Connect with us

CityEnergy

Demi Capai Nol Emisi Karbon di Tahun 2060, Indonesia Gandeng AS

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Indonesia bertekad untuk meningkatkan pencegahan perubahan iklim dalam mencapai nol emisi karbon untuk kesejahteraan manusia dan planet pada tahun 2060 nanti. Untuk memuluskan langkah tersebut, Tanah Air menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat (AS).

Adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyampaikan hal itu saat membuka Forum Perubahan Iklim Tri Hita Karana dengan tema “Aligning for Climate Action on Road to Net Zero Carbon Emission.”

“Mari saya mulai dengan berterima kasih kepada John Kerry (Utusan Khusus Presiden AS Perubahan Iklim) atas dukungan pribadinya dan dukungan pemerintah AS kepada usaha-usaha kami,” tuturnya seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian, Kamis (24/06/2021).

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Forum bersama ini menunjukkan komitmen kedua negara (AS-Indonesia) untuk meningkatkan pencegahan perubahan iklim dalam mencapai nol emisi karbon untuk kesejahteraan manusia dan planet,” dia menambahkan.

Luhut memaparkan, pemerintah Indonesia sangat menghargai dukungan dan menyambut baik kerja sama dengan AS dalam topik-topik penting ini.

“Kemudian PLN,sebagai perusahaan energi milik negara, telah memutuskan untuk memoratorium pembangunan baru pembangkit listrik bertenaga batu bara dalam perencanaan mereka mulai 2023. Selain itu, kerja sama dalam pengembangan dan penerapan teknologi energi terbarukan akan menjadi prioritas utama dalam hubungan AS-Indonesia ini,” jelas dia.

Kolaborasi ini menurutnya dapat mencakup topik pemodelan energi, transisi dari energi fosil, teknologi energi bersih, dan energi bersih tingkat lanjut melalui kolaborasi G to G (government to government) dan lebih luas lagi terkait dengan investasi dan kemitraan.

“Konkretnya adalah mungkin untuk berkolaborasi dalam perencanaan dan pelaksanaan percontohan sub-nasional untuk nol emisi karbon bersih seperti misalnya untuk di kawasan Bali,” imbuh dia.

Dalam semua upaya ini, menurutnya kebutuhan akan perubahan dan inovasi teknologi, serta pembiayaan transisi adalah yang utama. Perubahan teknologi kewirausahaan dan keuangan yang inovatif sebagai kunci untuk mengubah ekonomi negara ini menjadi ‘Natural Capital Carbon and Communities Superpower’.

Berita Utama

Solusi Jitu Erick Thohir Agar PLN Bisa Pangkas Biaya

Published

on

Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa terus menjaga keuangan perusahaan tetap sehat.

Caranya adalah Erick Thohir meminta PLN melakukan penghematan belanja modal atau capital expenditure (capex). Tujuannya adalah agar PLN bisa sejajar dengan perusahaan pembangkit listrik negara lain.

“Enggak usah ada lagi proyek aneh-aneh. Stop permainan proyek yang tidak penting,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/8/2021).

Baca Juga:

  1. Jokowi Buka Suara Soal Kritik dan Julukan dari BEM UI
  2. Penjualan Hewan Kurban di Tengah Pandemi Covid-19, Sepi Pengunjung
  3. Jokowi: Polri Harus Berwajah Ramah & Mengayomi Masyarakat

Hingga saat ini, PLN sudah bisa menekan Capex hingga 24 persen. Hal itu menurt Erick Thohir merupakan pencapaian luar biasa. Namun, Erick meminta PLN membuat proyek yang lebih bisa dirasakan masyarakat, salah satunya novasi pengadaan oksigen.

“24% itu luar biasa. Kenapa? Karena kesehatan PLN menjadi penting. Kita ini semua butuh listrik. Kalo PLN-nya sakit, ya kita semua sakit. Transformasi yang kita dorong tidak lain kebersamaan PLN menjadi tulang punggung,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Erick juga mengungkapkan, PLN harus melakukan refinancing utang-utang yang saat ini mencapai Rp 500 triliun.

“Ini harus diubah ke tenor yang lebih panjang dan bunga yang lebih murah agar bisa menstabilkan kondisi keuangan PLN. Tentu kebocoran ini akan kita kurangi, supaya PLN bisa dengan bangga berdiri sejajar dengan perusahaan listrik negara lain,” dia memungkasi.

Continue Reading

Berita Utama

Erick Thohir Kunjungi Blok Rokan: Ini Sejarah Baru untuk Indonesia

Published

on

Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dan Wakil Menteri BUMN, Pahala Nugraha Mansury, mengunjungi Blok Rokan, Selasa (10/8/2021).

Erick Thohir dan Pahala Nugraha Mansury juga didampingi oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Direktur Utama PT PLN Zulkifli Zaini.

Dalam kunjungan itu, Erick juga berdialog dan memberikan motivasi kepada para pekerja yang dulunya berseragam PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan kini telah bergabung dengan Pertamina yang merupakan BUMN. Erick juga mengapresiasi jumlah pekerja CPI yang bergabung ke PHR.

