Connect with us

CityEnergy

Roboh Diterjang Badai, PLN Siap Bangun 2 Menara Baru di NTT

Published

on

Views : 95
Tower PLN di NTT

Badai Siklon Tropis Seroja pada awal April membuat tower PT PLN di NTT roboh. Sebagai gantinya, PLN berencana membangun dua tower permanen.

Hal ini diungkapkan Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN Syamsul Huda. Dia menambahkan, saat ini proses pembangunan tower sudah masuk dalam tahap perencanaan, setelah sebelumnya tim melakukan survei.

“Survey mengenai kondisi tanah, jangan di tanah yang labil, lalu kami perhitungkan dengan konstruksinya,” paparnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/05/2021).

Baca Juga:

  1. Gokil! Pulau di California Ini Sediakan Fasilitas Menikah di Atas Flying Fox
  2. Asal Sudah Divaksinasi, Pulau Madeira Buka Pintu untuk Wisatawan
  3. Kamu Harus Tahu! Ini 5 Tempat dengan Kisah Ajaib di Pulau Paskah

Dua menara permanen ini diharapkan tidak akan roboh lagi jika diterjang angin. Syamsul Huda juga mengungkapkan waktu yang dibutuhkan untuk membangun tower ini adalah tiga bulan.

“Tiga bulan sudah terbangun yang permanen, butuh dukungan semua pihak sehingga bisa segera terbangun, nggak diliputi rasa cemas karena masih emergency,” sambung dia.

Tower yang benar-benar roboh akibat badai hanya satu yaitu T19. Sementara di T20 hanya miring, tapi tidak bisa dipakai. Dengan demikian, total ada dua tower yang tidak bisa dipakai.

Dua tower tersebut untuk sementara waktu digantikan dengan menara darurat (emergency tower) yang dibangun di antara dua tower tersebut.

“Setidaknya kami harus bangun tower yang roboh dan miring tadi, minimal ada dua, mudah-mudahan dua sudah cukup. Kenapa saya terkesan belum pastikan jumlah, karena tergantung dari hasil survey,” jelasnya.

Kondisi kelistrikan di NTT per 10 Mei 2021 pukul 12.00 WITA atau 35 hari setelah bencana tersebut sudah 100% nyala.

Berita Utama

Pertamina Belum Tahu Penyebab Terbakarnya Kilang Minyak di Cilacap

Published

on

Kilang Minyak Pertamina di Cilacap

Kebakaran terjadi di area Kilang Cilacap, Jawa Tengah pada hari ini, Jumat (11/5/2021) pukul 19.45 WIB. Salah satu tangki yang berisi benzene di area kilang itu terbakar.

Hingga saat ini, PT Pertamina (Persero) masih belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Saat ini, Pertamina masih fokus untuk melakukan pendinginan guna mencegah api timbul kembali.

“Kebakaran terjadi di salah satu area tangki penyimpanan yang lokasinya berada jauh di dalam kompleks kilang, bukan kilang atau pabrik pengolahannya. Penyebab kebakaran belum diketahui,” terang Area Manager Communication, Relations, dan CSR Kilang Pertamina Cilacap, Hatim Ilwan, lewat keterangan tertulis yang diterima MyCity, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Meskipun terjadi kebakaran, Pertamina memastikan pasokan BBM dan LPG untuk masyarakat tetap aman,” Hatim menambahkan.

Pertamina juga memastikan tidak ada warga setempat yang terdampak insiden kebakaran tersebut. Di kesempatan sama, Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi menyatakan, lokasi tangki yang terbakar jauh dari pemukiman penduduk maupun jalan raya.

“Yang terdekat itu area pabrik sekitar 350 meter dari lokasi kebakaran,” ujarnya.

Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 Kilang Pertamina. Di fasilitas tersebut, kapasitas pengolahan mencapai 270.000 barel per hari.

Kilang tersebut memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.

Continue Reading

CityEnergy

PLN Beri Keringanan untuk Masyarakat Pengguna Kompor Induksi

Published

on

Kompor Induksi.

Zulkifli Zaini, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan, PLN siap beri keringanan biaya listrik untuk masyarakat yang menggunakan kompor listrik induksi.

PLN juga mengapresiasi langkah Dewan Energi Nasional (DEN) yang menerapkan penggunaan kompor listrik di lingkungan pegawai DEN.

