Connect with us

CityMarket

Pasar Mayestik Pusat Bahan Tekstil, Ragam Sayur, Hingga Kue Basah

Published

on

Views : 1.398

Pasar Mayestik dikenal sebagai pusat bahan tekstil, tapi sebenarnya di pasar ini kamu juga bisa belanja makanan. Ada pasar basah hingga deretan penjual camilan enak di sini.

Sebagai salah satu pasar terlengkap di kawasan Jakarta Selatan, pasar Mayestik yang beroperasi sejak tahun 1950-an ini juga menawarkan kebutuhan sehari-hari. Pedagang menawarkan ragam bahan pangan segar di sini.

Di masa pandemi Covid-19, Pasar Mayestik masih banyak dikunjungi masyarakat. Pasar ini buka sejak pukul 6 pagi hingga 5 sore.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Banyak orang suka belanja di sini karena area pasarnya bersih. Berbeda dengan dulu dimana kondisi pasar sering kotor dan terkena banjir. Kini pasar di area basement Gedung Mayestik ini sudah tertata rapi.

Perubahan tersebut dapat dilihat dari kios-kios pedagang yang berjejer rapi dan dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Lantai pasar juga bersih, ditambah dengan ruangan berpendingin udara.

Belanja di Pasar Mayestik kini juga praktis karena transaksi tak hanya bisa tunai saja, tapi juga menggunakan pembayaran nontunai seperti Ovo, GoPay, dan lainnya.

Beberapa pedagang bahkan telah bekerja sama dengan kurir online agar para pelanggan yang malas keluar rumah untuk ke pasar bisa dengan mudah mendapatkan bahan makanan yang dijual.

Ragam sayur, buah, bumbu giling, ikan, hingga daging sapi segar dijual di sini. Semua tersedia dalam kondisi fresh. Hanya saja selama pandemi Covid-19, pedagang mengakui adanya penurunan omzet bahkan lebih dari 30 persen.

Salah satunya dialami pedagang sayur dan bumbu rempah, Bu Rahmini. “Di masa pandemi ini berkurang banget yang tadinya omzetnya bisa 100 persen sekarang, hanya setengahnya,” ujar beliau.

Selain pasar basah, pengunjung Pasar Mayestik biasanya juga tak melewatkan ragam camilan enak di sini. Ada banyak toko snack dan penjual makanan kaki lima yang bisa disambangi.

Misalnya saja Toko Anggrek Snack di lantai B yang menyediakan ragam kudapan. Mulai dari kudapan gurih, asin, manis, hingga pedas tersedia di toko ini.

Lalu di area luar Pasar Mayestik, pengunjung bisa memborong banyak makanan kaki lima enak. Ada es cendol, kue cubit, sampai kue ape yang sayang dilewatkan.

Advertisement

CityMarket

Samurai Bonds Indonesia Rp13,2 Triliun Laris Manis

Published

on

Mata uang Jepang Yen

Untuk kedua kalinya di masa pandemi Covid-19, Indonesia berhasil dua kali menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) valuta berdenominasi Yen Jepang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Samurai Bonds.

Samurai Bondsi ini mencetak becnhmark size sebesar JPY 100 miliar atau Rp13,2 triliun yang ketujuh sejak 2015. Demikian penuturan dari Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang, Heri Akhmadi.

“Ini adalah bukti kepercayaan atas kredibilitas ekonomi Indonesia,” kata Dubes Heri.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Jepang saat ini berada dalam state of emergency ketiga. Untuk itu, kehadiran Pemerintah Indonesia untuk menerbitkan Samurai Bonds di pasar Jepang merupakan momentum yang tepat dengan capaian yang sangat positif.

Heri memastikan, perkembangan positif perekonomian Indonesia juga terus dikomunikasikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo kepada Pemerintah Jepang. Khususnya menyangkut pengelolaan investasi yang masuk untuk pembiayaan pembangunan di Indonesia.

“KBRI turut aktif mengomunikasikan perkembangan pembangunan ekonomi Indonesia kepada Pemerintah dan Swasta Jepang. Termasuk mengkampayekan good governance pengelolaan investasi yang prudent oleh Pemerintah kepada investor dan prospektus investor Jepang,” ujar Heri.

