Connect with us

Berita Utama

Penyaluran Bansos untuk Warga Kota Bandung Telah Mencapai 70%

Published

on

Berdasarkan laporan, penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada warga kota Bandung yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPPKM) Darurat disebut telah mencapai 70 persen dari target sasaran sekitar 60 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). Bansos yang diberikan per kepala keluargan senilai 500 ribu rupiah.

Sekertaris daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, menyampaikan bahwa berdasarkan data terakhir yang diterimanya, bantuan yang sudah terdistribusikan kepada 41.853 KPM mencapai Rp20,926 miliar.

“Kalau dengan hari ini mungkin ada tambahan karena sedang berproses. Seiring bertambahnya jumlah sasaran yang menerima,” kata Ema.

Baca Juga:

  1. Titik Penyekatan Diperluas, Pintu Tol Menuju Jawa Tengah Ditutup
  2. Daftar Sebaran RT Zona Merah di DKI Jakarta
  3. Inilah 2 Skema Penyekatan di 100 Titik Selama PPKM Darurat

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menganggarkan bansos untuk warga terdampak PPKM Darurat yang berasal dari APBD Kota Bandung. Dana yang disiapkan sejumlah Rp30 miliar.

“Kalau ini murni APBD bukan dana pusat atau provinsi, yang didstiribusikan dan ABPD tahun anggaran 2021. Kami sadah alokasikan Rp30 miliar,” terangnya.

Ema mengatakan sampai saat ini penyaluran bansos tidak mengalami kendala berarti sehingga bantuan uang tunai sebesar 500 ribu rupiah itu bisa segara sampai kepada masyarakat.

“Saat ini tidak mendengar kendala apapun, yang ada adalah respons masyarakat sangat baik. Karena memang sangat membutuhkan kemudian proses pencairan tidak ada masalah, mekanismenya juga lancar,” ujarnya.

Ema pun meminta kepada para pertugas di kewilayahan untuk cekatan dalam verifikasi dan validasi apabila ada data atau persyaratan yang harus diperbaiki. Bantuan juga diharapkan sesuai target yang sudah ditentukan.

“Intinya secara mayoritas dari apa yang ditargetkan (sudah),” tuturnya.

Berita Utama

Viral! Pensiunan Polisi Terjaring Razia Satpol PP

Published

on

By

Foto Ilustrasi Manusia Silver Pensiunan Polisi.

Viral sebuah video yang menampilkan seorang manusia silver ditangkap Satpol PP Kota Semarang menuai sorotan.

Sebab, manusia silver ini bukan orang biasa, melainkan pensiunan polisi. Melalui unggahan video di akun instagram @satusuaraexpressofficial, pada Minggu (26/09/2021) Kemarin.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Video tersebut menayangkan detik-detik Satpol PP Kota Semarang menangkap manusia silver.

Mulanya, manusia silver sedang berjalan di samping sungai. Seketika dua orang anggota Satpol PP yang mengenakan kaos berwarna merah langsung menangkap manusia silver tersebut.

Manusia silver yang telah berusia senja ini sempat ingin meloloskan diri. Namun, karena penjagaan yang ketat, ia tak bisa berkutik.

Kemudian, manusia silver tersebut diarahkan menuju mobil Satpol PP yang telah terparkir untuk dibawa ke kantor.

Rupanya sesudah diinterogasi oleh pihak Satpol PP Kota Semarang. Ternyata terkuak fakta mengejutkan soal identitas manusia silver itu.

Manusia silver itu merupakan pensiunan polisi. Hal itu diketahui dari identitas kartu penduduknya. Manusia silver ini diketahui bernama Agus Dartono kelahiran Batang, Jawa Tengah.

“Semoga nasib bapak ini mendapat perhatian dari pimpinan Polri atas pengabdian terhadap bangsa dan negara,” tulis keterangan caption akun tersebut.

Unggahan video viral tersebut langsung menarik perhatian warganet. Tidak sedikit dari mereka yang memention akun instagram Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Pak @ganjarpranowo minta tolong perhatiannya pak, suwun,” tulis akun @tibrizi**.

“Kasihan nasib pensiunan, karena pensiun yang diterima sangat kecil harus jadi pengemis,” tulis akun @gue.

Continue Reading

Berita Utama

Kejam! Polwan Cantik Diperkosa 3 Pria

Published

on

By

Foto Ilustrasi Pemerkosaan Polisi Wanita.

Polisi wanita (Polwan) dari Madhya Pradesh mengonfirmasi bahwa ia telah dilecehkan secara seksual oleh tiga pria di pesta ulang tahun, awal bulan September ini.

Polwan (30) asal distrik Neemuch Madhya Pradesh mengajukan pengaduan pada 13 September, setelah itu penyelidikan dilakukan dan sebuah kasus didaftarkan minggu ini terhadap lima orang, termasuk ibu dari terdakwa utama.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Dinukil dari India Today pada Senin (27/09/2021), Polisi wanita itu berteman dengan terdakwa melalui Facebook.

“Terdakwa berteman dengan korban di Facebook dan berinteraksi dengannya di WhatsApp sejak April. Dia mengundang korban ke pesta ulang tahun adik laki-lakinya, di mana dia diperkosa oleh tiga pria,” Anuradha Girwal, Penanggung Jawab polisi wanita.

