Connect with us

CityLandscape

Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Terus Dikebut

Published

on

Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan terus berlanjut. Hingga akhir Juni 2020, pembebasan lahan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 3 (Taman Mekar-Sadang) telah mencapai 76,99%.

“Untuk Paket 2 (Setu-Taman Mekar) pembebasan lahan mencapai 8,14% dan Paket 1 (Jatiasih-Setu) mencapai 0,99%. Lalu, proses konstruksi untuk Paket 1 dan 2 masih menunggu progres pengadaan lahan dan penyelesaian Detail Engineering Design (DED),” tuturnya, Selasa (7/7/2020).

Sementara pembangunan fisiknya, Direktur Teknik PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) Bambang Sulistyo mengatakan telah mencapai 27,16%. PT JJS sendiri merupakan kelompok usaha PT Jasa Marga yang mengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Mobil Tangguh Penghalang Covid-19

Saat ini, PT JJS terus mengupayakan percepatan pembebasan lahan dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir kendala agar pembangunan fisik dapat dipercepat.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, Kehadiran Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan nantinya dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Purwakarta dari sisi selatan.

Baca Juga: Intip Koleksi Mobil Mewah Kanye West, Bakal Calon Presiden AS 2020

Selain itu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan ini juga terintegrasi dengan Jalan Tol JORR II dan Jalan Tol Cipularang.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sendiri memiliki panjang 62 km yang terdiri atas 3 paket, yaitu:

A. Paket 1 (Jati Asih – Setu/JORR W2) sepanjang 9,3 km

B. Paket 2 (Setu – Taman Mekar) sepanjang 24,85 km

C. Paket 3 (Taman Mekar – Sadang) sepanjang 27,85 km.

“Adanya jalur tersebut, dapat pula menurunkan biaya logistik barang menuju dan dari wilayah-wilayah yang dilewati kedua jalan tol tersebut,” pungkasnya. (Dimas Satrio)

Foto: Istimewa

Advertisement

CityLandscape

Gandeng Perusahaan BUMN, ITDC Kebut Pembangunan Sirkuit Mandalika

Published

on

Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) baru saja menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Pembangunan Perumahan, Tbk, dsingkat PT PP, Tbk, senilai Rp900 Miliar guna mempercepat penyelesaian pembangunan Mandalika Street Circuit (Sirkuit Mandalika).

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer dan Direktur Utama PT PP Novel Arsyad dengan disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, di Gedung Mandiri Club, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Abdulbar M. Moansoer mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus untuk menyelesaikan pembangunan Sirkuit Mandalika, guna penyambut penyelenggaraan MotoGP Indonesia yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun 2021.

Baca Juga: Nissan Luncurkan Logo Baru

“Kami yakin akan menghasilkan sebuah sirkuit jalan raya berkualitas internasional dan sesuai standar yang ditentukan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) serta dapat selesai sesuai jadwal,” tutur Abdulbar.

Lebih lanjut ia mengatakan, progres atas pekerjaan-pekerjaan awal sirkuit yang terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, termasuk pekerjaan persiapan dan pekerjaan ground work, proyek pembangunan sirkuit Mandalika telah mencapai 40 persen dan proses pengaspalan dijadwalkan akan mulai dilakukan pada Januari 2021.

Baca Juga: Pemkot Bandung Berlakukan Aturan Buka Tutup di 10 Ruas Jalan

Sirkuit seluas 52,5 hektar ini akan menjadi sirkuit jalan raya pertama di dunia, yang menyelenggarakan perhelatan balap motor MotoGP dan diyakini akan mampu menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia, hingga mencapai 300 ribu orang per tahun. (Dimas Satrio)

Foto: Istimewa

Continue Reading

CityLandscape

Demi Permudah Akses, Pemerintah Bangun Tol Menuju Danau Toba

Published

on

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat ini tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat sepanjang 143,5 km.

Pembangunan jalan tol itu dilakukan untuk meningkaktkan konektivitas serta untuk mempermudah akses masyarakat dari Medan ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan dibangunnya akses jalan juga akan meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata. “Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata,” ujar Basuki.

Baca Juga: Benarkah Batik Berasal dari Cina?

Lebih lanjut dia mengatakan, tol tersebut merupakan bagian dari pembangunan proyek strategi nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan menjadi lanjutan dari jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) sepanjang 61,72 km.

