Connect with us

CityPublicPolicy

Jokowi Berikan Insentif Lebih dari Rp1 Juta untuk PNS Pengawas Alat Pertanian

Published

on

Presiden Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), membawa kabar baik untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka diangkat sebagai pengawas alat dan mesin pertanian. Besaran tunjangan berkisar Rp540 ribu hingga Rp1,26 juta.

Hal itu diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 51 Tahun 2021 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Pengawas Alat dan Mesin Pertanian. Beleid ini diteken Jokowi pada 31 Mei 2021 dan diundangkan pada 2 Juni 2021.

Dalam pertimbangan aturan tersebut, pemberian tunjangan dilakukan untuk meningkatkan mutu, prestasi, pengabdian, dan produktivitas kinerja PNS dengan jabatan fungsional pengawas alat dan mesin pertanian.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam jabatan fungsional pengawas alat dan mesin pertanian, diberikan tunjangan pengawas alat dan mesin pertanian setiap bulan,” ujar Jokowi dalam Pasal 2 Perpres 51/2021, dikutip Kamis (10/6).

Pemberian tunjangan pengawas alat dan mesin pertanian bagia PNS yang bekerja pada pemerintah pusat dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara, bagi PNS yang bekerja pada pemerintah daerah, tunjangan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pemberian tunjangan pengawas alat dan mesin pertanian dihentikan apabila PNS terkait diangkat dalam jabatan struktura, jabatang fungsional lain, atau karena hal lain yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Tata cara pembayaran dan penghentian pembayaran tunjangan pengawas alat dan mesin pertanian dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis Pasal 6 Perpres 51/2021.

Berita Utama

Risma Libatkan Karang Taruna untuk Memperlancar Distribusi Masker & Vitamin Covid-19

Published

on

Tri Rismaharini

Demi memperlancar proses distribusi masker dan vitamin untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng berbagai pilar sosial, termasuk Karang Taruna.

Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, menyatakan dia mengambil keputusan ini setelah menerima surat dari berbagai Karang Taruna yang merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam penanganan Covid-19.

“Kami akan mendistribusikan masker dan vitamin kepada seluruh Karang Taruna di Indonesia. Saya mohon Karang Taruna membantu mendistribusikan kepada masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Risma dalam pertemuan virtual dengan 514 karang taruna tingkat kabupaten/kota Indonesia.

Baca Juga :

  1. Pengusaha Asal Aceh Beri Bantuan Sosial Senilai Rp2 Triliun
  2. Eko Yuli Irawan Raih Medali Perak Olimpiade Tokyo 2020
  3. Bersikap Diskriminatif di Olimpiade 2020, Stasiun Televisi Korea Selatan Keluarkan Permintaan Maaf Ketiga

Terkait hal itu, Risma menugaskan Karang Taruna agar memprioritaskan distribusi masker dan vitamin ke masyarakat tidak mampu. Dia juga meminta agar proses distribusi dilakukan per kecamatan agar tak menimbulkan kerumunan.

Risma berjanji akan berupaya semaksimal mungkin. Selain itu, demi memudahkan pendistribusian, vitamin dan masker akan dikemas sebelum diserahkan kepada karang taruna.

Kementerian Sosial juga akan mempercepat distribusi dengan mengirimkan masker dan vitamin ke berbagai alamat sekretariat karang taruna. Jika tidak ada, maka dikirimkan melalui Dinas Sosial setempat.

“Pengiriman melalui Dinsos saya berharap tidak ada masalah. Jadi, kita memberikan peranan bagi anak-anak muda kita supaya mereka bisa berkontribusi nyata kepada bangsa dan negara yang memang sedang membutuhkan semangat gotong royong dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini,” ungkap Risma.

Sementara itu, distribusi bantuan sembako bagi masyarakat tak mampu ditegaskan sudah dilakukan melalui program Kemensos lainnya. Dalam implementasinya nanti, Risma meminta apabila para karang taruna menemukan ada penerima bantuan sosial (bansos) seperti PKH, BPNT, dan BST yang belum mendapat beras untuk melaporkannya pada Kemensos.

Continue Reading

Berita Utama

Titah Jokowi ke Seluruh Menteri: Kerja Mati-matian Tekan Angka Kematian Covid-19!

