Connect with us

CitySport

Berpuasa Saat Laga MU vs AS Roma, Pogba: Allah Membantu Kami

Published

on

Views : 734
Paul Pogba.

Gelandang Manchester United (MU), Paul Pogba banjir pujian saat melawan AS Roma di Liga Europa. Tak hanya penampilannya, Pogba di laga tersebut ternyata tetap berpuasa Ramadan.

Laga MU vs AS Roma diakhiri dengan skor 6-2 bagi tim tuan rumah. Pogba menyumbang satu gol dalam laga tersebut.

Di tengah pertandingan, Pogba berbuka puasa dengan minum dan makan sekadarnya. Akan tetapi usai laga, Pogba terang-terangan menyebut Allah ikut andil dalam kemenangan MU.

Baca Juga:

  1. Jokowi Targetkan Indonesia Bebas Sampah 2025
  2. Jokowi Buat Perpres Baru Tentang Badan Siber dan Sandi Negara
  3. Jokowi Minta BMKG Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

“Pogba berpuasa Ramadan. Saya bertanya, bagaimana dia berpuasa sembari bermain. Dia melihat, menunjuk ke atas, dan mengatakan, Allah membantu kami,” tulis pewawancara Pogba, Reshmin Chowdhury.

Sejak dulu, Pogba memang terkenal sebagai salah satu pemain beragama Islam di Eropa. Dalam beberapa unggahan instagramnya, ia juga pernah kedapatan mengunjungi Tanah Suci.

CitySport

Unik, Panpel Olimpiade Tokyo Bagikan 150 Ribu Kondom Gratis

Published

on

Olimpiade Tokyo

Negara Jepang memiliki cara unik untuk mempromosikan Olimpiade yang akan berlangsung di Kota Tokyo bulan depan. Negeri Sakura berencana membagikan 150 ribu kondom di pagelaran olahraga terbesar di dunia itu.

Seperti dilansir dari AFP, Senin (14/6/2021), rupanya kampanye bagi-bagi kondom sudah dilakukan sejak Olimpiade Seoul, Korea Selatan, pada tahun 1998. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan penyakit HIV dan AIDS.

“Distribusi kondom tidak untuk digunakan di desa atlet, tetapi untuk meminta atlet membawa mereka kembali ke negara asal mereka untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah HIV dan AIDS,” demikian keterangan resmi dari panitia pelaksana Olimpiade Tokyo.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Para pejabat telah melarang penonton dari luar negeri datang. Warga lokal yang menonton hanya boleh bertepuk tangan dan dilarang bersorak atau bernyanyi untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona (Covid-19).

Makan juga diatur. Sebagaimana diketahui saat makan menimbulkan kerentanan tersendiri karena semua orang berkumpul.

Penyelenggaran olimpiade akan meminta para atlet untuk makan sendiri untuk menjaga jarak sosial dengan orang lain. Atlet juga harus mengelap permukaan setelah makan.

“Tanpa tindakan yang tepat, hanya perlu satu orang untuk membawa virus dan menyebarkannya, terutama di tempat-tempat seperti perkampungan atlet,” kata salah satu spesialis penyakit menular yang memberi nasihat pada Tokyo 2020, Nobuhiko Okabe.

“Kami harus melakukan apa yang kami bisa untuk memastikan wabah tidak terjadi, dan kami sangat membutuhkan kerja sama semua atlet dan delegasi untuk membuat ini berhasil”.

Continue Reading

CitySport

MU Kandas Pada Final Liga Europa

Published

on

Edinson Cavani dari Manchester United mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola final Liga Europa antara Manchester United dan Villarreal di Gdansk, Polandia, Rabu 26 Mei 2021.

Manchester United atau MU mengakui keungguan Villarreal di final Liga Europa di Stadion Energa Gdansk, Kamis dini hari WIB (27/5/2021).

Klub Liga Inggris ini gagal jadi juara setelah dikalahkan Villareal lewat adu penalti.

Pada pertandingan tersebut, tim wakil La Liga Spanyol memimpin terlebih dahulu sebelum MU menyamakan kedudukan lewat gol Edinson Cavani.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Setelah bermain imbang 1-1 hingga tambahan waktu, laga diselesaikan adu penalti yang berlangsung dramatis.

Penentuan juara harus ditentukan lewat penendang terakhir setelah semua pemain kedua tim berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Kiper Villareal Geronimo Rulli sukses menjaringkan bola. Sayang, saat David de Gea mendapat giliran bola sepaknnya berhasil diantisipasi Rulli.

