Connect with us

National

Nadiem Makarim Menyikapi Sekolah Tatap Muka di Tengah PPKM Darurat

Published

on

Nadiem Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Menristek)

Saat ini Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19 yang belum usai sehingga pemerintah menerapkan aturan PPKM Darurat yang kini berubah nama menjadi PPKM Level 4 berimbas pada penerapan sekolah tatap muka terbatas yang belum kunjung terlaksana. Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Menristek) Nadiem Makarim mengatakan semua aturan pembelajaran tatap muka diatur dalam SKB empat Menteri dan mengedepankan kehati-hatian dan kesehatan semua insan pendidikan.  Yang sebelumnya, SKB tersebut menyatakan pada tahun ajaran baru 2021-2022 yakni Juli, sekolah diberikan opsi untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas untuk menghindari dampak-dampak negatif berkelanjutan pada peserta didik.

Ada tujuh provinsi yang wajib melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Daerah-daerah ini tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas hingga PPKM Darurat berakhir.  tujuh provinsi itu yakni DKI Jakara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. “Satuan pendidikan di luar tujuh provinsi tersebut bisa memberikan opsi tatap muka terbatas sesuai SKB yang sudah ditentukan,” pungkas Nadiem.

Baca Juga :

  1. Penjelasan Pemerintah Mengenai Perubahan Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM Level 4
  2. Awas Ketinggalan, Pendaftaran CPNS 3 Hari Lagi Ditutup!
  3. Banyak Dihujat, Rektor UI Mundur dari Jabatan Wakil Komisaris Utama BRI

Sebelumnya dia mengatakan alasan mengapa sekolah tatap muka terbatas harus dibuka karena lamanya melakukan PJJ memberikan dampak negatif pada anak. Menurutnya, ada hal yang anak-anak alami seperti kebosanan di dalam rumah, jenuh dengan begitu banyaknya video conference yang mereka lakukan di rumah. “Infrastruktur dan teknologi juga tidak memadai. Ini jelas PJJ ini sudah terlalu lama dan kita tidak bisa tunggu lagi dan mengorbankan kesehatan dan mental dari murid-murid kita,” tambahnya

Berita Utama

Terkuak, Motif Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Published

on

By

Foto Konferensi Pers Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya.

Aparat Kepolisian berhasil menangkap pelaku yang membakar mimbar Masjid Raya Makassar pada Sabtu (25/09/2021) dini hari Kemarin.

Pelakunya adalah Kabba (22) yang merupakan warga Kecamatan Bontoala, Makassar.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Kabba ditangkap di depan sebuah rumah di Jalan Tinumbu, pada Sabtu siang. Dia kemudian dibawa ke Polrestabes Makassar untuk menghindari terjadinya amukan warga sekitar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana mengungkapkan motif Kabba bakar mimbar masjid karena sakit hati terhadap security. Kabba sakit hati lantaran sering dilarang tidur di masjid.

“Motifnya karena sakit hati kepada pihak pengurus masjid,” kata Witnu saat jumpa pers di Polrestabes Makassar, Sabtu (25/09/2021) Kemarin.

Witnu menjelaskan, Kabba selama ini kerap datang ke Masjid Raya Makassar.

Meski seorang muslim, Kabba ke masjid itu bukan untuk salat, tapi hanya sekadar melepas penat atau beristirahat dengan tidur.

“Setiap KB (Kabba) datang ke masjid untuk istirahat seperti tidur, selalu dilarang oleh pihak masjid dan security. Dia sering diusir oleh security,” ujarnya.

Kabba membakar mimbar masjid itu menggunakan korek api biasa yang dia sulut ke sebuah sajadah. Usai api membesar, dia melempar sajadah itu ke mimbar.

Beruntung aksi Kabba itu segera ketahuan pengurus masjid yang bernama La Ode. Sehingga, api bisa dipadamkan dan tidak membesar.

