Connect with us

Berita Utama

Inilah Aturan Lengkap Perpanjangan PKKM Hingga 23 Agustus 2021

Published

on

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperepanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan berbagai level di Pulau Jawa dan Bali hingga 23 Agustus 2021.

Hal itu diumumkkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (16/8/2021) WIB.

“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan dan arahan petunjuk Presiden, maka PPKM 4,3,2 di Jawa dan Bali akan diperpanjang hingga 23 Agustus 2021,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Pemkot Depok: Bukti Pembayaran PBB Beralih ke Digital
  2. Inilah 10 Perbedaan Antara Pinjaman Online Resmi & Bodong
  3. Ganjil & Genap Mulai Berlaku Hari Ini di Jakarta

Luhut memaparkan, penerapan Perpanjangan PPKM Level 4, 3 dan 2 yang dilakukan sejak tanggal 07 Agustus hingga 16 Agustus 2021 di Jawa Bali menunjukkan hasil yang semakin baik, hal ini dapat terlihat dari Tren Kasus Konfirmasi yang pada tanggal 15 Agustus kemarin turun hingga 76% dan Kasus Aktif turun 53% dari titik puncaknya.

“Jumlah angka kesembuhan juga meningkat dan jumlah kematian terus mengalami penurunan,” ujarnya,

“Kami juga melihat tren penurunan terjadi pada positivity rate, perawatan pasien, kasus konfirmasi dan angka kematian pada hampir seluruh provinsi di Jawa Bali,” tegas dia.

Menteri Dalam Negeri sudah membuat instruksi yang tertuang dalam Inmendagri No 34 Tahun 2021 yang ditandatangani pada 16 Agustus 2021. Berikut aturan lengkapnya:

PPKM pada Kabupaten dan Kota di wilayah Jawa dan Bali dengan kriteria Level 4 (empat) sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU dilakukan dengan menerapkan kegiatan sebagai berikut:

a. pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh;

b. pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% (seratus persen) Work From Home (WFH); -4-

c. pelaksanaan kegiatan pada sektor:

1) esensial seperti

a) keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer));

b) pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan (customer) dan berjalannya operasional pasar modal secara baik);

c) teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat;

d) perhotelan non penanganan karantina; dan

e) industri orientasi eskpor dan penunjangnya dimana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 (dua belas) bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI),

dapat beroperasi dengan ketentuan:

a) untuk huruf a) dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, serta 25% (dua puluh lima persen) untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional;

b) untuk huruf b) sampai dengan huruf d) dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) staf; dan

c) untuk huruf e) hanya dapat beroperasi 1 (satu) shift dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) staf hanya di fasilitas produksi/pabrik, serta 10% (sepuluh persen) untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional,

2) esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

  1. kritikal seperti:

a) kesehatan;

b) keamanan dan ketertiban;

c) penanganan bencana;

d) energi;

e) logistik, transportasi dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat;

f) makanan dan minuman serta penunjangnya, termasuk untuk ternak/hewan peliharaan;

g) pupuk dan petrokimia;

h) semen dan bahan bangunan;

i) obyek vital nasional; j) proyek strategis nasional;

k) konstruksi (infrastruktur publik);

l) utilitas dasar (listrik, air dan pengelolaan sampah),

dapat beroperasi dengan ketentuan:

a) untuk huruf a) dan huruf b) dapat beroperasi 100% (seratus persen) staf tanpa ada pengecualian; dan

b) untuk huruf c) sampai dengan huruf l) dapat beroperasi 100% (seratus persen) maksimal staf, hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25% (dua puluh lima persen) staf WFO,

4) untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai Pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen); dan

5) untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 (dua puluh empat) jam,

d. pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dan jam operasional sampai Pukul 15.00 waktu setempat;

e. pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat dan pengaturan teknisnya dilakukan oleh Pemerintah Daerah;

f. pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum:

1) warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan di tempat 3 (tiga) orang dan waktu makan maksimal 30 (tiga puluh) menit. Pengaturan teknis berikutnya diatur oleh Pemerintah Daerah;

2) restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in) yang pengaturan teknisnya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah;

