Connect with us

International

Taliban Berjanji Lindungi Keselamatan Pekerja Kemanusiaan

Published

on

Taliban

Melalui pertemuan dengan Kepala Kemanusiaan PBB, Martin Griffith, di Ibu Kota Kabul, Minggu (5/9/2021) waktu setempat, Taliban berjanji menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan dan akses bantuan di Afganistan.

Seperti dinukil dari AFP, Senin (6/9/2021), Griffith berada di Afganistan selama beberapa hari. Tujuannya adalah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Taliban setelah Afganistan dikuasai oleh kelompok itu.

“Pihak berwenang berjanji bahwa keselamatan dan keamanan staf kemanusiaan, dan akses kemanusiaan ke orang-orang yang membutuhkan, akan dijamin dan pekerja kemanusiaan – baik pria maupun wanita – akan dijamin kebebasan bergerak,” demikian pernyataan dari juru bicara PBB, Stephane Dujarric.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Dalam pertemuan dengan Taliban, Griffith menyatakan komunitas kemanusiaan berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang tidak memihak dan independen.

Griffiths juga meminta semua pihak untuk memastikan hak dan keselamatan perempuan, baik yang berkontribusi dalam pemberian bantuan maupun warga sipil.

Diketahui bahwa kebebasan perempuan di Afghanistan sangat dibatasi di bawah pemerintahan Taliban tahun 1996-2001 silam.

Berita Utama

Rusia Minta Taliban Tepati Janji ke Warga Afganistan

Published

on

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan kepada Taliban  untuk menepati janjinya untuk menjamin hak-hak dan kebebasan rakyat Afganistan. Hal itu disampaikan dalam pidatonya pada pertemuan puncak internasional membahas tentang Afganistan yang dihadiri oleh perwakilan Taliban, Cina, Iran, India dan Pakistan.

“Membentuk pemerintahan inklusif yang benar-benar mencerminkan kepentingan tidak hanya semua kelompok etnis, tetapi juga semua kekuatan politik Negara diperlukan untuk mencacpai perdamaian yang stabil di Afganistan,” kata Sergei Lavrov.

Baca Juga :

  1. Klaim Batik dari Negaranya, Miss World Malaysia Kena Bully Warganet Indonesia
  2. Sustainable Fashion, Selamatkan Bumi dari Sampah Mode
  3. KADIN Bandara Shia Siap Jembatani Para Pelaku UMKM

Selama pertemuan pada hari Rabu (20/10/2021), Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meminta Taliban untuk tidak mengizinkan penggunaan wilayah Afghanistan untuk menyerang negara ketiga, terutama tetangga.

Lavrov juga meminta kepada pemerintahan Afganistan yang baru untuk menstabilkan situasi politik-militer di negara itu.

 “Kami melihat upaya pemerintah sementara Taliban untuk menstabilkan situasi politik-militer dan meningkatkan kinerja pemerintah Afghanistan. Kebangkitan Taliban ke tampuk kekuasaan masih belum stabil, dan kelompok teroris, termasuk ISIS dan al-Qaeda, mencoba mengambil keuntungan dari situasi tersebut dengan tindakan seperti serangan baru-baru ini terhadap situs keagamaan di Afghanistan,” ujarnya.

Dia mengatakaan juga masalah ekonomi dan keuangan Afghanistan yang parah dan penolakan masyarakat internasional untuk mengakui pemerintah Taliban sebagai penyebab utama ketidakstabilan di negara itu, dan mengatakan saat ini tidak ada alternatif untuk keseimbangan kekuatan di Afghanistan.

Diplomat senior Rusia itu juga menekankan bahwa mengakui pemerintah Taliban saat ini tidak ada dalam agenda Moskow, tetapi Rusia terus mempertahankan kontak dengan Taliban.

Sebelum pertemuan, Lavrov meminta masyarakat internasional untuk memberikan bantuan keuangan kepada pemerintah Kabul untuk mencegah krisis kemanusiaan dan gelombang tinggi migrasi Afghanistan ke negara lain.

Di sela-sela pertemuan, Zamir Kabulov, utusan khusus presiden Rusia untuk Afghanistan, meminta PBB mengadakan konferensi untuk mengumpulkan dana bagi Afghanistan. Dia juga menekankan Taliban harus memenuhi harapan hak asasi manusia masyarakat Afganistan jika mereka ingin diakui.

Abdul Salam Hanafi, wakil perdana menteri Taliban dan kepala delegasi kelompok itu, meyakinkan dunia dan kawasan, terutama tetangga Afghanistan, bahwa situasi keamanan negara itu aman dan tidak ada ancaman terhadap Afghanistan. .

