Connect with us

COVID-19Update

China Akhirnya Setuju Gunakan Vaksin Covid-19 Buatan Luar Negeri

Published

on

Vaksin Pfizer

Pemerintah China akhirnya menyetujui penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer. Ini menjadi kali pertama China menyetujui penggunaan vaksin buatan luar negeri.

Seperti dilansir dari Strait Times, Jumat (23/7/2021), Administrasi Produk Medis Nasional (NMPA) baru-baru ini menyelesaikan tinjauan panel ahli dari vaksin mRNA Covid-19 tersebut.

Fosun Pharma yang berbasis di Shanghai akan mengembangkan vaksin itu dengan perusahaan Jerman BoNTech. Vaksin ini sendiri nantinya akan berubah nama di China, dari Pfizer/BioNTech ke BNT162b2. Merek dagangnya adalah Comirnaty.

Baca Juga:

  1. 5 Tren Jilbab Tahun 2021, Bikin Kamu Makin Fashionable
  2. Tradisi Omed-Omedan Bali yang Sakral dan Sarat Makna
  3. 5 Fakta Menarik Drakor “The Witch’s Dinner”

Di China, vaksin itu disebut sebagai vaksin Fosun-BioNTech. Karena nantinya akan diproduksi Fosun Pharma.

Sementara itu sebuah pemberitaan majalah lokal Caixin menyebut bahwa regulator sedang mempertimbangkan pemberian BNT162b2 kepada mereka yang telah divaksinasi penuh sebagai booster.

Kebanyakan vaksin yang dikembangkan di China tidak menggunakan teknologi mRNA atau rekayasa genetik melainkan menggunakan virus yang tidak aktif. Menurut hasil penelitian, vaksin-vaksin mRNA seperti Pfizer/BioNTech, Moderna, dan AstraZeneca, memiliki tingkat efikasi yang lebih tinggi bahkan hingga lebih dari 90%.

Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional (NHC) dalam update hariannya menyebut bahwa 1,4 miliar dosis vaksin Covid-19 telah diberikan di China, Selasa (20/7/2021). Laju vaksinasi ini sedikit terhambat mengingat aturan pemerintah pusat yang tidak mewajibkan vaksin.

Berita Utama

Kondisi Singapura Gawat, 2 Ribu Orang Terinfeksi Covid-19 Setiap Hari

Published

on

Singapura

Setelah sebelumnya melandai, kasus Covid-19 di Singapura kini melonjak pesat. Ada sekitar 2 ribu orang terinfeksi virus ini setiap harinya.

Seperti dinukil dari CNN International, ada 1.939 kasus Covid-19 pada Minggu (26/9/2021) dan orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir.

1.934 kasus merupakan kasus transmisi lokal sementara lima kasus lainnya merupakan infeksi impor. Merinci jumlah kasus lokal, 1.536 merupakan kasus komunitas dan 398 kasus berasal dari kluster penghuni asrama.

Baca Juga:

  1. Streaming Piala Sudirman 2021 Indonesia VS Rusia
  2. Sadar Pascaoperasi, Tukul Arwana Komunikasi Lewat Mata
  3. Masih di ICU, Ventilator Tukul Arwana Telah Dilepas

Untuk kematian, dua kematian yang dilaporkan itu dialami lansia yang belum divaksin. Keduanya, yang masing-masing berusia 97 tahun dan 69 tahun itu, juga dilaporkan memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

Dengan tambahan kasus ini, Singapura telah melaporkan total 87.892 kasus Covid-19 sejak awal pandemi diiringi 78 kejadian kematian.

Ledakan infeksi ini sendiri membuat respon Covid-19 di negara itu cukup kewalahan. Hal ini terlihat dari penanganan pasien positif yang melakukan karantina di rumah. Dimana banyak pasien yang tidak mendapatkan penanganan langsung sejak mengumumkan kasus positif.

