Connect with us

Berita Utama

Sejarah Panjang Penemuan Vaksin: dari Cacar Hingga Covid-19

Published

on

Views : 2

Vaksin

Vaksin saat ini menjadi senjata paling utama untuk menghadapi Virus Covid-19 yang melanda dunia. Segala penyakit yang disebabkan pleh virus bisa disembuhkan dengan vaksin. Ada cerita panjang di balik proses penemuan vaksin.

Namun, sebelum MyCity membahas perihal sejarah panjang penemuan vaksin, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari vaksin. Seperti dinukil dari Web MD, Selasa (7/9/2021), vaksin adalah sebuah zat atau substansi yang membantu melawan penyakit tertentu.

Vaksin mengandung virus yang dilemahkan atau sudah mati. Saat vaksin disuntikkan ke dalam tubuh, antigen masuk ke aliran darah dan dianggap sebagai zat asing yang memicu sistem imun adaptif tubuh.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Sebagai pelindung tubuh, otomatis sistem imun adaptif akan melawan antigen tersebut dan membentuk antibodi. Selain itu, sistem imun adaptif juga merekam segala informasi dan menciptakan memori.

Supaya saat tubuh terinfeksi oleh zat yang sama, sistem imun bisa lebih cepat mengenali dan menyerang secara agresif, sebelum zat tersebut menyebar dan menyebabkan sakit.

Sederhananya, vaksin akan mengenali suatu patogen ke sistem imun untuk dipelajari. Agar sistem imun menjadi jauh lebih siap untuk melawan patogen tersebut.

Seiring waktu, vaksin telah banyak dikembangkan oleh para ilmuwan sehingga ada banyak jenis. Vaksin juga menjadi salah satu metode untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

Sejarah Penemuan Vaksin

Vaksin pertama kali ditemukan pada tahun 1796 ketika wabah Variola atau Cacar merebak. Namun sebelum ditemukannya vaksin, usaha Sebelum itu, usaha untuk mencegah terjadinya infeksi oleh sebuah penyakit telah dilakukan sejak jaman Yunani kuno, 429 SM.

Pada saat itu, seorang ahli sejarah Yunani menemukan bahwa orang-orang yang berhasil sembuh dari cacar tidak pernah terinfeksi cacar untuk yang keduakalinya.

Pada tahun 900, orang-orang Cina menemukan bentuk kuno dari vaksinasi, yaitu variolasi. Variolasi adalah proses memindahkan virus cacar dari lesi penderita cacar ke orang-orang yang sehat, dengan tujuan untuk mencegah infeksi cacar.

Variolasi mulai menyebar ke tanah Eropa pada abad ke-18 ketika terjadi wabah cacar. Dengan variolasi, tingkat kematian akibat cacar dapat dikurangi pada saat itu.

Di sisi lain, vaksin cacar pertama dibuat pada tahun 1796. Adalah dokter bernama Edward Jenner di Berkeley yang menemukannya. Dengan mengambil nanah lesi cacar sapi dari tangan seorang pemerah susu, dr. Jenner menularkan seorang anak berusia 8 tahun, James Phipps, dengan virus cacar sapi.

Enam minggu kemudian dr. Jenner melakukan variolasi (proses memindahkan pus dari lesi aktif seseorang yang menderita variola, ke lengan orang lain yang sehat dengan menggunakan sebuah jarum) terhadap 2 titik di lengan Phipps dengan virus variola.

Hasilnya, ternyata anak laki-laki tersebut tidak terinfeksi variola dan tetap sehat meskipun prosedur variolasi diulang untuk kedua kalinya.

Lantas, apa yang menginspirasi dr.Jenner untuk membuat vaksin? ada awalnya dr. Jenner memperhatikan penduduk lokal yang mayoritas bermatapencaharian sebagai peternak. Mereka yang memerah susu sapi sering kali terinfeksi oleh cacar sapi (cow pox) yang menyebabkan muncul lesi pustul pada tangan dan lengan.

Ternyata mereka yang pernah terinfeksi dengan cacar sapi menjadi kebal terhadap infeksi variola yang mana pada saat itu terjadi wabah variola di desa tersebut. Dengan pengalaman tersebut, dr. Jenner memulai penelitian klinis yang pertama di dunia. Penelitian itu menghasilkan alternatif terhadap variolasi yang sudah dilakukan di Asia pada tahun 1600an dan di Eropa serta Amerika pada awal tahun 1700an.

Kenapa Dinamakan Vaksin?

Istilah vaksin digunakan oleh dr. Jenner oleh karena substansi ini berasal dari cacar sapi, di mana sapi dalam bahasa latin adalah vacca. Istilah vaksin mengacu pada vaksin variola hingga pada tahun 1885 Louis Pasteur, seorang ahli kimia, menemukan vaksin untuk rabies.