Pelapor menuduh bahwa dia diperkosa oleh terdakwa utama. Saudara laki-lakinya dan pria lain di pesta itu, menambahkan bahwa terdakwa juga diduga merekam video tindakan tersebut.

Lebih lanjut, ia menuduh ibu terdakwa utama mengancamnya dan kerabat terdakwa juga mengancam akan membunuhnya juga mencoba memeras uang darinya.

Berdasarkan pengakuannya, tersangka utama dan ibunya telah ditangkap polisi dan penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung dalam kasus ini.

Continue Reading

Berita Utama

Inilah Alasan Utama Vanuatu Selalu Usik Indonesia

Published

on

Sindy Nur Fitri

Untuk kesekian kalinya, Republik Vanuatu kembali mengusik Indonesia di Sidang Umum PBB. Masalah yang mereka soroti kembali soal Papua.

Namun, tudingan itu langsung dijawab dengan menohok oleh perwakilan Indonesia. Awalnya, Vanuatu menuding ada pelanggaran HAM di wilayah Papua Barat. Vanuatu menyebut ada pelanggaran HAM terhadap masyarakat adat di Papua Barat.

“Pelanggaran hak asasi manusia terjadi secara luas di seluruh dunia. Di wilayah saya, masyarakat adat Papua Barat terus menderita pelanggaran hak asasi manusia,” kata Perdana Menteri Republik Vanuatu Bob Loughman Weibur dalam pidatonya.

Tak hanya itu saja, Vanuatu meminta Indonesia mengizinkan PBB untuk berkunjung ke Papua. Hal ini bertujuan agar PBB bisa menilai dan melihat sendiri kondisi nyata yang terjadi di Papua.

“Forum Pasifik dan Pemimpin ACP di antara para pemimpin lainnya telah meminta Pemerintah Indonesia untuk mengizinkan Kantor Komisaris Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengunjungi Provinsi Papua Barat dan untuk memberikan penilaian independen tentang situasi hak asasi manusia,” ujarnya.

Tudingan Vanuatu itu langsung dijawab oleh Sekretaris Ketiga Perwakilan Tetap RI New York, Sindy Nur Fitry. Sindy Nur Fitry mengatakan bahwa Vanuatu terus mengusik kedaulatan negara lain. Padahal, menurutnya, tudingan Vanuatu itu tidak berdasar.

“Saya terkejut bahwa Vanuatu terus-menerus menggunakan forum yang mulia ini untuk mengusik kedaulatan dan integritas wilayah negara lain. Serta terus melakukan agresi dengan maksud tercela dan motif politik untuk melawan Indonesia,” kata Sindy dalam Sidang Umum PBB, seperti dilihat dari Channel YouTube Kemenlu, Minggu (26/9/2021).

“Kami secara tegas menolak seluruh tuduhan tidak benar, tidak berdasar, dan menyesatkan yang terus dipelihara oleh Vanuatu,” lanjutnya.

Sindy menegaskan bahwa tudingan Vanuatu itu hanya menciptakan konflik. Isu ini justru mengorbankan banyak nyawa tak berdosa.

“Tuduhan tersebut menciptakan harapan palsu dan kosong, serta hanya memicu konflik. Yang mirisnya, mengorbankan banyak nyawa tak berdosa,” tuturnya.

“Vanuatu secara sengaja menutup mata ketika kelompok kriminal separatis bersenjata ini membunuh para perawat, tenaga kesehatan, guru, pekerja konstruksi dan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ini bukan kali pertama Vanuatu mengusik Indonesia. Sebelumnya, mereka juga mengungkit perihal permasalahan HAM di Papua pada Sidang Umum PBB sebelumnya.

Alasan Vanuatu Usik Indonesia

Vanuatu

Hal yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa Vanuatu selalu mengusik Indonesia? Jawabannya adalah apa yang dilakukan Vanuatu di Sidang Umum PBB menunjukkan bahwa lobi-lobi gerakan Papua Merdeka hingga kini masih terus berjalan.

Apa yang dilakukan Vanuatu kemungkinan besar merupakan wujud simpati dari negara-negara kepulauan di Pasifik terhadap Papua. Simpati itu datang karena mereka memiliki kesamaan etnis dengan masyarakat Papua.

Solidaritas negara-negara kepualaun Pasifik yang simpatik terhadap gerakan kemerdekaan Papua, bisa menjadi pressure group yang merepotkan Indonesia. Jadi, hal ini tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Hilangnya Timor Timur dari wilayah Tanah Air bisa menjadi pembelajaran utama untuk Indonesia. Proses integrasi yang direkayasa tidak akan bisa abadi, dan pada saatnya akan terjadi pemisahan jika kondisi geopolitik berubah.

Vanuatu sendiri merupakan negara kecil terdiri dari puluhan pulau-pulau kecil di Samudra Pasifik, sebelah timur Benua Australia.

Penduduknya sekitar 300 ribu orang, hidup sebagai suku-suku dengan mengandalkan pertanian dan hasil laut sebagai sumber mata pencaharian.

Selain Vanuatu, ada juga negara kepulauan kecil yang tersebar di Pasifik, seperti Samoa, Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon. Ada juga negara-negara kepulauan kecil yang masyhur sebagai tujuan wisata seperti Maladewa dan Fiji.

Continue Reading

Trending