Connect with us

CityTravelling

Museum Nasional Latakia, Wisata di Barat Suriah

Published

on

Views : 595
Museum Nasional Latakia Suriah.

Berita-berita yang datang dari negara yang bertetangga dengan Turki dan Irak ini memang acapkali diwarnai tentang aksi kekerasan, terutama terkait ISIS.

Tetapi, di balik citra tersebut, Suriah memiliki segudang tempat wisata, dari mulai bertema sejarah hingga wisata air yang memacu adrenalin. Di Barat Laut Damaskus, atau Kota Pelabuhan Utama yakni Latakia. Kota yang cukup eksotis ini menjadi salah satu kota penarik turis.

Tak hanya menjadi kota pelabuhan, Latakia juga dengan sempurna memadukan kekayaan sejarah budaya dengan pantai berpasir yang panas, menjadikan kota ini salah satu tujuan wisata terindah di Mediterania. 

Dikutip dari SurferToday.com ombak memang jarang terjadi di Suriah, tapi bukan berarti tidak ada sama sekali. Saat tiba, ombak justru dengan sempurna menghantam pantai vertikal barat Suriah.

“Di sini, Anda dapat menemukan pengalaman berselancar yang bagus, dengan ombak Barat atau angin Mediterania Barat Daya. Latakia mungkin menawarkan wajah ombak setinggi empat kaki di mana Anda akan menjadi satu-satunya peselancar,” dikutip dari situs tersebut.

Baca Juga:

  1. Gojek & Dinas Lingkungan Hidup DKI Bekerja Sama Kurangi Sampah Plastik
  2. Sampah Plastik Disulap Jadi Bata Beton
  3. Indonesia Hasilkan 175 Ribu Ton Sampah per Hari

Selain berselancar, theextravagant.com juga merangkum destinasi wisata lain yang bisa dinikmati saat berkunjung ke Latakia. Ada Museum Nasional Latakia, Stadion al-Assad, Kastil Salah ad-Din, reruntuhan Ugarit, Masjid Agung abad ke-13, Masjid Jadid abad ke-18 dan beberapa pantai menakjubkan lainnya.

Museum Nasional Latakia, yang terletak dengan bagian pinggir laut kota, merupakan salah satu yang harus dikunjungi di Latakia. Museum ini memiliki koleksi banyak barang antik dari masa lalu, termasuk surat berantai periode Arab dan Tentara Salib awal serta tablet bertuliskan kuno dari Ugarit.

Kastil Salah ad-Din dan reruntuhan Ugarit juga bukan tempat yang harus dilalui begitu saja dua lokasi ini merupakan tempat beberapa tulisan alfabet paling awal ditemukan, adalah tempat yang sempurna bagi mereka yang tertarik dengan sejarah mendalam dan budaya Suriah yang kaya. 

Namun, jangan khawatir soal penginapan, karena di daerah ini telah banyak berdiri resor berkualitas.

CityTravelling

Berani Masuk ke Sidamukti? Desa Mati & Penuh Aura Mistis di Majalengka

Published

on

Desa Sidamukti

Selain memiliki pemandangan alam yang memesona, Majalengka, Jawa Barat, juga dikenal memiliki keindahan terasering berundak yang luar biasa.

Meski demikian, Majalengka juga memiliki beberapa tempat misterius. Satu di antaranya adalah desa terbengkalai atau yang biasa dikenal dengan sebutan desa mati.

Desa ini, Cityzen, telah ditinggal oleh warganya selama puluhan tahun. Desa itu bernama Desa Sidamukti. Selama lebih dari sepuluh tahun ditinggalkan warganya, ada sekitar 200 rumah yang dibiarkan terbengkalai.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Dikutip dari channel YouTube Bucin TV, memperlihatkan kondisi sepinya Desa Sidamukti. Wilayah ini begitu sepi, terbengkalai, area pekarangan setiap rumah kotor hingga penuh dengan dedaunan kering

“Saat ini gue sedang ada di salah satu kampung, desa yang sudah terbengkalai di daerah Majalengka, Jawa Barat temen-temen,” kata Dafi Tuasamu pemilik akun Bucin TV

Dia menjelaskan, desa ini mulai ditinggalkan antara tahun 2011 dan 2012. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut rawan longsor, dan sering terjadi pergeseran tanah.

Pertama kali terjadi longsor di Desa Sidamukti, pada 2001. Sebagian warganya mulai meninggalkan kampung tersebut.

Kemudian terjadi lagi pada 2012, dan akhirnya pemerintah daerah setempat mengimbau kepada warga di wilayah tersebut untuk meninggalkan tempat tinggalnya, lalu disediakan tempat baru yang lebih aman.

Continue Reading

CityTravelling

Curug Lontar, Panorama Indah yang Tak Terjamah dari Bogor

Published

on

Curug Lontar

Curug Lontar menjadi salah satu pesona di Kota Bogor Jawa Barat. Meskipun indah, Cityzen tidak disarankan untuk berenang karena airnya cukup dalam.

Curug Lontar berlokasi di Karyasari, Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Air terjun tersebut merupakan salah satu bagian dari Sungai Cianten yang berasal dari Pegunungan Halimun-Salak.

Sungai ini terhubung dengan aliran Sungai Cikaniki dan bermuara ke aliran sungai besar Cisadane. Debit air Curug Lontar cukup deras, sehingga menjadi sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kracak sejak zaman penjajahan Belanda, sekitar tahun 1926.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Di bawah kucuran penampungan curug terdapat kubangan yang luas, sekitar 7.000 meter persegi. Kedalamannya mencapai sekitar 26 meter. Karena itu, disarankan untuk tidak berenang. Bahkan di pinggirannya sekali pun. Sangat berbahaya.