Sejak saat itu, istilah vaksin menjadi lebih umum, yaitu suspensi berisi mikroorganisme yang telah dilemahkan atau dinonaktifkan, yang berfungsi untuk menimbulkan kekebalan dan mencegah terinfeks suatu penyakit.

Cara Kerja Vaksin

Sistem imun merupakan sistem pertahanan tubuh yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit.

Ketika mikroba asing masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan memicu berbagai macam respon. Respon tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi mikroba asing dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Contohnya, saat bersin. Umumnya, bersin ditimbulkan karena hidung menghirup udara yang bercampur debu atau kotoran.

Saat udara kotor menyentuh bulu hidung, otak akan menerima sinyal dari sel saraf untuk memproduksi histamin yang membuat hidung terasa gatal.

Di sisi lain, otak juga akan mengirimkan sinyal ke otot tenggorokan dan paru-paru untuk mengeluarkan udara kotor tersebut melalui tenggorokan. Bersin termasuk salah satu bentuk respon sistem imun bekerja.

Sistem imun terbagi menjadi dua, yaitu sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif. Sistem imun bawaan punya respon yang sangat cepat.

Di Indonesia sendiri, saat ini ada 7 jenis vaksin yang telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengobati Covid-19. Ketujuh vaksin tersebut adalah Sinovac, Vaksin Covid-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Sputnik V.

Setiap vaksin memiliki efek samping. Meski demikian, keuntungan yang didapat jika Cityzen disuntik Vaksin Covid-19 lebih besar dibandingkan dengan efek sampingnya. Jadi, jangan takut ya untuk mendapatkan suntikan Vaksin Covid-19.

Berita Utama

Inilah Para Pahlawan Covid-19 Tanah Air Pilihan MyCity

Published

on

Pahlawan Covid-19

Indonesia kini dihantui pandemi bernama Virus Covid-19. Dampaknya pun amatlah besar. Banyak orang terdekat yang positif kemudian meninggal dunia. Banyak pula usaha yang harus gulung tikar sehingga menimbulkan banyak pengangguran.

Di tengah histeria massal akibat pandemi Covid-19 ini, masih saja banyak orang yang mencoba mengambil kesempatan dalam kesempitan. Misalnya, menimbun alat-alat kesehatan yang dibutuhkan dan kemudian menjualnya dengan harga mahal. Ada pula pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang mengkorupsi dana bantuan sosial untuk masyarakat.

Meski demikian, ada pula beberapa orang yang tergerak hatinya untuk membantu sesama di masa pandemi Covid-19 ini. Meskipun mereka juga mengalami kesulitan, mereka tak segan-segan mengulurkan tangan untuk membantu sesama.

MyCity menyebut mereka sebagai para pendekar Covid-19. Pendekar pertama adalah dari bidang kesehatan. MyCity memilih sosok Ronald Angga Poernama.

Ronald Angga Poernama

Dia adalah pria berusia 34 tahun yang tinggal di Cikupa, Tangerang. Dia merasa miris dengan harga tabung oksigen yang melambung tinggi di masa pandemi Covid-19 ini.

Dia kemudian membeli 20-an tabung oksigen menggunakan dana pribadi dan dipinjamkan pada siapa saja yang sedang darurat butuh menggunakannya. Syaratnya tak sulit, si peminjam cukup menunjukkan foto KTP saja.

Ada juga Adib Budiono, Ketua Yayasan Sahabat Difabel, Jepara. Di masa pandemi ini, ia berinovasi membuat masker untuk tunarungu agar mereka lebih mudah dalam berkomunikasi.

Tak hanya itu, ia pun merangkul anggota-anggota yayasannya, para difabel di wilayah Jepara, untuk bersama-sama membuat produk seperti minuman sehat dari rempah-rempah, hand sanitizer, hingga produk kebersihan.

Untuk perihal pemakaman Covid-19, ada pahlawan bernama Badar Roedin, Kepala Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dia mewakafkan tanah pribadi seluas 1.700 meter persegi untuk dialihfungsikan sebagai tanah makam untuk jenazah Covid-19.

Badar Roedin

Badar mempersilakan siapa saja korban Covid-19 yang meninggal dunia dan ditolak di pemakaman warga, bisa dikebumikan di tanah miliknya secara gratis.

Tak hanya mewakafkan tanah, sebelumnya Badar juga diketahui kerap menggunakan sebagian honor yang ia miliki sebagai seorang kepala desa untuk memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19 di daerah Talunombo. Ia pun pernah menghibahkan gaji sebulan penuh untuk Satgas Covid-19 guna membeli disinfektan, hand sanitizer, hingga mencetak banner untuk kebutuhan edukasi dan sosialisasi.

Dari Bogor, ada mantan sopir taksi bernama Ardi Novriansyah, yang menjadi sukarelawan pengemudi ambulans dan bertugas menjemput jenazah pasien Covid-19.