“Kami berkomitmen untuk mereformasi struktur Imarah Islam, tetapi itu akan memakan waktu,” tambahnya.

Pada saat yang sama, juru bicara kementerian luar negeri Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa delegasi Taliban, yang dipimpin oleh Abdul Salam Hanafi, telah membahas hubungan positif antara Kabul dan Moskow, stabilitas regional dan pembangunan masa depan yang lebih baik untuk Afghanistan.

Continue Reading

International

Pemerintah India Undang PM Israel ke New Delhi

Published

on

Bendera Israel dan India

Perdana Menteri India Narendra Modi mengundang Naftali Bennett ke New Delhi. Undangan Perdana Menteri Israelitu disampaikan saat kunjungan Menlu India ke Tel Aviv. Dalam pertemuan tersebut, Menlu India mengumumkan mengundang Naftali Bennett ke New Delhi. Namun, belum ada kejelasan tanggal yang ditetapkan untuk perjalanan ini.

Baca Juga :

  1. Tragedi Kelam Bintaro & Kisah Pilu Masinis Selamet
  2. Awal Tahun Depan, Bank Tanah Bakal Terbentuk
  3. Skandal Aborsi, Aktor Kim Seon-ho Tinggalkan 1 Day 2 Nights

Ada sekitar 80.000 orang Yahudi di India dan minoritas kecil Yahudi di Palestina memberikan alasan baik bagi Zionis Israel untuk memperluas ikatan politik dan budaya mereka.

Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi menyambut Netanyahu di bandara New Delhi pada Januari 2018. Kehadiran delegasi Israel yang beranggotakan 130 orang selama enam hari di India bertujuan membahas perluasan kerja sama di bidang keamanan, militer, teknologi, dan pertania. Pada saat itu, kunjungan Netanyahu ke India terjadi enam bulan setelah kunjungan Modi ke Israel pada Juli 2017, kunjungan pertama Perdana Menteri India ke Palestina sejak kemerdekaan India.  

Continue Reading

Berita Utama

Usai Covid-19, Kini Kiamat Babi Mengancam AS

Published

on

krisis babi di AS

Amerika Serikat (AS) saat ini tengah berjuang untuk mengatasi pandemi Covid-19. Namun, kini Negeri Paman Sam mendapatkan masalah baru bernama kiamat babi.

Seperti dilansir CNBC International, Rabu (20/10/2021), kiamat babi terjadi akibat harga babi di AS mengalami kenaikan tajam. Hal itu dipicu pandemi Covid-19 dan Undang-Undang baru soal kesejahteraan hewan di AS.

Setidaknya UU itu berlaku di negara bagian California. Wilayah itu merupakan pasar daging babi terbesar di AS.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Sejak 1 Januari, produk daging babi harus mematuhi standar khusus terkait induk si babi. Para induk babi masing-masing harus diberi ruangan memadai, setidaknya 24 kaki persegi dalam kandangnya.

Produsen sudah memperingatkan ini akan menambah biaya tambahan di seluruh rantai pasokan makanan. Yang pada akhirnya membuat warga California dan wilayah lain di AS memiliki hanya sedikit stok dan tentunya dengan harga lebih mahal.

“Beberapa percaya rantai pasokan daging babi sedang tertatih-tatih di tepi ancaman besar,” demikian keterangan dari CNN International.

“‘Krisis Bacon Terbesar di California’ bisa berarti akhir dari Bacon yang membawa ‘Kiamat Daging Babi’ atau membuat sarapan pokok menghilang dari meja orang-orang California.”

Menurut beberapa ekonom, kenaikan memang tak bisa dipungkiri. Harga daging babi bisa saja naik sekitar 8 dolar AS atau sekitar Rp112 ribu untuk pembelian daging secara tahunan.

“Pada umumnya, akan ada dampak jangka panjang dari ini, apa pun yang terjadi,” kata Trey Malone, asisten profesor di Departemen Pertanian, Pangan, dan Ekonomi Sumber Daya Michigan State University.

“Ini adalah sesuatu yang menjadi perhatian seluruh industri pertanian.”

Sebelumnya induk babi yang hamil hanya ditempatkan dalam kandang berukuran 7 kali 2 kaki. Kandang ini dapat memberi ruang untuk induk babi itu makan, berdiri, duduk, dan berbaring.

Namun babi tidak memiliki ruang untuk berjalan, bergerak bebas, bersosialisasi, dan berbalik. Ini dianggap kejam.

Continue Reading

Trending