Connect with us

CityBusiness

Bisnis Cokelat Untung Besar Jelang Lebaran Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Views : 133
Ilustrasi Cokelat.

Usaha makanan yang berbahan dasar Cokelat ini rupanya alami peningkatan di bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Meski kini tengah berada di masa Pandemi dan juga pelarangan mudik, hal itu tidak membuat bisnis ini sepi, akan tetapi sebaliknya.

Hal ini dapat terjadi karena hingga kini budaya hantaran masih berlangsung.

Baca Juga:

  1. Jokowi Targetkan Indonesia Bebas Sampah 2025
  2. Jokowi Buat Perpres Baru Tentang Badan Siber dan Sandi Negara
  3. Jokowi Minta BMKG Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

“Minat konsumen akan cokelat tidak diragukan lagi. Berbagai menu makanan maupun minuman yang menggunakan bahan cokelat terbukti laris manis di pasaran. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, sehingga mereka memilih cokelat sebagai usaha yang cukup menguntungkan,” kata Marketing Manager PT Gandum Mas Kencana Sri Utami, Selasa (4/5/2021).

Meski kini banyaknya cokelat yang didatangkan secara Import, hal ini tidak menghalangi inovasi para pelaku usaha.

Bahan baku Cokelat yang paling umum dipakai oleh para pelaku usaha di Indonesia adalah Cokelat Compound. Cokelat Compound adalah jenis cokelat yang banyak digunakan di pasar Indonesia.

Dikarenakan suhu di Indonesia termasuk ke dalam iklim tropis. Cokelat jenis ini leih tahan dalam suhu ruang dan mudah digunakan.

Untuk varian cokelat yang paling fleksibel untuk dikreasikan adalah Cokelat dark. Salah satu cokelat dark yang terbaik adalah Colatta Dark Compound.

Colatta Dark Compound tersedia dalam bentuk blok, chip, dan button yang sudah bersertifikat halal, tersertifikasi ISO 9001, ISO 22000, dan HACPP.

Advertisement

CityBusiness

1 Juli, Garuda Indonesia Mulai Bayar Uang Pensiun Dini Karyawan

Published

on

Garuda Indonesia

Kondisi keuangan yang amburadul membuat PT Garuda Indonesia (Persero) tbk menawarkan pensiun dini kepada karyawannya. Tawaran pendaftaran pensiun dini dibuka sekak 19 Mei sampai 19 Juni 2021.

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) PT Garuda Indonesia mengaku tidak ada jumlah pegawai yang ditargetkan ikut pensiun dini karena sifatnya sukarela. Bagi yang bersedia, akan mendapat hak pensiun dan akan dibayarkan bertahap mulai 1 Juli 2021.

“Pembayaran hak pensiun karyawan akan dilaksanakan mulai 1 Juli 2021 secara bertahap kepada karyawan yang telah mendaftarkan diri pada periode yang ditentukan,” kata manajemen Garuda Indonesia.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Lantas, darimana dana untuk membayar pensiun dini karyawan? Manajemen Garuda Indonesia menyatakan bahwa sumber pendanaan untuk pembayaran hak pensiun dini disebut berasal dari pendapatan operasional perseroan.

Program ini terbuka untuk seluruh karyawan tanpa batas usia dan tidak ada masa minimum kerja aktif karyawan.

“Perlu kiranya kami sampaikan bahwa opsi/penawaran pensiun dini kepada karyawan pada prinsipnya juga tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di pasal 64 Tahun 2018-2020 yang telah diperpanjang. Sumber pendanaan pelaksanaan program pensiun dini bersumber dari pendapatan operasional perseroan,” jelasnya.

Program pensiun dini diambil untuk penyelarasan aspek supply-demand dan juga dalam rangka review menyeluruh atas aspek cost perseroan, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada kinerja Garuda Indonesia di masa yang akan datang.

“Penurunan demand layanan penerbangan yang menukik tajam, tak terelakkan bahwa perseroan perlu melakukan penyesuaian pada berbagai aspek, termasuk dari sisi organisasi dan Sumber Daya Manusia dalam hal ini dilakukan melalui penawaran program pensiun dini, guna memastikan perseroan dapat tetap menjaga keseimbangan aspek supply demand yang lebih lanjut akan berpengaruh pada keberlangsungan usahanya,” demikian keterangan manajemen Garuda Indonesia.

Continue Reading

Berita Utama

Gawat, Utang PLN Capai Rp500 Triliun

Published

on

PLN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meungkapkan bahwa PT PLN (persero) saat ini dalam kondisi keuangan yang pelik. Utang PT PLN saat ini mencapai Rp500 triliun.

“PLN itu utangnya Rp 500 triliun, tidak ada jalan kalau PLN itu tidak segera disehatkan. Salah satunya kenapa sejak awal kami meminta capex PLN ditekan sampai 50%, kalau bapak-bapak, ibu-ibu ingat waktu itu seperti itu,” katanya saat rapat dengan Komisi VI.

