Connect with us

Teknologi

10 Trik iPhone untuk Mempermudah Segalannya

Published

on

Iphone (Istimewa)

iPhone memiliki banyak fitur yang sayangnya kerap tersembunyi sehingga jarang digunakan. Padahal fitur tersebut sejatinya bisa memudahkan pengguna menggarap tugas.

Berikut ini sejumlah trik di iPhone yang bisa digunakan untuk membuat segalanya lebih mudah dari sebelumnya.

1. Caps Lock

Jika ingin mengisi form dengan huruf capital semua, tentu repot selaku menekan tombol shift. Agar keyboard berubah menjadi tombol Caps Lock, cukup tekan dua kali pada tombol Shift.

2. Scan Dokumen

Pernahkah harus mengirimkan dokumen dalam bentuk digital namun tidak menemukan alat scanner? Pakai saja iPhone kamu. Cukup buka aplikasi Notes, lalu tekan ikon membuat note baru di sudut kiri bawah.

Baca Juga : Megawati, SBY dan Puan Maharani Semeja di Jamuan Makan Malam KTT G20

Selanjutnya tekan ikon + diikuti simbol kamera. Pilih opsi Scan Document. Arahkan kamera pada kertas dokumen yang ingin di-scan. Pastikan warna kuning di layar menyorot dokumen. Ketik tombol shutter, seketika iPhone akan melakukan pemindaian.

3. Menandatangani Dokumen

Perlu menandatangi dokumen digital? Manfaatkan aplikasi Files. Caranya download dokumen ke Files.

Setelah terunduh, buka dokumen tersebut. Klik logo pencil atau Markup di bagian kanan atas, lalu klik ikon +.

Selanjutnya pilih opsi Signature. Bikin tanda tangan dengan jari, klik Done dan tanda tangan akan menempel pada dokumen. Atur posisinya agar letaknya tepat.

4. Tombol Backspace di Kalkulator

iPhone memiliki aplikasi Kalkulator bawaan. Tapi aplikasi tersebut tidak menyertakan tombol backspace sehingga membuat pengguna bingung bila ingin menghapus angka bila terjadi kesalahan tekan.

Baca Juga : Biji Kakao dari Berau, Terbaik di Indonesia

Cara menghapus angka yang salah tekan hanya tinggal men-swipe ke kiri area angka saja. Seketika angka terakhir yang tampil akan terhapus.

5. Kaca Pembesar

Pernahkan menemukan teks berukuran kecil sehingga sulit terbaca mata. Gunakan iPhone sebagai kaca pembesar sehingga bantu membaca teks ukuran kecil.

Kamu hanya perlu buka Pengaturan utama iPhone, lalu klik Aksesibilitas. Ketuk Magnifier, lalu aktifkan. Selanjutnya tinggal membuka aplikasi Magnifier atau pembesar, lalu arahkan objek ke kamera ponsel.

6. Trackpad

Kamu dapat mengubah iPhone menjadi trackpad asalkan memiliki iOS 12 atau yang lebih baru. Mulailah mengetik email atau pesan teks, lalu tekan dan tahan jari pada bilah spasi di keyboard iPhone. Seketika area keyboard menjadi layaknya trackpad, kamu bisa mengarahkan kursor sesuai keinginan.

7. Kecerahan Senter

Kita bisa mengatur kecerahan cahaya pada fitur senter di iPhone. Caranya swipe kanan atas layar, tekan agak lama ikon senter.

Lalu gerakan ke atas dan bawah untuk menyesuaikan tingkat kecerahan cahaya senter.

8. Melacak Langkah

iPhone dapat secara otomatis melacak langkah, seperti yang dilakukan smartband. Buka aplikasi Kesehatan yang terpasang di iPhone untuk melihat berapa banyak langkah yang telah reakm ponsel setiap hari.

9. Melempar Koin

Perlu lepar koin tapi tidak membawa uang cash? iPhone bisa menjadi pengganti. Cukup katakan pada asisten virtual Apple,, “Hei, Siri, lempar koin!” Dia kemudian akan memberi Anda hasil lemparan koin virtual.

10. Meluncurkan Aplikasi dengan Cepat

Banyak aplikasi terkadang bingung mencari yang hendak digunakan. Bila begitu, cukup tekan ikon search di bagian bawah layar. Atau tarik layar dari atas ke bawah hingga tampil bar pencarian. Ketik aplikasi yang ingin dibuka.

Teknologi

Kamera ETLE Bakal Semakin Canggih, Alamat hingga Status SIM Pelanggar Bisa Dideteksi Polisi

Published

on

Kamera ETLE Bakal Semakin Canggih, Alamat hingga Status SIM Pelanggar Bisa Dideteksi Polisi/Antara

Kamera ETLE Bakal Semakin Canggih, Alamat hingga Status SIM Pelanggar Bisa Dideteksi Polisi/Antara

mycity.co.idPihak kepolisian menyatakan perkembangan teknologi kamera ETLE yang digunakan untuk melakukan tilang elektronik. Kini pihak kepolisian diketahui tengah membuat fungsi kamera tersebut agar menjadi lebih canggih.

Selama ini, Kamera ETLE hanya memiliki fungsi untuk mengetahui pelanggaran lalu lintas berdasarkan pelat nomor kendaraan pelaku.

Tetapi, teknologi kamera ETLE tengah dikembangkan untuk kemampuan lebih canggih lagi.

