Connect with us

COVID-19Update

Kasus Covid-19 Melonjak, Jepang Perpanjang Kondisi Darurat

Published

on

Views : 335
Covid-19 di Jepang.

Terdapat lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di Jepang. Hal itu membuat Pemerintah Negeri Sakura memperpanjang keadaan darurat di Tokyo dan tiga daerah lainnya, yakni Osaka, Hyogo, dan Kyoto.

Seperti dilansir dari Kyodo News, Sabtu (8/5/2021), semula keadaan darurat akan berakhir pada 11 Mei 2021. Namun, lonjakan signifikan kasus Covid-19 membuat status keadaan darurat diperpanjang hingga 31 Mei 2021.

Selain itu wilayah Aichi dan Fukuoka mulai 12 Mei hingga 31 Mei mendatang. Langkah ini demi menekan peningkatan kasus Covid-19.

Baca Juga:

  1. Jokowi Targetkan Indonesia Bebas Sampah 2025
  2. Jokowi Buat Perpres Baru Tentang Badan Siber dan Sandi Negara
  3. Jokowi Minta BMKG Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

“Kami perlu menjaga kewaspadaan yang kuat dan mengambil langkah lebih lanjut” kata Perdana Menteri Yoshihide Suga pada konferensi pers setelah menyelesaikan keputusan pada pertemuan gugus tugas.

Dengan demikian, restoran dan bar dilarang menyajikan alkohol atau menawarkan layanan karaoke dan harus tutup sebelum jam 8 malam. dengan denda hingga 300.000 yen ($ 2.750) untuk ketidakpatuhan. Bisnis didorong agar karyawan bekerja dari rumah.

Pemerintah akan melonggarkan beberapa pembatasan untuk mengurangi dampak terhadap bisnis. Mulai Rabu, fasilitas komersial besar seperti department store dan bioskop akan diizinkan untuk dibuka kembali, meskipun mereka juga akan diminta untuk tutup pada jam 8 malam.

Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, setidaknya 1.131 pasien COVID-19 berada dalam kondisi serius, juga rekor tertinggi dan memicu kekhawatiran akan ketegangan lebih lanjut pada sistem perawatan kesehatan.

Berita Utama

Pramuka di Bali Punya Tugas Khusus untuk Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Published

on

Satgas Covid-19 Bali

Kasus harian Covid-19 di Bali sudah mulai melandai. Untuk itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali meminta Pramuka untuk aktif mengedukasi masyarakat agar mata rantai penyebaran Covid-19 di Pulau Dewata bisa diputus.

“Saya mengajak seluruh anggota Pramuka tergabung menjadi relawan dan kegiatan kami dalam mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan agar dilaporkan secara rutin sehingga perkembangan edukasi terjadi peningkatan,” kata Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali Made Rentin pada acara pelatihan peningkatan kapasitas relawan yang diselenggarakan BNPB di Denpasar.

Dalam laporan yang diterima Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Pramuka banyak memberikan edukasi kepada masyarakat soal protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Namun, Rentin menilai hal itu belum optimal dalam penyampaian laporan melalui aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 pada bidang tugas Lapor Program Bidang Perubahan Perilaku.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Saya sendiri yang juga Ketua Kwarda Bali sejak awal sudah sebagai Duta Perubahan Perilaku karena memang keseharian bertugas sebagai satgas, tiap hari selalu memberikan laporan berupa kegiatan edukasi dan sosialisasi yang dilengkapi dengan foto-foto,” dia menambahkan.

Rentin memaparkan bahwa baru 592 anggota Pramuka di Provinsi Bali yang teregristrasi. Namun, hanya belasan yang menyampaikan laporan lewat aplikasi. Untuk itu, Rentin mendorong para anggota Pramuka di Bali untuk mendaftar sebagai Duta Perubahan Perilaku dan melakukan sosialisasi, diikuti memberi laporan secara rutin.

“Sebagai organisasi pemuda penerus bangsa, Pramuka harus memiliki kepekaan terhadap kondisi bangsa dan negara, sehingga bisa mengambil peran utama untuk ikut memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara,” kata Rentin.

Merespons perkembangan Covid-19 yang sudah lebih landai di Bali, Rentin menyatakan akan berupaya terus mempertahankan kondisi itu, serta menurunkan tingkat penularan secara maksimal. Sehingga, masyarakat dapat kembali beraktivitas dan memulihkan perekonomian Bali.

“Semua ini terjadi karena kerja keras bersama, kerja gotong royong semua pihak, baik pemerintah, satgas, masyarakat, dan organisasi kepemudaan, termasuk di dalamnya Pramuka,” katanya.

Continue Reading

Berita Utama

Kondisi Covid-19 di Jakarta Kian Genting, Anies Pertimbangkan Lockdown

Published

on

Anies Baswedan

DKI Jakarta terus mencatatkan pertambahan signifikan dari kasus Covid-19. Terkait hal itu, Gubernur Anies Baswedan mempertimbangkan untuk menarik rem darurat dengan menerapakan lockdown (penguncian wilayah).

Menurutnya jika kedua hal itu tidak dilakukan, maka Anies khawatir penularan Covid-19 makin membludak. Skenario terburuknya, kata Anies, perlu dilakukan kebijakan penarikan rem darurat.

“Ibu kota dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September lalu dan Februari lalu,” ujar Anies melalui keterangan tertulis yang diterima MyCity, Senin (14/6/2021).

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Anies juga meminta masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta, untuk terus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

“Kondisi tadi tak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada intervensi, karena itu lakukan imbauan,” tambah Anies.

Selain itu Anies meminta para aparat terus melakukan pengawasan secara ketat. Jika ada pelanggaran, maka harus secepatnya ditindak.

“Mulai lakukan penegakan aturan, penegakan hukum pada tempat-tempat, pada individu-individu yang melakukan pelanggaran pada ketentuan yang ada, ketentuan tentang penggunaan protokol kesehatan, jam operasi, ketentuan tentang jumlah orang di suatu tempat,” tegas dia.

Continue Reading

COVID-19Update

Kabar Baik Soal Pandemi Covid-19 dari India

Published

on

Pandemi Covid-19

Kabar baik mengenai pandemi Covid-19 gelombang kedua datang dari India. Negeri Para Dewa mencatatkan kasus terendah selama 71 hari dalam 24 jam terakhir.

Hal itu diungkapkan Kementerian Kesehatan India. Dalam 24 jam terakhir, India mencatatkan 80.834 kasus baru dengan 3.303 kematian. Demikian dilansir dari Reuters, Senin (14/6/2021).

Dengan demikian, total orang yang terinfeksi virus Covid-19 di India mencapai 29,4 juta dengan angka kematian mencapai 370.384 orang.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Berdasarkan data, beban kasus virus korona yang aktif sekarang telah menurun lebih dari 1,02 juta, sementara tingkat kasus positif mingguan telah turun menjadi 4,72%.

India telah memberikan lebih dari 253 juta dosis vaksin, menurut kementerian, dengan 204 juta orang telah mendapatkan dosis pertama mereka, sementara lebih dari 48 juta telah divaksinasi sepenuhnya.

India memiliki kasus virus corona tertinggi kedua di dunia setelah AS. Negara ini berada di urutan ketiga di belakang AS dan Brasil dalam jumlah kasus kematian.

Continue Reading

Trending