“Lonjakan kasus telah menyebabkan penundaan dan kami meminta kesabaran dan pengertian Anda. Kami merampingkan operasi kami dan akan menghubungi Anda sesegera mungkin,” kata Kementerian Kesehatan Singapura menanggapi pertanyaan media mengutip Channel News Asia.

Sementara itu, otoritas berwenang juga mengambil peraturan pengetatan mobilitas publik yang mulai berlaku hari ini (27/9/2021). Peraturan itu sendiri mengatur pembatasan pengunjung di tempat-tempat publik seperti sekolah, perkantoran, restoran, dan kunjungan ke kediaman.

“Meskipun melakukan hal itu mungkin tidak segera mengurangi jumlah infeksi baru setiap hari, itu akan memungkinkan kita untuk memperlambat penyebaran dan menghindari beban petugas kesehatan kita,” ujar Wakil ketua gugus tugas multi-kementerian Covid-19 Gan Kim Yong.

Continue Reading

Berita Utama

13 Tempat di Seluruh Indonesia Gelar Vaksinasi Merdeka Serentak

Published

on

Vaksinasi Merdeka

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) gelar vaksinasi merdeka, serentak di 13 titik seluruh indonesia berjalan dengan lancar.

Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra menerangkan acara tersebut berjalan lancar di seluruh titik.

“Ini mengikuti arahan Kapolri dalam membantu dan bersinergi menyelenggarakan vaksinasi berjalan dengan lancar,” ujarnya dalam keterangan pers.

Bintang mengatakan PB SEMMI selalu siap membantu masyarakat dan mendukung pemerintah dalam melawan pandemi Covid-19.

Baca Juga :

  1. Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara Jadi Bahan Pergunjingan Malaysia
  2. PBB Siapkan Dana 45 Juta Dolar AS untuk Bantuan Sistem Perawatan Kesehatan Afganistan
  3. AS Menangguhkan Bantuan Dana Kubah Besi Israel Senilai $1 Miliar

“Bangsa Indonesia bisa merdeka karena kolaborasi dan sinergi semua pihak. Oleh sebab itu, dalam penanganan pandemi ini saya yakin Indonesia pasti bisa menang melawan Covid-19,” imbuhnya.

Menurut Bintang, masyarakat harus bersatu padu untuk mendukung gerakan vaksin merdeka. Sebab, dengan melakukan vaksin, maka ikut membantu pemerintah dalam upaya melawan Covid-19.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah suka rela ikut melakukan vaksin. Dan tak lupa ucapan terima kasih juga kami haturkan kepada Presiden Jokowi serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mendukung acara vaksinasi PB di 13 titik seluruh Indonesia,” tutup Bintang.

Adapun, 13 titik yang menjadi tempat vaksinasi PB SEMMI adalah Aceh, Pekanbaru, Padang, Palembang, Lampung, Depok, Bogor, Indramayu, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Kutai Kartanegara dan Palu.

Sedangkan, acara vaksinasi merdeka PB SEMMI yang di kota Padang, tepatnya di kampus Universitas Negeri Padang (UNP) disapa secara virtual oleh Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Continue Reading

Berita Utama

Inilah Para Pahlawan Covid-19 Tanah Air Pilihan MyCity

Published

on

Pahlawan Covid-19

Indonesia kini dihantui pandemi bernama Virus Covid-19. Dampaknya pun amatlah besar. Banyak orang terdekat yang positif kemudian meninggal dunia. Banyak pula usaha yang harus gulung tikar sehingga menimbulkan banyak pengangguran.

Di tengah histeria massal akibat pandemi Covid-19 ini, masih saja banyak orang yang mencoba mengambil kesempatan dalam kesempitan. Misalnya, menimbun alat-alat kesehatan yang dibutuhkan dan kemudian menjualnya dengan harga mahal. Ada pula pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang mengkorupsi dana bantuan sosial untuk masyarakat.

Meski demikian, ada pula beberapa orang yang tergerak hatinya untuk membantu sesama di masa pandemi Covid-19 ini. Meskipun mereka juga mengalami kesulitan, mereka tak segan-segan mengulurkan tangan untuk membantu sesama.

