Connect with us

CityTravelling

5 Museum Bersejarah di Jakarta

Published

on

Sebagai ibu kota negara Jakarta memilki keberagaman destinasi wisata, walaupun disebut sebagai kota metropolitan Jakarta juga memiliki keindahan dengan bangunan bersejarahnya.

Kota yang sejak dulu menjadi pusat pemerintahan menyimpan banyak cerita sejarah yang sangat menarik untuk Anda kulik.

Berbagai museum-museum bersejarah pun bisa Anda temui di setiap sudut kota Jakarta mycity telah merangkum 5 museum bersejarah di kota Jakarta.

Baca Juga :

  1. 5 Satwa yang Dilindungi di Indonesia dan Hampir Punah Keberandaanya
  2. Tips Menghilangkan Grogi saat Public Speaking
  3. Cara Cek Penerima KJP Plus

1. Museum Sejarah Jakarta.

berdirinya kota Jayakarta pada tahun 1527, Museum Sejarah Jakarta menjadi tempat yang tepat untuk anda kunjungi. Museum yang dikenal dengan Museum Fatahillah atau Museum Batavia ini terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta. Dalam museum ini, pengunjung dapat menelusuri koleksi-koleksi yang ada di Museum Fatahillah seperti Prasasti Ciaruteun, Meriam Jagur, mebel-mebel antik dari abad ke-17 hingga 19.

2. Museum Nasional

Terletak di Jalan Medan Merdeka Barat atau berada di sebelah barat dari Tugu Monas (Monumen Nasional), Museum Nasional bisa menjadi salah satu museum yang wajib Anda sambangi. Museum ini memiliki koleksi benda-benda prasejarah dengan tujuh jenis yaitu prasejarah, arkeologi, keramik, numismtik-heraldik, sejarah, etnografi dan geografi.

3. Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti yang berada di Jalan Tanah Abang ini sebelumnya merupakan area pemakaman elite di masa kolonial Belanda. Koleksi museum ini cukup menyeramkan (atau bahkan justru menarik untuk sebagian orang), mulai dari batu nisan hingga peti jenazah yang pernah membawa Presiden ke-1 RI dan wakilnya.

4. Museum M.H. Thamrin

Museum yang berlokasi di Jalan Kenari, Senen, Jakarta Pusat, ini memajang banyak hal terkait kehidupan masyarakat Betawi. Di bagian depan museum, terdapat patung MH Thamrin, pahlawan yang namanya diabadikan sebagai nama jalan. Perlengkapan instrumen musik khas Betawi juga menjadi salah satu benda koleksi di sini, misalnya saja alat musik pukul tanjidor.

5. Museum Bank Indonesia

Di dalam museum ini, pengunjung bisa melihat perjalanan sejarah bangsa dimulai sejak sebelum kedatangan bahsa barat higga terbentuknya Bank Indonesia di tahun 1953. Koleksi-koleksi mata uang juga bisa Anda temui lengkap di dalam Museum Bank Indonesia.

Berita Utama

Ipal Tirtawening Bojongsoang, Pengolahan Limbah yang Menjelma Jadi Tempat Wisata Indah

Published

on

Ipal Tirtawening Bojongsoang

Kota Bandung memang tak habis untuk dibicarakan. Dari mulai tempat wisata sampai ragam kulinernya. Kini, ada tempat wisata baru di Kota Kembang yang wajib Cityzen sambangi.

Ya, daerah wisata itu adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah Perusahaan Daerah Air Minum (IPAL PDAM) di Tirtawening Bojongsoang. Meskipun ini adalah tempat pengolahan air limbah, pemdandangan di sini amatlah indah.

Ada beberapa fakta mengenai tempat ini yang wajib Cityzen ketahui. Pertama, IPAL mengelola limbah mulai dari rumah tangga, hotel, restoran, sekolah, mal, sampai perkantoran dikelola di tempat ini. Pengolahan air berfungsi untuk mengurangi pencemaran limbah di sungai-sungai Kota Bandung, serta mengurangi beban pencemar yang akan masuk ke Sungai Citarum.

