Connect with us

CityTechnology

China Pamer Foto Penjelajahan Zhurong di Planet Mars

Published

on

Zhurong

Tak ingin kalah dari NASA, China National Space Administration (CNSA) memamerkan foto terbaru yang diambil oleh robot penjelajah Zhurong di Planet Mars.

Seperti dinukil dari Daily Mail, Sabtu (12/6/2021), foto ini dipamerkan di Beijing, China, untuk merayakan kesuksesan misi penjelajahan Mars. Foto yang dipamerkan termasuk foto panorama 360 derajat yang memperlihatkan area pendaratan.

Kemudian, Foto ini digabungkan dari beberapa foto yang diambil oleh kamera navigasi rover Zhurong setelah mendarat.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Foto lainnya memperlihatkan area pendaratan di Utopia Planitia yang datar, dengan bebatuan yang berserakan, kawah bulat dan beberapa gumuk di kejauhan. Foto ini diambil tidak lama setelah roda Zhurong menyentuh daratan Mars.

Ada pula foto dengan menggunakan kamera wireless yang diletakkan sekitar 10 meter dari posisi Zhurong.

Setelah menempatkan kamera di tanah, Zhurong kembali ke posisinya di samping platform dan mengambil selfie. Foto ini dikirimkan ke rover menggunakan sinyal wireless, untuk kemudian dikirimkan ke Bumi menggunakan wahana pengorbit.

Selain itu, ada juga foto platform pendarat yang diambil menggunakan kamera Zhurong. Dalam foto tersebut terlihat jembatan yang digunakan Zhurong untuk turun ke permukaan Mars, serta bendera China yang menempel di bagian bawah platform.

CityAutomotive

2025, Mobil Terbang Bakal Jadi Transportasi Umum di Jepang

Published

on

Mobil terbang

Selain mobil listrik, mobil terbang menjadi salah satu inovasi yang diharapkan bisa digunakan secara massal dalam waktu dekat. Jepang menargetkan tahun 2025 sudah melegalkan penggunaan mobil terbang secara umum.

Satu di antara perusahaan yang mempersiapkan penggunaan mobik terbang secara umum adalah SkyDrive. Saat ini mereka terus melakukan pengujian. Demikian dilansir dari Mainichi, Kamis (29/7/2021).

Perusahaan asal Jepang ini telah berhasil melakukan uji coba mobil terbang berawak di dalam ruangan pada tahun 2019. Mobil terbang tersebut bernama SD-03 SkyDrive yang hanya menampung satu orang saja.

Baca Juga :

  1. Pengusaha Asal Aceh Beri Bantuan Sosial Senilai Rp2 Triliun
  2. Eko Yuli Irawan Raih Medali Perak Olimpiade Tokyo 2020
  3. Bersikap Diskriminatif di Olimpiade 2020, Stasiun Televisi Korea Selatan Keluarkan Permintaan Maaf Ketiga

SD-03 SkyDrive memiliki panjang 4 meter dan tinggi 2 meter, mobil terbang SD-03 ini diklaim dapat terbang selama sekitar 10 menit dengan kecepatan mencapai 50 km/jam. Mobil terbang ini hadir dengan delapan baling-baling yang terpasang pada empat titik sudut.

SkyDrive yang telah dibentuk sejak 2018 silam terus melakukan uji coba SD-03 dalam beberapa waktu mendatang. CEO SkyDrive, Tomohiro Fukuzawa mengatakan jika mobil terbang ini dapat digunakan secara praktis dan bisa terbang lebih jauh.

Pemerintah Jepang saat ini memang gencar dalam mengembangkan teknologi mobil terbang. Jepang menargetkan pada tahun 2025 mobil terbang sudah hadir dan bisa digunakan sebagai alat transportasi.

Pada gelaran Osaka Kansai Expo 2025, pemerintah Jepang sudah berencana untuk menghadirkan mobil terbang sebagai alat transportasi antara Bandara Internasional Kansai dengan lokasi acara. Dengan menempuh jarak 30 km, mobil terbang bisa menjadi solusi agar memudahkan pengunjung mendatangi acara lebih cepat.

Continue Reading

Berita Utama

Jokowi: Pandemi Covid-19 Jadi Kunci Utama Disrupsi Teknologi

Published

on

Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pandemi Covid-19 sebagai penyebabnya utama terciptanya disrupsi atau era terjadinya perubahan besar-besaran yang disebabkan oleh adanya inovasi yang mengubah sistem dan tatanan bisnis ke taraf yang lebih baru.

Jokowi mengungkapkan hal itu saat memberikan pengarahan dalam Konferensi Forum Indonesia secara virtual yang diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (27/7/2021).

“Pandemi Covid-19 merupakan rangkaian serial disrupsi,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Jokowi: Jangan Ada Lagi PNS Zaman Kolonial yang Minta Dilayani!
  2. Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis
  3. Metode Mendidik Anak Ala Sayyidah Fathimah az-Zahra

Jokowi mengemukakan dalam beberapa tahun terakhir terjadi perubahan lanskap sosial budaya, lanskap ekonomi maupun politik akibat revolusi industri 4.0. Situasi ini pun memang tak terhindarkan.

Mulai dari kehadiran teknologi cloud, computing, internet of things, artificial intelligence (AI), big data analytic, advance robotic, hingga virtual reality telah membawa berbagai macam perubahan di segala bidang.

“Kita harus akui teknologi telah menjadi master disrupsi. Perdagangan bergeser menjadi e-commerce, perbankan telah didisrupsi oleh hadirnya fintech dan berbagai macam e-payment, dunia kedokteran dan farmasi semakin terdisrupsi oleh health tech,” katanya.

“Profesional hulum juga mulai diguncang oleh rec tech, dan dunia pendidikan telah terdisrupsi besar-besaran oleh edu tech,” tegas dia.

Oleh karenanya, Jokowi meminta seluruh perguruan tinggi untuk bisa menghadirkan edu tech. Menurut dia, perguruan tinggi kini harus beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital. Digital learning bukan hanya digunakan untuk fasilitasi pelajaran oleh dosen internal kampus kepada mahasiswa, yang juga penting fasilitasi mahasiswa belajar,” jelasnya.

Continue Reading

CityTechnology

Pemerintah Segera Matikan Tv Analog & Ganti ke Tv Digital

Published

on

Kementrian Komunikasi dan Informatika pada 17 Agusus 2021 nanti akan menghentikan siaran televisi TV analog dalam program Analog Switch Off (ASO) ke TV Digital tahap 1.

Dalam peralihan siaran analog ke digital, kemenkominfo melakukan peralihan dalam lima tahap. Tahap akhir penghentian siaran televisi analog akan dilakukan pada 22 November 2022.

ASO tahap pertama meliputi wilayah indonesia di Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Provinsi Banten, Provinsi Kalimantan Timur, dan Provinsi Kalimantan Utara.

Disamping itu, agar masyarakat di dalam negeri bisa menangkap siaran tv digital disarankan untuk menambahkan perangkat Set Top Box (STB).

Continue Reading

Trending