Selama pandemi, ambulans memang banyak dicari-cari, baik untuk mengantar-jemput pasien Covid-19 ke rumah sakit ataupun mengantarkan jenazah ke pemakaman. Ardi, yang berusia 41 tahun, seringkali menemukan jenazah orang yang meninggal akibat Covid-19 saat mengisolasi diri di rumah. Dalam sehari, ia bisa menerima panggilan selama 24 jam untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Untuk bidang pekerjaan, ada Endrik Yahmawan. Dia memutuskan untuk menjadi kurir barang dan membangun KurirExpress. Ia mempromosikan jasanya di media sosial dan pada Maret 2021, mulai membuka lapangan kerja hingga kini memiliki 15 orang kurir.

Dari bidang pendidikan, Ujang Setiawan Firdaus, S. Pd., seorang guru di kelas V di Sekolah Dasar Negeri 01 Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tahu betul bahwa murid-muridnya tak semua punya gawai, bahkan saluran televisi pun sulit ditangkap.

Ujang Setiawan Firdaus

Karena keterbatasan tersebut, ia setiap hari berkeliling rumah muridnya untuk tetap belajar tatap muka. Dengan menggunakan dana pribadi, ia mengunjungi rumah-rumah murid menggunakan motor dan membawakan kertas-kertas fotokopi buku pelajaran sekolah dasar serta sejumlah masker untuk dibagikan pada muridnya.

Itulah tadi para pahlawan Covid-19 di Indonesia. Semoga, para pahlawan ini bisa menginspirasi kita untuk bergerak dan membantu sesama agar pandemi Covid-19 di Tanah Air cepat selesai.

Continue Reading

Berita Utama

iPhone 12 Vs iPhone 13: Inilah Persamaan & Perbedaannya

Published

on

iPhone 13

Apple pada 14 September lalu meluncurkan seri ponsel iPhone 13 yakni iPhone 13 mini, iPhone 13, iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max.

Kehadiran jajaran ponsel iPhone 13 ini adalah untuk menggantikan pendahulunya, seri iPhone 12. Lantas, apa saja perbedaan dan persamaan antara iPhone 12 dan iPhone 13?

Untuk persamaannya, pada seri iPhone 13 terbaru yang paling jelas adalah desain persegi yang serupa, tampilan OLED, kamera depan, chip A15, perangkat lunak iOS 15 dan sistem jaringan 5G.

Ada banyak kesamaan antara model iPhone 13, semuanya memiliki desain tepi datar yang serupa, meskipun ada beberapa variasi antara model seperti pada lensa kamera di bagian belakang.

Baca Juga :

  1. Jokowi Resmikan Pabrik Baja Tercanggih Kedua di Dunia
  2. Pentingnya Mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Sebagai Penunjang Karir
  3. Kemang, Tempat Jin Buang Anak yang Menjelma Jadi Kawasan Elite

Model Pro memiliki tampilan yang lebih premium, tetapi model standar masih memiliki hasil akhir yang bagus, memilih rangka aluminium buat pesawat (aerospace-grade) dari pada baja tahan karat untuk bedah (surgical-grade).

Semua model dibekali chip A15 dengan Neural Engine 16-core generasi berikutnya, keempat model juga menggunakan perangkat lunak iOS 15 serta kompatibel dengan 5G.

Keseluruhan model seri iPhone 13 juga memiliki panel layar OLED dengan dukungan True Tone, Haptic Touch, dan HDR, meskipun resolusi dan beberapa teknologinya berbeda, dan semuanya hadir dengan kamera depan yang sama.

Selain itu, keempat model tersebut memiliki Face ID, yang membedakannya dari model iPhone SE yang menggunakan Touch ID.

Untuk perbedaannya, Ukuran fisik dari iPhone 13 mini sampai iPhone 13 Pro Max memiliki perbedaan yang sangat jelas terlihat.

iPhone 13 mini memiliki ukuran 131,5 x 64,2 x 7,65mm, dan berat 141 gram, iPhone 13 memiliki ukuran 146,7 x 71,5 x 7,65mm, dan berat 174 gram, iPhone 13 Pro memiliki ukuran 146,7 x 71,5 x 7,65mm, dan berat 204 gram, dan iPhone 13 Pro Max berukuran 160,8 x 78,1 x 7,65mm, serta berat 240 gram.

Keempat model iPhone baru memiliki dimensi fisik yang bervariasi. Ponsel iPhone 13 mini merupakan yang terkecil dan teringan, sedangkan iPhone 13 Pro Max adalah yang terbesar dan terberat.

IPhone 13 standar dan iPhone 13 Pro memiliki ukuran yang sama persis, tetapi Pro sedikit lebih berat dan lebih premium dalam penyelesaiannya. Keempat perangkat memiliki ketebalan yang sama, seperti dilansir Pocket Lint.