Baca Juga:

  1. Streaming Piala Sudirman 2021 Indonesia VS Rusia
  2. Sadar Pascaoperasi, Tukul Arwana Komunikasi Lewat Mata
  3. Masih di ICU, Ventilator Tukul Arwana Telah Dilepas

IPAL berlokasi di antara dua desa, yaitu Desa Bojongsoang dan Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Saat masuk ke tempat ini, Cityzen akan disambut dengan danau pengolahan air yang sangat luas. Terdapat juga jalan sepetak berbentuk labirin untuk pengunjung mengelilingi lokasi dengan luas area 85 Hektare.

Lokasi ini tidak jauh dari pusat Kota Bandung. Cukup 20 menit jika Kawan mengendarai mobil. Apabila Kawan memakai jalan tol untuk menuju ke sini, pilihlah gerbang tol Buah Batu karena tol tersebut adalah gerbang tol paling dekat dengan lokasi.

Ipal Tirtawening Bojongsoang

Setibanya di daerah Bojongsoang perlu diperhatikan bahwa jalan menuju ke IPAL Tirtawening Bojongsoang lumayan cukup sempit. Bagi yang menggunakan mobil, harus berhati-hati terlebih lagi banyak pengunjung yang memakai sepeda untuk berkunjung IPAL Tirtawening Bojongsoang.

Setibanya sampai di kawasan IPAL, kalian bisa langsung melapor ke petugas keamanan yang berada di gerbang masuk. Cityzen tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk masuk ke IPAL ini. Setelah itu, diperbolehkan masuk dan estimasi untuk sampai di danaunya pun hanya 5 menit dari gerbang.

Ipal Tirtawening Bojongsoang

Jika sudah sampai, Kalian bisa melihat yang disuguhkan di IPAL Tirtawening, yaitu pemandangan yang sangat indah dan birunya langit Kota Bandung bisa dilihat di sini. Birunya langit dapat kalian nikmati saat cuaca cerah, karena kawasan ini luas dan matahari bisa sedang terik-teriknya.

Cityzen bisa berjaga-jaga untuk memakai topi dan cairan pelindung sinar matahari untuk meminimalisir terbakarnya kulit. Namun, kalian juga tidak perlu khawatir akan panasnya lokasi ini, karena di sepanjang jalan setapak IPAL Tirtawening banyak pohon-pohon untuk menjadi tempat berteduh.

Continue Reading

Berita Utama

Cityzen Wajib Mampir, Inilah 5 Tempat Wisata Terindah di Bali Utara

Published

on

Danau Buyan

Siapa yang tak kenal dengan Bali? Pesona dan keindahan Bali telah terkenal seantero dunia. Namun, banyak turis yang jarang mengeksplorasi daerah Bali Utara.

Padahal, Bali bagian utara memiliki kelestarian alam yang masih terjaga. Begitu juga dengan pantainya. Di Bali Utara, pantai dengan pasir putih ada di mana-mana.

Tidak hanya pantai yang indah, Bali Utara juga memiliki air terjun dan pemandian air panas. Lokasinya yang tersembunyi, menambah kesan mistis dan religius dari tempat wisata ini.

Bali Utara adalah tempat ideal untuk Anda yang ingin berlibur dan bersantai dalam suasana yang tenang dan sunyi.

Berikut MyCity telah merangkum lima destinasi wisata terindah di Bali Utara.

Brahma Vihara Arama

Brahma Vihara Arama

Seperti yang kita ketahui bahwa Bali terkenal dengan warganya yang mayoritas beragama Hindu. Namun, di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, terdapat tempat ibadah umat Buddha terbesar di Bali loh.

Suasana vihara yang sangat tenang dan sunyi, cocok bagi kalian yang ingin menikmati ketenangan batin. Dari vihara tersebut, kalian juga bisa menikmati keindahan pantai Lovina dari kejauhan.

Pasalnya, vihara ini berada di dataran tinggi, sehingga kalian bisa menikmati pantai Lovina. Di Brahma Vihara Arama juga terdapat banyak spot bisa kalian nikmati disana.

Pantai Lovina

Pantai Lovina

Pantai Lovina terkenal dengan ikonnya yaitu lumba-lumba. Di sana memang terdapat ratusan lumba-lumba. Jika kalian mengunjungi pantai Lovina, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk melihat lumba-lumba tersebut ya.

Kalian bisa menyewa perahu di pagi hari untuk melihat lumba-lumba. Selain melihat lumba-lumba, pantai Lovina juga menyuguhkan tempat konservasi terumbu karang, di mana kalian bisa melakukan snorkeling.

