Connect with us

CityHealth&Beauty

Tanaman Kratom Kini Legal untuk Dikonsumsi di Thailand

Published

on

Tanaman Kratom – kompas.com

Tanaman kratom beberapa waktu belakangan ini menjadi topik hangat. Beberapa negara masih menyuarakan pro dan kontra terkait legalitasnya sebagai obat herbal. Namun, Thailand ternyata telah mengubah hukum yang berlaku sebelumnya dan melegalkan penggunaan tanaman itu.

“Masyarakat umum dapat mengonsumsi dan menjual kratom secara legal,” ujar juru bicara pemerintah, Anucha Burapachaisri.

Sebelumnya, sebuah studi telah dilakukan oleh Thailand Development Research Institute yang menunjukkan legalisasi kratom dapat menghemat pengeluaran dari aparat hingga 1,69 miliar baht atau setara dengan 50 juta dollar.

Baca Juga :

  1. Lagi, Jokowi Beri Jabatan Baru untuk Luhut Binsar Pandjaitan
  2. Pantai Marunda, Lokasi Asyik Melihat Migrasi Burung di Utara Jakarta
  3. Asal Usul Sagu Porno dari Kepulauan Sangihe

Kini, petani di Thailand Selatan dapat menanam kratom sebagai tanaman untuk menebus penurunan harga karet.

Tumbuhan kratom memiliki nama ilmiah Mitragyana Sepciosa. Pada beberapa otoritas kesehatan, tanaman tersebut menuai pro dan kontra terkait penggunannya. Tunbuhan tersebut dianggap sama bahayanya dengan morfin.

Kratom memang memiliki efek untuk menghilangkan rasa sakit. Sejak berabad-abad lalu bahkan telah digunakan di sejumlah negara yang ada di Asia Tenggara dan Papua Nugini.

Lembaga Food and Drug Administration (FDA) di Amerika mengeluarkan peringatan terkait tanaman itu. Lembaga tersebut menyatakan tanaman itu berisiko menyebabkan kecanduan dan dilarang keras penggunaannya, terlebih jika disalahgunakan.

Tumbuhan Kratom memiliki kemampuan merangsang reseptor otak. Efek yang ditimbulkan mirip morfin meski jauh lebih ringan.

Di Thailand, terutama wilayah selatan, tanaman tersebut digunakan oleh pekerja Muslim untuk menghilangkan rasa sakit setelah persalinan manual.

Kemudian, organisasi kesehatan dunia atau WHO tengah melakukan pemeriksaan terkait pengendalian tanaman kratom tersebut. Phil Robertson dari Human Rights Watc menyebutkan legalasi kratom di Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Papua Nugini telahhhhh diterima meski tertunda sejak lama.

“Legalisasi kratom di Thailand mengakhiri warisan kriminalisasi penyalahgunaan hak atas obat-obatan yang telah lama digunakan di masyarakat pedewsaan tradisional negara itu,” ucap Roberts pada AFP dikutip dari cnnindonesia.com, Sabtu (28/8).

Namun, di Indonensia sendiri meski telah legal, saat ini justru tengah dilakukan peninjauan status bahkan sejumlah politisi menginginkan tanaman itu menjadi illegal.

Advertisement

CityHealth&Beauty

Mengenal Empon-Empon, Minuman para Leluhur

Published

on

Empon-empon (Source: jawapos.com)

Siapa yang tidak mengenal minuman herbal yang satu ini? Apalagi di tengah pandemi Covid-19, masyarakat banyak yang memburu minuman herbal ini karena dipercaya dapat meningkatkan imunitas serta kekebalan tubuh seseorang.

Empon-empon yanh dikenal dengan nama dasar empu merupakan sebuah istilah yang kaya akan senyawa yang dikandungnya. Hal ini disebabkan karena empon-empon bukanlah sebuah nama individu melainkan kelompok tanaman yang bisa membentuk simpanan senyawa.

