Connect with us

CityProperty

Inilah Beragam Jenis Properti Pilihan Kaum Milenial

Published

on

Properti pilihan kaum milenial

Milenial menjadi sasaran konsumen yang terus digarap kalangan pengembang. Berbagai kebutuhan milenial yang lebih spesifik terus diupayakan di berbagai proyek untuk menarik minat kalangan ini.

Kalangan milenial merupakan pasar yang sangat besar dan karena itu terus digarap oleh kebanyakan industri termasuk sektor properti. Terlebih lagi properti khususnya produk hunian yang merupakan kebutuhan dasar dan biasanya dicari kalangan pekerja muda untuk dihuni maupun investasi.

Di sisi lain, berdasarkan riset Indonesia Millenial Report, generasi milenial kita masih belum banyak yang menyadari terkait kepentingan investasinya. Kebanyakan milenial masih menghabiskan penghasilannya untuk produk-produk konsumtif maupun lifestyle karena itu riset tersebut menyebut baru sekitar dua persen milenial yang melek investasi.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Di sisi lain, rendahnya keinginan investasi kalangan milenial ini semakin menguatkan potensi pasar di sektor properti. Perlu dilakukan banyak sosialisasi maupun edukasi untuk merangsang minat kalangan milenial ini mulai berinvestasi khususnya di sektor properti yang aman dan stabil.

Pandemi Covid-19 dengan berbagai kendala maupun pergesaran berbagai kebiasaan juga semakin meningkatkan minat milenial untuk berinvestasi. Menurut General Manager Marketing Ciputra Group Andreas Raditya, generasi milenial meskipun belum banyak sudah mulai meninggalkan beberapa kebiasaan konsumtifnya seperti hangout di kafe, belanja online, dan sebagainya.

“Pandemi yang membuat banyak pembatasan kegiatan maupun berbagai keterbatasan yang lain sedikit banyak telah mengubah perilaku kalangan milenial itu. Mulai banyak dari kalangan ini yang mulai sadar untuk berinvestasi yang bisa menunjang kehidupan masa depannya,” ujarnya.

Raditya menyebut hal ini berdasarkan ciri dari profil pembeli di tower pertama Apartemen Citra Landmark di Jalan Raya Ciracas, Jakarta Timur yang didominasi milenial. Ada sekitar 40 persen konsumen yang membeli di bawah rentang usia 39 tahun dan 77 persennya membeli tipe studio, 20 persen dua kamar tidur, dan sisanya tipe di atasnya.

Dari sisi area geografisnya, 80 persen pembeli berasal dari kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Hal lainnya lagi yang menarik, konsumen milenial dari luar Jakarta atau kawasan Bodetabek hingga khususnya seputar Cibubur itu cukup tinggi mencapai 17 persen dan 3 persen.

Pembeli berdasarkan jenis kelamin juga 50:50 antara pria dan wanita dan ini cukup jarang terjadi karena umumnya kalangan pria lebih dominan. Ciri lain yang membeli dari kalangan milenial yaitu 67 persennya membeli menggunakan fasilitas KPA bank.

Preferensi lainnya yang dicari konsumen milenial yaitu harga terjangkau khususnya untuk yang berpenghasilan di bawah Rp15 juta dan penghasilan segini cocok untuk membeli produk properti seharga Rp400 juta-Rp500 juta. Kemudian kemudahan pembayaran dengan dukungan KPR-KPA yang mudah, praktis, dan suku bunga rendah.

“Lokasi strategis dengan dukungan aksesibilitas maupun sarana transportasi lain juga menjadi preferensi lain yang dicari kalangan milenial. Kemudian reputasi pengembang yang memberikan jaminan kalau produk yang dihasilkan akan berjalan baik, semua preferensi yang dibutuhkan milenial ini kami hadirkan di proyek Citra Landmark karena itu tidak heran kalau banyak konsumen dari kalangan milenial,” beber Raditya.

CityProperty

Rumah Tapak Jadi Andalan Properti Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Rumah tapak

Rumah tapak menjadi segmen produk properti yang tetap digemari bahkan mengalami peningkatan penjualan saat situasi pandemi Covid-19. Situasi ini terjadi sejak tahun lalu dan diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun depan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Jones Lang LaSalle (JLL), pengembangan rumah tapak masih akan sangat aktif dilakukan di saat situasi pandemi Covid-19. Hal ini tidak terlepas dari tingginya permintaan rumah tapak dan sektor ini juga yang telah membuat industri properti untuk periode kuartal pertama 2021 tetap bergairah.