Villarreal menang 11-10 Namun, pada laga itu para penggemar juga melihat suasana panas yang melibat sang manajer Ole Gunnar Solskjaer dengan Cavani di pinggir lapangan.

Perselisihan yang terjadi di pinggir lapangan yang melibatkan Solskjaer dan pemain Uruguay itu, menarik perhatian beberapa penggemar.

Di Twitter, seorang penggemar membagikan cuplikan dari bos Setan Merah yang mengomel pada striker bintangnya dari pinggir lapangan.

Cavani mengangkat tangannya ke udara karena frustrasi, dan tampak jengkel dengan nasihat pelatih asal Norwegia itu.

Orang yang mengunggah rekaman itu memberi judul “Cavani menyuruh Ole tutup mulut” bersama dengan emoji tawa.

Sebelumnya, banyak yang menilai kekalahan MU ini bukan hanya pada soal kegagakan De Gea mengeksekusi penalti, tapi juga tentang sikap sang manajer Ole Gunnar Solskjaer dan pengambilan keputusannya.

Rupanya, dirinya membutuhkan 100 menit untuk melakukan pergantian pemain. Pelatih asal Norwegia ini diklaim terlalu bertumpu pada pemain andalannya.

Banyak orang terlebih fansnya mempertanyakan mengapa Solskjaer tidak segera mengubah alur permainan, terutama karena para pemainnya terlihat sangat lelah di babak tambahan waktu.

Solskjaer tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk mempertimbangkan menggantikan De Gea, yang tanpa penyelamatan dari 21 penalti terakhir yang dihadapinya, tidak termasuk adu penalti.

Continue Reading

CitySport

Mount: Chelsea Bisa Saja Kalahkan Madrid 5-0

Published

on

Mason Mount.

Gelandang Chelsea, Mason Mount, mengatakan timnya seharusnya bisa mengalahkan Real Madrid lebih telak. Padahal, The Blues menang 2-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Stamford Bridge, Kamis (6/5/2021).

Tak hanya itu, agregat yang dihasilkan 3-1. Mount mencetak gol kedua Chelsea pada menit ke-85. Sebuah gol yang membuat Chelsea dapat bernapas lega saat melawan Madrid.

Setelah laga, diketahui Mount sedikit kecewa dengan penyelesaian akhir Chelsea saat melawan Madrid. Pemain 22 tahun asal Inggris ini mengatakan seharusnya Chelsea menang hingga 5-0 atas Los Blancos.

Baca Juga:

  1. Jokowi Targetkan Indonesia Bebas Sampah 2025
  2. Jokowi Buat Perpres Baru Tentang Badan Siber dan Sandi Negara
  3. Jokowi Minta BMKG Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

“Kami mungkin seharusnya bisa mencetak lima gol. Tapi, yang penting kami menang. Kami ingin melalui setiap laga dengan kemenangan. Saat skor 1-0, Madrid bisa bangkit jika mereka mencetak gol. Jadi bisa mencetak gol kedua di pengujung laga, kalian bisa lihat selebrasinya, itu gol yang penting buat kami dan memberi tim ruang untuk bernapas,” kata Mount.

Berdasarkan statistik Opta, Mount (22 tahun dan 15 hari) adalah salah satu pemain muda kedua asal Inggris yang mampu mencetak gol di semifinal Liga Champions setelah Wayne Rooney (21 tahun 182 hari).

Tak hanya itu, Mount jufga menjadi orang Inggris pertama yang mampu mencetak gol di semifinal Liga Champions untuk Chelsea sejak Frank Lampard pada 2008.

Lantas, Mount kemudian mengucapkan selamat kepada penyerang Timo Werner yang mencetak gol pertama Chelsea ke gawang Madrid pada menit ke-28.

Setelah sebelumnya, Werner mendapat banyak kritikan karena banyak membuang peluang emas pada leg pertama.

“Saya bilang ke Werner, pasti rasanya sangat melegakan melihat bola jatuh ke bawah. Kami turut senang untuk Werner,” ucap Mount.

Sekedar informasi, Chelsea untuk ketiga kalinya lolos ke final Liga Champions setelah 2008 dan 2012. Pada 2008, The Blues kalah dari Manchester United lewat adu penalti.

Setelah sebelumnya, pada 2012 Chelsea menang atas Bayern Munchen juga lewat adu penalti.

Continue Reading

Trending