Connect with us

CityProperty

Rumah Hancur Akibat Bencana Alam, Klaim Bantuan Lewat Aplikasi Ini

Published

on

Rumah rusak akibat bencana alam

Kementerian PUPR meluncurkan aplikasi Rutena untuk mendata dan melaporkan rumah-rumah yang rusak akibat bencana alam. Melalui aplikasi ini diharapkan program bantuan perumahan bisa didata dan didistribusikan dengan lebih cepat dan akurat.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan Sistem Informasi Pendataan Rumah Terdampak Bencana atau Rutena untuk membantu masyarakat yang huniannya terdampak bencana alam untuk mendapatkan program bantuan hunian dari pemerintah.

Menurut Sekretaris Ditjen Perumahan M. Hidayat, wilayah Indonesia yang berada pada jalur ring of fire sehingga menjadikan Indonesia kawasan dengan potensi bencana alam yang tinggi. Karena itu diperlukan suatu sistem pendataan yang baik sehingga mitigasi maupun antisipasi bisa dilakukan dengan tepat khususnya saat terjadi bencana.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Pendataan yang baik untuk mengetahui dengan cepat dan akurat berapa rumah yang terdampak sehingga program bantuan bisa didistribusikan dengan cepat dan tepat. Karena itu aplikasi seperti Rutena ini bisa menjadi salah satu sistem yang penting untuk mengetahui data awal saat terjadi bencana,” ujarnya.

Karena itu selain aplikasi Rutena seperti ini juga perlu di-link maupun terus ditingkatkan koordinasi dengan berbagai pihak yang berkaitan langsung bila terjadi bencana. Misalnya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas terkait, hingga instansi lain untuk koordinasi seluruh unit orginasasi sehingga bisa mempercepat proses penanganan bencana.

Melalui aplikasi Rutena ini, Ditjen Perumahan membuat sebuah mekanisme yang efektif untuk membantu warga yang terdampak bencana khususnya di bidang perumahan dan permukiman. Melalui mekanisme ini kita bisa mendapatkan data yang cepat dan akurat untuk segera membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Peran pemerintah dalam penanggulangan bencana sendiri ada tiga tahap yaitu pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Pada tahap pra bencana kita perlu berkolaborasi bersama seperti latihan mitigasi terhadap bencana sehingga masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

Rutena sendiri bisa diakses melalui laman resmi Kementerian PUPR dan telah dilengkapi dengan informasi jenis bencana, media untuk melakukan pendataan cepat, dan media untuk melakukan pendataan mendalam yang akurat. Nantinya akan ada sistem yang memberikan tingkat kerusakan rumah secara otomatis.

Sistem Informasi Pendataan Rutena ini untuk sementara akan digunakan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Ditjen Perumahan dan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan apabila terjadi bencana di daerah. Aplikasi Rutena ini juga memiliki fasilitas kamera 360 derajat untuk menyampaikann informasi bencana, jejak digital, dan penilaian kerusakan sesuai dengan kondisi di lokasi.

“Kami berharap dengan dirilisnya aplikasi Rutena ini maka data yang ada di lapangan bisa disampaikan dengan baik, cepat, dan akurat sehingga memudahkan para pengambil keputusan untuk memberikan kontribusi yang baik pada seluruh unit organisasi yang terlibat untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” beber Hidayat.

CityProperty

Rumah Tapak Jadi Andalan Properti Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Rumah tapak

Rumah tapak menjadi segmen produk properti yang tetap digemari bahkan mengalami peningkatan penjualan saat situasi pandemi Covid-19. Situasi ini terjadi sejak tahun lalu dan diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun depan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Jones Lang LaSalle (JLL), pengembangan rumah tapak masih akan sangat aktif dilakukan di saat situasi pandemi Covid-19. Hal ini tidak terlepas dari tingginya permintaan rumah tapak dan sektor ini juga yang telah membuat industri properti untuk periode kuartal pertama 2021 tetap bergairah.

Menurut Head of Researh JLL Yunus Karim, permintaan akan rumah tapak pada semester kedua 2021 ini masih tetap tinggi dan ini melanjutkan tren positif yang terjadi sejak periode tahun 2020 lalu. Ditambah lagi range produk rumah tapak yang semakin beragam dan ini menjadi salah satu pendorong tumbuhnya segmen ini pada kuartal kedua 2021.