Ukuran layar pada setiap seri iPhone memiliki perbedaan tersendiri, kecuali pada iPhone 13 standar dan iPhone 13 Pro, kedua ponsel ini memiliki ukuran layar yang sama yakni 6,1 inci. Sedangkan iPhone 13 mini memiliki ukuran layar 5,4 inci dan iPhone 13 Pro Max.
IPhone 13 mini memiliki layar terkecil 5,4 inci. Ia memiliki resolusi 2340 x 1080 piksel, 476ppi, yang menjadikannya tampilan paling tajam dari keempat model dan juga tampilan yang brilian.

iPhone 13 dan iPhone 13 Pro sama-sama berukuran 6,1 inci dengan resolusi 2532 x 1170 piksel, 460ppi, dan iPhone 13 Pro Max paling besar berukuran 6,7 inci dengan resolusi 2778 x 1284 piksel, 458ppi.

Pengaturan kamera belakang adalah salah satu fitur pembeda utama antara iPhone 13 mini dan iPhone 13 dan model Pro.

iPhone 13

IPhone 13 mini dan iPhone 13 memiliki kamera belakang ganda, terdiri dari kamera utama 12MP dengan bukaan f/1.6 dan kamera sudut ultra lebar 12MP dengan bukaan f/2.4.

IPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max memiliki tiga kamera belakang. Keduanya memiliki kamera utama 12MP dengan bukaan f/1.5, kamera sudut ultra lebar 12MP dengan bukaan f/1.8, dan kamera telefoto 12MP dengan bukaan f/2.8. Lensa telefoto menawarkan 3x optical zoom.

Dilansir dari CNET, iPhone 13 Pro dan 13 Pro Max memiliki mode makro baru, yang terpicu secara otomatis saat Anda berada dalam jarak beberapa sentimeter dari subjek.

Cara kerja fotografi makro adalah saat pengguna mendekati subjek, kamera secara otomatis beralih dari kamera lebar ke ultrawide. Sekarang ultrawide memiliki autofokus, ia dapat mengunci fokus pada sesuatu yang hanya berjarak beberapa sentimeter.

Keempat model menggunakan stabilisasi sensor-shift. Semuanya juga memiliki Smart HDR 4 untuk foto, Mode Potret dengan bokeh canggih dan Kontrol Kedalaman, Mode Malam, dan Deep Fusion. Selain itu ada juga fitur yang disebut Gaya Fotografi dan video Sinematik.

Continue Reading

Berita Utama

Luhut: Jawa Bali Kini Tidak Ada Daerah yang Masuk Level 4

Published

on

By

Foto Luhut Binsar Pandjaitan.

Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa-Bali.

PPKM Jawa-Bali diperpanjang selama 2 pekan mulai tanggal 21 September sampai 4 Oktober 2021.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, melalui YouTube pada Senin (20/9/2021).

“Dengan melihat perkembangan yang ada, maka perubahan PPKM level diberlakukan selama 2 minggu untuk Jawa Bali, namun evaluasi tetap dilakukan setiap minggunya untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat,” kata Luhut.

Luhut menjelaskan, di Jawa Bali kini tidak ada daerah yang memasuki level 4. Ini merupakan kabar baik

“Tidak ada kab/kota Level 4 di Jawa Bali. Ini harus disyukuri tapi Presiden mengingatkan agar kita tetap waspada dan hati-hati.

Karena banyak negara setelah seperti ini naik lagi dengan cepat,” jelasnya.

Perpanjangan ini artinya memasuki PPKM Level 3 pekan kelima setelah sebelumnya diturunkan dari Level 4 pada 24 Agustus, 30 Agustus, 6 September, dan 13 September 2021.

Sebelumnya, PPKM Darurat telah diterapkan sejak Juli lalu saat lonjakan kasus terjadi.

Dalam 7 hari terakhir, kasus konfirmasi nasional cenderung stabil berada di angka 3 ribuan kasus per hari.

Angka ini telah jauh menurun dibanding ketika PPKM Level 3 pertama sebanyak 19.106 kasus.

Hari ini, kasus COVID-19 baru bertambah 1.932, kasus sembuh bertambah 6799, dan meninggal 166 dengan testing 150 ribu sekian.

Sementara, kasus aktif sudah kurang dari 60 ribu.

Lalu, kasus harian turun hingga 98 persen dari puncaknya pada Juli lalu

Diketahui, pada penerapan PPKM sejak minggu lalu, pemerintah menurunkan provinsi Bali menjadi Level 3.

Sehingga dari 11 kota/kabupaten level 4 pada minggu lalu, pada hari ini jumlahnya berkurang menjadi hanya 3 kota/kabupaten.

Continue Reading

Trending