Saat ini, jalan tol MKTT yang dibangun oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah rampung dan beroperasi penuh pada tahun 2019 serta terhubung dengan Jalan Tol Belawan – Medan – Tanjung Morawa (Belmera).

Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat terdiri dari enam seksi yaitu, seksi 1 Tebing Tinggi- Inderapura, seksi 2 Kuala Tanjung – Inderapura, seksi 3 Tebing Tinggi – Serbelawan, seksi 4 Serbelawan – Pematang Siantar, seksi 5 Pematang Siantar – Seribudolok dan Seksi 6 Seribudolok – Parapat.

Baca Juga: Huawei Minta Tunda Pencabutan Jaringan 5G Hingga Pemilu 2025

Untuk seksi 1, saat ini progresnya mencapai 67,85 % ditargetkan selesai konstruksi Maret 2021, lalu seksi 2 progresnya mencapai 37,20 % ditargetkan selesai konstruksi Oktober 2021.

Selanjutnya, seksi 3 progresnya mencapai 43,96 % ditargetkan selesai konstruksinya Juli 2021, dan seksi 4 progresnya mencapai 27,33 % ditargetkan selesai konstruksi Oktober 2021.

Baca Juga: Batik Diklaim Milik Cina, Warganet Indonesia Naik Pitam

Pembangunan Jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat akan dilengkapi dengan enam buah Simpang Susun (SS) di Inderapura, Tebing Tinggi, Serbelawan, Simpang Susun Raya, Seribudolok, dan Parapat.

Setelah terhubung tol ini diharapkan nantinya jarak dari kota Medan menuju Danau Toba dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 1,5 jam, sehingga membuat waktu tempuh menjadi efisien dan memperbanyak aksesibilitas ke destinasi wisata di Sumatera Utara. (Dimas Satrio)

Foto: Istimewa

Continue Reading

CityLandscape

Permudah Akses Masyarakat, Tol Pekanbaru – Dumai Segera Beroperasi

Published

on

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat ini tengah melakukan persiapan untuk operasi Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 131,48 km dengan melakukan Uji Laik Fungsi (ULF).

Kegiatan ULF tersebut dilakukan pada seksi 2 Minas – Kandis Selatan hingga seksi 6 Duri Utara – Dumai. Saat ini progres fisik tol ini telah mencapai 99,07% dan ditargetkan dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran tol ini akan meningkatkan konektivitas antara Ibu Kota Provinsi riau dengan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan, dan mempermudah akses masyarakat.

Baca Juga: Menlu Ungkap Kronologi Tewasnya ABK Indonesia di Kapal Cina

“Tol ini akan memperpendek jarak tempuh antara Pekanbaru – Dumai menjadi 131 kilometer di mana kalau melalui jalan nasional jaraknya 200 kilometer,” ujar Basuki dalam keterangan resminya, Kamis, (9/7/2020).

Tol Pekanbaru – Dumai terdiri dari enam seksi yakni Seksi I Pekanbaru – Minas, Seksi II Minas – Petapahan, Seksi III Petapahan – Kandis Utara, Seksi IV Kandis Utara – Duri Selatan, Duri Selatan – Duri Utara dan Seksi VI Duri Utara – Dumai.

Baca Juga: Rp10.000 Triliun, Total Kekayaan Indonesia Saat Ini

Menariknya, ruas tol ini memiliki empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam. Terowongan gajah disiapkan dengan bentang 25 – 45 meter dan tinggi 5,1 meter serta tanaman hijau agar menyerupai habitat asli.

Tol Pekanbaru – Dumai merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.878 km. Saat ini, Seksi I Pekanbaru – Minas sepanjang 9,5 km telah dibuka secara fungsional mulai bulan Mei 2020.

Baca Juga: Usai Unilever, Giliran Hitachi Tutup Pabrik Akibat Karyawan Terpapar Covid-19

“Saya kira juga truk pengangkut bahan seperti sawit bisa pindah menggunakan jalan tol dengan pertimbangan hitungan waktu. Dengan tol ini, pengguna dapat menghitung waktu perjalanan bahan dari asal sampai ke pabrik,” pungkas Basuki. (Dimas Satrio)

Foto: Istimewa

Continue Reading

Trending