Connect with us

CityReligi

NU: Ayo Baca Qunut Nazilah untuk Dukung Palestina

Published

on

Views : 567
Polisi Israel serang warga Palestina

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Polisi Israel terhadap warga Palestina berbuah kutukan dari Nahdlatul Ulama (NU). Mereka pun meminta seluruh masyarakat Indonesia membacakan Qunut Nazilah dan Hizin Nashor di sisa Ramadhan sebagai bentuk dukungan untuk Palestina.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. Menurut dia, hal itu bertujuan menciptakan situasi damai di Palestina.

“Saya menyerukan secara khusus pada warga NU Jatim untuk bersama melakukan gerak batin dengan membaca doa Qunut Nazilah memohon pertolongan Allah agar Palestina khususnya, juga seluruh dunia, dapat tercipta situasi yang aman,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Jokowi Targetkan Indonesia Bebas Sampah 2025
  2. Jokowi Buat Perpres Baru Tentang Badan Siber dan Sandi Negara
  3. Jokowi Minta BMKG Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

Di sisi lain, Wakil Ketua PWNU Jatim Abdussalam Shohib pun mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan protes keras ke PBB. NU juga meminta komunitas Internasional agar menjatuhkan sanksi terhadap Israel atas aksi-aksi serangan yang dilancarkan negara zionis tersebut.

“Praktik-praktik kekerasan dan pelanggaran nyata terus dilakukan Israel terhadap warga Palestina seperti serangan di Masjid Al Aqsa, Nahdlatul Ulama tegas mengutuk dan mendesak pemerintah untuk melakukan protes resmi ke PBB,” tegas Pengasuh Ponpes Denanyar Jombang itu.

Sebelumnya diberitakan, aksi penyerangan dilakukan aparat Israel pada Jumat saat muslim Palestina sedang melaksanakan salat Isya sekaligus tarawih di Masjid Al Aqsa, dikutip dari Aljazeera pada Sabtu, 8 Mei 2021. Lebih dari 200 Muslim Palestina dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Dari rekaman video yang beredar, jemaah Al Aqsa coba melempar kursi, sepatu dan batu ke arah aparat Israel. Namun, aparat Israel itu dengan gencar melepaskan tembakan ke arah jemaah.

Polisi Israel menembakkan peluru logam berlapis karet dan granat setrum ke arah warga Palestina di Al-Aqsa. Setidaknya 205 warga Palestina dan 17 petugas terluka dalam bentrokan malam hari di Al Aqsa.

Berita Utama

Kini, Perempuan Boleh Ibadah Haji Tanpa Didampingi Lelaki

Published

on

Ibadah Haji

Pada pelaksanaan haji tahun ini, Pemerintah Arab Saudi membuat gebrakan baru. Gebrakan itu adalah perempuan dapat melaksanakan ibadah haji tanpa perlu wali laki-laki.

Seperti dilansir dari Al-Arabiya, Selasa (15/6/2021), hal itu ditegaskan oleh Kementerian Haji Arab Saudi. Para wanita yang ingin melakukan ibadah haji dapat mendaftar secara individual tanpa adanya wali laki-laki.

“Mereka yang ingin melakukan haji harus mendaftar secara individual. Perempuan bisa mendaftar tanpa mahram (wali laki-laki) bersama perempuan lain,” demikian pernyataan Kementerian Haji Arab Saudi.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Secara lebh rinci, Kementerian Haji Arab Saudi menyatakan mereka yang diizinkan untuk mendaftar adalah mereka yang berusia antara 18-65.

Para pendaftar, jelas kementerian itu, juga harus telah menjalani vaksinasi lengkap, telah menerima dosis pertama setidaknya 14 hari sebelumnya, atau mereka yang divaksinasi dan telah pulih dari infeksi Covid-19.

Saudi diketahui akan membatasi haji tahun ini hanya untuk 60 ribu pemegang status kependudukan dan warga Saudi yang tinggal di dalam negeri. Pandemi Covid-19 menjadi alasan Saudi belum mengizinkan jamaah dari luar negeri untuk berhaji tahun ini.

