Connect with us

Berita Utama

Gawat! 3,2 Juta Orang Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Published

on

Views : 1.374
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Kasus Covid-19 meningkat pesat dalam dua pekan terakhir. Total, ada 3,2 juta orang meninggal dunia akibat virus ini. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi.

Oleh karenanya, Retno Marsudi mengimbau masyrakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Dia mengungkapkan hal itu saat menyambut kedatangan gelombang ketiga Vaksin AstraZeneca, Sabtu (8/5/2021).

“Per hari kemarin jumlah kasus positif dunia sudah lebih dari 157 juta kasus dengan kematian lebih dari 3,2 juta orang,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Jokowi Targetkan Indonesia Bebas Sampah 2025
  2. Jokowi Buat Perpres Baru Tentang Badan Siber dan Sandi Negara
  3. Jokowi Minta BMKG Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

Retno juga memaarkan laporan mingguan Badan Kesehatan Dunia (WHO) terkait penyebaran Virus Covid-19. Pada minggu lalu sampai 2 Mei 2021 jumlah kasus global dalam dua minggu terakhir melebihi jumlah kasus selama 6 bulan pertama pandemi. Jumlahnya sangat tinggi, dengan lebih dari 5,7 juta kasus positif per minggu.

“Kawasan Asia Tenggara yang dalam terminologi WHO terdiri dari India, Indonesia, Nepal, Bangladesh, Sri Langka, Thailand, Maldives, Myanmar, Butan, Timor Leste mengalami kenaikan kasus tertinggi, yaitu 19% dilihat dari kurun seminggu sampai 2 mei 2021,” jelas Retno.

“Dengan kenaikan kasus baru tersebut, maka kasus baru di Asean merupakan 47% dari kasus baru dunia selama kurun waktu tersebut. Kenaikan cukup tinggi terutama terjadi di India,” tegas dia.

1,3 juta vaksin AstraZeneca tiba di Indonesia pada pukul 08.15 WIB. Ini menandai gelombang ketiga kiriman vaksin AstraZeneca.

Sebelumnya pada gelombang pertama 8 Maret lalu, Indonesia mendapatkan kiriman 1.113.600 dosis vaksin AstraZeneca. Kemudian pada 26 April lalu, Indonesia mendapat kiriman 3.852.000 vaksin.

Berita Utama

Joe Biden: Putin Cocok Jadi Musuh Saya

Published

on

Joe Biden

Presiden baru Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menabuh genderang perang kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Biden menilai Putin layak untuk menjadi musuhnya.

Pada saat pertemuan puncak 30 Pemimpin NATO, Biden percaya diri mendapatkan dukungan penuh. Meski demikian, Biden mengaku agak was-was saat berhadapan dengan Putin di Jenewa besok, Rabu (16/6/2021) waktu setempat.

“Dia cerdas, dia tangguh, dan saya telah menemukan bahwa dia, seperti yang mereka katakan, adalah musuh yang layak,” katanya seperti dilansir dari AFP, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Saya tidak mencari konflik dengan Rusia, tetapi kami akan merespons jika Rusia melanjutkan aktivitas berbahayanya,” dia menambahkan.

Biden sebelumnya menyatakan akan menetapkan ‘Garis Merah’ kepada Rusia. Terkait hal itu, dia mengaku akan menjelaskan apa itu Garis Merah tersebut pada pertemuan nanti.

“Salah satunya adalah kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina,” ujarnya.

“Kita akan menempatkan Ukraina pada posisi untuk menjaga keamanan fisik mereka,” demikian Biden.

Continue Reading

Berita Utama

Kini, Perempuan Boleh Ibadah Haji Tanpa Didampingi Lelaki

Published

on

Ibadah Haji

Pada pelaksanaan haji tahun ini, Pemerintah Arab Saudi membuat gebrakan baru. Gebrakan itu adalah perempuan dapat melaksanakan ibadah haji tanpa perlu wali laki-laki.