3) restoran/rumah makan, kafe dengan area pelayanan di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 25% (dua puluh lima persen), satu meja maksimal dua orang, dan waktu makan maksimal 30 (tiga puluh) menit yang pengaturan teknisnya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

g. kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online dengan maksimal 3 (tiga) orang setiap toko, restoran, supermarket, dan pasar swalayan dapat diperbolehkan dengan memperhatikan ketentuan pada diktum KETIGA poin c.4 dan f.2;

h. untuk Provinsi DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bangkalan dilakukan uji coba implementasi protokol kesehatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dengan ketentuan:

1) kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50% (lima puluh persen) pada Pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB dengan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Perdagangan;

2) wajib untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan terkait;

3) restoran/rumah makan, kafe di dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 25% (dua puluh lima persen), satu meja maksimal dua orang, dan waktu makan maksimal 30 (tiga puluh) menit;

4) penduduk dengan usia di bawah 12 (dua belas) tahun dilarang memasuki pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan; dan

5) bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup, i. pelaksanaan kegiatan konstruksi untuk infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100% (seratus persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;

j. tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dengan maksimal 50% (lima puluh persen) kapasitas atau 50 (lima puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama;

k. fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara;

l. kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian serta kerumunan) ditutup sementara kecuali yang diatur dalam huruf m;

m. khusus untuk wilayah Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, dan Surabaya Raya, dilakukan uji coba protokol kesehatan untuk kegiatan olahraga dengan ketentuan sebagai berikut:

1) kegiatan olahraga dilakukan pada ruang terbuka (outdoor) baik secara individu atau kelompok kecil maksimal 4 (empat) orang, tidak melibatkan kontak fisik dengan orang lain dan tidak secara rutin memerlukan interaksi individu dalam jarak dekat dapat dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan. Untuk kegiatan olahraga pada ruangan tertutup, kegiatan olahraga yang dilakukan secara berkelompok, dan pertandingan olahraga ditutup sementara;

2) fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dibuka dengan jumlah orang 25% (dua puluh lima persen) dari kapasitas maksimal;

3) masker harus digunakan selama melakukan aktivitas olahraga, kecuali untuk aktivitas olahraga yang harus melepas masker, seperti renang. Untuk aktivitas olahraga yang harus melepas masker, maka masker hanya dapat dilepas ketika pelaksanaan aktivitas olahraga;

4) pengecekan suhu dilakukan kepada setiap orang yang masuk ke dalam fasilitas olahraga;

5) restoran/rumah makan dan kafe di dalam fasilitas olahraga tidak diizinkan menerima makan di tempat (dine in);

6) fasilitas penunjang seperti loker dan tempat mandi tidak diizinkan digunakan kecuali untuk akses toilet;

7) pengguna fasilitas olahraga tidak diizinkan berkumpul sebelum maupun sesudah melakukan aktivitas olahraga dan harus tetap menjaga jarak;

8) skrining untuk pengunjung pada fasilitas olahraga wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi; dan

9) fasilitas olahraga yang melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan akan dikenakan sanksi berupa penutupan sementara,

n. transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;

o. pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Level 4 (empat);

p. pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api) harus:

1) menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama);

2) menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut;

3) ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1) dan angka 2) hanya berlaku untuk kedatangan dari luar Jawa dan Bali atau keberangkatan dari Jawa dan Bali ke luar dari Jawa dan Bali, serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi sebagai contoh untuk wilayah Jabodetabek;

4) untuk perjalanan dengan pesawat udara antar kota atau kabupaten di dalam Jawa Bali dapat menunjukkan hasil negatif Antigen (H-1) dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksin dosis 1; dan

5) untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin, q. tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan diluar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker; dan r. pelaksanaan PPKM di tingkat RT/RW, Desa/Kelurahan dan Kecamatan tetap diberlakukan dengan mengaktifkan Posko-Posko di setiap tingkatan dengan melihat kriteria zonasi pengendalian wilayah.

Berita Utama

Menteng, Buah yang Jadi Nama Jalan & Kaya Manfaat

Published

on

Buah Menteng

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam jenis buah. Sayangnya ada beberapa buah yang keberadaannya kini semakin sulit ditemukan dan menjadi langka. Salah satunya adalah buah menteng.

