Connect with us

CityEducation

5 Cara Agar Tidak Kecanduan Sosial Media

Published

on

Kecanduan Sosial Media (Source: pingpoint.co.id)

Semenjak adanya Covid-19 segala aktivitas beralih dengan menggunakan perangkat elektronik seperti laptop ataupun handphone secara sering. Bahkan, kita biasanya menjadi lebih aktif juga menggunakan media sosial.

Selain untuk digunakan sebagai sarana informasi, media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana hiburan akibat lelahnya aktivitas sehari-hari.

Namun, tahukah anda? Seringnya kita mengakses media sosial dapat menyebabkan kecanduan lho! Hal ini tentu berdampak pada kondisi psikologis ataupun fisik kita.

Baca Juga:

  1. Sering Makan Buah Membuat Wajah Mulus?
  2. Khasiat Temulawak bagi Kesehatan Tubuh
  3. 3 Cara Mengatasi Jerawat dengan Skincare Herbal

Berikut 5 cara agar tidak kecanduan sosial media:

  • Kurangi penggunaan gadget

Jika tidak ingin kecanduan dengan media sosial, kita harus mengurangi diri dari penggunaan gadget. Pastikan menggunakan gadget hanya untuk beberapa urusan saja. Misalkan hanya untuk sekolah, pekerjaan, ataupun sumber informasi.

  • Non-aktifkan sosial media anda

Salah satu cara efektif agar tidak kecanduan media sosial adalah non-aktifkan aplikasi tersebut. Anda bisa me log-out atau keluar dari akun ataupun bisa melakukan uninstall aplikasi tersebut. Sehingga anda tidak terpancing ingin membukanya.

  • Cari aktivitas positif lainnya

Cara lain agar tidak kecanduan sosial media adalah mencari aktivitas positif lainnya yang lebih menarik agar dapat mengalihkan perhatian dari sosial media yang biasa digunakan. Misalnya melakukan hobi baru seperti ikut kajian islam, berolahraga, menyanyi, bermain alat musik, dan lain sebagainya.

  • Gunakan sistem pengingat waktu

Cara selanjutnya yang bisa anda lakukan agar tidak kecanduan sosial media adalah menggunakan sistem pengingat waktu atau time reminder. Biasanya time reminder ini ada di beberapa aplikasi pada sosial media anda. Waktu tersebut bisa ada atur sesuai kainginan anda. Misalkan anda ingin durasi bermain sosial media selama 30 menit saja, anda bisa mengaturnya pada aplikasi tersebut dan anda bisa terjadwal dalam menggunakan sosial media.

  • Perbanyak berbicara dengan orang lain secara langsung

Dengan kita berbicara dengan orang lain secara langsung tandanya kita bisa mengekspresikan diri dan tidak membutuhkan pelarian ke sosial media. Kita dapat berbicara atau berbagi cerita dengan orang lain tanpa harus menggunakan gadget. Hal ini pun juga dapat meningkatkan kebahagiaan kita lho! Karna berkomunikasi dengan orang lain secara langsung jauh lebih mengesankan dibanding menggunakan perangkat elektronik manapun.

Advertisement

Berita Utama

Klaster Covid-19 di Sekolah, Nadiem: PTM Tidak Akan Diberhentikan

Published

on

Nadiem Makarim (Source: IDX Channel)

Pembelajaran tatap muka (PTM) telah mulai diberlakukan pada awal tahun pembelajaran baru 2021/2022 di beberapa sekolah yang sudah terkonfirmasi siap dan aman. Namun, tidak sedikit juga siswa-siswa yang terkena paparan virus Covid-19 akibat adanya PTM.

Menteri Pendidikan, Budaya, Riset & Teknologi, Nadiem Makariem menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah tidak akan diberhentikan.

“Itu terus kita monitor, itu temuannya. Bukan berarti PTM-nya akan diundur, masih harus jalan, terbuka, tapi sekolahnya masing-masing kalau ada kasus klaster ya harus ditutup segera, memang seperti itu,” ujar Nadiem dikutip dari detik.com, pada Kamis (23/9/2021).

Baca Juga:

  1. Jaringan Telkomsel dan Indihome Lemot, Begini Reaksi Masyarakat
  2. Rafathar Trending Twitter, Netizen: Makin Gede Makin Cakep!
  3. Susi Pudjiastuti Bagikan Pengalaman Mengurus SIM yang Telah Mati 20 Tahun, Netizen: Video ini hapus saja!

Nadiem menyebut bahwa tidak akan menghentikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka meskipun klister Covid-19 di sekolah mulai bermunculan. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa sekolah akan ditutup sementara jika ditemuka adanya klister Covid-19.