Continue Reading

Berita Utama

Pemerintah Izinkan Gelar Resepsi Pernikahan dan Konser, Ini Syaratnya

Published

on

Menkominfo, Johnnya G. Plate (Source: realitarakyat.com)

Pemerintah akhirnya memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang ingin merayakan acara dengan skala yang besar. Hal ini dilakukan karena kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun.

Kegiatan berskala besar tersebut seperti festival, konser, pameran, konferensi,  pesta dan resepsi pernikahan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, melalui keterangan pers.

Ia menyebut bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan masayarakat yang memerlukan wadah untuk tetap produktif di tengah Covid-19. Namun, penyelenggaraan acara tersebut juga harus dengan syarat serta ketentuan yang berlaku dimana harus mematuhi pedoman penyelenggaraan yang telah ditetapkan.

“Pemerintah kini dapat memberikan izin untuk mengadakan perhelatan dan pertemuan berskala besar yang melibatkan banyak orang. Asalkan, mematuhi pedoman penyelenggaraan yang telah ditetapkan,” ungkap Johnny dikutip dari antara, pada Minggu (26/9/2021).

Baca Juga:

  1. Badan Kurus Disebut Pakai Narkoba, Dikta: Gue Freedive!
  2. Rizky Billar Akui Menikah Siri dengan Lesty Pada Awal Tahun
  3. Tukul Arwana Alami Pendarahan Otak Hingga Trending Twitter, Netizen: Dia Pejuang Kehidupan Hebat!

Menkominfo, Johnny G Plate menyampaikan pedoman yang telah disiapkan pemerintah bagi masyarakat yang ingin menyelenggarakan acara berskala besar.

Pertama, harus dilakukan edukasi kesehatan sebelum kegiatan dimulai, menyusun pedoman pelaksanaan dengan rencana kontijensi, serta memastikan fasilitas pendukung protokol kesehatan.

Kedua, saat kegiatan berlangsung, penyelenggara wajib melakukan screening kesehatan, serta memastikan alat kesehatan pendukung cukup dan seluruh partisipan mematuhi protokol kesehatan.

Ketiga, setelah acara selesai, pihak penyelenggara wajib memastikan tidak ada kasus positif yang lolos sebelum kembali ke daerah asal serta harus mengoptimalkan karantina.

“Mari biasakan adaptasi perilaku baru hidup bersama COVID-19 agar seluruh partisipan dan penyelenggara bisa sehat datang, sehat pulang,” lanjut Johnny.

Continue Reading

Berita Utama

Viral! Bayi 10 Bulan Dilumuri Cat Silver

Published

on

By

Foto Ilustrasi Manusia Silver Berusia 10 Bulan.

Viral bayi berusia 10 bulan di Tangerang Selatan dilumuri cat silver di media sosial. Ibu kandung dan sang bayi telah dibawa ke Dinas Sosial.

“Saat ini bayi dan ibunya kita bawa ke Dinas Sosial untuk dilakukan tindakan lebih lanjut tentunya,” kata Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al-Fachry, kepada wartawan, Minggu (26/09/2021).

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Ibu berinisial NK (21) tidak mengetahui anaknya itu diajak ngamen oleh dua tetangganya berinisial E dan B. Bayi tersebut diajak mengamen di SPBU Parakan, Pamulang, Tangerang Selatan.

“Dia (NK) nggak tahu kalau anaknya diajak,” kata Muksin.

Menurut pengakuan NK, saat bayi dibawa mengamen memang tubuhnya itu dilumuri cat silver oleh dua tetangganya E dan B.

Ketika dikembalikan ke NK, di tubuh bayi pun masih menempel sisa cat tersebut, dan NK diberi uang Rp 20 ribu oleh E dan B dari hasil mengamen.

“Katanya itu jatah buat beli popok dan susu,” terang Muksin.

Dari temuan ini, Tim Satpol PP bakal merazia orang-orang yang mengeksploitasi balita di sekitar Tangsel. Untuk memastikan hal tersebut tidak terulang.

“Apabila memang masih ada yang bawa anak-anak balita, kita akan lakukan razia lebih intensif biar hal ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Continue Reading

Trending