Connect with us

CityView

Megahnya Masjid Terbesar di Pakistan, Masjid Faisal

Published

on

Views : 184
Masjid Faisal, Pakistan.

Menelusuri peradaban dan menikmati keindahan Islam dapat dilakukan melalui eksplorasi bangunan sucinya yang tersebar di seluruh dunia.

Salah satunya yaitu Masjid yang ada di Pakistan ini. Masjid Faisal, berdiri di Islamabad, mulai dibangun pada tahun 1976.

Berbeda dengan masjid-masjid yang biasanya berkubah bulat, bentuk kubah di Masjid Faisal berupa segitiga serba lancip, mirip tenda Suku Badui yang bermukim di gurun pasir Jazirah Arab.

Ruang sholatnya berupa bangunan berbentuk empat sisi atap segitiga yang dapat menampung 100.000 jemaah, sementara jika dihitung hingga area halaman dapat menampung hingga 200.000 lebih.

Baca Juga:

  1. Bunga Sakura di Jepang Mekar Lebih Awal Tahun Ini
  2. Labirin Eropa Kuno di Taman Bunga Nusantara Cianjur
  3. Meihua, Bunga yang Hanya Ada Saat Imlek

Empat menara setinggi masing-masing 79 meter yang menambah kegagahan masjid seluas 5.000 meter persegi ini. Menara masjid ini merupakan menara tertinggi se-Asia Selatan.

Pembangunan Masjid Faisal didanai oleh Pemerintah Arab Saudi dan menelan biaya lebih dari 130 juta riyal Saudi. Jumlah yang tentunya tak sedikit untuk membangun sebuah masjid yang tak hanya megah tapi juga unik.

Masjid Faisal juga pernah menjadi masjid terluas di dunia pada kurun waktu 1986 hingga 1993. Masjid ini pun masih menjadi salah satu masjid yang paling luas yang berada di Asia Selatan.

Masjid Faisal memiliki bentuk unik dan kental dengan gaya arsitektur kontemporer. Dengan perpaduan gaya Asia Selatan, Arab, dan Turki juga menjadikan masjid ini sebagai salah satu masjid terindah dan terunik yang ada di dunia.

Berita Utama

10 Kota Paling Layak Ditinggali Selama Pandemi Covid-19, Australia Dominan

Published

on

Auckland

Pandemi Covid-19 membuat seluruh kota di dunia melakukan lockdown atau penguncian wilayah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Namun, ada kota yang berhasil mengatasi permasalahan ini sehingga layak untuk ditinggali.

Economist Intelligence Unit (EIU) mengeluarkan daftar 10 kota yang paling layak huni. Posisi pertama ditempati oleh Kota Auckland di New Zealand.

Ini berkat keberhasilannya dalam mengatasi pandemi dengan cepat, memungkinkan pembatasan dicabut sejak dini. Padahal pada 2017 lalu, Auckland hanya menempati posisi kedelapan.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Posisi kedua ditempati Kota Osaka di Jepang. Jepang juga menempatkan satu lagi kota mereka di daftar kota layak huni 2021. Adalah Kota Tokyo yang menempati posisi ke-5.

Posisi ketiga ditempati oleh Kota Adelaide di Australia. Kontrol perbatasan yang ketat telah diterapkan selama krisis. Posisi keempat ditempati oleh Ibukota Selandia Baru, Wellington.

Australia juga menempatkan dua kota lainnya., yakni Perth dan Brisbane. Mereka berada di posisi keenam dan 10. Sementara Melbourne bersama Jenewa Swiss ada di urutan delapan.

Indeks Liveability Global memperhitungkan lebih dari 30 faktor kualitatif dan kuantitatif yang mencakup lima kategori besar: stabilitas (25%), perawatan kesehatan (20%), budaya dan lingkungan (25%), pendidikan (10%), dan infrastruktur (20%).

10 Kota Paling Layak Huni versi Economist Intelligence Unit:

  1. Auckland, Selandia Baru
  2. Osaka, Jepang
  3. Adelaide, Australia
  4. Wellington, Selandia Baru
  5. Tokyo, Jepang
  6. Perth, Australia
  7. Zurich, Swiss
  8. Jenewa, Swiss
  9. Melbourne, Australia
  10. Brisbane, Australia

10 Kota Paling Tak Layak Huni:

  1. Caracas, Venezuela
  2. Douala, Kamerun
  3. Harare, Zimbabwe
  4. Karachi, Pakistan
  5. Tripoli, Libya
  6. Aljir, Algeria
  7. Dhaka, Bangladesh
  8. Port Moresby, Papua Nugini
  9. Lagos, Nigeria
  10. Damaskus, Suriah
Continue Reading

CityTravelling

Bunga Tulip di Belanda Tetap Bersemi Meski di Tengah Pandemi

Published

on

Taman Bunga Keukenkof

Di masa pandemi, taman bunga Keukenhof tetap bersemi. Taman bunga tulip ini tetap menujukkan pesona keindahannya meski sepi wisatawan.

