Connect with us

CityEducation

Benarkah Startup Jadi Mata Kuliah Wajib?

Published

on

Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah mewacanakan startup digital menjadi mata kuliah wajib di perguruan tinggi mulai tahun 2022.

Kemendikbudristek mengatakan tujuan dari wacana ini adalah untuk mendorong mahasiswa dalam membangun sebuah startup.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Paristiyanti Nurwardani mengatakan, tahun ini pihaknya mulai melatih dosen-dosen yang akan mengajar mata kuliah tersebut.

Baca Juga:

  1. Gokil! Pulau di California Ini Sediakan Fasilitas Menikah di Atas Flying Fox
  2. Asal Sudah Divaksinasi, Pulau Madeira Buka Pintu untuk Wisatawan
  3. Kamu Harus Tahu! Ini 5 Tempat dengan Kisah Ajaib di Pulau Paskah

Pihaknya sendiri mentargetkan tahun depan setidaknya ada 100 ribu mahasiswa yang sudah bisa mengikuti mata kuliah startup digital.

“Nantinya, tim yang lolos seleksi pengembangan startup (mahasiswa yang mengikuti mata kuliah) akan mendapat bimbingan yang lebih intensif agar bertahan jangka panjang serta bisa masuk ke platform Kedaireka atau inkubator bisnis kampus,” kata Paris dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (12/5).

Paris mengatakan persiapan pembuatan mata kuliah baru ini akan bekerjasama dengan program bertajuk 1.000 Startup digital.

Gerakan ini diluncurkan oleh Kominfo pada 2019 silam ketika Rudiantara masih menjabat sebagai Menkominfo.

Program ini disebut jadi wadah pemberi pendampingan dan pemberdayaan dunia startup digital di Indonesia, yang terdiri atas enam tahapan, yakni ignition: seminar daring dari pelaku dan regulator industri startup, networking: kegiatan antar peserta, workshop: pembekalan pengetahuan teknis dan nonteknis membangun startup, hacksprint: aktivitas membuat produk minimum siap uji, bootcamp bimbingan mentor, dan incubation: mentoring khusus.

Berita Utama

Metode Mendidik Anak Ala Sayyidah Fathimah az-Zahra

Published

on

Putri Rasulullah saw adalah seorang pendidik besar yang dapat kita teladani dengan sifat-sifatnya yang agung seperti rasa kemanusiaan, tanggung jawab, kepedulian sosial, kecerdasan dan berpengetahuan luas. Ia lahir di lingkungan keluarga nabi, tumbuh di sekitar madrasah kenabian dan mendapat pendidikan langsung dari ayahnya.

Baca Juga:

  1. 4 Tips Jitu Supaya Anak Mau Disuntik Vaksin Covid-19
  2. Nadiem Makarim Menyikapi Sekolah Tatap Muka di Tengah PPKM Darurat
  3. Ibunda Amanda Manopo Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Di rumah yang sederhana, fathimah az-Zahra mendidik anak-anaknya sebagai manusia-manusia terbaik. Ia bersama suaminya Ali bin Abi Thalib menempatkan diri sebagai teladan bagi anak-anak mereka. hasil didikannya tampak pada kepribadian yang agung dan luar biasaa yang dimiliki oleh anak-anaknya, Hasan, Husain, dan Zainab al-Kubra.

Madrasah pendidikan awal yang dapat kita jadikan contoh adalah madsarah pendidikan az-Zahra.  Fathimah az-Zahra menerapkan beberapa metode pendidikan anak, diantaranya :

  1. Menumbuhkan cinta dan kasih sayang

Seorang anak membutuhkan cinta dan kasih sayang ibu dan ayah. Hati ibu yang penuh kasih sayang dan asuhannya yang hangat serta cinta ayah yang tulus akan memancarkan pada diri anak sumber-sumber kebaikan, tolong menolong serta cinta dan sayang terhadap orang lain. Pelajaran ini telah rasulullah saw ajarkan langsung kepada putrinya dalam praktik nyata. Di dalam riwayat menceritakan, ada seorang bercerita kepada Nabi saw bahwa ia memiliki 10 orang anak dan ia tidak pernah mencium satu pun dari mereka. kemudian marahlah Nabi saw dan berkata “jika Allah telah mencabut kasih sayang dari hatimu, apa lagi yang dapat aku lakukan kepada mu? Siapa yang tidak mengasihani anak kecil dan tidak menghormati orang tua maka ia tidak termasuk golongan kita.”

2. Kepribadian

Perlu diperhatikan dalam mendidik anak bahwa orang tua tidak boleh meremehkan anak dihadapan orang lain sehingga ia tidak merasa rendah diri.

