan sistem pembelajaran di Indonesia, Nadiem beralasan bahwa penggunaan teknologi merupakan satu-satunya solusi terbaik untuk pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Continue Reading

Berita Utama

Akibat Pelanggaran, Dinas Pendidikan DKI Jakarta Menghentikan PTM di SDN 05 Jagakarasa

Published

on

By

Ilustrasi Sekolah Tatap Muka. (MyCity/MUHAMMAD IBNU HAZAR).

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menghentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah SDN 05 Jagakarsa, Jakarta Selatan, akibat adanya pelanggaran penerapan protokol kesehatan selama proses PTM.

Kepala sekolah dan guru SDN 05 Jagakarsa, Jakarta Selatan tidak mendapatkan sanksi akibat adanya pelanggaran penerapan prokes selama proses pembelajaran tatap muka terbatas.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

“Gurunya tidak ada sanksi, tetapi tetap ada pembinaan bagaimana penerapan protokol kesehatan,” kata Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja, Senin (06-09-2021).

Diketahui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana menegaskan jajarannya sudah menyelidiki pihak SDN 05 Jagakarsa, Jakarta Selatan, usai tersebarnya video yang menunjukan adanya pelanggaran aturan yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan, yaitu tidak mengenakan masker dengan baik selama proses pembelajaran berlangsung.

“Dihentikan sementara, karena tidak sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku untuk dievaluasi kembali,” ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, Sabtu (04/09/2021).

Penutupan sementara ini diharapkan menjadi pembelajaran untuk setiap satuan Pendidikan agar mematuhi ketentuan yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan memenuhi kedisplinan protokol kesehatan, terpenting untuk keamanan anak dan warga sekolah sekitarnya.

Continue Reading

Trending