Connect with us

CityEnergy

Pembangkit Listrik di Jawa Masih Gunakan Batu Bara

Published

on

Views : 154
Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

PT PLN (Persero) lebih banyak menggunakan batubara sebagai sumber daya pembangkit listrik di regional Jawa dan Bali.

Hal ini dikarenakan kebutuhan tenaga listrik di Jawa lebih besar dan sumber daya yang memungkinkan untuk dijadikan tenaga listrik lebih mudah didapatkan.

“Pemilihan energi ini juga diperhatikan zonasi demand yang ada, makanya Jawa itu PLTU,” kata Direktur Operasional I PT Pembangkitan Jawa Bali, Sugiyanto dalam Webinar Efisiensi Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero) sesuai Permen ESDM No 9 Tahun 2020, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Batu bara yang digunakan PLTU di Jawa Tengah dan Jawa Timur berasal dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Sementara PLTU di bagian barat pulau Jawa berasal dari Sumatera Selatan.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Namun pembangkit listrik di Jawa tidak semua bersumber dari batu bara. Ada beberapa pembangkit yang bersumber dari air dan gas.

“Makanya dengan komposisi di Jawa 60-70 persen batubara. Gas 20 persen. PLTA 5-10 persen,” kata dia.

Berbeda dengan di Kalimantan Utara yang memiliki potensi PLTA dengan kapasitas 10 ribu MW. Sayangnya kebutuhan listrik tersebut tidak sesuai dengan konsumsi listriknya.

Untuk itu, penggunaan sumber daya untuk pembangkit tidak semata harga yang murah. Melainkan kondisi suatu wilayah dan kebutuhannya.

Berita Utama

Pertamina Belum Tahu Penyebab Terbakarnya Kilang Minyak di Cilacap

Published

on

Kilang Minyak Pertamina di Cilacap

Kebakaran terjadi di area Kilang Cilacap, Jawa Tengah pada hari ini, Jumat (11/5/2021) pukul 19.45 WIB. Salah satu tangki yang berisi benzene di area kilang itu terbakar.

Hingga saat ini, PT Pertamina (Persero) masih belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Saat ini, Pertamina masih fokus untuk melakukan pendinginan guna mencegah api timbul kembali.

“Kebakaran terjadi di salah satu area tangki penyimpanan yang lokasinya berada jauh di dalam kompleks kilang, bukan kilang atau pabrik pengolahannya. Penyebab kebakaran belum diketahui,” terang Area Manager Communication, Relations, dan CSR Kilang Pertamina Cilacap, Hatim Ilwan, lewat keterangan tertulis yang diterima MyCity, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Meskipun terjadi kebakaran, Pertamina memastikan pasokan BBM dan LPG untuk masyarakat tetap aman,” Hatim menambahkan.

Pertamina juga memastikan tidak ada warga setempat yang terdampak insiden kebakaran tersebut. Di kesempatan sama, Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi menyatakan, lokasi tangki yang terbakar jauh dari pemukiman penduduk maupun jalan raya.

“Yang terdekat itu area pabrik sekitar 350 meter dari lokasi kebakaran,” ujarnya.

Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 Kilang Pertamina. Di fasilitas tersebut, kapasitas pengolahan mencapai 270.000 barel per hari.

Kilang tersebut memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.

Continue Reading

CityEnergy

Roboh Diterjang Badai, PLN Siap Bangun 2 Menara Baru di NTT

Published

on

Tower PLN di NTT

Badai Siklon Tropis Seroja pada awal April membuat tower PT PLN di NTT roboh. Sebagai gantinya, PLN berencana membangun dua tower permanen.

Hal ini diungkapkan Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN Syamsul Huda. Dia menambahkan, saat ini proses pembangunan tower sudah masuk dalam tahap perencanaan, setelah sebelumnya tim melakukan survei.

“Survey mengenai kondisi tanah, jangan di tanah yang labil, lalu kami perhitungkan dengan konstruksinya,” paparnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/05/2021).

Baca Juga:

  1. Gokil! Pulau di California Ini Sediakan Fasilitas Menikah di Atas Flying Fox
  2. Asal Sudah Divaksinasi, Pulau Madeira Buka Pintu untuk Wisatawan
  3. Kamu Harus Tahu! Ini 5 Tempat dengan Kisah Ajaib di Pulau Paskah

Dua menara permanen ini diharapkan tidak akan roboh lagi jika diterjang angin. Syamsul Huda juga mengungkapkan waktu yang dibutuhkan untuk membangun tower ini adalah tiga bulan.

“Tiga bulan sudah terbangun yang permanen, butuh dukungan semua pihak sehingga bisa segera terbangun, nggak diliputi rasa cemas karena masih emergency,” sambung dia.

Tower yang benar-benar roboh akibat badai hanya satu yaitu T19. Sementara di T20 hanya miring, tapi tidak bisa dipakai. Dengan demikian, total ada dua tower yang tidak bisa dipakai.

Dua tower tersebut untuk sementara waktu digantikan dengan menara darurat (emergency tower) yang dibangun di antara dua tower tersebut.

“Setidaknya kami harus bangun tower yang roboh dan miring tadi, minimal ada dua, mudah-mudahan dua sudah cukup. Kenapa saya terkesan belum pastikan jumlah, karena tergantung dari hasil survey,” jelasnya.

Kondisi kelistrikan di NTT per 10 Mei 2021 pukul 12.00 WITA atau 35 hari setelah bencana tersebut sudah 100% nyala.

Continue Reading

CityEnergy

PLN Beri Keringanan untuk Masyarakat Pengguna Kompor Induksi

Published

on

Kompor Induksi.

Zulkifli Zaini, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan, PLN siap beri keringanan biaya listrik untuk masyarakat yang menggunakan kompor listrik induksi.

PLN juga mengapresiasi langkah Dewan Energi Nasional (DEN) yang menerapkan penggunaan kompor listrik di lingkungan pegawai DEN.

“Kita semua mengetahui hal ini merupakan wujud nyata dalam menjalankan Paris Agreement dan menurunkan efek rumah kaca serta tentunya upaya untuk mengurangi impor elpiji dalam rangka meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional,” ungkap Zulkifli.

Hal ini dilihat dari kondisi masyarakat Indonesia saat ini masih mengkonsumsi energi yang diimpor, khususnya terkait elpiji yang berimplikasi pada peningkatan impor gas yang nilainya kurang lebih mencapai Rp 60 triliun.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Padahal di sisi lain cadangan energi listrik nasional mencapai lebih dari 50 persen artinya energi yang diproduksi PLN ini dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan oleh PLN bersama masyarakat Indonesia.

Selain memperhatikan kondisi dan manfaat yang didapat oleh negara tersebut. PLN juga melihat berbagai manfaat yang konsumen dapatkan jika menggunakan kompor induksi, antara lain konsumen bisa menghemat biaya memasak.

Kompor induksi memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam memasak. Karena dinilai lebih aman dan terhindar dari luka bakar yang jika tidak sengaja menyentuh kompornya.

Suhu ruangan juga menjadi tidak panas, tidak ada emisi gas hasil pembakaran sehingga udara bersih dan ramah lingkungan.

Continue Reading

Trending