MyCity menyebut mereka sebagai para pendekar Covid-19. Pendekar pertama adalah dari bidang kesehatan. MyCity memilih sosok Ronald Angga Poernama.

Ronald Angga Poernama

Dia adalah pria berusia 34 tahun yang tinggal di Cikupa, Tangerang. Dia merasa miris dengan harga tabung oksigen yang melambung tinggi di masa pandemi Covid-19 ini.

Dia kemudian membeli 20-an tabung oksigen menggunakan dana pribadi dan dipinjamkan pada siapa saja yang sedang darurat butuh menggunakannya. Syaratnya tak sulit, si peminjam cukup menunjukkan foto KTP saja.

Ada juga Adib Budiono, Ketua Yayasan Sahabat Difabel, Jepara. Di masa pandemi ini, ia berinovasi membuat masker untuk tunarungu agar mereka lebih mudah dalam berkomunikasi.

Tak hanya itu, ia pun merangkul anggota-anggota yayasannya, para difabel di wilayah Jepara, untuk bersama-sama membuat produk seperti minuman sehat dari rempah-rempah, hand sanitizer, hingga produk kebersihan.

Untuk perihal pemakaman Covid-19, ada pahlawan bernama Badar Roedin, Kepala Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dia mewakafkan tanah pribadi seluas 1.700 meter persegi untuk dialihfungsikan sebagai tanah makam untuk jenazah Covid-19.

Badar Roedin

Badar mempersilakan siapa saja korban Covid-19 yang meninggal dunia dan ditolak di pemakaman warga, bisa dikebumikan di tanah miliknya secara gratis.

Tak hanya mewakafkan tanah, sebelumnya Badar juga diketahui kerap menggunakan sebagian honor yang ia miliki sebagai seorang kepala desa untuk memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19 di daerah Talunombo. Ia pun pernah menghibahkan gaji sebulan penuh untuk Satgas Covid-19 guna membeli disinfektan, hand sanitizer, hingga mencetak banner untuk kebutuhan edukasi dan sosialisasi.

Dari Bogor, ada mantan sopir taksi bernama Ardi Novriansyah, yang menjadi sukarelawan pengemudi ambulans dan bertugas menjemput jenazah pasien Covid-19.

Selama pandemi, ambulans memang banyak dicari-cari, baik untuk mengantar-jemput pasien Covid-19 ke rumah sakit ataupun mengantarkan jenazah ke pemakaman. Ardi, yang berusia 41 tahun, seringkali menemukan jenazah orang yang meninggal akibat Covid-19 saat mengisolasi diri di rumah. Dalam sehari, ia bisa menerima panggilan selama 24 jam untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Untuk bidang pekerjaan, ada Endrik Yahmawan. Dia memutuskan untuk menjadi kurir barang dan membangun KurirExpress. Ia mempromosikan jasanya di media sosial dan pada Maret 2021, mulai membuka lapangan kerja hingga kini memiliki 15 orang kurir.

Dari bidang pendidikan, Ujang Setiawan Firdaus, S. Pd., seorang guru di kelas V di Sekolah Dasar Negeri 01 Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tahu betul bahwa murid-muridnya tak semua punya gawai, bahkan saluran televisi pun sulit ditangkap.

Ujang Setiawan Firdaus

Karena keterbatasan tersebut, ia setiap hari berkeliling rumah muridnya untuk tetap belajar tatap muka. Dengan menggunakan dana pribadi, ia mengunjungi rumah-rumah murid menggunakan motor dan membawakan kertas-kertas fotokopi buku pelajaran sekolah dasar serta sejumlah masker untuk dibagikan pada muridnya.

Itulah tadi para pahlawan Covid-19 di Indonesia. Semoga, para pahlawan ini bisa menginspirasi kita untuk bergerak dan membantu sesama agar pandemi Covid-19 di Tanah Air cepat selesai.

Continue Reading

Trending