“Alhamdulillah PLN bisa menekan capex sampai 24%, Rp 24 triliun sehingga itu yang menjadi cashflownya lebih baik,” dia menambahkan.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Terkait hal itu, Erick Thohir menyarankan agar PLN melakukan negosiasi pembelian listrik take or pay dengan nilai Rp 60 triliun. Berdasarkan laporan terakhir, Erick bilang yang berhasil dinegosiasi Rp 25 triliun.

“Masih Rp 35 triliun, tetapi tanpa dukungan kementerian lain seperti contoh kompensasi PLN itu, hari ini diketok, baru dibayar 2 tahun lagi itu ada costnya. Alhamdulillah sekarang sudah dibayar 6 bulan,” tutur dia.

Tidak cukup disitu, pemegang saham juga meminta direksi PLN melakukan renegosiasi utang dengan bunga lebih rendah. Pada aspek ini, manajemen berhasil berhasil menekan utang hingga di angka Rp 30 triliun.

“Tak cukup di situ juga, kami meminta PLN negosiasi take orbit yang kira-kira Rp 60 triliun itu bisa dinegosiasikan gak? Alhamdulillah laporan terakhir sudah Rp 25 triliun. Masih ada Rp 35 triliun,” katanya.

Continue Reading

CityBusiness

Shopee Bangun 5000 Pusat Digital Desa untuk Dukung UMKM Jabar Go Digital

Published

on

Shopee UMKM Go Digital

Shopee Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut mendorong digitalisasi UMKM di Jawa Barat. Adapun upaya ini sejalan dengan langkah pemerintah untuk meningkatkan ekonomi digital di Indonesia.

Perwujudan kolaborasi ini disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Co-founder dan Group Chief Operating Officer, Sea Ye Gang di Gedung Pakuan, Bandung hari ini. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga menyaksikan kerja sama ini secara virtual.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto, mengatakan kerja sama ini bertujuan mengangkat potensi UMKM Jabar untuk masuk ke ekonomi digital. Pasalnya, Jabar memiliki berbagai produk UMKM yang siap bersaing. Christin pun berharap kolaborasi ini dapat mendukung UMKM di Indonesia untuk bersaing di ranah global.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Shopee melihat Provinsi Jawa Barat memiliki potensi yang besar dengan beragam kategori produk yang kuat; tekstil, barang-barang kulit, kerajinan kayu, batik Sunda, dan sebagainya, yang kami yakin sudah siap bersaing,” ujar Christin dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2021).

Sejalan dengan visi misi pemerintah, dalam hal ini dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Shopee berkomitmen untuk memfasilitasi dan memberikan sorotan bagi pelaku UMKM untuk terus tumbuh. Semoga dengan berbagai inisiatif yang diberikan, kita bisa sama-sama mengawali suksesnya UMKM Tanah Air dengan Go Digital dan dilanjutkan hingga Go Global bersama Shopee,” imbuhnya.

Merespons hal ini, Ridwan Kamil pun mengapresiasi upaya Shopee dalam mendukung ekonomi digital bagi UMKM di Jabar. Ia pun mengajak para e-commerce lainnya untuk mencontoh program yang dimiliki Shopee untuk UMKM.

“Saya ingin sampaikan apresiasi ini buat Pak Menteri, Shopee ini sudah tidak lagi impor-impor. Justru sekarang impor dihentikan, sekarang Shopee menjadi adalah mitra utama RI dalam mengekspor barang UKM sampai bikin sekolahnya. Yang lain tidak sejauh itu komitmennya,” ungkap Ridwan.

Dalam acara penguatan kerja sama Pemprov Jabar dan Shopee Indonesia hari ini, Ridwan juga menyampaikan terkait program yang akan dilakukan pihaknya bersama Shopee. Dalam hal ini, Shopee akan menghadirkan 5.000 perangkat komputer untuk didistribusikan ke desa guna percepatan digitalisasi UMKM.

“Ini peristiwa luar biasa. Transformasi digital paling masif di republik ini, ada di Jawa Barat. Nantinya akan ada 5.000 pusat digital desa yang infrastrukturnya akan didukung Shopee. Jadi revolusi digital di Jabar tidak setengah-setengah tapi langsung transformasi yang sangat cepat,” jelas dia.

Saat ini, sebanyak 3 lokasi percontohan Shopee Village Center telah tersebar di Desa Megamendung, Bogor, Desa Tanjung Wangi, Subang dan Desa Kertayasa Kabupaten Pangandaran. Di Shopee Village Center, Shopee akan menghadirkan berbagai pelatihan mencakup edukasi digitalisasi produk hingga fasilitas pendukung performa bisnis bagi UMKM.

Continue Reading

Trending