Dalam bahasa Jawa ‘empu’ berarti seseorang yang kaya akan ilmu pengetahuan. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, ‘empu’ berarti rimpang. Sebagian, sari empon-empon biasanya digunakan sebagai bumbu dan rempah yang memberikan cita rasa dalam pengolahan makanan.

Baca Juga:

  1. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak
  2. Khasiat Sinar Matahari untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh
  3. Khasiat Temulawak bagi Kesehatan Tubuh

Empon-empon biasanya terdiri dari ramuan tradisional seperti jahe, kunyit, temulawak, temu kunci dan bisa juga apabila ditambahkan lemon. Ramuan ini juga sering dipadukan dengan bahan-bahan tanaman lain yang dapat menghasilkan ramuan kesehatan.

Empon-empon itu sekumpulan atau kasarnya kategoru dari djampi oesodo (jamu) akar tanaman yang menjadi rempah dan berperan penting dalam perawatan kesehatan,” ujar Wira Hardiansyah, Travelling Chef.

Selain digunakan sebagai bumbu dasar, empon-empon juga digunakan untuk perawatan kecantikan lho! Contohnya seperti temulawak dan kunyit yang memiliki kandungan curcumin. Dimana, kandungan tersebut berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh ataupun sebagai antioksidan.

“Jahe dan sereh juga berguna untuk antioksidan, walaupun mengandung minyak atsiri. Sebagai jamu, empon-empon memiliki kandungan antiinflamasi, serta antikarsigonetik atau anti kanker.” Ujar Liliek Hermanu, pengajar Farmakognosi Fitokimia dan Teknologi Bahan Alam, Fakultas Farmasi, Universitas Katolik Widya Mandalan Surabaya.

Continue Reading

Berita Utama

Sejarah Panjang Penemuan Vaksin: dari Cacar Hingga Covid-19

Published

on

Vaksin

Vaksin saat ini menjadi senjata paling utama untuk menghadapi Virus Covid-19 yang melanda dunia. Segala penyakit yang disebabkan pleh virus bisa disembuhkan dengan vaksin. Ada cerita panjang di balik proses penemuan vaksin.

Namun, sebelum MyCity membahas perihal sejarah panjang penemuan vaksin, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari vaksin. Seperti dinukil dari Web MD, Selasa (7/9/2021), vaksin adalah sebuah zat atau substansi yang membantu melawan penyakit tertentu.

Vaksin mengandung virus yang dilemahkan atau sudah mati. Saat vaksin disuntikkan ke dalam tubuh, antigen masuk ke aliran darah dan dianggap sebagai zat asing yang memicu sistem imun adaptif tubuh.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Sebagai pelindung tubuh, otomatis sistem imun adaptif akan melawan antigen tersebut dan membentuk antibodi. Selain itu, sistem imun adaptif juga merekam segala informasi dan menciptakan memori.

Supaya saat tubuh terinfeksi oleh zat yang sama, sistem imun bisa lebih cepat mengenali dan menyerang secara agresif, sebelum zat tersebut menyebar dan menyebabkan sakit.

Sederhananya, vaksin akan mengenali suatu patogen ke sistem imun untuk dipelajari. Agar sistem imun menjadi jauh lebih siap untuk melawan patogen tersebut.

Seiring waktu, vaksin telah banyak dikembangkan oleh para ilmuwan sehingga ada banyak jenis. Vaksin juga menjadi salah satu metode untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

Sejarah Penemuan Vaksin

Vaksin pertama kali ditemukan pada tahun 1796 ketika wabah Variola atau Cacar merebak. Namun sebelum ditemukannya vaksin, usaha Sebelum itu, usaha untuk mencegah terjadinya infeksi oleh sebuah penyakit telah dilakukan sejak jaman Yunani kuno, 429 SM.