Seperti dilansir dari Al-Arabiya, Selasa (15/6/2021), hal itu ditegaskan oleh Kementerian Haji Arab Saudi. Para wanita yang ingin melakukan ibadah haji dapat mendaftar secara individual tanpa adanya wali laki-laki.

“Mereka yang ingin melakukan haji harus mendaftar secara individual. Perempuan bisa mendaftar tanpa mahram (wali laki-laki) bersama perempuan lain,” demikian pernyataan Kementerian Haji Arab Saudi.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Secara lebh rinci, Kementerian Haji Arab Saudi menyatakan mereka yang diizinkan untuk mendaftar adalah mereka yang berusia antara 18-65.

Para pendaftar, jelas kementerian itu, juga harus telah menjalani vaksinasi lengkap, telah menerima dosis pertama setidaknya 14 hari sebelumnya, atau mereka yang divaksinasi dan telah pulih dari infeksi Covid-19.

Saudi diketahui akan membatasi haji tahun ini hanya untuk 60 ribu pemegang status kependudukan dan warga Saudi yang tinggal di dalam negeri. Pandemi Covid-19 menjadi alasan Saudi belum mengizinkan jamaah dari luar negeri untuk berhaji tahun ini.

“Mengingat apa yang disaksikan seluruh dunia dari perkembangan pandemi virus corona yang terus berlanjut dan munculnya mutasi baru, pendaftaran haji akan dibatasi hanya untuk penduduk dan warga dari dalam Kerajaan saja,” kata kementerian itu.

Continue Reading

Berita Utama

Kondisi Covid-19 di Jakarta Kian Genting, Anies Perpanjang PPKM Mikro Hingga 28 Juni

Published

on

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Dengan mempertimbangkan kasus harian Covid-19 yang terus meningkat secara signifikan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memutuskan untuk memperpanjang PPKM Mikro hingga 28 Juni 2021.

Anies Baswedan menyampaikan instruksi tersebut melalui keterangan tertulis yang diterima MyCity, Selasa (15/6/2021). Hal itu tertuang dalam Kepgub No. 759 Tahun 2021 dan
Ingub No. 39 Tahun 2021.

“Lonjakan kasus aktif yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, membuat seluruh pihak harus ekstra waspada mencegah Ibu Kota masuk ke fase genting pascalibur Hari Raya Idulfitri. Maka dari itu, perlu intervensi seluruh pihak, sekaligus pihak Pemprov DKI Jakarta melalui Kepgub No. 759 Tahun 2021 dan Ingub No. 39 Tahun 2021 kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 28 Juni 2021,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Anies menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi agar Ibu Kota tidak memasuki fase genting. Seandainya memasuki fase genting, Anies menegaskan bahwa rem darurat atau lockdown (penguncian wilayah) harus diterapkan.

“Ibu Kota kini dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi, maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September dan Februari tahun lalu. Kita inginkan peristiwa itu tak berulang,” ungkap Anies.

“Untuk itu, maka dua unsur harus kerja bersama. Unsur rakyat warga dengan pemerintah dan penegak hukum, harus kolaborasi, masyarakat menjalankan 3M dan kita (di Pemerintahan) semua laksanakan 3T,” tegas dia.

Anies mengingatkan agar warga sebaiknya tetap mengusahakan di rumah saja. Dia kembali memaparkan aturan PPKM mikro yaitu soal WFH, kapasitas restoran hingga fasilitas hiburan.

“Saya ingin ingatkan semua, kita masih dalam pandemi, usahakan di rumah. Semua perkantoran evaluasi, bila kegiatan sudah lebih 50 persen pekerja, kembalikan 50 persen. Semua fasilitas hiburan, seperti tempat-tempat berkumpul, restoran, rumah makan, kafe, ikuti ketentuan 50 persen,” pesan Anies.

“Begitu juga jam operasi harus ditaati, jam 9 malam harus selesai, harus tutup. Bila tetap buka, kami akan disiplinkan, akan kami berikan sanksi sesuai ketentuan gak ada pengecualian. Semuanya mari ambil sikap tanggung jawab,” Anies menutup.

Continue Reading

Trending