Baca Juga:

  1. Kim Jae Wook dan Krystal Jung Dapat Tawaran Bintangi Drama Romantis “Crazy Love”
  2. 5 Soundtrack Drama Korea dengan Penonton Terbanyak di YouTube
  3. Keponakan Perempuan Putri Diana, Lady Kitty Spencer Menikah dengan Miliarder Asal Afrika Selatan

“Sejak tahun lalu pengembang sangat aktif menawarkan dan membangun rumah tapak dan ini dikarenakan respon pasar yang sangat baik. Kondisi ini terjadi sejak tahun lalu dan diperkirakan tren ini akan terus berlenjut sepanjang tahun ini bahkan hingga tahun depan,” ujarnya.

Hal lainnya, permintaan untuk segmen rumah tapak ini didominasi oleh kalangan pengguna (end user). Permintaan yang tinggi ini membuat rumah tapak bukan hanya bisa bertahan saat pandemi tapi juga menjadi penopang bisnis mayoritas kalangan pengembang. Segmen harga yang beragam dan khususnya keterjangkauan menjadi rumah tapak ini semakin diminati.

Berdasarkan riset JLL, rumah tapak yang berhasil dijual pada periode semester pertama 2021 mayoritasnya, atau sekitar 80 persen yang terjual merupakan produk dengan harga jual di bawah Rp1,3 miliar. Minat masyarakat yang besar untuk segmen rumah tapak juga tidak terlepas dari reputasi pengembang hingga fasilitas yang ditawarkan.

Hal lainnya lagi, berbagai insentif dan stimulus yang dikeluarkan pemerintah menjadi daya dorong minat masyarakat. Insentif PPN 10 persen untuk produk dengan harga di bawah Rp2 miliar membuat masyarakat lebih berminat untuk membeli karena produk yang dibeli lebih murah 10 persen.

Belum lagi banyaknya promo dari kalangan pengembang maupun perbankan penyalur pembiayaan yang sangat siginifikan meningkatkan transaksi untuk rumah tapak. Pada semester pertama 2021, ada penambangah seluas 7.800 m2 untuk rumah tapak yang terjual dan 37.700 unit yang dibeli secara indent.

“Kondisi ini akan terus berlanjut terlebih untuk pengembang-pengembang yang memiliki lahan maupun landbank yang luas. Rumah tapak merupakan salah satu segmen properti yang bertahan di masa pandemi ini bahkan bisa mencatatkan kenaikan, karena itu perumahan maupun klaster baru masih kerap diluncurkan oleh pengembang,” jelas Yunus.

Continue Reading

CityProperty

Program Sejuta Rumah Tak Kendur Meski Dihantam Pandemi Covid-19

Published

on

Program sejuta rumah

Kementerian PUPR menegaskan tetap menjalankan program perumahan khususnya program nasional pembangunan sejuta rumah. Besarnya kebutuhan hunian tidak mengendurkan semangat untuk pelaksanaan program ini karena itu seluruh stakeholder diharapkan aktif dengan pelaksanaan program perumahan.

Program perumahan merupakan salah satu andalan pemerintah untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ke produk perumahan sekaligus untuk mendorong perekonomian nasional karena sektor properti juga merupakan lokomotif perekonomian.

Karena itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menegaskan, program perumahan khususnya untuk kalangan MBR dengan program sejuta rumah akan tetap berjalan di masa pandemi Covid-19. Kementerian PUPR akan memastikan melakukan berbagai pengawasan supaya program ini bisa dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga:

  1. Kim Jae Wook dan Krystal Jung Dapat Tawaran Bintangi Drama Romantis “Crazy Love”
  2. 5 Soundtrack Drama Korea dengan Penonton Terbanyak di YouTube
  3. Keponakan Perempuan Putri Diana, Lady Kitty Spencer Menikah dengan Miliarder Asal Afrika Selatan

“Pemerintah akan memastikan program pembangunan rumah melalui program sejuta rumah akan tetap berjalan dengan mematuhi berbagai batasan protokol kesehatan di lapangan. Pemerintah sangat menyadari kebutuhan masyarakat akan hunian sehingga program ini masih akan terus didorong dan kenyataannya di berbagai daerah pembangunan perumahan masih terus berlanjut,” ujar Khalawi Abdul Hamid, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR.

Program perumahan yang didanai menggunakan APBN juga realisasinya sangat ditunggu oleh masyarakat. Misalnya, program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang membuat rumah-rumah tidak layak huni menjadi lebih baik. Begitu juga program prasarana sarana utilitas (PSU) yang membuat lingkungan perumahan subsidi menjadi lebih baik karena diberikan bantuan PSU.

Berbagai aktivitas di sektor perumahan ini juga secara langsung maupun tidak langsung telah menggerakkan perekonomian dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pandemi yang menghambat berbagai kegiatan ekonomi terus didorong dengan berbagai cara seperti kolaborasi, inovasi, hingga kerja sama antar stakholder perumahan sehingga sektor properti bisa tetap menunjang kegiatan perekonomian.

Terkait inovasi yang dilakukan saat pandemi, berbagai sosialisasi telah dilakukan secara daring maupun virtual. Ini juga membuat jumlah petugas yang seharusnya turun ke lapangan untuk mendampingi masyarakat bisa dioptimalkan untuk menghindari penyebaran virus.

Khalawi juga mengajak berbagai pihak khususnya pemerintah daerah untuk terus mendukung program sejuta rumah. Melalui program yang diusung pemerintah pusat ini juga bisa membantu pemerintah daerah untuk mengurangi rumah tidak layak huni maupun kawasan kumuh di daerah-daerah.

“Makanya kami sangat aktif bahkan hingga jemput bola ke berbagai pemerintah daerah untuk pendataan perumahan. Saat pandemi ini kuantitas pembangunan perumahan memang mengendur, dengan komitmen bersama harus dipastikan kalau sektor perumahan ini akan tetap berjalan hingga mendorong perekonomian nasional,” tandasnya.

Continue Reading

CityProperty

789 Agen China Siap Pasarkan Properti di Indonesia

Published

on

China solutions

Gelaran China Solutions Live Streaming perdana di Indonesia yang berlangsung pada Kamis, 1 Juli 2021 berjalan sukses. Swancity selaku sponsor acara mengaku puas dengan keseluruhan rangkaian acara.

China Solutions Live Streaming adalah program yang bertujuan untuk membantu pengembang properti di Asia Pasifik dalam memperluas brand mereka ke pasar Cina. Acara ini telah digelar secara rutin di sejumlah pasar Asia termasuk Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Sebanyak 789 agen properti China mengikuti live streaming yang dihelat pada 1 Juli lalu, dengan topik utama yakni memperkenalkan lebih dalam proyek properti besutan Swancity yakni Lavon, Lavon II, dan Daisan.

Baca Juga:

  1. Nasi Liwet, Masakan Khas Sunda
  2. 5 Burung Paruh Bengkok yang Bisa Berbicara
  3. Mandai, Makanan Khas Banjar Berbahan Cempedak

Pihak Swancity mengungkapkan bahwa antusiasme tinggi begitu terasa, dimana ratusan agen properti China yang hadir acara tersebut menunjukkan minat besarnya pada produk properti yang dipresentasikan. Apalagi Swancity turut memberikan komisi dan fasilitas khusus bagi agen properti yang berhasil memasarkan Lavon, Lavon II, dan Daisan kepada para investor China.

“Kami senang dan bangga karena ada 789 agen properti China yang bergabung dan berpartisipasi di kolom komentar, menanyakan banyak hal terkait proyek hunian yang kami hadirkan. Tentunya kami berharap dengan mengikuti konferensi virtual ini dapat membuka peluang bagi investor China untuk berinvestasi di Swancity,” ujar Mikhael Butar Butar, Sales & Marketing Deputy Head Swancity.

Pengenalan proyek Swancity dibawakan oleh David Chen, Sales Representative Swancity untuk China market yang juga seorang konsultan properti China dengan pengalaman selama 7 tahun. Ia juga berprofesi sebagai ahli keuangan dan investasi real estat luar negeri. Selain berbagi informasi tentang properti, live streaming berdurasi 45 menit itu turut menjelaskan bagaimana skema kepemilikan properti di Indonesia untuk warga asing.

David Chen turut memuji acara China Solutions Live Streaming, terutama dari segi kualitas peserta, penyelenggara, dan pengalaman yang ditawarkan.

“China Solutions Live Streaming adalah platform yang sangat baik untuk memperkenalkan Swancity dan seri produk kami ke pasar China, serta untuk berinteraksi dengan agen China yang potensial. Di waktu yang sulit ini, kami merasa perlu mengikuti tren apapun yang dapat membantu kami tetap aktif di industri properti,” katanya.

Continue Reading

Trending