Kebun Raya Bedugul

Kebun Raya Bedugul

Kebun Raya Bedugul merupakan salah satu hutan lindung terluas di Indonesia loh. Apabila kalian ingin menikmati kebun raya ini, disarankan menggunakan kendaraan ya mengingat tempatnya yang begitu luas.

Karena merupakan kawasan hutan, kalian akan merasakan sejuknya udara di sini. Di sini kalian dapat menikmati adanya koleksi tanaman, patung ikonik, dan banyak spot lainnya, seperti candi Betar, Bali Treetop, dan lainnya. Dari sini kalian juga bisa menikmati keindahan danau Beratan.

Danau Beratan dan Pura Ulun Danu

Danau Beratan dan Pura Ulun Danu

Saat ke sini, kalian tidak akan merasa asing dengan pemandangan di sana. Karena pasti sebelumnya kalian pernah melihatnya di uang kertas Rp50.000. Banyak yang berfoto di depan pura Ulun Danu dengan membawa uang kertas Rp50.000.

Kalau kalian bagimana apakah sudah pernah berfoto di sana? Di sini kalian juga dapat menikmati berkeliling danau Beratan dengan menaiki speed boat.

Danau Buyan

Danau Buyan

Dari Danau Beratan kamu bisa melanjutkan perjalanan ke danau Buyan sekitar 13 menit. Di sini kalian dapat bermalam dengan mendirikan tenda, memancing, atau sekedar menikmati keindahan danau Buyan.

Jika kalian ingin menikmati keindahan danau Buyan secara keseluruhan, kalian dapat menuju ke tempat yang lebih tinggi.

Continue Reading

Berita Utama

Pantai Papuma, Mahkota Terindah dari Jember

Published

on

Pantai Papuma

Jika merencanakan perjalanan liburan ke daerah Jawa Timur, sebagian orang mungkin langsung terpikir Surabaya atau Malang dan wisata Batunya. Meski keduanya memang memiliki berbagai macam objek wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kota, nyatanya masih ada daerah lain di Jawa Timur yang juga tak kalah menarik untuk dikunjungi yaitu Kabupaten Jember.

Meski mungkin belum setenar Surabaya dan Malang, pesona alam Jember pun bisa membuat siapa saja terpesona dengan keindahannya. Di sana terdapat kekayaan potensi wisata mulai dari alam, kuliner, budaya, dan sejarah yang belum banyak diketahui masyarakat luas, terutama yang berada di luar Pulau Jawa.

Salah satu tempat wisata yang paling terkenal di Jember adalah Pantai Papuma. Namanya merupakan akronim dari Pantai Pasir Putih Malikan atau bisa juga disebut dengan nama Tanjung Papuma. Pantai ini berada di belakang sebuah bukit, sehingga dapat dipastikan memiliki alam yang luar biasa indahnya.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Keindahan yang dimilikinya bahkan disandingkan dengan Raja Ampat, Papua. Karena di sepanjang pantainya terdapat bebatuan karang dengan ukuran yang beragam.

Pantai berpasir putih tersebut ternyata tak terlepas dari mitos dan kisah mistis yang menyertainya. Lokasinya yang berada di kawasan Pantai Selatan ini menjadi salah satu alasannya.

Sehingga Pantai Papuma pun disebut-sebut berada dalam kekuasaan Ratu Nyi Roro Kidul sang penguasa Pantai Selatan, sehingga pengunjung yang datang dilarang untuk memakai pakaian yang berwarna hijau.

Pantai Papuma

Cerita mitos yang ada pun tersebar di beberapa wilayah yang ada di sekitar Pantai Papuma, yakni di Gua Lowo yang dipercaya merupakan tempat bersemayamnya Dewi Sri Wulan.

Gua Lowo hanya bisa dikunjungi ketika air laut sedang surut saja, karena lokasinya berbatasan langsung dengan Pantai Papuma.

Pantai Papuma

Di Pantai Papuma ada sekitar 7 pulau kecil dan semuanya memiliki nama-nama tersendiri. Kecuali satu pulau yang tidak bernama, karena keangkerannya.

Konon katanya pulau tersebut dihuni oleh ribuan ular berbisa, dan hingga saat ini tidak ada warga yang berani untuk ke pulau tersebut.

Pantai Papuma Jember masih dalam satu rangkaian dengan pantai selatan. Lokasi tepatnya berada di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Dari kota Jember, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Continue Reading

Trending