Menurut Head of Researh JLL Yunus Karim, permintaan akan rumah tapak pada semester kedua 2021 ini masih tetap tinggi dan ini melanjutkan tren positif yang terjadi sejak periode tahun 2020 lalu. Ditambah lagi range produk rumah tapak yang semakin beragam dan ini menjadi salah satu pendorong tumbuhnya segmen ini pada kuartal kedua 2021.

Baca Juga:

  1. Kim Jae Wook dan Krystal Jung Dapat Tawaran Bintangi Drama Romantis “Crazy Love”
  2. 5 Soundtrack Drama Korea dengan Penonton Terbanyak di YouTube
  3. Keponakan Perempuan Putri Diana, Lady Kitty Spencer Menikah dengan Miliarder Asal Afrika Selatan

“Sejak tahun lalu pengembang sangat aktif menawarkan dan membangun rumah tapak dan ini dikarenakan respon pasar yang sangat baik. Kondisi ini terjadi sejak tahun lalu dan diperkirakan tren ini akan terus berlenjut sepanjang tahun ini bahkan hingga tahun depan,” ujarnya.

Hal lainnya, permintaan untuk segmen rumah tapak ini didominasi oleh kalangan pengguna (end user). Permintaan yang tinggi ini membuat rumah tapak bukan hanya bisa bertahan saat pandemi tapi juga menjadi penopang bisnis mayoritas kalangan pengembang. Segmen harga yang beragam dan khususnya keterjangkauan menjadi rumah tapak ini semakin diminati.

Berdasarkan riset JLL, rumah tapak yang berhasil dijual pada periode semester pertama 2021 mayoritasnya, atau sekitar 80 persen yang terjual merupakan produk dengan harga jual di bawah Rp1,3 miliar. Minat masyarakat yang besar untuk segmen rumah tapak juga tidak terlepas dari reputasi pengembang hingga fasilitas yang ditawarkan.

Hal lainnya lagi, berbagai insentif dan stimulus yang dikeluarkan pemerintah menjadi daya dorong minat masyarakat. Insentif PPN 10 persen untuk produk dengan harga di bawah Rp2 miliar membuat masyarakat lebih berminat untuk membeli karena produk yang dibeli lebih murah 10 persen.

Belum lagi banyaknya promo dari kalangan pengembang maupun perbankan penyalur pembiayaan yang sangat siginifikan meningkatkan transaksi untuk rumah tapak. Pada semester pertama 2021, ada penambangah seluas 7.800 m2 untuk rumah tapak yang terjual dan 37.700 unit yang dibeli secara indent.

“Kondisi ini akan terus berlanjut terlebih untuk pengembang-pengembang yang memiliki lahan maupun landbank yang luas. Rumah tapak merupakan salah satu segmen properti yang bertahan di masa pandemi ini bahkan bisa mencatatkan kenaikan, karena itu perumahan maupun klaster baru masih kerap diluncurkan oleh pengembang,” jelas Yunus.

Continue Reading

CityProperty

Program Sejuta Rumah Tak Kendur Meski Dihantam Pandemi Covid-19

Published

on

Program sejuta rumah

Kementerian PUPR menegaskan tetap menjalankan program perumahan khususnya program nasional pembangunan sejuta rumah. Besarnya kebutuhan hunian tidak mengendurkan semangat untuk pelaksanaan program ini karena itu seluruh stakeholder diharapkan aktif dengan pelaksanaan program perumahan.

Program perumahan merupakan salah satu andalan pemerintah untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ke produk perumahan sekaligus untuk mendorong perekonomian nasional karena sektor properti juga merupakan lokomotif perekonomian.

Karena itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menegaskan, program perumahan khususnya untuk kalangan MBR dengan program sejuta rumah akan tetap berjalan di masa pandemi Covid-19. Kementerian PUPR akan memastikan melakukan berbagai pengawasan supaya program ini bisa dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga:

  1. Kim Jae Wook dan Krystal Jung Dapat Tawaran Bintangi Drama Romantis “Crazy Love”
  2. 5 Soundtrack Drama Korea dengan Penonton Terbanyak di YouTube
  3. Keponakan Perempuan Putri Diana, Lady Kitty Spencer Menikah dengan Miliarder Asal Afrika Selatan

“Pemerintah akan memastikan program pembangunan rumah melalui program sejuta rumah akan tetap berjalan dengan mematuhi berbagai batasan protokol kesehatan di lapangan. Pemerintah sangat menyadari kebutuhan masyarakat akan hunian sehingga program ini masih akan terus didorong dan kenyataannya di berbagai daerah pembangunan perumahan masih terus berlanjut,” ujar Khalawi Abdul Hamid, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR.

