Connect with us

CityInfrastructure

Inilah 5 Proyek Strategis Pembangunan Pemerintah

Published

on

Kementerian PUPR

Kementerian PUPR telah menetapkan lima proyek strategis nasional yang akan diselesaikan pada tahun ini. Kelima prioritas itu antara lain pembangunan bendungan, sistem penyediaan air minum, jalan tol, rumah susun, hingga penataan kawasan pariwisata unggulan.

Pandemi Covid-19 membuat anggaran pemerintah banyak yang direlokasi dan dipangkas untuk penanganan dampak pandemi. Salah satu kementerian yang direstrukturisasi anggarannya adalah kementerian teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Di tengah berbagai keterbatasan dan anggaran yang dipangkas, setiap kementerian juga dituntut untuk memaksimalkan penyerapan anggaran dan mengalokasikannya pada kegiatan yang tepat sehingga bisa berdampak maksimal.

Baca Juga :

  1. Lagi, Jokowi Beri Jabatan Baru untuk Luhut Binsar Pandjaitan
  2. Pantai Marunda, Lokasi Asyik Melihat Migrasi Burung di Utara Jakarta
  3. Asal Usul Sagu Porno dari Kepulauan Sangihe

Kementerian PUPR misalnya, menjadikan pembangunan infrastruktur tahun ini yang difokuskan pada lima program di samping program utama untuk mendukung penanganan pandemi serta upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Tahun 2021 ini ada lima program prioritas yang akan kami kerjakan di Kementerian PUPR sesuai arahan Bappenas dan Kementerian Keuangan. Kami akan mengutamakan pekerjaan-pekerjaan infrastruktur yang paling dibutuhkan oleh masyarakat dan yang bisa segera menciptakan lapangan pekerjaan di masa pandemi ini,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Basuki menyebut program prioritas yang pertama yaitu proyek strategis nasional yang telah dilaksanakan sejak tahun 2020 lalu. Diantaranya yaitu pembangunan 48 bendungan, pembangunan 406 km jalan tol, 25 ribu hektar daerah irigasi, 2.012 liter/detik sistem penyediaan air minum (SPAM), 9.705 unit rumah susun, hingga rehabiliasi untuk gedung-gedung sekolah, perguruan tinggi, sarana olahraga, dan sebagainya.

Hingga bulan Agustus 2021, telah ada empat bendungan yang siap diresmikan yaitu Bendungan Way Sekampung, Bendungan Kuningan, Bendungan Paselloreng, dan Bandungan Bendo. Total bendungan yang akan diselesaikan pada tahun ini yaitu 13 bendungan termasuk Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi yang akan digunakan untuk pengendalian banjir di kawasan Jabodetabek.

Kemudian infrastruktur lainnya yaitu peningkatan konektivitas kawasan antara lain yang akan segera diresmikan tol Serang-Panimbang seksi 1. Kemudian enam ruas tol dalam kota Jakarta seksi A Kelapa Gading-Pulo Gebang, Cibitung-Cilincing seksi 1, Balikpapan-Samarinda seksi 1 dan 5, pembangunan Pasar Sukowati Blok A dan Blok B Kabupaten Gianyar. Selain itu masih ada venue piala dunia FIFA U-20 Kota Surakarta, TPA Talang Gulo Kota Jami, Supit Urang Kota Malang, dan Jabon Kabupaten Sidoarjo.

Program prioritas yang kedua yaitu program padat karya tunai (PKT) atau cash for work. Tahun ini ada anggaran PKT sebesar Rp21,1 triliun yang bisa menyerap 988.054 tenaga kerja. Untuk paket konstruksi reguler yang dikerjakan dengan pola padat karya sebesar Rp2 triliun bisa menyerap tenaga kerja 244.639 orang.

Program prioritas ketiga pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) di Danau Toba, Borobudur, Mandallika, Labuan Bajo, dan Manado-Likupang. Penataan lima kawasan DPSP ini akan diselesaikan pada tahun ini juga termasuk program prioritas keempat yaitu pengembangan food estate di tiga lokasi: Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Untuk program prioritas kelima yaitu pengembangan kawasna industri (KI) terpadu di Batang, Jawa Tengah.

“Saya pastikan proyek strategis nasional di Kementerian PUPR tetap berjalan meskipun dilakukan refocusing anggaran. Strateginya dengan melakukan penjadwalan ulang untuk proyek kategori single year contract menjadi multi year contract. Untuk proyek prioritas yang belum terkontrak pada tahun perencanaan tetap akan dialokasikan pada tahun berikutnya,” beber Basuki.

