Connect with us

CityReligi

Muslim Pro, UNICEF, & Dompet Dhuafa Dukung Pendidikan Anak Yaman dan Indonesia

Published

on

Views : 98
Aplikasi Muslim Pro

Muslim Pro, Aplikasi religi dan komunitas umat Muslim, berkolaborasi dengan UNICEF saat meluncurkan upaya donasi pertamanya untuk menggalang dana untuk anak-anak di Yaman.

Upaya donasi ini usulkan sebagai rasa syukur atas dukungan dan pencapaian dari kampanye Khatam Quran Muslim Pro, yang mendorong pengguna untuk menyelesaikan bacaan Al-Quran selama Ramadan.

Kampanye tersebut telah jauh melebihi ekspektasi, dengan hampir 500.000 bacaan Al-Quran telah dibuat di seluruh dunia sejak awal Ramadhan.

Baca Juga:

  1. Gokil! Pulau di California Ini Sediakan Fasilitas Menikah di Atas Flying Fox
  2. Asal Sudah Divaksinasi, Pulau Madeira Buka Pintu untuk Wisatawan
  3. Kamu Harus Tahu! Ini 5 Tempat dengan Kisah Ajaib di Pulau Paskah

Selain upaya penggalangan dana, Muslim Pro telah berjanji untuk memberikan donasi kepada UNICEF dan organisasi filantropi Islam Indonesia Dompet Dhuafa untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak sejalan dengan tujuan kampanye Khatam Quran dan tujuan untuk menyekolahkan anak-anak yang kurang beruntung.

Muslim Pro merancang fitur Khatam-nya dengan tujuan: mengubah niat baik menjadi tindakan positif. Kampanye ini bertujuan untuk mencapai setidaknya 10.000 penyelesaian bacaan Al-Quran, dan telah berjanji untuk berkontribusi pada pendidikan anak-anak yang kurang beruntung setelah mencapai target tersebut.

Zahariah Jupary, Head of Community for Muslim Pro mengatakan: “Meski kampanye Khatam Quran hanya untuk Ramadan ini, kami ingin memberikan dampak positif yang berterusan bagi masyarakat.

“Respons terhadap fitur Khatam sangat mengesankan, dan minggu ini, lebih dari 7.000 individu dan kelompok telah menyelesaikan bacaan Al-Quran mereka. Atas semua bacaan ini berarti bahwa Muslim Pro dapat membantu pendidikan ratusan anak yang kurang beruntung dan rentan di Yaman dan Indonesia,” ujarnya.

Selain upaya penggalangan dana, Muslim Pro juga akan memberikan donasi dari perusahaan kepada
UNICEF.

Di Yaman telah terjadi krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan lebih dari 24 juta orang – sekitar 80% dari populasi dan lebih dari 12 juta anak – membutuhkan bantuan.

Kerusakan dan penutupan sekolah dan rumah sakit telah mengganggu akses ke layanan pendidikan dan kesehatan, membuat anak-anak semakin rentan dan hal itu merampas masa depan mereka.

Selain mendukung kebutuhan tanggap darurat bagi anak-anak yang memiliki akses makanan dan air yang sangat terbatas, seruan UNICEF bertujuan untuk melihat perkembangan jangka panjang negara dan masa depan anak-anaknya.

Sekitar 8,1 juta anak perempuan dan laki-laki usia sekolah membutuhkan bantuan Pendidikan dalam Keadaan Darurat (Education in Emergency / EiE) di seluruh Yaman. Lebih dari 2,2 juta anak di Yaman tidak bersekolah.

Berita Utama

Kini, Perempuan Boleh Ibadah Haji Tanpa Didampingi Lelaki

Published

on

Ibadah Haji

Pada pelaksanaan haji tahun ini, Pemerintah Arab Saudi membuat gebrakan baru. Gebrakan itu adalah perempuan dapat melaksanakan ibadah haji tanpa perlu wali laki-laki.

Seperti dilansir dari Al-Arabiya, Selasa (15/6/2021), hal itu ditegaskan oleh Kementerian Haji Arab Saudi. Para wanita yang ingin melakukan ibadah haji dapat mendaftar secara individual tanpa adanya wali laki-laki.

“Mereka yang ingin melakukan haji harus mendaftar secara individual. Perempuan bisa mendaftar tanpa mahram (wali laki-laki) bersama perempuan lain,” demikian pernyataan Kementerian Haji Arab Saudi.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Secara lebh rinci, Kementerian Haji Arab Saudi menyatakan mereka yang diizinkan untuk mendaftar adalah mereka yang berusia antara 18-65.