Jika mendengar kata menteng, kebanyakan orang mungkin akan langsung mengingat sebuah kawasan elite di Jakarta Pusat. Namun, menteng juga merupakan nama buah, yang kini semakin sulit dicari dan banyak generasi muda mungkin malah tidak mengetahui jenis buah satu ini. Wajar saja, mengingat pohon buah menteng pun sudah langka dan penjualnya di pasar pun jarang.

Nama menteng lebih dikenal di Jakarta dan Pulau Jawa, sedangkan di Sumatra buah ini lebih populer dengan nama rambai. Di beberapa daerah lain, penyebutan buah ini pun berbeda-beda, beberapa di antaranya adalah kepundung, kapundung, kemundung, mundung, kapungpung, rambe, kayu masam, kokonau, kunyi, jinten merah, dan bencoy.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Bila dilihat sekilas, penampilan menteng agak mirip duku. Namun, perbedaannya akan semakin nyata bila telah dikupas dan dicicipi.

Manfaat Buah Menteng

Buah Menteng

Meski rasanya kecut, jangan ragu untuk membeli buah ini bila Anda menemukannya. Sebab, buah menteng dapat memberikan sejumlah manfaat yang sayang untuk dilewatkan.

Sumber antioksidan yang baik

Buah menteng mengandung komponen seperti flavonoid dan fenolat yang dapat menunjukkan aktivitas antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang sangat berguna untuk memerangi radikal bebas, keberadaannya dapat membantu mencegah penyakit-penyakit kronis.

Radikal bebas dapat ditemui dalam berbagai bentuk dan ukuran. Radikal bebas akan mencuri elektron dari zat-zat yang ada di sekitarnya.

Bila jumlahnya terlalu banyak, radikal bebas dapat merusak sel dan DNA yang ada di dalam tubuh. Sehingga menimbulkan stres oksidatif yang bisa berujung pada penyakit-penyakit kronis seperti sakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Maka dari itu, tubuh memerlukan jumlah antioksidan yang seimbang. Karena memiliki kandungan antioksidan, buah menteng punya khasiat tersebut. Anda juga bisa menemukan kandungan antioksidan asam galat pada bagian kulit dan sedikit dagingnya.

Membantu menjaga kesehatan tulang dan sel darah

Buah Menteng

Dalam 100 gram penyajiannya, buah menteng mengandung kalsium sebanyak 13 miligram dan zat besi sebanyak 0,8 miligram yang masing-masing memiliki khasiat tersenidiri.

Zat besi termasuk mineral penting untuk tubuh. Tubuh memerlukan hemoglobin dalam jumlah cukup agar bisa mengirim oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Bila kadar zat besi rendah, tubuh akan mengalami anemia dan gangguan fungsi tubuh lainnya.

Sementara itu, kandungan kalsium dalam buah menteng berfungsi menjaga kesehatan tulang, membantu pembekuan darah, kontraksi otot, serta membantu jantung berdetak.

Jumlah kandungan kedua zat ini mungkin tidak terlalu banyak, tapi buah menteng bisa menjadi sumber tambahan selain susu dan makanan tinggi zat besi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Membantu mengatasi diare dan melancarkan haid

Buah menteng memiliki potensi untuk bantu mengatasi diare dan melancarkan haid. Biasanya orang-orang menggunakan bagian daun dan kulitnya yang memiliki kandungan asam galat sebagai obat. Sayangnya, manfaat tersebut perlu diteliti lebih lanjut.

Asam galat memang memiliki fungsi sebagai antibakteri, analgesik, dan antivirus. Meski begitu, berdasarkan penelitian pada 2017, asam galat tidak menunjukkan reaksi terhadap beberapa bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Maka dari itu, bila Anda ingin menggunakan daun atau suplemen ekstraknya, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Bagaimana, Cityzen tertarik untuk mencoba buah menteng?

Continue Reading

Berita Utama

Mengenal Lebih Dalam PLTP Kamojang, Pembangkit Listrik Panas Bumi Tertua di Indonesia

Published

on

PLTP Kamojang

Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang merupakan yang terbaik di Indonesia, karena uap yang dikeluarkan sangat kering (very dry) dengan kelembaban yang sangat rendah sehingga uap dapat langsung masuk ke turbin.