Berita Utama

Kementerian PUPR Bangun Rumah Susun untuk Gelandangan di Bekasi

Published

on

Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun rumah susun untuk mantan gelandangan dan pengemis di Balai Rehabilitasi Kementerian Sosial, Bekasi.

Plt Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Maryoko Hadi rusun dibangun sebanyak lima lantai dengan kapasitas 93 unit hunian tipe 24. Pembangunan menelan biaya Rp28,32 miliar. Pihaknya menargetkan pembangunan selesai akhir 2021.

“Kami bersyukur pembangunan rusun Kementerian Sosial di Bekasi ini sudah mencapai lantai lima dan terlaksana dengan baik di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Maryoko mengatakan rusun itu merupakan yang pertama dibangun untuk Kementerian Sosial. Ini nantinya akan digunakan sebagai hunian sementara.

“Rusun ini adalah rusun pertama yang dibangun untuk Kemensos dan sesuai dengan fungsinya hunian vertikal ini akan digunakan sebagai hunian sementara. Penghuni yang akan diseleksi oleh Kemensos akan mendapat pelatihan dari balai dan setelah mereka siap akan disalurkan ke tempat pekerjaan yang sesuai,” katanya.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa II Direktorat Jenderal Perumahan Kiagoos Egie Ismail menerangkan rusun dibangun sejak 21 Mei 2021 lalu. Ia berharap pembangunan selesai 16 Desember 2021.

“Progres pembangunan saat ini sudah proses penutupan bagian atap dan penyelesaian bagian dalam ruangan. Tipe hunian adalah tipe 24 dan akan dilengkapi dengan meubelair dengan ketinggian rusun lima lantai dan memiliki 93 unit hunian yakni unit reguler 88 unit dan untuk difabel 5 unit serta daya tampung kapasitas 372 orang,” tegas dia.

Continue Reading

Berita Utama

Indonesia Bakal Punya Jembatan Gantung Terpanjang Dunia di Bogor

Published

on

Eiger Adventure Land

Eiger, produsen pakaian dan peralatan rekreasi alam tengah memulai pembangunan kawasan ekowisata di kaki Gunung Pangrango. Kawasan yang akan menjadi objek wisata baru di Kabupaten Bogor itu diberi nama Eiger Adventure Land.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang menyeluruh bagi Eigerian (konsumen). Jadi, tidak hanya menyediakan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam berkegiatan luar ruang di iklim tropis, namun juga memberikan pengalaman berkegiatan secara langsung,” ujar Chairman PT Eigerindo MPI Ronny Lukito.

Proyek ekowisata yang pembangunannya sudah dimulai dan diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, pada hari Minggu, (17/10/2021) kemarin, akan berlokasi di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Dibangunnya kawasan ekowisata ini memiliki tujuan menyuguhkan pengalaman secara menyeluruh, bagi para wisatawan untuk dapat berpetualang dan berekreasi di alam beriklim tropis yang selama ini sangat lekat dengan identitas Indonesia.

Sesuai konsep pembangunannya, Eiger Adventure Land tidak hanya mengusung tema alam tetapi juga mengedepankan upaya pelestarian yang dibarengi dengan pelestarian budaya, serta upaya meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan bagi masyarakat sekitar di waktu yang akan datang.

Kawasan itu akan berdiri di area seluas 325,89 hektare, yang terdiri dari lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN VIII seluas 72,23 hektar. Lalu melalui skema Perjanjian Kerjasama (PKS) dan Zona Pemanfaatan Barubolang Taman Nasional Gunung Gede Pangrango seluas 253.66 hektar yang didapat dari Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam pada kawasan konservasi (PB-PSWA).

Eiger Adventure Land

Rencananya kawasan ekowisata itu mulai beroperasi dan dibuka untuk umum pada 2023 dengan dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, PTPN VIII dan Pemerintah Jawa Barat.

Tak hanya itu saja, ada dua objek atau landmark utama yang akan menjadi andalan, yaitu suspension bridge atau jembatan gantung yang diklaim akan menjadi yang terpanjang di dunia, dan akan semakin disempurnakan dengan keberadaan cable car atau kereta gantung.

Jembatan gantung memang menjadi hal utama yang paling menarik perhatian sejak pertama kali kabar pembangunan ekowisata ini muncul.

Adanya jembatan gantung terpanjang di kawasan Asia Tenggara yang berlokasi di wilayah Sukabumi, tepatnya jembatan Situ Gunung yang memiliki panjang 243 meter dengan ketinggian 107 meter di atas sungai nyatanya belum cukup.

Pada wilayah Eiger Adventure Land, akan dibangun sebuah jembatan yang diharapkan dapat menjadi jembatan terpanjang di dunia dengan bentang mencapai 530 meter, yang keberadaannya akan membelah kawasan kaki Gunung Pangrango.