3. Iman dan taqwa  

Menurut islam mendidik anak tentang pendidikan agama dilakukan ketika anak masih kecil, meskipun dengan cara sederhana, yaitu bisa mengajarkan tentang wudhu dan sholat lima waktu. Selain itu juga bisa mengajarkan anak untuk bersedekah walaupun sedikit.

Orang tua adalah pendidik pertama dalam hidup anak. Kepribadian orang tua, sikap dan cara hidup mereka berpengaruh dalam pembentukan karakter anak yang sedang tumbuh. Jika orang tua menginginkan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang saleh dan salehah maka mereka harus memperhatikan sikap dan ketakwaannya.   

4. Mematuhi aturan dan memperhatikan hak-hak orang lain

Salah satu yang diperhatikan oleh semua orang tua adalah mengawasi anak dengan pengawasan teliti agar anak menghargai hak-hak orang lain, tidak lemah dalam menuntut haknya, dan belajar teratur dalam urusan kehidupannya.

Demikianlah Mendidik anak ala Sayyidah Fathimah az-Zahra yang bisa anda coba aplikasikan kepada anak. semoga artikel bisa menginspirasi dan membantu anda dalam menyelesaikan masalah anda, semoga bermanfaat.

Continue Reading

Berita Utama

Daftar Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Jawa Barat Versi Kemendikbudristek 2020

Published

on

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditijen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia untuk tahun 2020 pada 17 Juli 2020.

Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Nizam, mengatakan klasterisasi adalah sebuah upaya Ditijen Dikti untuk melakukan pemetaan atas kinerja perguruan tinggi akademik Indonesia yang berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan namun pengelompokkan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya. Klasterisasi ini jangan disalah makanai sebagai pemeringkatan,” kata Nizam.

Baca Juga:

  1. Titik Penyekatan Diperluas, Pintu Tol Menuju Jawa Tengah Ditutup
  2. Daftar Sebaran RT Zona Merah di DKI Jakarta
  3. Inilah 2 Skema Penyekatan di 100 Titik Selama PPKM Darurat

Tujuan utama klasterisasi ialah sebagai landasan untuk pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan perguruan tiggi, dan mendorong perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Nizam mengatakan ada empat aspek utama yang menjadi tolok ukur dalam kinerja perguruan tinggi Indonesia pada tahun 2020. Aspek-aspek itu adalah mutu sumber daya mausia dan mahasiswa (input), pengelolaan kelembagaan tinggi (proses), capaian kinerja jangan pendek yang dicapai oleh perguruan tinggi (output), dan capaian kinerja jangka panjang perguruan tinggi (outcome).

Klasterisasi perguruan tinggi adalah hasil analisis data 2.136 perguruan tinggi di Indonesia. Pengelompokkan perguruan tiggi tahun 2020 tersebut terdiri dari 5 kluster perguruan tinggi. Komposisi klaster 1 berjumlah 15 perguruan tinggi, klaster  2 berjumlah 34 perguruan tinggi, klaster 3 berjumlah 97 perguruan tinggi, klaster 4 berjumlah 400 perguruan tinggi, dan klaster 5 berjumlah 1.590 perguruan tinggi.

Nizam berharap hasil klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 dapat mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk terus melakukan perbaikan kualitas secara berkelanjutan. Siasat mencapai tujuan tersebut adalah dengan kerja cerdas, kerja semangat, dan kerja sama antar perguruan tinggi.

Indikator Klasterisasi Perguruan Tinggi

Input 20%

  1. Presentase dosen berpendidikan S3: 35%
  2. Presentase dosen jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar: 30%
  3. Rasio jumlah mahasiswa terhadap dosen: 25%
  4. Jumlah mahasiswa asing: 8%
  5. Jumlah dosen bekerja sebagai praktisi di industri minimal 6 bulan: 2%

Proses 25%

  1. Akreditasi Institusi BAN-PT: 25%
  2. Akreditasi program studi BAN-PT: 40%
  3. Pembelajaran Daring: 10%
  4. Kerjasama perguruan tinggi: 9%
  5. Kelengkapan Laporan PDDIKTI: 10%
  6. Jumlah PRODI bekerja sama dengan DUDI, NGO atau QS Top 100 WCU: 2%
  7. Jumlah PRODI melaksanakan program Merdeka Belajar: 2%
  8. Jumlah mahasiswa mengiktui kegiatan Merdeka Belajar: 2%
  9. Jumlah mahasiswa mengikuti kegiatan Merdeka Belajar: 2%

Output 25%

  1. Jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen: 30%
  2. Kinerja penelitian: 40%
  3. Kinerja kemahasiswaan: 20%
  4. Jumlah prodi yang telah mendapatkan akreditasi dan sertifikasi internasional: 10%

Outcome 30%

  1. Kinerja inovasi: 25%
  2. Kinerja pengabdian masyarakat: 25%
  3. Jumlah sitasi per dosen: 15%
  4. Jumlah patent per dosen: 15%
  5. Presentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan: 15%

Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Jawa Barat Kemendikburistek 2020

1. Telkom University, Bandung

Telkom Bandung berada pada urutan ke-17 secara umum dan posisi 2 pada klaster 2. Besaran data input adalah 2.014, proses 3.523, output 2.003, outcome 2.798, dan skor total 2.624.

2. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung

Unpar berada pada urutan ke-32 secara umum dan 17 pada klaster 2. Besaran data input adalah 2.705, proses 3.047, output 1.270, outcome 1.786, dan skor total 2.156

3. Universitas Islam Bandung

Uiveristas Islam Bandung berada oada urutan ke-51 secara umum dan urutan ke-2 pada klaster 3. Besara data input adalah 2.524, proses 3. 242, output 1. 167, outcome 1.254, dan skor total 1.983.

4. Institut Teknologi Nasional Bandung

Institut Teknologi Nasional Bandung berada pada urutan ke-62 secara umum dan posisi ke-13 di klaster 3. Besaran data input adalah 2.066, proses 3.136, output 1.036, outcome 1.390, dan skor total 1.873.

5. Universitas Dujanda Bogor

Universitas Djuanda Bogor berada pada urutan ke-17 secara umum dan posisi ke-22 pada klaster 3. Besaran data input adalah 2.095, proses 2.832, output 1.164, outcome 1.303, dan skor total 1.809.

Continue Reading

CityEducation

5 Cara Agar Tidak Kecanduan Sosial Media

Published

on

Kecanduan Sosial Media (Source: pingpoint.co.id)

Semenjak adanya Covid-19 segala aktivitas beralih dengan menggunakan perangkat elektronik seperti laptop ataupun handphone secara sering. Bahkan, kita biasanya menjadi lebih aktif juga menggunakan media sosial.

Selain untuk digunakan sebagai sarana informasi, media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana hiburan akibat lelahnya aktivitas sehari-hari.

Namun, tahukah anda? Seringnya kita mengakses media sosial dapat menyebabkan kecanduan lho! Hal ini tentu berdampak pada kondisi psikologis ataupun fisik kita.

Baca Juga:

  1. Sering Makan Buah Membuat Wajah Mulus?
  2. Khasiat Temulawak bagi Kesehatan Tubuh
  3. 3 Cara Mengatasi Jerawat dengan Skincare Herbal

Berikut 5 cara agar tidak kecanduan sosial media:

  • Kurangi penggunaan gadget

Jika tidak ingin kecanduan dengan media sosial, kita harus mengurangi diri dari penggunaan gadget. Pastikan menggunakan gadget hanya untuk beberapa urusan saja. Misalkan hanya untuk sekolah, pekerjaan, ataupun sumber informasi.

  • Non-aktifkan sosial media anda

Salah satu cara efektif agar tidak kecanduan media sosial adalah non-aktifkan aplikasi tersebut. Anda bisa me log-out atau keluar dari akun ataupun bisa melakukan uninstall aplikasi tersebut. Sehingga anda tidak terpancing ingin membukanya.

  • Cari aktivitas positif lainnya

Cara lain agar tidak kecanduan sosial media adalah mencari aktivitas positif lainnya yang lebih menarik agar dapat mengalihkan perhatian dari sosial media yang biasa digunakan. Misalnya melakukan hobi baru seperti ikut kajian islam, berolahraga, menyanyi, bermain alat musik, dan lain sebagainya.

  • Gunakan sistem pengingat waktu

Cara selanjutnya yang bisa anda lakukan agar tidak kecanduan sosial media adalah menggunakan sistem pengingat waktu atau time reminder. Biasanya time reminder ini ada di beberapa aplikasi pada sosial media anda. Waktu tersebut bisa ada atur sesuai kainginan anda. Misalkan anda ingin durasi bermain sosial media selama 30 menit saja, anda bisa mengaturnya pada aplikasi tersebut dan anda bisa terjadwal dalam menggunakan sosial media.

  • Perbanyak berbicara dengan orang lain secara langsung

Dengan kita berbicara dengan orang lain secara langsung tandanya kita bisa mengekspresikan diri dan tidak membutuhkan pelarian ke sosial media. Kita dapat berbicara atau berbagi cerita dengan orang lain tanpa harus menggunakan gadget. Hal ini pun juga dapat meningkatkan kebahagiaan kita lho! Karna berkomunikasi dengan orang lain secara langsung jauh lebih mengesankan dibanding menggunakan perangkat elektronik manapun.

Continue Reading

Trending