Connect with us

COVID-19Update

Satgas Covid-19: Jangan Nekat Mudik!

Published

on

Views : 279
Wiku Adisasmito.

Meskipun Pemerintah Pusat telah memberlakukan larangan mudik dari 6 Mei hingga 17 Mei 2021, Ketua Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menilai bakal ada kemungkinan lonjakan kasus Covid-19.

“Pada prinsipnya terdapat potensi peningkatan kasus apabila masyarakat terus memaksakan diri untuk melakukan mudik karena mereka berpeluang tertular dan menularkan Covid-19,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Wiku meminta Pemerintah dan Satgas untuk melakukan karantina 5X24 jam bagi masyarakat yang datang dari luar daerah. Hal itu bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca Juga:

  1. Gokil! Pulau di California Ini Sediakan Fasilitas Menikah di Atas Flying Fox
  2. Asal Sudah Divaksinasi, Pulau Madeira Buka Pintu untuk Wisatawan
  3. Kamu Harus Tahu! Ini 5 Tempat dengan Kisah Ajaib di Pulau Paskah

Dalam kebijakan Inmendagri No 9/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Desease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019.

Pada poin keempat belas, Inpres Mendagri menginstruksikan gubernur, bupati maupun wali kota untuk melakukan pemantauan, pengendalian dan evaluasi untuk mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19 selama Ramadan dan jelang Idulfitri.

Kepala daerah diinstruksikan menggelar sosialisasi peniadaan mudik Lebaran Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah kepada warga dan masyarakat perantau yang berada di wilayahnya.

Selain itu, Mendagri memerintahkan agar pelaku perjalanan lintas provinsi maupun kabupaten kota tanpa memiliki dokumen administrasi perjalanan, wajib menjalani karantina mandiri selama 5×24 jam.

Adapun, biaya karantina dibebankan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan lintas provinsi dan kabupaten maupun kota.

Berita Utama

Pramuka di Bali Punya Tugas Khusus untuk Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Published

on

Satgas Covid-19 Bali

Kasus harian Covid-19 di Bali sudah mulai melandai. Untuk itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali meminta Pramuka untuk aktif mengedukasi masyarakat agar mata rantai penyebaran Covid-19 di Pulau Dewata bisa diputus.

“Saya mengajak seluruh anggota Pramuka tergabung menjadi relawan dan kegiatan kami dalam mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan agar dilaporkan secara rutin sehingga perkembangan edukasi terjadi peningkatan,” kata Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali Made Rentin pada acara pelatihan peningkatan kapasitas relawan yang diselenggarakan BNPB di Denpasar.

Dalam laporan yang diterima Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Pramuka banyak memberikan edukasi kepada masyarakat soal protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Namun, Rentin menilai hal itu belum optimal dalam penyampaian laporan melalui aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 pada bidang tugas Lapor Program Bidang Perubahan Perilaku.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Saya sendiri yang juga Ketua Kwarda Bali sejak awal sudah sebagai Duta Perubahan Perilaku karena memang keseharian bertugas sebagai satgas, tiap hari selalu memberikan laporan berupa kegiatan edukasi dan sosialisasi yang dilengkapi dengan foto-foto,” dia menambahkan.

Rentin memaparkan bahwa baru 592 anggota Pramuka di Provinsi Bali yang teregristrasi. Namun, hanya belasan yang menyampaikan laporan lewat aplikasi. Untuk itu, Rentin mendorong para anggota Pramuka di Bali untuk mendaftar sebagai Duta Perubahan Perilaku dan melakukan sosialisasi, diikuti memberi laporan secara rutin.

“Sebagai organisasi pemuda penerus bangsa, Pramuka harus memiliki kepekaan terhadap kondisi bangsa dan negara, sehingga bisa mengambil peran utama untuk ikut memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara,” kata Rentin.

Merespons perkembangan Covid-19 yang sudah lebih landai di Bali, Rentin menyatakan akan berupaya terus mempertahankan kondisi itu, serta menurunkan tingkat penularan secara maksimal. Sehingga, masyarakat dapat kembali beraktivitas dan memulihkan perekonomian Bali.

“Semua ini terjadi karena kerja keras bersama, kerja gotong royong semua pihak, baik pemerintah, satgas, masyarakat, dan organisasi kepemudaan, termasuk di dalamnya Pramuka,” katanya.

Continue Reading

Berita Utama

Kondisi Covid-19 di Jakarta Kian Genting, Anies Pertimbangkan Lockdown

Published

on

Anies Baswedan

DKI Jakarta terus mencatatkan pertambahan signifikan dari kasus Covid-19. Terkait hal itu, Gubernur Anies Baswedan mempertimbangkan untuk menarik rem darurat dengan menerapakan lockdown (penguncian wilayah).

Menurutnya jika kedua hal itu tidak dilakukan, maka Anies khawatir penularan Covid-19 makin membludak. Skenario terburuknya, kata Anies, perlu dilakukan kebijakan penarikan rem darurat.

“Ibu kota dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September lalu dan Februari lalu,” ujar Anies melalui keterangan tertulis yang diterima MyCity, Senin (14/6/2021).

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Anies juga meminta masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta, untuk terus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

“Kondisi tadi tak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada intervensi, karena itu lakukan imbauan,” tambah Anies.

Selain itu Anies meminta para aparat terus melakukan pengawasan secara ketat. Jika ada pelanggaran, maka harus secepatnya ditindak.

“Mulai lakukan penegakan aturan, penegakan hukum pada tempat-tempat, pada individu-individu yang melakukan pelanggaran pada ketentuan yang ada, ketentuan tentang penggunaan protokol kesehatan, jam operasi, ketentuan tentang jumlah orang di suatu tempat,” tegas dia.

Continue Reading

COVID-19Update

Kabar Baik Soal Pandemi Covid-19 dari India

Published

on

Pandemi Covid-19

Kabar baik mengenai pandemi Covid-19 gelombang kedua datang dari India. Negeri Para Dewa mencatatkan kasus terendah selama 71 hari dalam 24 jam terakhir.

Hal itu diungkapkan Kementerian Kesehatan India. Dalam 24 jam terakhir, India mencatatkan 80.834 kasus baru dengan 3.303 kematian. Demikian dilansir dari Reuters, Senin (14/6/2021).

Dengan demikian, total orang yang terinfeksi virus Covid-19 di India mencapai 29,4 juta dengan angka kematian mencapai 370.384 orang.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Berdasarkan data, beban kasus virus korona yang aktif sekarang telah menurun lebih dari 1,02 juta, sementara tingkat kasus positif mingguan telah turun menjadi 4,72%.

India telah memberikan lebih dari 253 juta dosis vaksin, menurut kementerian, dengan 204 juta orang telah mendapatkan dosis pertama mereka, sementara lebih dari 48 juta telah divaksinasi sepenuhnya.

India memiliki kasus virus corona tertinggi kedua di dunia setelah AS. Negara ini berada di urutan ketiga di belakang AS dan Brasil dalam jumlah kasus kematian.

Continue Reading

Trending