Connect with us

CityAutomotive

Wuling ZhengCheng MVP Terbaru dengan Harga Rp160 Jutaan

Published

on

Wuling ZhengCheng

Produsen mobil asal China Wuling merilis mobil MPV Bernama Wuling ZhengCheng. Mobil bertipe keluarga ini mampu menangkut hingga 9 penumpang. General Motors bersama rekanan usahanya di China, SAIC Motor dan Liuzhou Wuling, memodifikasi kendaraan multiguna dengan tipe mobil MPV yang lebih besar menawarkan ruang interior besar untuk kebutuhan mobil keluarga maupun kendaraan komersial.

ZhengCheng memiliki dimensi panjang 5.150 mm, lebar 1.840 mm dan tinggi 1.895 mm. sebagai MPV boxy, mobil dilengkapi dengan sliding doors besar dan desain lampu depan yang pipih. Penggunaan pelek lima palang, pilar-pilar dihitamkan dan sharkfin antena mempermanis eksterior mobil.

Dibekali mesin 4 silinder turbo 1.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga 144 dk dan torsi 250 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual 6 percepatan, dengan konsumsi bahan bakar 7,6 liter per 100 km.

Baca Juga :

  1. Bersiaplah Indonesia Kedatangan Taksi Terbang!
  2. Tanda Oli Sepeda Motor Harus Diganti, Jangan Sampai Telat!
  3. BMW Siap Bersaing dengan Skutik 150 CC Terbaru

Wuling ZhengCheng menghadirkan Empat warna eksterior yang tersedia: Glacier White, Wave Silver, Earth Grey, dan Starry Night Black. Interior mengadopsi skema warna two-tone.

Sebelumnya Wuling Motors sudah punya 2 model MPV yakni Wuling Confero series (Confero dan Confero S) dan Wuling Cortez yang telah di jual lebih dulu di Indonesia.

Meski belum masuk pasar Indonesia, Wuling sudah mejual MPV terbarunya ini di China dengan harga Mulai dari 75.800 CNY (Rp. 167,2 Juta) untuk tipe ZhengCheng Commercial dan 90.800 CNY (Rp. 200 Juta) untuk ZhengCheng Luxury Plus.

Advertisement

Berita Utama

Sejarah Terciptanya Mobil Listrik, dari Alessandro Volta Hingga Thomas Alva Edison

Published

on

Mobil listrik

Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar untuk mengembangkan mobil listrik. Padahal, mobil listrik sebenarnya sudah ada lebih dari 100 tahun lalu.

Alessandro Volta, Michael Faraday, hingga Robert Anderson adalah tiga nama penting di balik sejarah pengembangan mobil listrik dunia.

Ketiganya menyongsong kemajuan zaman. Peran besar mereka jadi awal bagaimana mobil listrik dapat mengaspal di jalan-jalan dunia.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Jika Cityzen bertanya mengenai siapa pelopor hadirnya mobil listrik, sejatinya agak sulit untuk mengungkapkannya. Dikutip dari Nigel Burton dalam buku History of Electric Cars (2013), penemuan mobil listrik tak terlepas dari ditemukannya sel elektrokimia di Mesopotamia.

Berdasar bukti arkeologi, peradaban Mesopotamia pada tahun 200 SM telah mengenal adanya baterai primitif yang juga dikenal dengan “baterai Baghdad,” yang digunakan untuk electroplating atau proses pelapisan logam dengan menggunakan arus listrik.

Penemuan tersebut lalu dikembangkan oleh ahli kimia dan penemu kesohor, Alessandro Volta. Volta yang lahir di Como, Italia telah menemukan baterai listrik pada 1775. Dalam proses penemuan baterai, Volta mengembangkan temuan profesor asal Swedia, Johan Carl Wilcke yang yang sebelumnya menemukan sebuah hal yang disebut “elektroforesis” atau sebuah alat untuk menghasilkan muatan listrik dengan jalan induksi.

“Volta terpesona oleh potensi listrik. Dia telah melakukan pekerjaan rintisan pada apa yang sekarang dikenal sebagai kapasitans listrik, mengembangkan sarana untuk memelajari potensi dan biaya, serta bereksperimen dengan sistem pengapian yang sangat primitif, membakar metana melalui percikan listrik yang dihasilkan,” tulis Nigel Burton.