Para pendaftar, jelas kementerian itu, juga harus telah menjalani vaksinasi lengkap, telah menerima dosis pertama setidaknya 14 hari sebelumnya, atau mereka yang divaksinasi dan telah pulih dari infeksi Covid-19.

Saudi diketahui akan membatasi haji tahun ini hanya untuk 60 ribu pemegang status kependudukan dan warga Saudi yang tinggal di dalam negeri. Pandemi Covid-19 menjadi alasan Saudi belum mengizinkan jamaah dari luar negeri untuk berhaji tahun ini.

“Mengingat apa yang disaksikan seluruh dunia dari perkembangan pandemi virus corona yang terus berlanjut dan munculnya mutasi baru, pendaftaran haji akan dibatasi hanya untuk penduduk dan warga dari dalam Kerajaan saja,” kata kementerian itu.

Continue Reading

Berita Utama

Dubes Arab Saudi Tegaskan Pembatalan Haji 2021 Tak Ada Hubungannya dengan Merek Vaksin

Published

on

Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, bersama rombongan berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tujuan kedatangannya adalah untuk meluruskan perihal polemik Ibadah Haji 2021 yang saat ini menjadi topik hangat di Indonesia.

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tak mengirimkan jemaah pada Ibadah Haji 2021. Ini menjadi kali kedua secara berturut-turut Tanah Air tak mengirimkan jemaah ke Tanah Suci Mekkah.

Beberapa waktu lalu, Kerajaan Arab Saudi sempat memperketat jemaah haji untuk tahun ini. Hanya jamaah yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dari vaksin yang telah menerima Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO, yakni Vaksin Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Di sisi lain, Indonesia menggunakan Vaksin Sinovac yang belum mendapatkan EUL dari WHO. Adapun, vaksin AstraZeneca hanya digunakan dalam jumlah terbatas.

Namun pada kunjungannya ke MUI, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, membantah hal itu.

“Tidak ada hubungannya dengan vaksin dan negara produsen vaksin dan (pernyataan) itu diulang-ulang tadi sama Pak Dubes,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Habib Ali Hasan Bahar.

Habib Ali melanjutkan, Dubes Essam juga mengatakan bahwa pemerintahnya menghargai usaha pemerintah Indonesia yang tidak memberangkatkan haji tahun ini. Terlebih, semua negara memang belum ada yang mendapatkan kuota haji termasuk Indonesia.

Dubes Essam menyatakan bahwa hingga saat ini Kerajaan Arab Saudi belum mengirimkan undangan haji ke negara mana pun, termasuk Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar menyambut baik kunjungan Duta Besar Saudi Arabia dan rombongan. KH Miftachul menyatakan bahwa hubungan Indonesia dan kerajaan Arab Saudi sangat baik.

Continue Reading

Berita Utama

Sambangi MUI, Dubes Arab Saudi Luruskan Masalah Polemik Ibadah Haji 2021

Published

on

Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi

Polemik mengenai keputusan Indonesia batal mengirimkan jemaah untuk Ibadah Haji 2021 akhirnya terjawab sudah. Duta Bedsar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, bersama rombongan berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan penjelasan terkait hal ini.

Sejak pertama kali dilantik, ini merupakan kunjungan perdana Dubes Arab Saudi untuk Indonesia ke MUI. Tujuan utama Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi adlaah untuk meluruskan pemberitaan mengenai Ibadah Haji 2021 yang ramai di media.

Syekh Essam menegaskan, pembatalan haji itu sama sekali tidak terkait dengan hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang kurang baik. Beberapa kalangan sebelumnya memang menilai pembatalan ini akibat masalah diplomasi.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Masalah pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia tidak ada kaitannya dengan hubungan baik yang sudah terjalin antara Arab Saudi dan Indonesia. Tidak ada pula hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu dan produsen tertentu seperti yang selama ini berkembang di media,” ujarnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini, Kerajaan Arab Saudi bahkan belum mengirimkan undangan haji ke negara lain termasuk Indonesia. Ini tidak lain karena jika dilaksanakan, ibadah haji tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Selain membahas haji, Duta Besar Arab Saudi juga membahas rencana kerjasama antara MUI dengan Arab Saudi. Kerjasama itu meliputi bidang ukhuwah, dakwah, dan sebagainya (ta’awun wa tabadulul ara’) yang berorientasi pada penguatan Islam Wasathiyah di kawasan Arab Saudi, Indonesia, maupun dunia internasional.

Continue Reading

Trending