Jika diteliti, angka tersebut memang sedikit lebih panjang 14 meter dibanding jembatan yang berada di kawasan Arouca, Portugal, yang memiliki panjang mencapai 516 meter dan melintasi sebuah ngarai dengan ketinggian sekitar 175 meter.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, selain jembatan juga akan dibangun kereta gantung di kawasan ekowisata ini yang kabarnya memiliki panjang lintasan mencapai 863 meter.

Setelah mengetahui pembangunan ini, tak dimungkiri bahwa pasti akan muncul pertanyaan mengenai adanya potensi kerusakan alam yang akan terjadi. Namun menanggapi hal tersebut, pihak pengelola memastikan bahwa dari total 325,89 hektare lahan yang telah disebutkan, hanya sekitar 1,57 persen lahan yang dimanfaatkan untuk membuat bangunan, itu pun dalam kondisi semi permanen.

Eiger Adventure Land

“Peraturan dari kehutanan dikelola 10 persen. Niat kami mengembangkan bukan membangun secara bebas, kami hanya menggunakan 1,57 persen itupun semua bangunannya berupa panggung.” ujar Ronny.

Di saat yang bersamaan, dirinya juga mengungkap bahwa proses perizinan akan pengembangan kawasan ekowisata Eiger Adventure Land ini ternyata sudah berjalan sejak empat tahun lalu melalui pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Imanuel Wirajaya selaku Direktur Eiger Adventure Land mengatakan, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sejatinya akan tetap menjadi daya tarik utama dari area ekowisata alam ini.

Karena itu, Eiger bertekad untuk menjaga kondisi alam tersebut dengan mengelola sebaik mungkin serta melestarikannya sebagaimana peraturan yang tertuang dalam RPSWA yang telah disepakati, disebutkan bahwa upaya yang dilakukan bahkan sudah berjalan lewat inventarisasi flora dan fauna di kawasan sekitar.

Jika tidak ada halangan, pembangunan kawasan ekowisata ini ditargetkan akan rampung dan sudah bisa dibuka untuk dinikmati masyarakat maupun wisatawan umum di tahun 2023.

Continue Reading

Berita Utama

Faisal Basri: Proyek Kereta Api Cepat yang Efisien Seharusnya Jakarta-Surabaya

Published

on

Faisal Basri

Pengamat ekonomi Faisal Basri mengritik proyek kereta api cepat Jakarta- Bandung sebagai proyek mubazir. Dia menilai proyek kereta api cepat yang ideal adalah Jakarta-Surabaya.

Faisal Basri juga mengungkapkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan Pemerintah sebelum memulai proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Ketiganya adalah aksesibilitas masyarakat, jarak tempuh, dan juga kemanfaatnnya. Menurut Faisal, kereta cepat seharusnya diterapkan untuk jalur Jakarta-Surabaya. Pasalnya, seluruh dunia penggunaan kereta cepat menggunakan jarak tempuh 500km, sedangkan untuk Jakarta-Bandung hanya 143,2 km dan dikatakan terpendek di dunia.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

“Yang ideal itu sebetulnya Jakarta-Surabaya, jaraknya 800 kira-kira 700 km, kalau jarak lurusnya kan 663 km, dia singgah di Cirebon, Semarang. Kemudian Surabaya, jadi penumpangnya juga potensial, daerah bisnis. Kalau Bandung kan bukan daerah bisnis. Cirebon, Semarang dan Surabaya,” ujarnya dalam acara diskusi virtual Indonesia Leaders Talk bertemakan Plin Plan Janji Pemimpin yang digagas PKS TV.

Faisal membandingkan antara kereta cepat dengan kereta penumpang biasa, contohnya Argo Bromo yang memiliki waktu tempuh 8,5 jam dari Gambir ke Pasar Turi.

Dalam pandangan Faisal, seharusnya kereta cepat bisa menggunakan jalur Jakarta Surabaya. Ia mengaku heran, pemerintah malah ingin membangun kereta semi cepat untuk jalur Bandung.

“Saya juga jadi bingung. Kecepatannya (kereta semi cepat) separuh, dari kereta cepat Jakarta-Bandung, 5,5 jam kalau mobil sekitar 10 jam. Jadi, kereta bener cepet yang Jakarta-Bandung itu cocok sekali di Surabaya bisa 2,5 jam,” katanya.

“Jadi, 2,5 jam dari Gambir misalnya ke Pasar Turi, 2,5 jam. Kalau naik pesawat kita bisa 5 jam itu, dari titik ke titik kan, itu superior sekali,” demikian dia.

Continue Reading

Trending