Connect with us

Bisnis

1 Juli, Garuda Indonesia Mulai Bayar Uang Pensiun Dini Karyawan

Published

on

Garuda Indonesia

Kondisi keuangan yang amburadul membuat PT Garuda Indonesia (Persero) tbk menawarkan pensiun dini kepada karyawannya. Tawaran pendaftaran pensiun dini dibuka sekak 19 Mei sampai 19 Juni 2021.

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) PT Garuda Indonesia mengaku tidak ada jumlah pegawai yang ditargetkan ikut pensiun dini karena sifatnya sukarela. Bagi yang bersedia, akan mendapat hak pensiun dan akan dibayarkan bertahap mulai 1 Juli 2021.

“Pembayaran hak pensiun karyawan akan dilaksanakan mulai 1 Juli 2021 secara bertahap kepada karyawan yang telah mendaftarkan diri pada periode yang ditentukan,” kata manajemen Garuda Indonesia.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Lantas, darimana dana untuk membayar pensiun dini karyawan? Manajemen Garuda Indonesia menyatakan bahwa sumber pendanaan untuk pembayaran hak pensiun dini disebut berasal dari pendapatan operasional perseroan.

Program ini terbuka untuk seluruh karyawan tanpa batas usia dan tidak ada masa minimum kerja aktif karyawan.

“Perlu kiranya kami sampaikan bahwa opsi/penawaran pensiun dini kepada karyawan pada prinsipnya juga tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di pasal 64 Tahun 2018-2020 yang telah diperpanjang. Sumber pendanaan pelaksanaan program pensiun dini bersumber dari pendapatan operasional perseroan,” jelasnya.

Program pensiun dini diambil untuk penyelarasan aspek supply-demand dan juga dalam rangka review menyeluruh atas aspek cost perseroan, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada kinerja Garuda Indonesia di masa yang akan datang.

“Penurunan demand layanan penerbangan yang menukik tajam, tak terelakkan bahwa perseroan perlu melakukan penyesuaian pada berbagai aspek, termasuk dari sisi organisasi dan Sumber Daya Manusia dalam hal ini dilakukan melalui penawaran program pensiun dini, guna memastikan perseroan dapat tetap menjaga keseimbangan aspek supply demand yang lebih lanjut akan berpengaruh pada keberlangsungan usahanya,” demikian keterangan manajemen Garuda Indonesia.

Bisnis

Mengandung Zat Pembuat Tekstil & Deterjen, BPOM Tarik Produk Es Krim Haagen-Dazs

Published

on

Es krim Haagen-Dazs

Pemerintah Prancis beberapa waktu lalu menemukan produk es krim vanila merek Haagen-Dazs memiliki kandungan etilen oksida. Hal itu membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memutuskan untuk menarik produk tersebut di Indonesia.

Lantas, apa itu etilen oksida (EtO)? Itu adalah jenis gas tidak berwarna yang mudah terbakar dan berbau manis. Dikutip dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, etilen oksida biasanya digunakan untuk pembuatan etilen glikol (antibeku), tekstil, deterjen, pelarut, atau produk lainnya.

Melansir keterangan BOPM, Rabu (20/7/2022), penarikan es krim Haagen-Dazs ini ditujukan untuk melindungi masyarakat. BPOM menginstruksikan importir untuk melakukan penarikan dari peredaran terhadap kedua produk Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs tersebut dan memperluas penarikan ke jenis kemasan lainnya, yaitu bulkcan (9,46 L).

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Penarikan es krim Haagen-Dazs disebutkan sehubungan dengan informasi yang diterima Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) tanggal 8 Juli 2022 dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) tentang ditemukannya Etilen Oksida (EtO), dengan kadar melebihi batas yang diizinkan oleh European Union (EU), pada produk Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs, Badan POM RI memandang perlu menyampaikan informasi kepada masyarakat sebagai berikut:

Sebelumnya pada tanggal 6 Juli 2022, Otoritas di Prancis melalui RappelConso dan pada tanggal 7 Juli 2022, Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) menerbitkan informasi publik terkait penarikan secara sukarela Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs oleh produsen, karena mengandung EtO.

Sementara itu pada tanggal 8 Juli 2022, Singapore Food Agency (SFA) memerintahkan importir untuk melakukan penarikan produk es krim Haagen-Dazs tersebut.

Sebagai langkah kehati-hatian, Badan POM juga menginstruksikan importir untuk menghentikan sementara peredaran/penjualan produk es krim merek Haagen-Dazs lainnya dengan komposisi yang mengandung perisa vanila sampai produk tersebut dipastikan aman.