Baca Juga:

  1. Tanggapan BMKG Soal Beredarnya Informasi Siklon Tropis di NTT
  2. Peringatan Keras BMKG: Gempa dan Potensi Tsunami 28 Meter
  3. BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Mirip Tsunami di NTT

“Saya sangat apresiasi bapak dan ibu dengan tangan terbuka, jumlahnya 98% yang bergabung. Ayo bersama perbaiki BUMN,” kata Erick.

Selain menyampaikan 5 prioritas utama BUMN, Erick menekankan, dia ingin pengelolaan Blok Rokan mengalami peningkatan produksi, terutama untuk pemasukan negara.

Selain itu, PHR juga diharapkan bisa memberikan nilai public service yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Yang menarik, kita (BUMN) juga menjalankan public service, salah satunya melalui CSR terutama saat ini untuk penanganan covid,” ucapnya.

Sementara itu, Nicke Widyawati menegaskan aspek HSSE sebagai prioritas dalam operasional. Dia juga menjelaskan perihal visi usaha Pertamina ke depannya kepada pekerja PHR.

“Akan ada transisi energi dari bahan bakar fosil ke arah energi baru dan terbarukan. Oleh karena itu kita harus fokus mengubah operasional kita ke arah yang lebih ramah lingkungan,” katanya. Nicke juga menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan Pertamina merespons transisi energi untuk keberlangsungan usaha masa depan Pertamina, termasuk mengintegrasikan kilang-kilang dengan petrochemical.

“Kita akan masuk ke petrochemical yang pertumbuhannya akan meningkat terus. Dalam 5-10 tahun terakhir, pertumbuhannya 3,5 persen akan meningkat ke 5,5 persen per tahun. Jadi kita akan beralih dari fuel ke petrochemical dengan basis minyak yang kita miliki,” kata Nicke.

PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) menyerahkan wilayah kerja Rokan (Blok Rokan) kepada Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan diteruskan kepada Pertamina Hulu Rokan selaku anak usaha PT Pertamina (Persero) dua hari lalu.

Adapun, kunjungan Erick Thohir adalah meninjau langsung WK migas yang baru saja diserahkan pengelolaannya ke Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sekaligus berdialog dengan para pekerja yang baru bergabung dengan PHR.

Continue Reading

Berita Utama

Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Jokowi: Selamat Pertamina

Published

on

Presiden Jokowi

PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) menyerahkan wilayah kerja Rokan (Blok Rokan) kepada Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan diteruskan kepada Pertamina Hulu Rokan selaku anak usaha PT Pertamina (Persero).

Menanggapi hal itu, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menyambut baik proses alih kelola Blok Rokan dan memberikan ucapan selamat kepada Pertamina.

“Selamat atas kembalinya pengelolaan Blok Rokan ini ke pangkuan Ibu Pertiwi dan selamat bekerja untuk seluruh tim dari Pertamina,” ucap Presiden Jokowi dalam video berdurasi 1 menit sehari setelah proses alih kelola Blok Rokan, dikutip dari keterangan tertulis Pertamina.

Presiden Jokowi juga menyemangati seluruh tim Pertamina dan meminta untuk bekerja keras, agar dapat menjaga keberlanjutan blok Rokan ini sebagai penopang produksi minyak nasional serta meningkatkan kemanfaatan untuk daerah.

Baca Juga:

  1. Tanggapan BMKG Soal Beredarnya Informasi Siklon Tropis di NTT
  2. Peringatan Keras BMKG: Gempa dan Potensi Tsunami 28 Meter
  3. BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Mirip Tsunami di NTT

“Saya percaya bahwa Pertamina mampu mengelola Blok Rokan ini,” imbuh Presiden.

Namun Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa proses pengalihan pengelolaan ini merupakan sebuah tantangan bagi Pertamina.

“Kita ditantang untuk membuktikan kemampuan kita, jangan sampai produktivitas Blok Rokan menurun justru setelah kita kelola sendiri,” tandas Presiden Jokowi.

Setelah selama lebih dari 90 tahun Blok Hulu Rokan dikelola oleh Chevron. Namun, pada 9 Agustus lalu, kekayaan alam Bumi Lancang Kuning berada di bawah kendali BUMN melalui Pertamina.

Pertamina melalui Pertamina Hulu Rokan mengelola wilayah kerja dengan luasan sekitar 6,453 km2 dengan 10 Lapangan utama yaitu Minas, Duri, Bangko, Bekasap, Balam South, Kotabatak, Petani, Pematang, Petapahan, Pager. Blok Rokan membentang di 5 (lima) Kabupaten Provinsi Riau yakni Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu dan Rokan Hilir.

Blok minyak strategis ini, merupakan terbesar kedua di Indonesia dengan target produksi minyak tahun 2021 sekitar 165.000 barel per hari atau sekitar 24% dari produksi nasional.

Continue Reading

Trending