PLTP Kamojang sudah beroperasi selama 39 tahun. PLTP Kamojang menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan panas bumi di Indonesia. Jejak kehadirannya dimulai pada 1918, tahun di mana wabah flu Spanyol mengguncang dunia seperti pandemi Covid-19 saat ini.

Kala itu, JB Van Dijk, seorang guru di HBS Bandung, Jawa Barat, merupakan sosok penting yang menandai jejak PLTP Kamojang. Ia merupakan penggagas awal energi panas bumi di era kolonial yang kemudian melahirkan PLTP Kamojang.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!


Gagasannya dimulai dengan satu tulisan berjudul ‘Krachtbronnen in Italie’ atau ‘Kekuasaan di Italia’ yang terbit di majalah Koloniale Studien. Keberhasilan Italia memanfaatkan panas bumi untuk energi listrik di Larnderello, Italia Tengah, menginspirasi Van Dijk untuk mendorong Pemerintah Hindia Belanda melakukan hal yang sama.

Keberhasilan Italia menghasilkan energi panas bumi di tahun itu, menurutnya bisa diikuti oleh Hindia Belanda. Sayangnya, tulisan Van Dijk ditanggapi dingin oleh Pemerintah Hindia Belanda saat itu.

Bahkan tulisannya dikritik oleh berbagai pihak yang menganggap idenya tidak masuk akal untuk dipakai di Indonesia. Setidaknya butuh waktu sewindu, hingga pada 1926 akhirnya Pemerintah Hindia Belanda menggelontorkan dana untuk melakukan pengeboran di lapangan Kamojang.

PLTP Kamojang

The Netherland East Indies Vulcanologycal Survey, perusahaan milik Hindia Belanda, ditugasi untuk melakukan pengeboran. Beberapa tahun kemudian, bersama dengan Geothermal Energy New Zealand Ltd, perusahaan asal Selandia Baru, memulai eksplorasi pengembangan panas bumi.

Perjalanan menghadirkan energi panas bumi ini di Kamojang pun tak singkat. Butuh waktu panjang hingga akhirnya PLTP Kamojang unit 130 megawatt (MW) berhasil beroperasi pada 1982 silam. Menandai keberhasilan Indonesia yang telah berdaulat sebagai negara merdeka dalam mengikuti jejak Italia yang menginspirasi tulisan Van Dijk.

Dalam 5 tahun kemudian, PLTP Kamojang unit 2 dan unit 3 pun beroperasi mendukung sistem kelistrikan Indonesia di Jawa Barat.

Penghargaan yang Diterima PLTP Kamojang

Head of Corporate Communication PT Indonesia Power, Rahmi Sukma mengatakan bahwa PLTP Kamojang berkomitmen untuk tidak mengesampingkan aspek pencapaian kinerjanya. Terbukti hingga Juli 2019, Kamojang POMU telah menunjukan kinerja baik dengan berhasil mendapatkan pencapaian EAF (Equivalent Availability Factor) dan EFOR (Equivalent Force Outage Rate) sampai dengan Juli 2019 berada di angka 96,44 dan 0,68.

Beberapa penghargaan dalam bidang lingkungan maupun Corporate Social Responsibility (CSR) juga diraih oleh Kamojang POMU. Misalnya Penghargaan Proper Emas yang diterima dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dan penghargaan Mitra Pembangunan Jawa Barat Program CSR/PKBL dari Gubernur Jawa Barat.

Rahmi juga menyebutkan bahwa sistem tata kelola yang baik dengan mengedepankan aspek keselamatan dan lingkungan, salah satu kunci prestasi PLTP Kamojang.

PLTP Kamojang

PLTP Kamojang juga memiliki berbagai program CSR, misalnya budidaya tanaman kopi pelag yang ditanam di kaki Gunung Papandayan. Program ini dilakukan oleh mitra binaan, fungsinya sebagai tanaman penyangga longsor di daerah pegunungan dan sebagai area tangkapan air.

Program CSR lainnya adalah pemberdayaan pada nelayan ikan di Situ Bagendit yang merupakan area obyek wisata di wilayah Garut, dan penanaman 1000 pohon hingga 2021 untuk mengurangi emisi karbondioksida.

Keberhasilan PLTP Kamojang menjadi bukti bahwa potensi sumber energi panas bumi di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi utama, khususnya untuk menggantikan sumber energi fosil. Hal ini juga menjadi langkah untuk beralih ke energi hijau yang lebih ramah lingkungan demi kemandirian energi Indonesia di masa mendatang.