Pada saat itu, seorang ahli sejarah Yunani menemukan bahwa orang-orang yang berhasil sembuh dari cacar tidak pernah terinfeksi cacar untuk yang keduakalinya.

Pada tahun 900, orang-orang Cina menemukan bentuk kuno dari vaksinasi, yaitu variolasi. Variolasi adalah proses memindahkan virus cacar dari lesi penderita cacar ke orang-orang yang sehat, dengan tujuan untuk mencegah infeksi cacar.

Variolasi mulai menyebar ke tanah Eropa pada abad ke-18 ketika terjadi wabah cacar. Dengan variolasi, tingkat kematian akibat cacar dapat dikurangi pada saat itu.

Di sisi lain, vaksin cacar pertama dibuat pada tahun 1796. Adalah dokter bernama Edward Jenner di Berkeley yang menemukannya. Dengan mengambil nanah lesi cacar sapi dari tangan seorang pemerah susu, dr. Jenner menularkan seorang anak berusia 8 tahun, James Phipps, dengan virus cacar sapi.

Enam minggu kemudian dr. Jenner melakukan variolasi (proses memindahkan pus dari lesi aktif seseorang yang menderita variola, ke lengan orang lain yang sehat dengan menggunakan sebuah jarum) terhadap 2 titik di lengan Phipps dengan virus variola.

Hasilnya, ternyata anak laki-laki tersebut tidak terinfeksi variola dan tetap sehat meskipun prosedur variolasi diulang untuk kedua kalinya.

Lantas, apa yang menginspirasi dr.Jenner untuk membuat vaksin? ada awalnya dr. Jenner memperhatikan penduduk lokal yang mayoritas bermatapencaharian sebagai peternak. Mereka yang memerah susu sapi sering kali terinfeksi oleh cacar sapi (cow pox) yang menyebabkan muncul lesi pustul pada tangan dan lengan.

Ternyata mereka yang pernah terinfeksi dengan cacar sapi menjadi kebal terhadap infeksi variola yang mana pada saat itu terjadi wabah variola di desa tersebut. Dengan pengalaman tersebut, dr. Jenner memulai penelitian klinis yang pertama di dunia. Penelitian itu menghasilkan alternatif terhadap variolasi yang sudah dilakukan di Asia pada tahun 1600an dan di Eropa serta Amerika pada awal tahun 1700an.

Kenapa Dinamakan Vaksin?

Istilah vaksin digunakan oleh dr. Jenner oleh karena substansi ini berasal dari cacar sapi, di mana sapi dalam bahasa latin adalah vacca. Istilah vaksin mengacu pada vaksin variola hingga pada tahun 1885 Louis Pasteur, seorang ahli kimia, menemukan vaksin untuk rabies.

Sejak saat itu, istilah vaksin menjadi lebih umum, yaitu suspensi berisi mikroorganisme yang telah dilemahkan atau dinonaktifkan, yang berfungsi untuk menimbulkan kekebalan dan mencegah terinfeks suatu penyakit.

Cara Kerja Vaksin

Sistem imun merupakan sistem pertahanan tubuh yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit.

Ketika mikroba asing masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan memicu berbagai macam respon. Respon tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi mikroba asing dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Contohnya, saat bersin. Umumnya, bersin ditimbulkan karena hidung menghirup udara yang bercampur debu atau kotoran.

Saat udara kotor menyentuh bulu hidung, otak akan menerima sinyal dari sel saraf untuk memproduksi histamin yang membuat hidung terasa gatal.

Di sisi lain, otak juga akan mengirimkan sinyal ke otot tenggorokan dan paru-paru untuk mengeluarkan udara kotor tersebut melalui tenggorokan. Bersin termasuk salah satu bentuk respon sistem imun bekerja.

Sistem imun terbagi menjadi dua, yaitu sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif. Sistem imun bawaan punya respon yang sangat cepat.