Penemuan Volta membuka kemungkinan pada banyak hal yang hampir tak terbatas. Untuk pertama kalinya, para penemu dapat terus memanfaatkan arus listrik selama berjam-jam lewat baterai. Pada 1821, ahli kimia Inggris, Michael Faraday mulai memegang tongkat estafet perkembangan tenaga listrik. Dari beberapa kali eksperimen, Faraday berhasil menemukan motor listrik pertama di dunia.

Mobil listrik pun mulai dikembangkan pada abad ke-18. Beberapa ilmuwan dan inovator dari Hungaria, Belanda, dan Amerika Serikat (AS) mulai berfokus dengan kendaraan bertenaga baterai. Mereka kemudian menciptakan beberapa mobil listrik dalam skala kecil, sehingga banyak yang tak tercatat dalam sejarah.

Melansir Energy, pada akhirnya ilmuwan asal Skotlandia bernama Robert Anderson muncul sebagai pelopor. Anderson telah menggembangkan mobil roda tiga yang menggunakan baterai listrik. Temuan Anderson dianggap sebagai prototipe mobil listrik pertama di dunia pada 1832.

Debut Anderson terus diikuti oleh ahli kimia asal AS, William Morrison yang sukses membuat mobil listrik pada 1890 atau empat tahun setelah pendiri Marcedes Benz Karl Benz mengajukan paten mobil modern pertama di dunia: Benz Patent-Motorwagen.

Kendaraan buatan Morrison mampu menampung hingga enam orang penumpang dan melaju dengan kecepatan 22 kilometer per jam. Upaya pengembangan itu dilanjutkan oleh Ferdinand Porsche pada 1898. Ia menciptakan mobil listrik dengan nama P1.

Senapas dengan itu, Porsche juga menciptakan mobil hybrid pertama di dunia yang dapat digerakkan dengan menggunakan listrik dan bensin. Setelahnya, muncullah banyak istilah, seperti mobil listrik hybrid, plug-in hybrid, atau all-electric.

“Pada tahun 1901, 38 persen dari mobil-mobil tersebut adalah mobil listrik. Dan 20 persen atau lebih adalah bensin. Dan di tengah-tengah, ada teknologi uap,” kata ahli teknologi dan sejarawan, David Kirsch, dikutip ABC Radio National, Rabu, 2 Februari.

Kisah Camille Jenatzy

Pada era 1980-an, para produsen mobil berlomba-lomba untuk menciptakan mobil listrik. Namun, ada satu cerita yang tak terlupakan. Cerita itu adalah pemecahan rekor yang dilakukan oleh Camille Jenatzy. Ia cukup fenomenal lantaran memecahkan rekor kecepatan menggunakan mobil listrik.

Mobil yang digunakan mampu melesat hingga 105 km/jam pada 29 April 1899. Kecepatan tersebut di era itu merupakan hal yang sangat-sangat fantastis.

Kendaraan yang dipakai oleh Camille Jenatzy berbentuk roket. Seiring berjalannya waktu, mobil listrik semakin berkembang dan hampir menarik minat banyak orang.

Salah satu mobil listrik yang cukup tua adalah Baker Motor Vehicle. Baker Motor Vehicle merupakan perusahaan otomotif dan komponen yang memang bergerak untuk kendaraan listrik.

Perusahan tersebut berdiri sejak 1899 dan berakhir di tahun 1914. Salah satu karya Baker bahkan pernah dibeli oleh Thomas Alva Edison, penemu bohlam lampu.

Thomas Alva Edison mendesain baterai berbahan nikel yang akan digunakan pada kendaraan Baker. Baterai yang didesain Edison kala itu memiliki keawetan yang sangat luar biasa.

Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia

Negara kita, Indonesia, juga terus berupaya untuk menghadirkan inovasi mobil listrik di Tanah Air. Menteri Investasi/Kepala BKPM menyebutkan pemasangan tiang pancang (groundbreaking) pabrik baterai kendaraan listrik pada 15 September 2021.

“Insya Allah tanggal 15 besok September kita sudah mulai groundbreaking pembangunan pabrik LG yang kami teken di awal tahun 2021,” kata Bahlil dalam video virtual, Rabu (8/9/2021).

Dia merinci keseluruhan dana dikucurkan untuk proyek tersebut ialah sebesar USD9,8 miliar Tahap awal proyek ini akan membangun pabrik dengan kapasitas daya 10 giga watt hours (GWh).