Continue Reading

Berita Utama

Kenalan dengan Puthu Lanang Legendaris Malang, Sudah Ada dari Zaman Penjajahan

Published

on

Puthu Lanang

Jika Cityzen berkunjung atau berwisata ke Malang, sepatutnya kalian menikmati kuliner legendaris Puthu Lanang. Tak hanya rasanya yang lezat, kue putu di tempat ini juga tak pernah sepi sejak awal berdiri tahun 1935 silam.

Puthu Lanang Celaket adalah salah satu gerai makanan tertua di Malang ini, didirikan pada 1935 oleh seorang Ibu Soepijah. Kemudian, operasional bisnis ini diturunkan kepada anak laki-lakinya, Siswoyo sejak 20 tahun lalu.

Di bawah kepemimpinannya, gerai Puthu Lanang Celaket tetap menjadi penjaja kue putu yang terbaik dan paling populer di Malang. Dapat dilihat dari jumlah pelanggan yang kerap memenuhi gerai ini, yang terletak di gang kecil di Jalan Jaksa Agung Suprapto setiap harinya.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Toko ini buka setiap hari pada pukul 17.30. Sebaiknya Anda datang ke sana lebih awal karena para pelanggan setia sudah berdatangan.

Selain kue putu, Anda juga bisa menemukan camilan manis tradisional lainnya, termasuk cenil dan lupis. Seporsi dihargai Rp10.000 dan pelanggan diberikan kebebasan untuk mengombinasikan ketiganya.

Hal ini membuat kue puthu terasa lebih nikmat dan harum yang khas. Kedai yang telah berusia 86 tahun ini selalu ramai pengunjung, baik penduduk asli Malang maupun para wisatawan domestik. Bahkan, dalam sehari kue puthu lanang ini terjual 700 hingga 800 porsi.

Puthu Lanang

Kue putu yang disajikan di kedai ini, jika dikunyah akan terasa pulen dan tidak buyar layaknya kue putu yang di jual di tempat lain. Parutan kelapa yang digunakan segar dan bersih.

Puthu Lanang juga menggunakan gula merah asli tanpa dicampur apapun serta memiliki tekstur yang kental dan legit. Biasanya putu di berbagai tempat cenderung menyajikan gula merah yang encer.

iswoyo bercerita bahwa ia kerap membantu sang ibu berjualan dulu kala. Siswoyo sangat gesit dalam menerima dan membungkus pesanan.

Siswoyo sempat galau ketika ingin meneruskan usaha ibunya ini, lantaran saat itu masih muda dan telah mengenyam pendidikan tinggi. Namun, akhirnya Siswoyo tetap melanjutkan meneruskan usaha kue sang ibu.

Siswoyo tak hanya meneruskan usaha ibunya, namun juga mengembangkannya. Siswoyo kalau pagi menyiapkan pesanan kue untuk katering, restoran, dan hotel. Pada saat malam hari, barulah ia berjualan untuk umum. Siswoyo mengakui bahwa ia kerap kewalahan dan tidak sanggup untuk menerima pesanan lagi.

Selain kue puthu, kedai ini juga menjual kudapan manis tradisonal lainnya yang tak kalah nikmat. Di sini, Cityzen juga dapat mencicipi lupis, cenil, dan klepon. Lupis terbuat dari beras ketan yang dibungkus dalam daun pisang, layaknya lontong.

Puthu Lanang

Lupis ini direbus selama 10 jam, sehingga mampu bertahan 4-5 hari. Dalam sehari, kedai ini mampu menghabiskan hingga 25 kg beras ketan. Lain halnya dengan cenil, olahan dari tepung tapioka yang diberi pewarna merah berbentuk uliran yang kenyal ketika digigit. Dalam sehari, kedai ini menghabiskan 15 kg tepung tapioka untuk membuat cenil.

Terakhir, terdapat jajanan pasar klepon. Jajanan ini terbuat dari tepung beras ketan, berbentuk bulat dengan isian parut gula merah yang ditaburi parutan kelapa. Rasanya yang manis legit khas gula merah ini sangat nikmat ketika digigit dalam mulut.

Continue Reading

Trending