Ke depannya kamera ETLE bisa mendeteksi alamat hingga status SIM pelanggar lalu lintas yang nantinya akan diincar oleh polisi.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Latif Usman menyatakan hal ini dimungkinkan berkat adanya teknologi baru bernama Face Recognition.

Teknologi baru ini akan mendeteksi wajah pengguna kendaraan lalu mencocokannya dengan data yang ada di dokumen kependudukan hingga kepengurusan SIM.

“Jadi nanti itu (ETLE) bisa nangkap wajah, namanya siapa, alamatnya di mana, punya SIM atau tidak,” ujar Latif Usman dikutip mycity.co.id dari NTMC Polri, Jumat (9/12/2022).

“Itu semua bisa terdeteksi gitu. Kamera ini sudah ada alatnya demikian,” paparnya.

Dengan kemampuan seperti itu, polisi hanya perlu bekerja sama dengan beberapa pihak untuk nantinya melakukan pencocokan data.

Data pelanggar lalu lintas bisa diketahui menggunakan dokumen Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Jadi kami nanti kerja sama dengan Dukcapil. Nanti data orang akan berkembang dan dicari menggunakan face recognition,” pungkasnya.

Continue Reading

Teknologi

Satelit ICON Milik NASA Hilang Kontak, Belum Pasti Pulang ke Bumi

Published

on

Ilustrasi satelit. Satelit ICON milik NASA hilang kontak sejak akhir November lalu. Foto: AFP PHOTO / CNES

Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) kehilangan kontak dengan salah satu satelitnya bernama Ionospheric Connection Explorer (ICON). Satelit itu hilang kontak sejak 25 November dan tidak bisa lagi dilacak sejak saat itu.

“Tim saat ini masih bekerja untuk menjalin koneksi. Kami bekerjasama dengan Jaringan Pengawasan Luar Angkasa dari Departemen Pertahanan dan telah memverifikasi satelit itu tetap utuh,” tulis pernyataan resmi NASA seperti dikutip Space.

Satelit ICON sebenarnya memiliki ‘command loss timer’ yang didesain untuk mengatur ulang satelit itu jika tak merespon kepada tim kontrol di Bumi selama delapan hari. Akan tetapi, satelit tersebut tetap diam sejak pengaturan ulang tuntas pada Senin (5/12).

ICON merupakan satelit yang diluncurkan pada Oktober 2019 dan mengeksplorasi lapisan ionosfer Bumi yang belum pernah dilakukan satelit manapun sebelumnya. Ionosfer sendiri merupakan lapisan atmosfer Bumi yang membentang dengan jarak 80-640 kilometer.

Melansir Space News, satelit ICON berharga $252 juta atau Rp3,9 triliun. ICON dirancang untuk memelajari interaksi cuaca luar angkasa dengan cuaca terestrial di lapisan ionosfer.

Hal itu bertujuan memberi pemahaman lebih baik soal variasi di ionosfer. Salah satunya adalah pengukuran yang menunjukkan erupsi gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai pada Januari 2022 punya efek hingga lapisan ionosfer dan merusak gelombang listrik.

Lebar lapisan ionosfer memang secara teratur berganti karena merespon radiasi matahari. Pergantian itulah yang bisa berdampak kepada teknologi komunikasi.

ICON didesain untuk mengeksplorasi ionosfer hingga Desember 2021. Saat ini, ia masih dalam status menjalani misi perpanjangan. ICON juga akan menjadi bagian dari misi tinjauan heliofisik pada 2023 untuk menentukan apakah misi itu harus diperpanjang.

Namun NASA menemukan sejumlah masalah pada ICON antara lain dengan sistem aviasi dan sub sistem komunikasi frekuensi radionya. Belum diketahui apakah ICON akan pulang ke Bumi.

“Tim saat ini belum bisa menentukan kesehatan satelit itu dan kurangnya sinyal downlink bisa jadi indikasi kegagalan sistem,” kata tim NASA.nasa

Continue Reading

Teknologi

Gandeng Google, Pemprov DKI Atur Kemacetan Pakai Kecerdasan Buatan

Published

on

Pemprov DKI Jakarta menggandeng Google untuk membuat kecerdasan buatan guna mengatur lalu lintas. (detik)
Pemprov DKI Jakarta menggandeng Google untuk membuat kecerdasan buatan guna mengatur lalu lintas. (detik)

mycity.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan Google untuk mengatur lalu lintas ibu kota dengan teknologi kecerdasan buatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Emanuel Kristanto.

Emanuel menyebut kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman pada November 2022 bertajuk proyek Green Light.

“Kami tengah bekerjasama dengan google indonesia untuk optimasi traffic light di persimpangan. Mereka akan gunakan teknologi AI,” ujar Emanuel kepada wartawan, Jumat (9/11/2022).

Emanuel menyatakan AI dari Google dapat melakukan analisa mengenai kepadatan lalu lintas secara langsung atau real time.

Data analisa tersebut nantinya akan dikirimkan ke Dishub untuk dijadikan pengaturan waktu lambu lalu lintas di persimpangan.

Durasi lampu lalu lintas akan berbeda tiap jam dan berdasarkan kondisi kepadatan kendaraan yang melintas. Proyek ini, kata Emanuel, rencananya akan mulai diterapkan pada tahun 2023.

“Secara garis besar Google akan menggunakan teknologi AI mereka untuk menganalisa volume lalu lintas di persimpangan dan merekomendasikan waktu nyala hijau yang optimal di masing-masing kaki persimpangan,” jelasnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending