Connect with us

CityReligi

Syekh Palestina : Kisah Abdullah bin Mas’ud, Orang Keenam yang Masuk Islam & Sahabat Sandal Rasul

Published

on

CityReligi

Viral, Video Menag Beri Ucapan Selamat Hari Raya kepada Umat Baha’i

Published

on

By

Menag yaqut Cholil Qoumas menyampaikan selamat hari raya Naw-Ruz kepada umat Baha’i

Menteri Agama Yaqut CholilQoumas memberikan ucapan selamat hari raya Naw-Ruz 178 EB kepada masyarakat pemeluk Baha’I di Indonesia.

Video Menag Yaqut mendapat sorotan netizen di media social. Mereka mempertanyakan apakah Baha’I termasuk bagian dari agama Islam dan apa alasan Menag mengucapkan hari raya kepada komunitas Baha’i. video tersebut diunggah di akun Youtube Baha’I Indonesia pada tanggal 26 Maret 2021.

“Assalamu’alaikum salam sejahtera bagi kita semua. Kepada saudaraku masyarakat Baha’I dimanapun berada. Saya mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Naw-Ruz 178 EB. Suatu hari pembaruan yang menandakan musim semi spiritual dan jasmani, setelah umat Baha’I menjalankan ibadah puasa selama 19 hari. Semoga hari raya ini menjadi kesempatan dan momentum bagi seluruh bangs akita untuk saling bersilaturahim,” ucapannya dalam sambutan pembukaan.

Baca Juga:

  1. Kemendikbud Beri Kuota Gratis, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya
  2. Malaysia Cabut Status Darurat Covid-19 Awal Agustus
  3. Rendang, Simbol Kasih Sayang Masyarakat Minangkabau

Tak hanya itu, dalam video ucapan selamat tersebut Yaqut juga mengajak komunitas Baha’i memperkuat persatuan dan kesatuan di Indonesia. Dia juga mengajak agar komunitas tersebut menjunjung tinggi moderasi beragama.

“semoga hari raya ini dapat menjadi kesempatan dan momentum bagi seluruh bangsa kita untuk saling bersilaturahim dan memperkokoh persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama bahwa agama perlu menjadi sarana yang memberikan stimulus rohani bagi bangsa Indonesia untuk senantiasa bekerja sama dan maju, “ lanjut ungkapannya.

Ucapan selamat itu pun menjadi viral di media social. Hal ini sempat masuk trending topic di twitter. Sehingga menimbulkan pro dan kontra dari netizen tentang video ucapan selamat tersebut.

Continue Reading

CityReligi

3 Agama yang Larang Pemeluknya Makan Daging Babi

Published

on

Konsumsi hewan babi tidak hanya dilarang dalam agama Islam. Penganut Kristen Advent dan Yahudi pun dilarang untuk memakan babi.

Larangan Konsumsi Daging Babi dalam Agama Islam

Pada kita suci Al-Quran Surah An-Nahl ayat 115, Allah SWT melarang umat Muslim untuk mengkonsumsi daging babi.

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” Q.S. An-Nahl:115.

Baca Juga:

  1. Titik Penyekatan Diperluas, Pintu Tol Menuju Jawa Tengah Ditutup
  2. Daftar Sebaran RT Zona Merah di DKI Jakarta
  3. Inilah 2 Skema Penyekatan di 100 Titik Selama PPKM Darurat

Larangan Konsumsi Daging Babi dalam Kristen Advent

Kristen Advent memiliki keyakinan dengan Kristen yang umumnya diketahui oleh masyarakat. Konsumsi daging babi menjadi pantangan untuk penganutnya.

Pada kisah Nuh, disebutkan jika ia memiliki perjanjian dengan Tuhan. Kejadian itu ada dalam pasal 7 dan berbunyi, “Segala bintang yang tidak haram haruslah kamu ambil tujuh pasang baik jantan maupun betina, sedangkan yang haram diambil satu pasang saja.”

Salah satu makanan yang dilarang dan diharamkan unuk Umat Kristen Advent adalah babi. Babi hutan maupun babi peliharaan tidak diizinkan untuk dikonsumsi. Larangan memakan daging babi pada Kristen Advent termaktub dalam kitab Yesaya 66 ayat 17.

Larangan Konsumsi Daging Babi untuk Yahudi

Yahudi atau Judaism pun melarang adanya konsumsi daging babi untuk para pemeluknya. Larangan makan babi itu bahkan menjadi sebuah cara untuk menunjukkan identitas ‘ke-Yahudi-annya’.

Pada kitab Makabe diceritakakn bagaimana revolusi Makabe meletus. Raja Antiokhus Epiphanes IV yang berkebangsaan Yunani pada saat itu memaksan orang Yahudi memakan babi dan mereka menolaknya.

Larangan memakan babi untuk Yahudi mengarah pada suatu perjanjian lama. Pada kitab suci mereka, Tanakh, disebutkan pula larangan terkait hal itu.

Alasan lainnya daging babi dilarang untuk dikonsumsi oleh Yahudi adalah karena aspek geografis, kebiasaan hidup, dan menjadi sebuah ritual dalam keyakinan mereka.

Continue Reading

Berita Utama

Arab Saudi Akhirnya Izinkan Warga Indonesia Laksanakan Ibadah Umrah, Ini Syarat Khusunya

Published

on

Ibadah Umrah

Pemerintah Arab Saudi akhirnya memberikan izin kepada Indonesia untuk melaksanakan Ibadah Umrah. Meski demikian, Arab Saudi memberikan syarat khusus untuk Tanah Air.

Melalui akun Twitternya, Haramain Sharifain mengabarkan bahwa khusus untuk sembilan negara, termasuk Indonesia, baru diperbolehkan untuk masuk setelah menjalani masa karantina di negara lain atau negara ketiga.

“Semua negara diizinkan mengoperasikan penerbangan langsung ke Arab Saudi kecuali dari sembilan negara yakni India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon yang diwajibkan melakukan karantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum memasuki Arab Saudi,” tulis pernyataan yang dicantumkan akun itu dikutip Senin (26/7/2021).

Selain itu, ada kewajiban vaksin teruntuk pendatang yang akan tiba. Otoritas Negeri Raja Salman itu menyatakan bahwa ada kriteria vaksin tertentu yang akan diizinkan.

“Wajib telah mendapatkan dua dosis penuh vaksin Covid-19 besutan Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson,” tulis pengumuman itu lagi.

Baca Juga:

  1. Sering Makan Buah Membuat Wajah Mulus?
  2. Khasiat Temulawak bagi Kesehatan Tubuh
  3. 3 Cara Mengatasi Jerawat dengan Skincare Herbal

“Selain itu, untuk yang mendapatkan dosis penuh vaksin China (Sinovac atau Sinopharm) diwajibkan menambah suntikan booster dari vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson.”

Arab Saudi sendiri telah melarang penerbangan asal RI sejak Februari 2021. Negeri kaya minyak itu ketat membendung kasus Covid-19, di antaranya dengan membatasi kuota haji 2021 menjadi 6.000 orang dari biasanya 2 hingga 2,5 juta manusia.

Continue Reading

Trending