Komitmen diplomasi ekonomi Indonesia ini diakui Heri akan terus dijalankan Pemerintah Indonesia, demi suksesnya pemulihan ekonomi Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Penerbitan Samurai Bonds kali ini ditujukan untuk pembiayaan defisit APBN 2021, termasuk untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Continue Reading

Berita Utama

Cek Saldo dan Tarik Tunai Bank BUMN di ATM Link Akan Kena Biaya, Berapa?

Published

on

Ilustrasi.

Mulai 1 Juni 2021 mendatang cek saldo atau tarik tunai di ATM Link akan dikenakan biaya. Empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau yang dikenal dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan melakukan penyesuaian tarif transaksi tarik tunai dan cek saldo di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Link. 

Dilansir dari situs resmi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, ada beberapa transaksi yang akan dikenakan biaya.

Berdasarkan informasi dari situs resmi BRI, Himbara mematok biaya dari Rp 0 menjadi Rp 2.500 untuk jenis transaksi cek saldo. Sedangkan transaksi tarik tunai dari Rp 0 dikenakan tarif menjadi Rp 5.000.

Tetapi untuk jenis transaksi transfer tidak mengalami perubahan sebesar Rp 4.000.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Hal ini membuat dengan melakukan transaksi cek saldo dan tarik tunai di ATM Bank Mandiri menggunakan kartu debit BRI tidak lagi gratis.

“Dalam rangka mendukung kenyamanan nasabah bertransaksi maka setiap transaksi cek saldo dan tarik tunai kartu BRI di ATM Bank Himbara atau ATM dengan tampilan ATM Link akan dikenakan biaya,” tulis dalam situs resmi BRI.

Biaya transaksi ini akan diberlakukan kepada nasabah BRI yang bertransaksi di ATM Bank Himbara lain (BNI, Mandiri dan BTN) atau ATM dengan tampilan ATM LINK.

Continue Reading

Berita Utama

Sri Mulyani: Covid-19 Jadi CEO Tranformasi Digital Dunia

Published

on

Menteri Ekonomi Sri Mulyani

Pandemi Covid-19 membawa perubahan bagi semua negara di dunia. Terkait hal itu, transformasi digital menjadi kebutuhan utama. Demikian diungkapkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Covid-19 yang mengharuskan manusia untuk menjaga jarak dengan sesamanya membuat komunikasi dengan digital menjadi kebutuhan. Oleh karenanya, ia menyebut Covid-19 sebagai pemimpin perubahan yang membawa semua negara menuju era digital.

“Jadi Covid-19 itu disebut sebagai Chief operating transformation dari semua negara menuju era digitalisasi,” ujarnya dalam pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), Senin (5/4/2021).

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Menurutnya, begitu pentingnya transformasi digital ini juga disadari oleh Pemerintah sehingga anggaran besar digelontorkan untuk mengembangkannya. Untuk tahun ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 413 triliun untuk infrastruktur ditambah Rp 30 triliun untuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam APBN 2021.

Lanjutnya, saat ini masih banyak daerah yang belum terkoneksi dengan layanan internet sehingga anggaran besar diperlukan. Sebab, untuk memberikan layanan internet di tertinggal, terdepan dan terluar diperlukan pembangunan infrastrukturnya terlebih dahulu.

Untuk memberikan daerah 3T tersebut layanan internet pun dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Itu sebabnya Pemerintah akan memberikan anggaran untuk pembangunan untuk mendorong transformasi digital selama lima tahun ke depan.

“Dalam rangka menjangkau seluruh daerah di Indonesia supaya bisa terkoneksi internet, belanja per tahun bisa capai Rp 16 triliun – Rp 17 T hingga tahun 2024,” jelasnya.

Langkah ini bertujuan agar 9.113 desa 3T, 93.900 sekolah dan pesantren, 3.700 puskesmas dan 6.000 Polsek dan Koramil serta 47.900 desa dan kecamatan bisa terkoneksi jaringan internet.

“Itu inti dari transformasi berkeadilan yaitu transformasi digital apabila belanja di bidang infrastruktur untuk konektivitas digital bisa dibangun. itu membutuhkan anggaran belanja sangat besar,” kata dia.

Continue Reading

Trending