“Kita semua mengetahui hal ini merupakan wujud nyata dalam menjalankan Paris Agreement dan menurunkan efek rumah kaca serta tentunya upaya untuk mengurangi impor elpiji dalam rangka meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional,” ungkap Zulkifli.

Hal ini dilihat dari kondisi masyarakat Indonesia saat ini masih mengkonsumsi energi yang diimpor, khususnya terkait elpiji yang berimplikasi pada peningkatan impor gas yang nilainya kurang lebih mencapai Rp 60 triliun.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Padahal di sisi lain cadangan energi listrik nasional mencapai lebih dari 50 persen artinya energi yang diproduksi PLN ini dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan oleh PLN bersama masyarakat Indonesia.

Selain memperhatikan kondisi dan manfaat yang didapat oleh negara tersebut. PLN juga melihat berbagai manfaat yang konsumen dapatkan jika menggunakan kompor induksi, antara lain konsumen bisa menghemat biaya memasak.

Kompor induksi memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam memasak. Karena dinilai lebih aman dan terhindar dari luka bakar yang jika tidak sengaja menyentuh kompornya.

Suhu ruangan juga menjadi tidak panas, tidak ada emisi gas hasil pembakaran sehingga udara bersih dan ramah lingkungan.

Continue Reading

CityEnergy

Catat! Ini Perbedaan Kompor Induksi dan Kompor Gas

Published

on

Kompor Induksi.

Peringati hari listrik nasional ke-75, PLN meluncurkan Gerakan Konversi 1 Juta Kompor Elpiji ke Kompor Induksi.

PLN ingin mengajak masyarakat luas meninggalkan kompor gas dan segera beralih ke kompor induksi. Kompor induksi tentu berbeda dari kompor gas.

Kompor induksi menggunakan energi listrik sebagai energi panas. Kompor ini tidak memancarkan api layaknya kompor gas yang populer digunakan di Indonesia. Hal ini jadi kelebihan tersendiri bagi kompor induksi. Karena tidak lagi membutuhkan elpiji seperti kompor gas.

Selebelum beralih ke kompor induksi, ada baiknya perhatikan beberapa keunggulan dan kelemahan kompor induksi dengan kompor gas berikut ini.

Kompor Induksi lebih efisien dalam menyalurkan energi panas. Sebagai contoh, kompor induksi bisa mendidihkan 1 liter air hanya memerlukan waktu sekitar 3 menit.

Kompor ini juga mudah dibersihkan. Selain itu, designnya yang simple jadi mudah untuk disesuaikan dengan kondisi rumah. Kompor induksi juga lebih aman, karena tidak panas saat disentuh dan juga tidak ada nyala api terbuka.

Baca Juga:

  1. Jokowi Targetkan Indonesia Bebas Sampah 2025
  2. Jokowi Buat Perpres Baru Tentang Badan Siber dan Sandi Negara
  3. Jokowi Minta BMKG Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

Namun, dibalik keunggulan itu semua, kompor induksi juga memiliki beberapa kelemahan. Harga kompor induksi ini cenderung lebih mahal dari kompor gas.

Tak hanya itu, alat masak yang digunakan hanyalah peralatan masak khusus yang banyak mengandung unsur besi. Harganya pun cenderung lebih mahal karena belum banyak tersedia di pasaran.

Lalu ada keunggulan dari kompor gas. Kompor ini relatif lebih murah dari kompor induksi. Kompor gas juga saat ini banyak tersedia di pasaran dalam berbagai ukuran, model dan jenis.

Kompor gas juga bisa digunakan untuk berbagai jenis alat masak. Kompor gas ini juga tidak mudah terebentur seperti kompor induksi.

Dibalik kunggulan itu semua, kompor gas dinilai kurang efisien karena energi panasnya tidak disalurkan secara penuh ke alat masak dan banyak terbuang untuk memanaskan udara di sekelilingnya.

Kebocoran gas juga bisa terjadi pada sistem kompor gas, baik itu dari kompor gas ataupun dari tabung dan selang gas, dapat menjadi akibat bencana kebakaran.

Itu tadi beberapa keunggulan dan kekurangan dari kompor gas dan juga kompor induksi. Ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan Kalian masing-masing.

Continue Reading

Trending