“Tidak, tidak (dihentikan). PTM terbatas masih dilanjutkan, prokes harus dikuatkan dan sekolah-sekolah di mana ada situasi seperti itu harus ditutup segera sampai aman,” tambah Nadiem.

Situs Kemendikbudristek telah membeberkan sejumlah data terkait klister Covid-18 saat  kegiatan pembelajaran secara tatap muka di Jakarta, bahwa terdapat 25 klaster Covid-19 di sekolah yang terjadi di Jakarta dari total responden sebanyak 900 sekolah selama kegiatan PTM.

Dilansir dari detik.com dalam situs tersebut terlihat bawah sebanyak 277 pendidik dan tenaga kependidikan serta 241 peserta didik positif Covid-19. Situs tersebut juga dapat menunjukkan hasil data klister pada provinsi lainnya. Jika dalam skala nasional terdapat 1.302 klaster Covid-19 akibat PTM.

Continue Reading

Berita Utama

Jokowi Restui Pembelajaran Tatap Muka, Asal Sekolah Penuhi Peraturan Ini

Published

on

Presiden Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), merestui digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Syaratnya, guru dan siswa sudah menerima vaksin Covid-19.

Tak hanya itu saja, Jokowi menyatakan sekolah-sekolah yang boleh menggelar PTM adalah yang daerahnya sudah berada di level 3 dan 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Adapun, wilayah yang masih berstatus level 4 wajib melakukan proses belajar dan mengajar secara online.

“Nanti semuanya setelah divaksin, langsung bisa pembealajaran tatap muka asal sudah tidak berada di level 4,” ujarnya seperti dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/9/2021).

Baca Juga :

  1. Apple Rilis iPhone 13 pada 14 September 2021
  2. Kemenkes Pastikan Data Masyarakat di eHAC Tak Bocor
  3. Dapatkan Diamond Secara Cuma-Cuma, Ikuti Advance Server FF

Jokowi memerintahkan seluruh kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi Covid-19. Ia berkata upaya itu bisa melindungi para pelajar dari Covid-19 selama mengikuti PTM terbatas.

Mantan Wali Kota Solo itu juga mengecek ketersediaan vaksin Covid-19 di beberapa daerah. Ia berpesan agar kepala daerah tidak menahan stok vaksin yang dikirim pemerintah pusat.

“Habis minta lagi ke Menkes [Budi Gunadi Ssadikin]. Kalau Menkes enggak kirim-kirim, telepon ke saya. Kalau sudah divaksin, segerakan pembelajaran tatap muka, terutama yang SMA, SMK, SMP,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah mendorong seluruh sekolah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Imbauan itu semakin gencar setelah data penularan Covid-19 menunjukkan pelandaian.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengaku risau pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat membuat pelajar mengalami ketertinggalan pembelajaran atau learning loss. Ia pun menyebut vaksinasi bukan syarat PTM.

Continue Reading

Berita Utama

Nadiem: Belajar Tatap Muka Sudah Kuno!

Published

on

Foto Mendikbudristek Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, kembali mengritik sistem pembelajaran di Indonesia. Menurut dia, sistem pembelajaran dengan hanya mendengarkan guru sudah kuno.

“Sudah tidak zaman lagi kita masuk ke dalam situasi dan kembali ke sekolah tatap muka, cuma agar adek-adek kita masuk kelas, mendengarkan ceramah dan setelah itu diakhir semester dia dites,” kata Nadiem dalam orasi ilmiah di acara Dies Natalis ke-64 Universitas Padjadjaran, Sabtu (11/9/2021).

“Itu bukan pembelajaran yang kita maksudkan di abad ke-21. Itu bukan yang dimaksud dalam merdeka belajar,” dia menambahkan.

Baca Juga:

  1. Mulai Besok! Ini Aturan Baru & Syarat Naik KRL
  2. Tips Lolos Kartu Prakerja Gelombang 20
  3. Taliban Larang Perempuan Afghanistan Berolahraga

Sebelum menjabat sebagai Mendikbudistek, Nadiem merupakan founder sekaligus CEO Gojek. Oleh karenanya, dia menekankan penggunaan teknlogi untuk meningkatkan sistem pembelajaran di Tanah Air.

“Kenapa tidak bisa konten-konten tersebut, ceramah ceramah tersebut, itu semuanya dipaparkan secara online,” tegas dia.

“Sehingga, mahasiswa pada saat masuk tatap muka, bisa fokuskan waktu tersebut untuk diskusi, untuk berdebat, mengerjakan projek bersama, melakukan presentasi dan mendapatkan feedback dari teman-temannya,” tuturnya.

Selain untuk menngkatkan sistem pembelajaran di Indonesia, Nadiem beralasan bahwa penggunaan teknologi merupakan satu-satunya solusi terbaik untuk pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Continue Reading

Trending