Di Indonesia sendiri, saat ini ada 7 jenis vaksin yang telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengobati Covid-19. Ketujuh vaksin tersebut adalah Sinovac, Vaksin Covid-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Sputnik V.

Setiap vaksin memiliki efek samping. Meski demikian, keuntungan yang didapat jika Cityzen disuntik Vaksin Covid-19 lebih besar dibandingkan dengan efek sampingnya. Jadi, jangan takut ya untuk mendapatkan suntikan Vaksin Covid-19.

Continue Reading

CityHealth&Beauty

5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Published

on

Jenis Kulit Berminyak (Source: tempo.co)

Penggunaan skincare yang benar dan sesuai dengan jenis kulit tertentu akan membuat kondisi kulit akan lebih sehat dan terawat.

Kulit memiliki berbagai macam jenis seperti kulit normal, kulit sensitif, kulit kering, hingga kulit berminyak.

Kulit berminyak merupakan jenis kulit yang membutuhkan perhatian lebih karena harus ditangani dengan cara yang tepat. Jika tidak, jenis kulit berminyak akan menimbulkan masalah seperti komedo dan juga jerawat.

Baca Juga:

  1. Daun Pegagan Alias Centella Asiatica yang Populer Sebagai Bahan Baku Skincare
  2. Khasiat Sinar Matahari untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh
  3. Khasiat Temulawak bagi Kesehatan Tubuh

Pemilik kulit berminyak cenderung akan menghasilkan sebum atau minyak yang lebih banyak ketimbang pemilik kulit yang berjenis normal atau kering. Agar produksi minyak pada kulit lebih terkontrol, jenis kulit berminyak harus menggunakan produk skincare yang tepat dan juga dengan urutan yang sesuai.

Ingin mengetahui apa saja urutan skincare untuk kulit berminyak agar efektif bagi kesehatan dan kondisi kulit wajah? Simak artikel ini selengkapnya!

Pembersih

Urutan pertama yang harus Cityzen lakukan adalah menggunakan pembersih wajah seperti micellar water dengan menggunakan kapas pembersih untuk mengangkat kotoran dan juga sel-sel kulit mati pada wajah.

Toner

Setelah itu, Cityzen bisa menggunakan toner yang sesuai dengan jenis kulit dengan menggunakan kapas, spray, atau langsung diratakan ke wajah. Toner memiliki fungsi yang baik untuk kesehatan kulit wajah lho! Namun, untuk kulit berminyak hindari toner yang mengandung alkohol ya Cityzen. Karena alkohol dapat membuat lebih kering sementara namun dapat memproduksi minyak lebih banyak.

Serum

Menggunakan serum merupakan step yang optional. Namun, pemilik kulit berminyak lebih baik menggunakan skincare tambahan berupa serum agar lebih efektif mengatasi permasalahan pada kulit. Pemilik kulit berminyak dan rentan dengan timbulnya jerawat gunakan serum yang memiliki kandungan formula benzoil peroksida atau sulfur di siang hari. Karena kandungan tersebut dapat berfungsi untuk mengurangi produksi minyak dan juga dapat mencegah jerawat secara efektif.

Pelembab

Memiliki kulit berminyak juga harus tetap menggunakan pelembab lho Cityzen! Biarpun memiliki produksi minyak berlebih, pelembab merupakan skincare yang jangan sampai terlewati. Namun, harus tetap memperhatikan kandungan yang ada pada produk. Untuk jenis kulit berminyak gunakan pelembab berbahan dasar air atau yang mengandung shea butter, cocoa butter, dan petroleum jelly.

Sunscreen

Langkah terakhir yang wajib untuk digunakan dan jangan sampai terlewati adalah sunscreen. Sunscreen atau tabir surya dapat melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari lho! Gunakanlah tabir surya yang memiliki kandungan titanium oksida ataupun zinc oksida karena kedua bahan tersebut ringan di kulit dan juga tidak menyumbat pori-pori.

Continue Reading

Trending