Badan POM mengawal dan memastikan penarikan dan/atau penghentian sementara peredaran/penjualan produk sebagaimana dalam lampiran dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Es krim merek Haagen-Dazs lainnya yang terdaftar di Badan POM tetap dapat beredar di Indonesia. Badan POM sedang berproses melakukan kajian kebijakan terkait EtO, termasuk memantau perkembangan terbaru terkait peraturan dan standar keamanan pangan internasional, serta melaksanakan sampling dan pengujian untuk mengetahui tingkat paparannya.

Continue Reading

Bisnis

Tinggal Selangkah Lagi Jadi Unicorn, Startup Fesyen Zilingo Kini Terancam Bangkrut

Published

on

CEO Zilingo Dhruv Kapoor

Meskipun dua pendirinya Dhruv Kapoor dan Ankiti Bose memilih berdamai demi menyelamatkan perusahaan, namun, nasi startup fesyen business-to-business Zilingo saat ini berada di ujung tanduk.

Seperti dinukil dari CNN International, Selasa (5/7/2022), pertemuan dewan direksi Zilingo sejatinya dilakukan pada pertengahan bulan lalu. Namun, poin kunci termasuk potensi likuidasi perusahaan dan tawaran buyout dari Kapoor, diputuskan untuk diundur.

Dewan direksi Zilingo dikabarkan sepakat untuk mendiskusikan tawaran buyout oleh manajemen. Namun, keputusan baru bisa diambil paling cepat pada Rabu (22/7/2022).

Baca Juga:

  1. Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia
  2. Sate Bulayak, Sate Sedap Khas Lombok yang Sarat Nilai Filosofis
  3. Lontong Roomo, Makanan Nikmat Khas Gresik yang Lahir di Era Sunan Giri

Tawaran pembelian perusahaan oleh manajemen, termasuk komitmen dari investor yang namanya tidak diungkapkan, untuk menyuntikkan US$8 juta ke perusahaan secara bertahap.

Proposal yang diajukan juga menyinggung rencana untuk melikuidasi entitas perusahaan yang berada di balik Zilingo saat ini serta pembentukan perusahaan baru bernama NewCo, yang akan mengambil alih seluruh unit bisnis Zilingo.

Zilingo adalah salah satu startup dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Perusahaan ini menyediakan dukungan infrastruktur dan rantai pasok untuk produsen fesyen regional.

Namun, permasalahan internal membuat Zilingo goncang hingga berujung dengan dipecatnya Bose dari posisi CEO olah dewan direksi perusahaan.

Continue Reading

Bisnis

Presiden Komisaris & Dewan Direksi Mengundurkan Diri, Ada Apa Unilever?

Published

on

PT Unilever Indonesia

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi diketahui bahwa seorang direktur dan Dewan Komisaris PT Unilever Indonesia Tbk mengundurkan diri sejak 28 Juli 2022.

Menanggapi hal itu, Direktur dan Sekretaris PT Unilever Indonesia Reski Damayanti menyatakan perseroan mengusulkan Sanjiv Mehta sebagai Presiden Komisaris Perseroan yang baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan yang akan diadakan pada tanggal 28 Juli 2022.

“Pengunduran diri Hemant Bakshi sehubungan dengan penempatan posisi barunya di perusahaan afiliasi Unilever,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Asal-usul Senayan, Tempat Adu Ketangkasan Berkuda yang Kini Jadi Jantung Jakarta
  2. Asal-usul Nama Ancol & Awal Mula Berdirinya di Indonesia
  3. Asal-usul Menteng, Hutan Sarang Binatang Buas yang Jadi Kawasan Elite

Di sisi lain, PT Unilever Indonesia juga menyampaikan perihal pengunduran diri Hemant Bakshi dari jabatan Presiden Komisaris per tanggal 28 Juli 2022.

“Bersama ini kami informasikan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Hemant Bakshi selaku Presiden Komisaris Perseroan yang akan berlaku efektif terhitung sejak tanggal 28 Juli 2022,” tulis perusahaan seperti dikutip dari Keterbukaan Informasi, Jumat (1/7/2022).

“Beliau akan menempati posisi baru di perusahaan afiliasi Perseroan. Perseroan akan mengusulkan Bapak Sanjiv Mehta sebagai Presiden Komisaris Perseroan yang baru pada Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya,” sambung keterangan tersebut.

Continue Reading

Trending