Curug Lontar

Sering terjadi banjir bandang bila debit air naik di hulu sungai (Halimun-Salak). Jika Anda ingin berkunjung ke Curug Lontar, bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Perjalanan bisa mulai dari kota menuju langsung Leuwiliang. Setelah melewati Jembatan Sungai Cianten, dilanjutkan menuju PLTA unit Kracak. Jaraknya sekitar 7 km.

Jika menggunakan kendaraan umum, dari Stasiun Bogor bisa menggunakan angkot 02 atau 03 ke Bubulak. Kemudian, dilanjutkan angkot 05 Jasinga-Leuwiliang. Seterusnya, berhenti di pertigaan Kracak dan gunakan angkot 57 Kracak-Puraseda.

Jalan menuju Curug Lontar lumayan sulit. Anda bisa meminta bantuan warga sekitar. Jalan setapak yang licin dan curam akan menjadi drama selama di sepanjang perjalanan. Ditambah, minimnya fasilitas yang tersedia.

Curug Lontar terlihat tenang, namun wisatawan tidak disarankan untuk berenang karena airnya cukup dalam. Akan tetapi, traveler masih bisa menikmati aliran sungai yang jernih dengan bebatuan yang eksotis. Bagaimana, Cityzen tertarik untuk berkunjung?

Continue Reading

CityTravelling

Bisa Jadi Pilihan Liburan, Ini 5 Pantai dengan Ombak Indah

Published

on

Pantai Nihiwatu, Nusa Tenggara Timur.

Indonesia tak hanya kaya dengan makanan yang khas dan nikmat, namun objek wisatanya juga banyak dan sungguh indah. Salah satunya pantai.

Mulai dari sabang sampai marauke terbentang banyak sekali objek wisata. Meskipun pantai dengan ombak indah identik dengan tempat untuk berselancar/surfing namun kalian juga dapat menikmati suasana sunset sambil menikmati hamparan keindahan alam eksotis khas Indonesia.

Berikut 5 pantai dengan ombak indah yang bsia menjadi pilihan untuk liburan.

1. Pantai Nihiwatu, Nusa Tenggara Timur

Masuk dalam pantai terbaik se-Asia, Nihiwatu dikenal sebagai salah satu pantai tujuan peselancar kelas dunia karena memiliki ombak yang cepat atau biasa dijuluki left god waves.

Bulan terbaik untuk berkunjung ke Nihiwatu adalah antara bulan April-Desember karena tiap Januari-Februarai Nihiwatu tutup.

Nihiwatu bukan pantai yang terbuka untuk umum, maka jika ingin menikmati keindahan Pantai Nihiwatu traveler harus siap merogoh kocek yang cukup dalam yakni sekitar 5 juta per-malam untuk memesan sebuah kamar karena hanya tamu resort yang dapat mengakses pantai itu.

2. Pantai Sorake, Sumatera Utara

Pantai yang terletak di Kecamatan Teluk, Nias, Sumatera Utara ini dikenal dengan ombak besarnya yang indah. Untuk kalian yang ingin mengunjungi Pantai Sorake diperlukan perjalanan sekitar 3 jam dari kota Gunungsitoli melalui jalur darat.

Dengan tiket masuk pantai sebesar Rp 5.000/orang, fasilitas yang terdapat di Pantai Sorakae terbilang cukup lengkap mulai dari parkiran kendaraan pribadi, penginapan, hingga café yang berderet di garis pantai.

3. Pantai Suluban (Blue Point), Bali

Pantai dengan pemandangan pasir putih yang diapit tebing tinggi ini merupakan salah satu kawasan favorit untuk berselancar.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Selain untuk berselancar terdapat toko souvenir dan café di atas tebing yang menyuguhkan suasana sunset dengan suara deburan ombak yang menawan. Untuk mencapai pantai hanya diperlukan waktu 20 menit dari Bandara Ngurah Rai.

Selain itu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk masuk ke pantai. Bagi kalian yang membawa kendaraan pribadi harus membayar uang parkir sebesar Rp 2.000/Motor dan Rp 5.000/mobil.

4. Pantai Ombak Tujuh, Jawa Barat

Karena memiliki ombak yang menggulung secara berurutan sebanyak 7 kali, pantai ini disebut dengan Ombak Tujuh. Namun akses menuju pantai hanya bisa dilewati menggunakan kendaraan roda dua yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Jika ingin waktu tempuh yang lebih singkat traveler bisa menggunakan perahu dengan waktu tempuh 1 jam dengan biaya sebesar Rp 450.000/perahu, tetapi jalur air tidak disarankan saat musim hujan karena cukup berbahaya.

5. Devil’s Tears, Nusa Lembongan, Bali

Lembongan terletak di pulau berbeda yang berada wilayah selatan pulau Bali. Untuk pergi ke Lembongan, kalian harus menggunakan boat yang bisa diakses melalui pantai Sanur atau pun Klungkung.

Untuk biaya boat sendiri memerlukan sekitar Rp 50.000/keberangkatan tergantung boat yang kalian pilih. Saat sudah sampai di Lembongan traveler bisa menyewa sepeda motor di sekitaran pelabuhan yang biasanya dipatok Rp 60.000/hari untuk pergi ke Devil’s Tears.

Continue Reading

Trending