Program perumahan yang didanai menggunakan APBN juga realisasinya sangat ditunggu oleh masyarakat. Misalnya, program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang membuat rumah-rumah tidak layak huni menjadi lebih baik. Begitu juga program prasarana sarana utilitas (PSU) yang membuat lingkungan perumahan subsidi menjadi lebih baik karena diberikan bantuan PSU.

Berbagai aktivitas di sektor perumahan ini juga secara langsung maupun tidak langsung telah menggerakkan perekonomian dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pandemi yang menghambat berbagai kegiatan ekonomi terus didorong dengan berbagai cara seperti kolaborasi, inovasi, hingga kerja sama antar stakholder perumahan sehingga sektor properti bisa tetap menunjang kegiatan perekonomian.

Terkait inovasi yang dilakukan saat pandemi, berbagai sosialisasi telah dilakukan secara daring maupun virtual. Ini juga membuat jumlah petugas yang seharusnya turun ke lapangan untuk mendampingi masyarakat bisa dioptimalkan untuk menghindari penyebaran virus.

Khalawi juga mengajak berbagai pihak khususnya pemerintah daerah untuk terus mendukung program sejuta rumah. Melalui program yang diusung pemerintah pusat ini juga bisa membantu pemerintah daerah untuk mengurangi rumah tidak layak huni maupun kawasan kumuh di daerah-daerah.

“Makanya kami sangat aktif bahkan hingga jemput bola ke berbagai pemerintah daerah untuk pendataan perumahan. Saat pandemi ini kuantitas pembangunan perumahan memang mengendur, dengan komitmen bersama harus dipastikan kalau sektor perumahan ini akan tetap berjalan hingga mendorong perekonomian nasional,” tandasnya.

Continue Reading

CityProperty

789 Agen China Siap Pasarkan Properti di Indonesia

Published

on

China solutions

Gelaran China Solutions Live Streaming perdana di Indonesia yang berlangsung pada Kamis, 1 Juli 2021 berjalan sukses. Swancity selaku sponsor acara mengaku puas dengan keseluruhan rangkaian acara.

China Solutions Live Streaming adalah program yang bertujuan untuk membantu pengembang properti di Asia Pasifik dalam memperluas brand mereka ke pasar Cina. Acara ini telah digelar secara rutin di sejumlah pasar Asia termasuk Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Sebanyak 789 agen properti China mengikuti live streaming yang dihelat pada 1 Juli lalu, dengan topik utama yakni memperkenalkan lebih dalam proyek properti besutan Swancity yakni Lavon, Lavon II, dan Daisan.

Baca Juga:

  1. Nasi Liwet, Masakan Khas Sunda
  2. 5 Burung Paruh Bengkok yang Bisa Berbicara
  3. Mandai, Makanan Khas Banjar Berbahan Cempedak

Pihak Swancity mengungkapkan bahwa antusiasme tinggi begitu terasa, dimana ratusan agen properti China yang hadir acara tersebut menunjukkan minat besarnya pada produk properti yang dipresentasikan. Apalagi Swancity turut memberikan komisi dan fasilitas khusus bagi agen properti yang berhasil memasarkan Lavon, Lavon II, dan Daisan kepada para investor China.

“Kami senang dan bangga karena ada 789 agen properti China yang bergabung dan berpartisipasi di kolom komentar, menanyakan banyak hal terkait proyek hunian yang kami hadirkan. Tentunya kami berharap dengan mengikuti konferensi virtual ini dapat membuka peluang bagi investor China untuk berinvestasi di Swancity,” ujar Mikhael Butar Butar, Sales & Marketing Deputy Head Swancity.

Pengenalan proyek Swancity dibawakan oleh David Chen, Sales Representative Swancity untuk China market yang juga seorang konsultan properti China dengan pengalaman selama 7 tahun. Ia juga berprofesi sebagai ahli keuangan dan investasi real estat luar negeri. Selain berbagi informasi tentang properti, live streaming berdurasi 45 menit itu turut menjelaskan bagaimana skema kepemilikan properti di Indonesia untuk warga asing.

David Chen turut memuji acara China Solutions Live Streaming, terutama dari segi kualitas peserta, penyelenggara, dan pengalaman yang ditawarkan.

“China Solutions Live Streaming adalah platform yang sangat baik untuk memperkenalkan Swancity dan seri produk kami ke pasar China, serta untuk berinteraksi dengan agen China yang potensial. Di waktu yang sulit ini, kami merasa perlu mengikuti tren apapun yang dapat membantu kami tetap aktif di industri properti,” katanya.

Continue Reading

Trending