“Kita bangunnya dari hulu, lalu kita hajar bangun bateray cell-nya tapi bukan dari smelter. Agar nilai tambah dimanfaatkan,” katanya.

Selanjutnya, Indonesia menjadi salah satu negara produsen terbesar baterai mobil listrik dunia. Sebab, 20% cadangan nikel di dunia berada di Indonesia.

“Cadangan nikel di dunia, 20% ada di Indonesia. Kita ingin Indonesia menjadi salah satu negara produsen terbesar untuk pembangunan baterai mobil,” katanya.

Continue Reading

CityAutomotive

Setelah Mobil Terbang, Kini Sepeda Motor Terbang Siap Diproduksi Tahun 2023

Published

on

JetPack Aviation (JPA) mempersiapkan produksi sepeda motor terbang pertama di dunia. Motor terbang Bernama Speeder itu rencananya akan diproduksi masal pada tahun 2023 mendatang.

Perusahaan asal California tersebut mengatakan meski dalam bentuk prototipe, JetPack Aviation mengklaim motor terbang tersebut berhasil diterbangkan dengan jet. program perangkat lunak kontrol penerbangan unik Jetpack Aviation untuk membantu memantau dan menyesuaikan daya dorong saat dikendarakan.

Perangkat lunak ini membutuhkan satu setengah tahun untuk pembangunan dan berfungsi sebagai sepeda motor normal ketika terbang dan secara otomatis dapat stabil ketika dikendarai di udara.

“Kami dapat menyiapkan versi ultralight yang tidak memerlukan lisensi pilot dalam waktu dua tahun dan versi kategori eksperimental dalam waktu enam bulan setelah itu,” kata CEO Jetpack Aviation David Mayman.

Baca Juga :

  1. Wuling ZhengCheng MVP Terbaru dengan Harga Rp160 Jutaan
  2. Bersiaplah Indonesia Kedatangan Taksi Terbang!
  3. Tanda Oli Sepeda Motor Harus Diganti, Jangan Sampai Telat!

Ia mengatakan, versi ultralight akan dibatasi hingga 60 mph (aturan FAA) dan waktu penerbangan 15 menit. Versi eksperimental akan membutuhkan lisensi pilot dasar untuk terbang.

“Kecepatan versi ini akan menjadi sekitar 250 mph dengan waktu penerbangan sekitar 35 menit,” ungkapnya.

Bocoran harga motor terbang ini, dilaporkan The Speeder diperkirakan seharga 381.000 dolar (Rp5,4 miliar) dan telah dibuka pre-order untuk pembeli pertama Speeder ini.

Continue Reading

CityAutomotive

Bersiaplah Indonesia Kedatangan Taksi Terbang!

Published

on

EHang 216

Indonesia akan segera kehadiran mobil terbang sebagai transportasi taksi terbang setelah pertama kali diperkenalkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021. Taksi terbang tersebut sudah mendarat di Jakarta dari unggahan di Instagram Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Pada unggahannya dijelaskan “Rencana (uji coba EHang) Oktober di Bali di tempat pak Bambang Soesatyo (Ketua MPR RI), sementara masih mengurus perizinan terbang dan lain lain,” terang Presiden Direktur Prestige Image Motorcars, Rudy Salim, dikutip dari detikOto, Kamis (2/9/2021).

Taksi terbang berjenis Ehang 216 tersebut berwujud menyerupai drone yang hanya dapat menampung dua orang didalamnya, memiliki baling baling sebagai penggerak oleh energi listrik baterai 17 kW serta dapat terbang mencapai ketinggian 3.000 meter.

EHang 216 bisa terbang dengan kecepatan rata-rata 130 km/jam dan mampu menempuh 50-70 km dalam kondisi baterai penuh.

Baca Juga :

  1. Tanda Oli Sepeda Motor Harus Diganti, Jangan Sampai Telat!
  2. BMW Siap Bersaing dengan Skutik 150 CC Terbaru
  3. Honda Super Cub C125 Tampil Kembali dengan Desain Retro

E-Hang adalah perusahaan Authonomous Aerial Vehicle (AAV) asal Guangzhou, China. Mobil terbang bertipe E-Hang 216 ini telah uji terbang di negara produksinya China, Amerika Serikat, Jepang dan akan segera mengudara di Indonesia pada oktober nanti.

Continue Reading

Trending