Keukenhof, taman bunga tulip yang merupakan botanical garden terluas di dunia serta salah tujuan utama wisata di Belanda, kembali dibuka untuk publik tahun ini. Setelah sempat tutup total tahun lalu dikarenakan pandemic Covid-19.

Musim semi tahun ini, Keukenhof akhirnya dibuka terbatas sebagai salah satu uji coba pemerintah Belanda untuk secara bertahap membuka kembali berbagai event yang terbuka untuk publik. Tidak setiap hari, taman seluas 32 hektar ini hanya dibuka pada hari-hari tertentu saja.

Baca Juga:

  1. Bunga Sakura di Jepang Mekar Lebih Awal Tahun Ini
  2. Labirin Eropa Kuno di Taman Bunga Nusantara Cianjur
  3. Meihua, Bunga yang Hanya Ada Saat Imlek

Jumlah pengunjung per hari pun dibatasi hanya 5.000 orang saja. Jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya yang dapat mencapai 20 ribu pengunjung per hari.

Untuk jadwal buka dan pemesanan tiket, pengunjung langsung dapat membuka laman resmi Keukenhof secara online. Tidak hanya itu, pengunjung juga wajib menyertakan hasil tes negatif korona (rapid test swab antigen), yang bisa dilakukan di berbagai pusat tes di seluruh Belanda, gratis.

Walaupun di Keukenhof juga terdapat tempat untuk melakukan tes Corona, namun disarankan untuk melakukan tes sehari sebelumnya di lokasi yang terdekat dengan tempat tinggal, agar terhindar dari antrian panjang.

Bila sudah memiliki tiket dan hasil tes negatif korona, maka Anda berkesempatan untuk menikmati keindahan aneka jenis tulip serta bunga lainnya seperti hyacinth, daffodil, lily, anggrek, bahkan bunga sakura di taman yang berlokasi di Lisse ini.

Continue Reading

CityView

Masjid Jami Ul-Alfar, Masjid Merah Bak Permen Asal Sri Lanka

Published

on

Masjid Jami Ul-Alfar, Kolombo, Sri Lanka

Sri Lanka punya masjid dengan warna cantik dan tidak biasa. Warnanya seperti permen, merah putih. Masjid ini bernama Masjid Jami Ul-Alfar. Berlokasi di Kolombo, Sri Lanka, Masjid Jami Ul-Alfar juga sering disebut Masjid Merah karena warna yang meriah.

Masjid Jami Ul-Alfar tepatnya berada di distrik Pettah yang ramai oleh kesibukan pertokoan dan kendaraan bermotor setiap harinya. Sejarahnya, masjid ini dibangun sejak tahun 1908, lalu dibuka untuk umum setahun kemudian. Masjid Jami Ul-Alfar ialah salah satu masjid terbesar di Sri Lanka.

Arsitek dari masjid uni ini bernama Habibu Labbe Saibu Labbe. Labbe merancang masjid ini dengan memadukan unsur Gotik dan Neo Klasik. Dana pembangunannya berasal dari komunitas Muslim India yang bermukim di Sri Lanka.

Baca Juga:

  1. Wujud Kreativitas Islam dalam Masjid Pink di Iran
  2. Mengenal Masjid Biru di Afghanistan
  3. Subhanallah, Saat Adzan Masjid Chechnya Berubah Warna

Masjid yang juga dikenal dengan nama Rathu Palliya dan Samman Kottu Palli ini dibangun dengan gaya Indo-Saracenic. Desainnya mengingatkan pada Masjid Jamek yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Masjid terdiri dari dua lantai dengan kapasitas jamaah sekitar 1.500 orang. Masjid ini menggelar salat berjamaah lima kali sehari, begitu juga dengan Salat Jumat dan Salat Ied.

Ceritanya, karena warnanya yang mencolok, kabarnya dulu pelaut akan melihat menara masjid ini sebagai panduan merapatkan kapal ke pelabuhan Kolombo. Nama Distrik Pettah secara harfiah berarti ‘di luar benteng’ dan selama berabad-abad telah menjadi pusat perdagangan.

Pengunjung masjid kebanggaan Sri Lanka ini boleh datang untuk wisata arsitektur, namun wajib mengenakan pakaian sopan dan serba panjang. Pengunjung wanita wajib menutupi bagian rambutnya.

Continue Reading

Trending