Published

on

Presiden Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), memberikan perintah khusus kepada seluruh jajarannya. Perintah tersebut adalah agar mereka bekerja mati-matian untuk menekan angka kasus kematian akibat Virus Covid-19.

Melalui akun Instagram-nya, @luhut.pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan instruksi Jokowi tersebut.

Luhut menegaskan bahwa Jokowi ingin setiap jajarannya memberi perhatian khusus untuk tiga hal, yakni tes, telusur, dan perawatan. Menurut Jokowi, hal itu penting untuj mencegah kematian masyarakat Indonesia akibat Covid-19.

Baca Juga :

  1. Pengusaha Asal Aceh Beri Bantuan Sosial Senilai Rp2 Triliun
  2. Eko Yuli Irawan Raih Medali Perak Olimpiade Tokyo 2020
  3. Bersikap Diskriminatif di Olimpiade 2020, Stasiun Televisi Korea Selatan Keluarkan Permintaan Maaf Ketiga

“Secara khusus Presiden @Jokowi menyampaikan kepada kami semua bawahannya untuk bekerja mati-matian menurunkan angka kematian,” kata Luhut.

Atas titah Jokowi, Luhut meminta seluruh elemen pemerintahan meningkatkan upaya tes, telusur, dan perawatan. Ia memberi target penelusuran kepada minimal 8 orang kontak erat setiap ditemukan satu pasien Covid-19.

Ia memprediksi jumlah laporan kasus Covid-19 harian akan meningkat jika upaya itu berhasil. Menurutnya, cara ini harus ditempuh untuk mengetahui tingkat penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Saya memohon kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak perlu khawatir karena dengan semakin banyak orang yang dites dan dilacak, maka potensi penularan virus bisa berkurang,” ujarnya.

Luhut menyebut pemerintah telah menyiapkan fasilitas isolasi terpusat untuk orang-orang yang menjadi kontak erat pasien Covid-19. Fasilitas itu telah dilengkapi dengan 49 ribu tempat tidur, obat-obatan, pasokan oksigen, dan berbagai fasilitas kesehatan.

Continue Reading

Berita Utama

Kemendikbud Beri Kuota Gratis, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Published

on

Nadiem Makarim (Mendikbudristek)

Pemerintah kembali melanjutkan subsidi kuota internet selama 5 bulan, dari Agustus sampai dengan Desember 2021 untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen.

Bantuan ini diberikan untuk 38,1 juta penerima dengan besarnya anggaran mencapai Rp5,54 triliun. Kuota internet yang diberikan untuk pembelajaran daring yang besarnya hingga 15 GB.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, kuota subsidi gratis dari Kemendikbud di tahun 2021 tidak sebesar tahun lalu, kuota tersebut bisa mengakses semua laman. Meski kuota umum namun tidak bisa untuk mengakses media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook serta game online diblokir oleh Kemenkominfo.

 Berikut cara mendapatkan kuota subsidi internet dari Kemendikbud yang terbagi untuk (PAUD) – (SISWA SD-SMA) – (GURU SD-SMA) – (DOSEN-MAHASISWA). Dikutip dari laman Kemendikbud Ristek, penerima bantuan kuota internet gratis pada 2021 harus memenuhi beberapa persyaratan sesuai dengan kriteria yaitu:

Peserta Didik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

1. Terdaftar di sistem Dapodik

2. Memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik/orang tua/anggota keluarga/wali.

Peserta Didik Jenjang Pendidikan Perguruan Tinggi atau Mahasiswa

1. Terdaftar di sistem PDDikti

2. Berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang menuntaskan gelar ganda (double degree)

3. Memiliki nomor ponsel aktif.

Pendidik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

1. Terdaftar di sistem Dapodik dan berstatus aktif

2. Memiliki nomor ponsel aktif.

Pendidik Jenjang Pendidikan Perguruan Tinggi atau Dosen

1. Terdaftar di sistem PDDikti dan berstatus aktif

2. Memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP)

3. Memiliki nomor ponsel aktif.

Jika belum pernah menerima program bantuan kuota internet gratis Kemendikbud, segera lakukan pendaftaran untuk mendapatkan kuota internet hingga 15 gb hanya berlaku untuk kuota internet gratis Telkomsel, Tri, Indosat, Smartfren, dan XL.

Continue Reading

Trending