“Mengingat apa yang disaksikan seluruh dunia dari perkembangan pandemi virus corona yang terus berlanjut dan munculnya mutasi baru, pendaftaran haji akan dibatasi hanya untuk penduduk dan warga dari dalam Kerajaan saja,” kata kementerian itu.

Continue Reading

Berita Utama

Dubes Arab Saudi Tegaskan Pembatalan Haji 2021 Tak Ada Hubungannya dengan Merek Vaksin

Published

on

Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, bersama rombongan berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tujuan kedatangannya adalah untuk meluruskan perihal polemik Ibadah Haji 2021 yang saat ini menjadi topik hangat di Indonesia.

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tak mengirimkan jemaah pada Ibadah Haji 2021. Ini menjadi kali kedua secara berturut-turut Tanah Air tak mengirimkan jemaah ke Tanah Suci Mekkah.

Beberapa waktu lalu, Kerajaan Arab Saudi sempat memperketat jemaah haji untuk tahun ini. Hanya jamaah yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dari vaksin yang telah menerima Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO, yakni Vaksin Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Di sisi lain, Indonesia menggunakan Vaksin Sinovac yang belum mendapatkan EUL dari WHO. Adapun, vaksin AstraZeneca hanya digunakan dalam jumlah terbatas.

Namun pada kunjungannya ke MUI, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, membantah hal itu.

“Tidak ada hubungannya dengan vaksin dan negara produsen vaksin dan (pernyataan) itu diulang-ulang tadi sama Pak Dubes,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Habib Ali Hasan Bahar.

Habib Ali melanjutkan, Dubes Essam juga mengatakan bahwa pemerintahnya menghargai usaha pemerintah Indonesia yang tidak memberangkatkan haji tahun ini. Terlebih, semua negara memang belum ada yang mendapatkan kuota haji termasuk Indonesia.

Dubes Essam menyatakan bahwa hingga saat ini Kerajaan Arab Saudi belum mengirimkan undangan haji ke negara mana pun, termasuk Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar menyambut baik kunjungan Duta Besar Saudi Arabia dan rombongan. KH Miftachul menyatakan bahwa hubungan Indonesia dan kerajaan Arab Saudi sangat baik.

Continue Reading

Berita Utama

Sambangi MUI, Dubes Arab Saudi Luruskan Masalah Polemik Ibadah Haji 2021

Published

on

Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi

Polemik mengenai keputusan Indonesia batal mengirimkan jemaah untuk Ibadah Haji 2021 akhirnya terjawab sudah. Duta Bedsar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, bersama rombongan berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan penjelasan terkait hal ini.

Sejak pertama kali dilantik, ini merupakan kunjungan perdana Dubes Arab Saudi untuk Indonesia ke MUI. Tujuan utama Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi adlaah untuk meluruskan pemberitaan mengenai Ibadah Haji 2021 yang ramai di media.

Syekh Essam menegaskan, pembatalan haji itu sama sekali tidak terkait dengan hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang kurang baik. Beberapa kalangan sebelumnya memang menilai pembatalan ini akibat masalah diplomasi.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Masalah pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia tidak ada kaitannya dengan hubungan baik yang sudah terjalin antara Arab Saudi dan Indonesia. Tidak ada pula hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu dan produsen tertentu seperti yang selama ini berkembang di media,” ujarnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini, Kerajaan Arab Saudi bahkan belum mengirimkan undangan haji ke negara lain termasuk Indonesia. Ini tidak lain karena jika dilaksanakan, ibadah haji tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Selain membahas haji, Duta Besar Arab Saudi juga membahas rencana kerjasama antara MUI dengan Arab Saudi. Kerjasama itu meliputi bidang ukhuwah, dakwah, dan sebagainya (ta’awun wa tabadulul ara’) yang berorientasi pada penguatan Islam Wasathiyah di kawasan Arab Saudi, Indonesia, maupun dunia internasional.

Continue Reading

Trending